
Ankara semakin tersiksa dengan perasaannya terhadap Nagini. Ia mencoba untuk selalu mendekati Nagini. Berharap agar Nagini dapat menerima perasaan cinta dari dirinya. Akan tetapi, sungguh sangat disayangkan Nagini tidak menanggapi perasaannya. Nagini masih mencintai Zham, kakaknya. Nagini tidak dapat melupakan zham meskipun zham saat ini bukanlah siluman ular lagi.
Zham saat ini adalah manusia biasa. Karena, Zham mendapatkan efek samping dari kekuatan seruling sakti yang ditiup Baba saat itu. Yang membuat Zham tertidur dalam rentang waktu yang sangat lama. Selama itulah pengaruh dari seruling sakti tersebut bekerja di dalam tubuh Zham. Perlahan kekuatan seruling sakti tersebut yang mempengaruhi diri Zham tersebut terus menerus mengikis kekuatan Zham sebagai siluman ular.
Kemudian, secara perlahan-lahan kulit Zham yang bersisik lama-kelamaan mengalami perubahan dan berganti kulit menjadi kulit manusia. Bukan hanya itu, kekuatan seruling sakti tersebut juga mempengaruhi memori atau kenangan Zham bersama Nagini sebagai pasangan kekadih siluman ular. Dan, perlahan-lahan bayangan tentang Nagini pun sirna seketika dari pikiran Zham.
Saat Zham bangun dari tidur panjangnya. Ia sama sekali tidak mengingat segalanya. Yang, ia ingat hanyalah Ankara, adiknya. Hanya itu saja kenangan yang tersisa di dalam pikiran Zham. Oleh sebab itu, ketika ia terbangun dari tidur panjangnya ia langsung mengenali Ankara. Ternyata, kekuatan seruling sakti Baba tidak dapat menghapus kenangan Zham secara menyeluruh. Terbukti Zham masih dapat mengenali Ankara.
Sekaligus menyadari bahwa keadaannya tidak seperti dulu. Ia bukanlah lagi siluman ular. Tetapi, dirinya yang sekarang adalah seorang manusia biasa sama seperti manusia lainnya. Dan, kenyataan pahit itulah yang harus ia terima. Juga, selama masa tersebut Zham mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri. Dengan ditemani Ankara, Zham melalui semua masa-masa sulit tersebut.
Sampai akhirnya, Zham dapat menerima semua kenyataan tersebut. Dan, memulai kehidupan baru sebagai manusia biasa tanpa dapat mengingat hubungan percintaannya dengan Nagini. Tidak tahu sampai kapan hal tersebut berlanjut dan Ankara menyembunyikan semua hal yang menyangkut tentang Nagini dari kakaknya.
Karena, secara diam-diam Ankara telah jatuh cinta kepada Nagini.Dahulu, Zham sering bercerita kepada Ankara perihal Nagini sang Dewi Ular yang sangat dicintai Zham. Ankara hanya mendengarkan kata-kata Zham tanpa pernah melihat atau mengenal Nagini sebagai seorang penguasa tertinggi Dunia Ular. Yang membawahi para Ratu Ular di seluruh belahan dunia.
Ia hanya mendengarkan kata-kata kakaknya tersebut yang terus menerus memuja Dewi Ular, kekasihnya. Tanpa mengenal rupa dan seperti apa wujud Nagini tersebut. Ia hanya tahu bahwa kakaknya sangat tergila-gila terhadap Nagini. Sampai peristiwa pertarungan berdarah dengan Baba pun, dalam rangka memperebutkan Mani Merah milik Dewi Ular yang disangka Baba adalah Intisari Kehidupan.
Ankara tidak pernah dapat melihat rupanya. Sebab, saat pertarungan tersebut sudah dimenangkan oleh Baba. Nagini tidak pernah terlihat lagi. Nagini hanya mengurung dirinya di dalam istana Dewi Ular. Ia menangisi kematian Zham, kekasihnya. Setiap hari berlalu tanpa sedetik pun ia tidak mengingat Zham. Ia selalu mengingatnya setiap saat ketika mereka masih bersama.
