NAGINI, DEWI ULAR

NAGINI, DEWI ULAR
Bab 70. Richard Adalah Zham


__ADS_3

Setelah, Aisha dan Ankara pergi dari klan pemburu siluman Anna dan Richard baru saja sampai. Mereka langsung bertemu dengan tetua Jenggot Putih. Dan, saat ini mereka sedang berbincang-bincang dengan santai di ruang tamu khusus.


Anna melihat ada perlakuan khusus yang diberikan oleh tetua klan kepada Richard yang membuatnya menjadi penasaran. Richard pun juga merasakan hal yang sama. Untuk itu ia pun bertanya kepada tetua Jenggot Putih mengapa memperlakukannya dengan istimewa.


"Tetua, ada hal yang ingin saya tanyakan kepada anda."


Ucap Richard sopan.


"Silahkan, jika ada sesuatu hal yang ingin kau tanyakan kepadaku."


Ucap tetua Jenggot Putih.


"Begini, tetua...mengapa, tetua memperlakukan saya begitu istimewa hari ini...padahal sebelum-sebelumnya tidak pernah."


Tanya Richard.


"Oh, itu karena nyai sendiri yang meminta."


Jawab sang tetua yang membuat Richard dan Anna menjadi terkejut.


"Apa! Nyai, yang meminta?"


Ucap Richard.


"Iya, ketika ia datang kesini aku selalu memberikan perlakuan istimewa kepadanya dan juga kepada para bawahannya yang ikut datang bersamanya."


Ucap tetua Jenggot Putih.


"Oleh sebab itu, ia juga ingin aku memberikan perlakuan yang sama kepadamu...meski aku tidak tahu apa hubunganmu dengannya."


Ucap tetua lagi.


"Hei, jika sudah sampai seperti itu maka aku harus bertanya kepadamu...apa kau berpacaran dengannya?"


Tanya Anna dengan sorot mata tajam.


"Pacaran? Tidak, An...bahkan, aku belum mengungkapkan perasaanku kepadanya."


Balas Richard.


"Jika begitu, lalu mengapa ia meminta hal istimewa begitu kepada kakek! Jawab!"


Ucap Anna semakin menyelidiki Richard.


"Aku tidak tahu, An...mengapa, tidak kau tanyakan saja kepadanya?"


Usul Richard.


"Huh! Aku tidak ingin bertanya hal apa pun kepadanya...dia sangat menyebalkan!"


Ucap Anna sambil melipat tangan di dada. Melihat sikap Anna yang sedikit angkuh tersebut membuat hiburan tersendiri bagi tetua Jenggot Putih. Sedangkan, Richard hanya menggaruk-garuk kulit kepalanya yang gatal.


Sudah beberapa tahun berlalu...sejak saat peristiwa itu...Anna masih saja tetap sama dengan sifatnya yang angkuh dan sombong...tetapi, bagaimanapun dia tetaplah cucuku...meskipun, dia bukan cucu kandungku...aku sangat bahagia dapat membantunya tumbuh dan berkembang sampai seperti ini sekarang.


Ucap tetua Jenggot Putih.


"Kau kesal kepadanya bukankah karena tidak bisa mengalahkan siluman itu, kan? Dan, lagi kau menang dari siluman itu juga karena ia membantumu, kan? Kau tidak menerima dia jauh lebih unggul darimu...kau merasa kau kalah dan kau tidak ingin kalah darinya, bukan begitu?"


Ucap Richard memberi pendapatnya.


"Richard, apa kau pikir aku tidak bisa mengalahkan dan memusnahkan makhluk siluman...kau menilai terlalu tinggi Aisha itu...aku ingin tahu bagaimana jika dia yang bertarung dengan makhluk siluman sebangsanya...aku jamin dia pasti kalah."


Ucap Anna sembarang bicara.


"Oh, ya? Apa, kau benar-benar ingin melihatnya bertarung dengan makhluk siluman itu? Nanti, pada saatnya kau akan melihatnya sendiri dan saat itu tiba matamu akan terbuka lebar."


Ucap Richard semakin sengit.


"Mengapa, kau selalu bersemangat dan selalu membelanya! Seakan-akan, kau mengenal dirinya."


Tanya Anna semakin kesal.


"Itu karena dia sangat cantik, wangi dan berwibawa...hehe."


Balas Richard cengengesan.


"Dasar, laki-laki."

__ADS_1


Ucap Aisha kesal.


"Sudah-sudah, tidak perlu kalian bertengkar Anna, Richard!"


Ucap tetua Jenggot Putih menengahi.


"Maaf, kakek! Kami sudah berlaku tidak sopan dan bertengkar di hadapan kakek!"


Ucap Anna meminta maaf.


"Ya, tidak apa-apa Anna...kakek memahamimu."


Ucap tetua Jenggot Putih.


"Jadi, kakek...aku ingin tahu tentang Peta Alam Semesta...apakah berhasil dicuri?"


Tanya Anna khawatir.


"Tidak! Tidak berhasil, dicuri."


Balas tetua.


"Oh, benarkah kakek?"


Ucap Anna.


"Ya, Anna...kakek hanya memberikan Peta duplikatnya saja bukan yang asli."


