
Menjelang tengah malam pukul 23.45 menit...
Aksi kejar-kejaran masih terjadi di tengah malam yang gelap bermandikan sinar bulan berpendar emas. Disana, di tengah malam yang sunyi dan senyap terdengar derap langkah kaki seorang gadus remaja bernama Aisha.
Diikuti beberapa derap langkah 4 pemuda yang ingin menyakiti dirinya. Gadis remaja tersebut berlari tak tentu arah sampai akhirnya ia tiba di sebuah gudang tempat penyimpanan tebu yang sudah tidak terawat lagi. Tampak disana disini tanaman tebu yang sudah dipanen membusuk dan tidak dapat digunakan lagi.
"Hosh...hosh...
Suara bunyi nafasnya yang terdengar kasar karena kecapekan berlari. Aisha bersembunyi disana sementara seluruh bagian tubuhnya mulai terasa aneh. Ia memperhatikan kulit tubuhnya yang sudah mulai berubah kembali. Seperti saat ia pertama kali berubah wujud.
Dan, bila ia perhatikan warna kulitnya menjadi berwarna emas berkilauan. Segera, ia menutupinya agar sinar tersebut tidak diketahui oleh 4 pemuda tadi yang sedang mengejar dirinya. Sedangkan, 4 pemuda tadi yang mengejarnya mengukutinya sampai ke tempat tersebut.
"Ini, gudang terbengkalai tumbuhan tebu...
Ucap salah satunya dari 4 pemuda tersebut.
"Tetapi, dimana dia sekarang?"
Ucapnya kepada teman-temannya yang lain.
"Tadi aku melihat dia masuk ke gudang ini tadi...
Ucap temannya yang lain.
"Bagus! Tempat ini begitu sunyi dan sepi...segera cari dia...kita akan berpesta dengannya...hahaha...
Ucap salah satunya lagi diiringi dengan suara tawa yang lebar dari para teman-temannya yang lain. Sedangkan, bulan purnama yang menggantung di atas langit semakin menuju puncaknya. Sebagai tanda, bahwa akan terjadi sesuatu yang besar tidak lama lagi.
Dan, diantara kegembiraan para 4 pemuda tersebut ada sepasang suami beserta istri yang melihat hal tersebut. Mereka berdua tersenyum ketika para pemuda tersebut bersorak senang atas kejahatan yang akan mereka lakukan terhadap Aisha.
"Tampaknya mereka sangat senang? Bukan begitu?"
Tanya Cintamani.
"Ya, sebab mereka terlalu senang sehingga mereka tidak tahu bahaya sedang mengintai mereka...
Ucap Joko Asmoro.
"Ya, kau benar suamiku...bahaya sedang mengintai mereka...tetapi mereka tidak tahu...
Ucap Cintamani.
"Bukankah itu pestanya...
Ucap Joko sambil tersenyum.
"Dan, aku mencium aroma kematian 4 pemuda tersebut...
Ucap Cintamani.
"Ya, ahh...mengapa waktu berjalan begitu lama?"
Ucap Joko Asmoro.
"Sabarlah, waktu itu tidak lama lagi akan tiba...hanya menunggu sedikit lagi...
Ucap Cintamani.
"Tentu saja, sayang?"
Ucap Joko Asmoro lagi sambil duduk santai di atas sebuah pohon yang lebat daunnya. Sementara itu, di sisi lain Richard sedang mencari-cari Aisha. Ia menyusuri jalanan desa akan tetapi ia tidak menemukan Aisha. Anna yang menyusul dirinya pun segera menghampiri dirinya.
"Kau tidak akan menemukan dia disini...ayo ikut aku...aku merasakan bahaya besar akan terjadi sebentar lagi...
Ajak Anna kepada Richard.
"Tetapi, An...kau belum pulih sepenuhnya...
Ucap Richard.
"Aku tidak dapat berdiam diri saja, Richard...kau lihat bulan itu...dan kau lihat sinar emas itu...apa kau pikir itu sinar biasa...itu adalah sinar kelahiran bagi sesosok siluman...yang mengartikan sesosok siluman yang sangat kuat dan berbahaya akan lahir...
Ucap Anna.
"Apa! Bagaimana, kau tahu itu An...
Tanya Richard.
__ADS_1
"Ayah pernah berkata kepadaku...bahwa suatu hari nanti akan lahir sesosok siluman yang sangat kuat dan sangat berbahaya...tanda-tandanya adalah sinar bulan yang tidak biasa...
Ucap Anna. Richard pun terdiam mendengar kata-kata Anna.
Ternyata, banyak hal yang tidak ku ketahui...aku harus banyak belajar lebih giat lagi...
Ucap Richard dalam hati.
"Ayo, kita harus bergerak cepat...
Ucap Anna sambil menarik lengan Richard.