Ia masih mengenang saat indah itu berdua dengan Zham. Sungguh ia tidak habis pikir mengapa semua itu dapat terjadi. Sungguh ia tidak paham mengapa peristiwa itu terjadi. Padahal, menurut Nagini hal tersebut terlalu cepat terjadi. Dan, Nagini ia tidak siap menerima semua kenyataan tersebut. Menurutnya kejadian tersebut hanya mimpi. Ia tidak percaya bahwa kekasihnya sudah tiada.
Meskipun, sesungguhnya Zham belum tiada. Zham masih hidup. Zham hanya mengalami masa istirahat yang panjang sampai seribu tahun lamanya. Begitu panjang waktu penantian tersebut. Sampai Nagini berharap ia dapat menyusul kekasihnya. Agar dapat terus bersama dan tidak dapat dipisahkan lagi. Akan tetapi, meski ia berharap demikian ternyata ia masih hidup di dunia ular ini karena ia masih memiliki tugas dan tanggung jawab yang harus ia laksanakan. Yakni, menjaga Intisari Kehidupan serta menjaga keseimbangan dua dunia. Dunia ular dan dunia manusia.
Masih begitu banyak musuh yang memburu dirinya demi mendapatkan Intisari Kehidupan. Anugerah yang diberikan oleh sang Pencipta kepada dirinya. Setelah tapa brata yang dilakukannya tanpa kenal lelah menggugah seluruh alam semesta untuk turut memperbaiki keadaan dunia ular yang luluh lantak karena peristiwa alam. Turunlah satu cahaya dari langit menghampiri dirinya dalam wujud setetes air yang bersinar terang.
Yang sinarnya menyinari seluruh dunia ular yang luluh lantak. Dan, sekejap saja dengan sentuhan sinar tersebut dunia ular pun kembali seperti sedia kala. Nagini berterima kasih kepada sang Pencipta telah memperkenankan dirinya untuk memiliki satu anugerah yang nantinya anugerah tersebut menjadi incaran seluruh makhluk siluman. Bukan hanya dari bangsa lain akan tetapi juga dari bangsanya sendiri seperti Nagadhini.
Seekor ular pertama yang hidup di muka bumi. Ia adalah sosok ular yang serakah dan haus akan kekuasaan. Ia menginginkan Intisari Kehidupan untuk disatukan dengan kekuatan miiknya agar dapat menumbangkan dinasti Ular Cobra dari peradaban Dunia Ular. Dengan kata lain ia ingin menjadi sang Dewi Ular pemimpin tertinggi di Dunia Ular tersebut.
Untuk mewujudkan semua impiannya tersebut ia sudah menyusun rencana sedemikian rupa agar ia dapat menuntaskan hawa nafsunya memiliki Intisari Kehidupan. Rencana awal memang sudah berhasil melalui Baba, akan tetapi ternyata bukan Intisari Kehidupan yang direbut oleh Baba melainkan Mani Merah milik Dewi Ular. Baba salah mengerti tentang permintaan Nagadhini yang sebenarnya menginginkan Intisari Kehidupan bukan Mani Merah milik Dewi Ular.
Ia juga sangat marah setelah seribu tahun kemudian Baba baru muncul dengan wujud barunya. Ternyata Baba melakukan ritual dengan menggunakan Mani Merah untuk merubah wujud manusianya menjadi makhluk siluman ular. Melihat dan mendengar kenyataan tersebut membuatnya menjadi marah kepada Baba. Apalagi yang Baba rebut tersebut bukanlah Intisari Kehidupan. Maka semakin marahlah ia lalu, mengumpulkan seluruh pengikutnya yang setia untuk memburu Intisari Kehidupan, yang mengakibatkan pertarungan dahsyat antara Kala Abang dengan Nagini.
