NAGINI, DEWI ULAR

NAGINI, DEWI ULAR
Bab 65. Misteri Aisha


__ADS_3

Setelah, Aisha kembali dari rumah tetua para pemburu siluman. Kelompok para pemburu tersebut sangat mengagumi Aisha. Sampai-sampai, mereka pun tidak sadar bahwa orang yang sebenarnya dapat mengatasi hal tersebut adalah Aisha yang memiliki sisik emas di punggungnya. Hanya sang tetua saja yang mengetahuinya.


"Sungguh, ia sosok yang sangat kuat...bahkan kekuatannya mungkin tidak dapat disetarakan dengan iblis yang sedang tersegel itu."


Ucap para pemburu tersebut.


"Ya, kau benar...lagipula dia sangat cantik sekali...dapatkah kiranya aku bersamanya?"


Ucap para pemburu lain. Mendengar kata-kata para pemburu tersebut seketika membuat Anna menjadi marah.


"Hentikan! Apa, yang kalian pikirkan? Kekuatannya setara? Kalau kecantikannya memang tidak dapat dibandingkan...tetapi kekuatannya setara dengan iblis yang tersegel? Itu tidak mungkin!"


Ucap Anna sinis.


"Hei, Anna! Mengapa, kau berkata begitu? Apa, kau cemburu kepadanya? Hahaha."


Ucap para pemburu lain menertawakan Anna.


"Kalian ini! Maju kalian semua! Akan kuremukkan kalian!"


Ucap Anna semakin marah.


"Sudahlah, An...jangan dengarkan mereka...mereka terobsesi dengan Aisha yang cantik dan kuat...tentu saja mereka mengatakan hal seperti itu."


Ucap Richard menengahi.


"Ow, apa kau sedang menghiburku Richard? Apa, kau pikir aku butuh hiburan kata-kata darimu? Mimpi!"


Ucap Anna.


"Kau sama saja seperti mereka, penggemar Aisha!"


Ucap Anna sambil berlalu meninggalkan tempat itu.


Anna kau tidak tahu apa pun tentang Aisha...aku lebih mengetahui tentang dia dibandingkan dirimu...kau akan tahu betapa dahsyatnya ia ketika mengamuk...kekuatannya sanggup mengguncang alam...apabila segel kekuatan dalam dirinya dbuka...maka kau tidak akan dapat membayangkannya...kerusakan apa yang akan ia buat di dunia dua alam.


Ucap Richard dalam hati.


"Haish! Semoga saja hal semengerikan itu tidak akan terjadi."


Ucap Richard. Sedangkan, tetua pemburu sedang berbicara dengan Adam. Mereka sedang membicarakan tentang Aisha. Apa yang Adam dengar dari Baba semuanya Adam ceritakan secara rinci kepada tetua.


"Oh, jadi begitu? Jadi, penyebab siluman-siluman itu muncul karena seekor siluman serakah Nagadhini?"


Ucap tetua.


"Iya, kakek."


Ucap Adam.


"Mereka berdua adalah musuh bebuyutan, bukan? Maka sudah pasti nanti saat keduanya bertemu kembali...akan terjadi pertarungan serta peperangan yang luar biasa di dunia mereka?"


Ucap tetua.


"Ya, tetua...dan, pasti dampaknya akan sangat terasa di dunia kita...apa solusimu jika saat itu terjadi?"

__ADS_1


Ucap tetua.


"Kakek, mengenai hal itu nanti akan aku diskusikan dengan Baba."


Ucap Adam.


"Kalau begitu, undang temanmu itu kesini Adam? Kakek juga ingin mendengarnya secara langsung darinya."


Ucap tetua.


"Baiklah, kakek...nanti aku akan membawanya kesini."


Ucap Adam.


"Baiklah, aku akan membuat sebuah altar untuk tempat penyimpanan Peta Alam Semesta ini."


Ucap tetua akhirnya berlalu pergi meninggalkan Adam yang masih duduk disana. Adam pun bermaksud untuk menemui Anna dan Richard. Akan tetapi, ketika ingin bertemu keduanya ia hanya bertemu dengan Richard.


"Richard? Dimana, Anna?"


Tanya Adam.


"Dia sedang kesal paman! Jadi, dia pergi...tidak tahu kemana."


Jawab Richard.


"Ow, anak itu memang tidak berubah...karena, Anna tidak ada...ayo, ikut paman...paman ingin berbicara denganmu mengenai sekolahmu."


Ucap Adam.


Ucap Richard dalam hati.


"Baiklah, paman."


Ucap Richard sambil mengikuti langkah Adam masuk ke sebuah tempat yang lebih menyerupai sebuah taman.