Sinar bulan hampir menuju puncaknya...itu berarti tidak lama lagi sesosok makhluk siluman itu akan segera lahir...ini benar-benar berbahaya...aku harus segera tiba disana...
Ucap Anna dalam hati. Dan, sepasang pasutri yang berada tidak jauh dari gudang tersebut melihat Anna dan Richard sedang tergesa-gesa menuju gudang tersebut.
"Pemburu Siluman...
Ucap Joko.
"Hegh! Gangguan kecil...ayo kita bereskan...
Ucap Cintamani yang akhirnya segera turun dari atas pohon. Ketika, kaki mereka menyentuh bumi saat itu kekuatan mereka mendominasi dan menghentikan langkah Anna juga Richard. Anna dan Richard terkejut.
Tekanan kekuatan yang luar biasa...
Ucap Anna dalam hati. Lalu, ia segera bersiap untuk melawan dua makhluk siluman yang memiliki kekuatan di atas tingkat Anna juga Richard.
"Tampaknya dua siluman ini bukan lawan yang mudah...
Ucap Richard.
"Ya, kau benar Richard...mereka memiliki ilmu kanuragan yang sangat tinggi...hati-hati, jangan sampai kau terluka...
Ucap Anna kepada Richard.
"Baiklah...
Ucap Richard sambil bersiap-siap untuk menyerang. Sedangkan, Cintamani dan Joko Asmoro berdiri dengan tenang di hadapan mereka.
"Manusia! Mau kemana kalian?"
Ucap Cintamani.
Ucap Anna.
"Tentu saja, ini menjadi urusan kami...karena, tuan kami akan segera lahir kembali...jadi, segala bentuk gangguan harus kami habisi...termasuk pemburu rendah seperti kalian!"
Ucap Cintamani.
"Kurang ajar! Mari kita lihat seberapa kuatnya dirimu itu, siluman?"
Ucap Anna sambil segera menyerang Cintamani Manikmaya. Dan, urusan Joko Asmoro diserahkan kepada Richard. Meskipun, Anna tahu bahwa kekuatan Richard sangat jauh darinya. Akan tetapi, Anna mencoba untuk memberikan Richard kesempatan untuk berkembang lebih pesat lagi.
Sementara, mereka sedang bertarung. Suasana di dalam gudang sangat mencekam. Aisha bersembunyi meski sisik-sisik di kulit tubuhnya terus bermunculan sedikit demi sedikit dan sekarang hampir memenuhi seluruh tubuhnya.
Tidak...tidak...jangan sekarang! Kumohon...mereka sedang mencariku...
Ucapnya dalam hati ketakutan. Sebab, Aisha tahu keempat pemuda tersebut sudah masuk ke dalam gudang tersebut. Dan, sekarang sedang mencari dirinya. Aisha semakin dicekam rasa takut. Sungguh, ia tidak ingin jika tempat ia bersembunyi diketahui oleh para 4 pemuda tersebut.
Karena, ia tidak ingin disakiti oleh 4 pemuda yang sedang mengincarnya. Juga, kondisi tubuhnya yang semakin berubah dan semakin membuatnya tidak dapat bersembunyi dengan tenang. Sisik tersebut hampir mencapai transformasi yang sempurna.
Dan, sinar yang berpendar dari sisik-sisik tersebut semakin tidak dapat disembunyikan oleh Aisha. Sehingga akhirnya, para 4 pemuda nakal tersebut pun mengetahui tempat persembunyian dirinya karena salah satu dari mereka melihat sinar emas tersebut di dekat tumpukan tumbuhan tebu yang sudah membusuk.
"Hei, lihat teman-teman! Apa, itu yang bercahaya disana...
Ucap salah seorang dari 4 pemuda tersebut.
"Mana?"
Balas yang lainnya.
"Itu disana...
Ucapnya lagi.
"Apa, itu? Aku penasaran! Ayo, kita lihat!"
__ADS_1
Ucap salah satunya lagi. Bagaikan dikomando mereka pun langsung menuju ke tempat asal cahaya berpendar. Lalu, mereka pun terkejut ketika melihat bahwa sinar berpendar tersebut adalah berasal dari tubuh Aisha. Mereka pun tertawa senang sambil menarik tangan Aisha keluar dari sana.
"Hahaha...disini kau bersembunyi rupanya...
Ucap mereka sambil tertawa.
"Jangan...jangan, kumohon...jangan sakiti aku..
Ucap Aisha.
"Jangan sakiti? Boleh saja, asal kau bersedia menemani kami bermain-main denganmu satu malam...bagaimana?"
Ucap salah satunya yang diiringi senyum nakal ketiga pemuda lainnya.
"Tidak! Kumohon, jangan...
Ucap Aisha memelas dan meneteskan air mata. Sementara, waktu sudah menunjukkan pukul 23. 55 menit. Akhir, dari waktu tersebut sudah semakin dekat. Juga, bulan diatas langit semakin berada tepat diatas kepala. Waktu yang sangat dramatis sekali bagi Aisha.