FLASHBACK
Ketika itu di sebuah hutan belantara, hanya terdengar suara burung-burung berkicau merdu. Dan, juga sesekali terdengar suara hewan lain di hutan tersebut. Nagini baru keluar dari Istana. Ia masih menyelidiki tentang sesuatu hal yang mengganggu pikirannya tersebut. Tentang perubahan sikap ibunya, tentang segala tindak tanduk ibunya yang dinilai janggal. Mencari, ia masih mencari sebuah petunjuk atau pun bukti.
Akan tetapi, bukan petunjuk atau pun bukti yang ditemukannya melainkan pertemuannya dengan siluman lain dekat istana bersama dengan para siluman lainnya selain siluman ular. Nagini terkejut dengan kehadiran siluman tersebut yang tiba-tiba. Seketika, naluri alamiah siluman ular memberinya tanda bahwa ia dalam bahaya sekarang.
Siapa makhluk siluman ini...mengapa ia menghadang langkahku...mengapa aku merasa bahwa ia memiliki niat yang tidak baik kepadaku...aku harus hati-hati terhadapnya...
Ucap Nagini dalam hati. Sementara, makhluk siluman tersebut hanya tersenyum dengan matanya yang menatap tajam kepada Nagini. Ditatap begitu membuat Nagini menjadi tidak nyaman sekali. Maka, ia pun melancarkan serangan dulu kepada makhluk siluman tersebut.
"Whusshhh...
__ADS_1
Nagini melepaskan pukulan mematikan ke arah siluman tersebut. Akan tetapi, siluman tersebut mampu menghindari pukulan jarak jauhnya. Pukulannya hanya mengenai sebuah pohon yang ada tepat di belakang siluman tersebut.
"Braakkk...kraaakk...boommm...
Pohon setinggi pohon beringin tersebut pun tumbang. Siluman tersebut yang melihat pohon tersebut tumbang seketika menjadi terkejut. Sementara, Nagini menatapnya dengan tatapan mata yang tajam dan sudah berubah menjadi mata ular.
"Siapa kau, wahai siluman."
Tanya Nagini.
"Hahaha...aku? Kau bertanya kepadaku?"
Jawab siluman sombong tersebut.
"Yah, aku berbicara kepadamu...memangnya siapa lagi siluman busuk di tempat ini selain kau."
Ucap Nagini dengan tatapan tajam berhawa membunuh.
"Siapa, aku? Kau tidak perlu tahu nyai...berikan saja kepadaku benda sakti yang tersimpan di tubuhmu itu!"
Ucap Siluman yang bernama Kala Abang tersebut.
"Hegh...apa kau pikir semudah itu aku memberikannya kepadamu? Hah!"
Ucap Nagini marah.
Ucap Kala Abang tidak kalah marah.
"Ohh, kalau begitu...silahkan kau mengambilnya sendiri dariku...itu pun jika kau mampu siluman busuk!"
Ucap Nagini sambil melancarkan serangan-serangan mendadak terhadap Kala Abang. Kala Abang yang menerima setiap pukulan tersebut tampak kesulitan menerima pukulan-pukulan yang dilancarkan oleh Nagini. Sebab, pukulan Nagini dinilai sangat cepat dan tepat sasaran. Nagini sebagai ular siluman berusia dua ribu tahun memiliki kesaktian lima tingkat di atas kesaktian para Ratu Ular.
Tentu saja menghadapi siluman dibawah rata-rata Ratu Ular itu sangat mudah baginya. Akan tetapi, tampaknya Kala Abang tidak kalah gesit dari Nagini. Ia mampu mengimbangi semua gerakan-gerakan cepat dari Dewi Ular. Alhasil, Kala Abang mampu membuat Nagini terdesak beberapa kali. Sampai membuatnya harus menghindari setiap serangan-serangan dari Kala Abang yang dinilai sangat berbahaya bagi dirinya.
Nagini tetap menyerang kembali Kala Abang dengan Bisa yang ia semburkan dari bibirkan. Bisa yang keluar secara tiba-tiba tersebut membuat Kala Abang terkejut bukan kepalang. Ia cepat menghindar dari semburan Bisa tersebut dan semburan Bisa tersebut mengenai seluruh pengikutnya.
"Argh...