"Mari, Richard...kesini dan duduk disini."


Ucap Adam mempersilahkan Richard duduk di sebuah bangku taman.


"Richard kau sudah hampir setahun kau dan Anna sekolah disana...menurutmu bagaimana sekolahnya...bagus tidak?"


Tanya Adam.


Eh? Pertanyaan apa ini...aneh sekali? Sebenarnya paman ingin berbicara apa denganku...tentang sekolah atau tentang yang lain?


Ucap Richard dalam hati.


"Paman, sekolahnya bagus sekali...banyak siswa dan siswi cerdas disana."


Jawab Richard.


"Ow, lalu bagaimanakah dengan Aisha itu? Dia termasuk siswi cerdas?


Tanya Adam lagi.

__ADS_1


"Paman, sebenarnya paman ingin tahu siapakah sebenarnya Aisha kan, paman?"


Ucap Richard. Adam sambil terkekeh geli ia menjawab.


"Ya."


Ucap Adam.


"Bukankah, paman sudah tahu siapa Aisha?"


Ucap Richard.


"Ya, tetapi aku ingin tahu lebih banyak lagi darimu Pangeran Ular?"


Ucap Adam sambil menyebutkan identitas asli Richard sebagai rerinkarnasi dari Zham.


"Deg!"


Jantung Richard bagaikan dihantam palu godam yang besar. Ia tidak menyangka jika ayah angkat Anna mengetahui jati dirinya. Namun, ketekerjutan Richard segera sirna.


Karena, ia tahu bahwa selain tetua perkumpulan pemburu siluman yang mengetahui identitas seseorang dengan mudah. Adam adalah merupakan sosok kedua selain tetua yang dapat mengetahui tentang dirinya.


"Ternyata paman adalah orang yang sakti, selain tetua yang mengetahuiku...ternyata kau juga mengetahui tentang diriku."


Ucap Richard.


"Tidak! Aku tidak sakti...aku hanya mencium baumu itu bukanlah bau manusia biasa...meskipun kau mengubah wujudmu menjadi manusia tetapi sebenarnya kau bukan manusia...kau memiliki aura khusus."


Ucap Adam menjelaskan.


"Meskipun begitu, paman dapat menyembunyikan semua ini dariku...dan, dari Anna...hanya untuk mengetahui sesuatu tentang Dewi Ular disaat yang tepat...serta, paman sudah menyelidikinya dengan baik...bahkan, Baba pun tanpa sadar bercerita kepada paman mengenai hal ini...luar biasa, paman."


Ucap Richard yang ternyata secara diam-diam telah mengikuti Adam yang saat itu sedang pergi ke rumah Baba.


"Apa! Jadi, ternyata kau mengikutiku?"


Ucap Adam.


"Kalau, aku tidak mencium gelagat anehmu paman...apakah, mungkin aku akan mengikutimu? Ingat paman! Jangan bertindak terlalu jauh...jangan terlalu ingin tahu tentang Aisha atau Dewi Ular...atau kau tidak akan sanggup menanggung amarahnya...bahkan, jika sang Iblis bangkit pun dia tidak akan sanggup menghadapi kemurkaannya...sebab dia bukan siluman biasa."


Ucap Richard kemudian segera berlalu dari hadapan Adam. Dan, Adam duduk terhenyak di tempatnya. Sungguh ia tidak tahu bahwa Richard akan berkata demikian kepadanya.


Mengapa, jadi begini? Aku tidak ingin bertindak lebih jauh...aku hanya ingin memuaskan rasa penasaranku saja...apa aku salah?


Ucap Adam dalam bathin. Sungguh ia merasa bersalah kepada Richard. Niat hati ingin memuaskan rasa penasarannya. Namun, tidak disangka ia malah ketahuan oleh Richard. Yang secara tidak sengaja mengikuti dirinya.


Adam sejak awal sudah tahu bahwa Richard adalah siluman ular. Karena, ia mencium bau yang sangat berbeda dengan manusia di tubuh Richard. Sebab, Adam dapat membedakan antara manusia dan siluman. Adam memang pemburu siluman yang paling tua selain tetua perkumpulan pemburu siluman.


Dan, diantara para pemburu siluman, Adamlah yang mempunyai indera penciuman yang sangat tajam. Dia juga merupakan calon penerus dari perkumpulan pemburu siluman. Sebab, tetua akan menyerahkan posisinya kepada Adam ketika Adam sudah benar-benar matang dan dapat diandalkan untuk menggantikan posisinya.


Bersambung...


NAGINI 2, TITISAN DEWI ULAR


Cover

__ADS_1



__ADS_2