Sebelum, 4 pemuda tersebut memangsa dirinya. Tiba-tiba saja, sinar yang berpendar di kulit sisik tubuhnya semakin terang dan semakin menguasai tubuh Aisha. Aisha menjerit menahan rasa sakit yang tiba-tiba saja ia rasakan karena kelahirannya sebagai Dewi Ular sudah tiba waktunya.
"Aaaahhhh...
Jeritnya. Dan, 4 pemuda tadi yang sedari tadi memperhatikan dirinya yang terlihat aneh perlahan menyadari ada sesuatu yang tidak beres pada Aisha. Namun, mereka tidak dapat bergerak dari tempat mereka berdiri. Mereka menyaksikan semuanya, dari tubuh Aisha sinar berwarna emas semakin menguasai dirinya.
Semakin, menyelubungi seluruh tubuhnya. Dan, tepat pukul 24 tengah malam. Wujud sempurna Aisha sebagai titisan Dewi Ular pun terbentuk sempurna. Keempat pemuda yang melihat itu semua mendadak menjadi ketakutan. Sebab, wujud Aisha adalah seekor ular siluman separuh manusia dan separuh lagi adalah berbadan ular.
Keempat pemuda tersebut, pun menjerit dan lari ketakutan manakala ia melihat Aisha menatap dengan tatapan mata yang sangat tajam. Ia marah dan ia ingin menghabisi 4 pemuda yang tadi ingin menyakiti dirinya.
"Ahh..si...siluman!"
Ucap keempatnya panik.
"Lari!"
Ucap mereka semua. Akan tetapi, apa daya mereka telah menggali kuburan mereka sendiri. Sebab, Aisha tidak mengizinkan mereka semua untuk pergi. Dia ingin mereka merasakan pembalasan darinya.
Aisha telah memblokir jalan keluar mereka semua dengan mengibaskan ekornya dan menutup pintu gudang tersebut. Sehingga, mereka terkurung dan tidak dapat lari dari Aisha yang marah.
"Whusshh...
"gubrakk...
"Mau kemana kalian? Bukankah, kalian ingin bermain-main satu malam denganku?"
Ucap Aisha dengan sorot mata yang tajam.
"Hiii...tidak! Siapa, yang ingin bermain dengan makhluk siluman sepertimu!"
Ucap salah satunya.
"Oh, ya? Bukankah tadi kalian sangat bersemangat mengajakku? Mengapa, sekarang kalian tidak mau? Apa, aku kurang sexy...hmm...hahaha...
Ucap Aisha sambil tertawa nyaring. Dan, suara tawanya itu membuat bulu kuduk mereka merinding.
"Am...ampuni kami...kumohon...
Ucap pemuda itu memelas.
"Kumohon?"
Ucap Aisha dengan senyum sedikit menyeringai.
"Apa kau pikir, aku akan menerima permohonanmu! Manusia! Kalian benar-benar makhluk yang tidak berperasaan...kalian berani menindas sesama kaum kalian sendiri...jika, aku tidak dalam wujud seperti ini apakah kalian semua akan melepasku? Tentu saja, tidak bukan? Jadi, matilah!"
Ucap Aisha mengamuk sejadinya. Ia menghabisi semuanya dengan brutal dan menyakiti serta menyemburkan hawa beracun dari mulutnya segera saja hawa beracun tersebut langsung menyebar di dalam gudang yang tertutup itu. Racun tersebut perlahan-lahan membuat keempat pemuda yang sudah tidak berdaya itu semakin lemah lalu akhirnya keempatnya menemui ajal mereka masing-masing dengan cara yang sangat mengenaskan.
Setelah, Aisha selesai menghabisi keempat pemuda tersebut. Ia pun kembali ke bentuk semula. Dan, perlahan memorinya tentang siapa dirinya pun tercetak jelas dalam ingatan. Bahkan, saat-saat pertarungannya dulu dengan Nagadhini pun ia ingat dengan sangat jelas. Ketika, Nagadhini berhasil mengalahkannya dengan menggunakan Mani merah miliknya.
"Nagadhini!"
Ucapnya kemudian ia pun segera meninggalkan tempat tersebut. Juga, meninggalkan 4 mayat pemuda yang berusaha untuk menyakiti dirinya. Lalu, bayangan dirinya menghilang bersama dengan kabut tipis yang pekat. Tubuh Aisha pergi bersamanya menuju ke suatu tempat yang sangat dikenalnya. Yaitu, dunia bawah tanah. Sekali, lagi ia ingin mengambil kembali apa yang sudah dijanjikan eyang Sri Kantil kepada dirinya, Intisari Kehidupan.
Bersambung...
NAGINI 2, TITISAN DEWI ULAR
Cover
__ADS_1