Teriak mereka semua kesakitan. Kala Abang yang melihat dan mendengar suara teriakan mereka menjadi bergidik ngeri karena ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana semburan Bisa itu bekerja. Bisa itu tidak hanya melukai tubuh mereka menjadi rusak dan hancur tetapi juga menghanguskan tubuh mereka nenjadi debu. Sungguh dahsyat sekali semburan Bisa yang disemburkan oleh Nagini.
Siluman ular ini sangat berbahaya...untung saja aku segera menghindar...kalau tidak...sudah pasti nasibku pun sama dengan mereka semua...anak buahku...hiii...bisa apa itu...sungguh mengerikan...
Ucapnya dalam hati.
__ADS_1
"Bagaimana, Bisaku...sangat berbahaya bukan? Kau pun akan bernasib sama dengan mereka jika kau tidak segera menghindar...Kala Abang...
Ucap Nagini sambil menyebut nama siluman tersebut. Kala Abang sangat terkejut ketika Nagini menyebut namanya.
"Bagaimana kau tahu namaku?"
Tanya Kala Abang.
"Mudah saja...perawakanmu yang seperti itu...tubuh gendut berwarna merah dan berbau busuk seperti bau kalajengking...sudah pasti kau Kala Abang bukan...kau juga pasti seorang panglima perang di kerajaanmu bukan? Oleh sebab itu aku tidak mudah menumbangkanmu...
Jawab Nagini dengan rinci.
"Hahaha...nyai...kau sangat pintar...pantas saja...kau memimpin Dunia Ular...kau mampu melihat sesuatu yang bahkan tersembunyi di dalam diri seseorang...
Ucap Kala Abang tertawa terbahak-bahak.
"Kalau sudah tahu lalu mengapa kau masih menginginkan sesuatu milikku?"
Tanya Nagini.
"Nyai...siapa pun tahu...bahkan seluruh makhluk siluman di dunia pun tahu kalau benda sakti yang tersimpan di dalam tubuhmu itu memiliki kekuatan yang sangat luar biasa...sungguh tidak ada tandingannya di dunia...nyai...maka itu segera berikan benda sakti itu kepadaku nyai...sebelum aku membuatmu menyesal nyai...
Ucap Kala Abang dengan sombongnya.
"Dasar, kau siluman tidak sopan...kau meminta...maka langkahi dulu mayatku...
Ucap Nagini marah.
"Ciatttt...
Nagini pun langsung menyerang Kala Abang dengan segenap kemampuannya. Kala Abang pun juga demikian, ia juga mengerahkan segala kemampuan yang ia miliki. Lalu, pertarungan dahsyat pun tidak terhindarkan lagi untuk kedua kalinya. Serangan-serangan dan pukulan demi pukulan dilancarkan oleh kedunya. Keduanya tampak seimbang dalam hal olah kanuragan. Akan tetapi, dalam hal kesaktian. Nagini jauh lebih unggul.
Meskipun, Nagini jauh lebih unggul dalam hal kesaktian namun, Kala Abang jauh lebih waspada daripada Nagini. Setiap serangan yang datang mampu dihadapi dengan baik oleh Kala Abang. Sehingga membuat Nagini terdesak oleh kewaspadaan Kala Abang. Dan, disaat yang tepat Kala Abang melepaskan pukulan jarak jauh ke arah Nagini yang sedang terdesak.
"Whusssh...
Namun, serangan tersebut gagal mengenai Nagini. Malahan, pukulannya tadi berbalik menghantam dirinya sendiri.
"Dhuaak...aahhkkk...
Dan, Kala Abang merasakan nyeri tepat di dadanya. Ia sungguh kesakitan merasakan pukulannya sendiri. Sedangkan, Nagini yang menyaksikan hal tersebut ia menjadi sangat terkejut ketika ia melihat siapa orang yang telah menolong dirinya.Ternyata, orang tersebut adalah Ankara. Adik dari kekasihnya, Zham.
FLASHBACK SELESAI
__ADS_1
Bersambung...
NAGINI, DEWI ULAR