Ucap tetua Jenggot Putih.


"Apa! Kakek punya duplikat Peta Alam Semesta!"


Ucap Anna.


"Ya, Anna...kakek dan Aisha mengetahui bahwa pihak musuh tidak akan begitu saja menerima kekalahan...mereka pasti datang untuk merebut Peta atau mencurinya...jadi, Aisha menciptakan duplikat Peta dan menyuruh kakek untuk memberikannya jika pihak musuh datang memintanya."


Ucap tetua Jenggot Putih menjelaskan.


"Itu rencana yang cerdas sekali, tetua!"


Ucap Richard tiba-tiba.


Ucap tetua Jenggot Putih.


"Dan, sekarang masalah itu telah selesai...akan tetapi, dikhawatirkan bahwa akan ada serangan balik ketika pihak musuh...jadi, Aisha meninggalkan dua orang kepercayaannya untuk menjaga klan kita."


Ucap tetua Jenggot Putih memberitahu.


"Oh, jadi begitu kakek...baguslah, tadinya aku sempat khawatir kakek...kalau masalah tidak ada cara lain penyelesaiannya."


Ucap Anna.


"Ya, tentu saja...Aisha adalah rekan yang bagus...sangat mudah memahami jalan pikirannya."


Ucap tetua. Dan, saat mereka sedang berbincang-bincang disana tiba-tiba saja Ankara datang dan langsung menemui Richard dan memeluknya.


"Kakak!"


Panggilnya. Richard yang mengetahui bahwa Ankara yang sedang memeluknya ia pun membalas pelukan Ankara. Lama mereka berpelukan membuat tetua dan Anna saling pandang.


"Bagaimana, kabarmu Ankara!"


Tanya Richard.


"Aku baik-baik saja, kakak?"


Balas Ankara.


"Lama sekali, kakak tidak memberikan kabar padaku."


Ucap Ankara.


"Yah, kakak memang belum siap memberikan kabar."


Ucap Richard.


"Kau pasti mengetahui tentang aku dari Aisha, kan?"

__ADS_1


Ucap Richard.


"Iya, kakak."


Ucap Ankara.


"Dasar! Ia sudah mengetahuiku tetapi tetap berpura-pura tidak mengetahuiku."


Ucap Richard sambil tersenyum.


"Yah, dia memang seperti itu bukan?"


Ucap Ankara.


"Ya, kau benar...dia memang seperti itu! Tidak pernah berubah."


Ucap Richard.


"Bagaimana, keadaan istana?"


Tanya Richard.


"Keadaan istana aman dan terkendali, kakak? Jangan, khawatir."


Balas Ankara.


"Hem, ingin kembali setelah sekian lama...tetapi, waktu tidak mengizinkan."


Ucap Richard.


"Jika, nanti semua masalah ini selesai...kakak dapat kembali ke istana bersama dengan Aisha."


Ucap Ankara mendukung Richard.


"Ya, jika ia masih mau denganku."


Ucap Richard tersenyum pahit. Anna dan tetua Jenggot Putih yang sedari tadi ikut mendengarkan percakapan keduanya akhirnya mengetahui bahwa Richard bukanlah manusia biasa.


Kenyataannya tetua sudah tahu tentang Richard. Akan tetapi, tidak mengetahui jika ternyata Richard bukanlah siluman biasa. Ia memiliki posisi tinggi disamping Nagini atau Aisha.


Ternyata, Richard bukan siluman biasa...pantas saja jika Aisha menginginkan aku memberikan perlakuan yang istimewa untuknya juga...sungguh tidak kusangka...mereka berdua telah memiliki hubungan."


Ucap tetua dalam hati.


"Jadi, kau juga bukan manusia Richard?"


Tanya Anna. Dan, Richard pun mengangguk.


"Haish! Dasar, kau Richard...selama ini aku menyangka kau adalah manusia...tetapi ternyata kau adalah siluman."


Ucap Anna.


"Memangnya, mengapa kalau aku siluman, An?"


Ucap Richard.


"Cih! Sia-sia aku mengajarimu selama ini...yang nyatanya kau adalah siluman...pasti kekuatanmu jauh lebih tinggi di atasku...aku saja yang bodoh...tidak menyadarinya."


Ucap Anna panjang lebar.


"Anna, kita adalah rekan satu tim...aku mohon maaf, jika selama ini aku membuatmu susah."


Ucap Richard.


"Baiklah, tidak perlu meminta maaf...mulai hari ini kau harus menggunakan kekuatanmu sendiri...jangan lemah seperti anak kecil! Huh!"


Ucap Anna sambil berlalu meninggalkan tempat tersebut. Tetua yang melihat hal tersebut hanya dapat menggelengkan kepalanya saja.


Anna memang tidak berubah.


Ucap tetua dalam hati sambil memegang jenggotnya yang semakin memanjang. Tetua Jenggot Putih merupakan pimpinan yang terakhir di klan pemburu siluman. Adam merupakan penerusnya dan setelah Adam maka tidak ada kandidat lain dari penerus klan tersebut.


Bersambung...


NAGINI 2, TITISAN DEWI ULAR


Cover

__ADS_1



__ADS_2