NAGINI, DEWI ULAR

NAGINI, DEWI ULAR
Bab 12. Keturunan Baba


__ADS_3

Lovita datang berkunjung ke rumah Zham. Dan, yang menyambutnya di depan pintu adalah Nagini. Nagini tidak suka akan keberadaan Lovita. Karena, Lovita. Zham sampai tega memukul dirinya. Namun, Nagini mencoba tetap bersikap ramah pada Lovita.


"Hai, ahh...kau pasti Naghi...bukan?"


Ucap Lovita.


"Iya, aku Naghi."


Ucap Nagini.


"Zham bercerita banyak tentang dirimu padaku."


Ucap Lovita.


"Oh, ya?"


Ucap Nagini.


"Ya, oh...apakah Zham ada dirumah? Soalnya, aku datang tanpa menelponnya terlebih dahulu."


Ucap Lovita. Nagini memperhatikan Lovita dari atas sampai bawah. Lalu, kemudian ke atas lagi. Dan, tiba-tiba pandangan matanya tertuju pada kalung emas bergambar Manni miliknya.


Ah, gambar itu...Manni milikku...wanita manusia ini...siapa, kau sebenarnya?


Ucap hati Nagini.


"Hello..., Naghi? Kau mendengarku?"


Ucap Lovita.


"Ehh? Maaf, aku terpesona oleh kalung milikmu itu. Kelihatan sangat indah sekali."


Ucap Nagini.


"Oh, ini? Ini, adalah kalung milik keluargaku turun temurun."


Jelas Lovita.


Kalung keluarga? Mungkinkah? Aku tidak bisa menduga-duga sekarang...aku harus mencari tahu...salah bertindak aku bisa saja membunuh manusia yang tidak bersalah.


Ucap hati Nagini.

__ADS_1


"Oh, ya?"


Ucap Nagini pendek. Lovita tersenyum.


"Em? Bolehkah, aku masuk?"


Pinta Lovita.


"Oh, boleh? Mari, silahkan masuk."


Ucap Nagini mempersilahkan Lovita masuk.


Aku harus tahu siapa kau sebenarnya...bagaimana kau bisa memiliki kalung seperti itu...seperti aku pernah melihatnya dulu...tetapi, dimana? Aku akan menyelidikimu, Lovita!


Ucap hati Nagini. Dan, Nagini menutup pintu. Segera ia mengikuti langkah Lovita. Nagini penasaran pada Lovita. Dan, secara diam-diam ia ingin menyelidiki Lovita. Demi, Manni miliknya yg kini berada di tangan Baba. Tetapi, Nagini tidak tahu bahwa Baba telah mati atau masih hidup sampai saat ini.


Dan, Manni milik Nagini tidak di ketahui dimana keberadaannya kini. Karena, sebelum Baba menghilang dan tidak diketahui rimbanya serta Manni di tangannya juga ikut menghilang. Tetapi, Nagini tidak akan menyerah dan ia akan tetap berusaha untuk menemukannya.Meskipun, banyak aral rintangan yang akan menghadang jalannya.


......................


Tengah malam....


Setelah Lovita, kembali pulang ke rumahnya. Nagini pun memulai upaya penyelidikannya untuk mencari dan mengambil kembali Manni miliknya. Ia mengendap-ngendap keluar dari rumah keluarga Zham. Setelah, sampai di halaman rumah Zham. Ia melihat ke kiri dan ke kanan. Siapa, tahu nanti ada orang yg melihatnya berubah wujud.


Sedangkan, Nagini setelah memastikan tidak ada orang yg melihatnya. Ia pun segera merubah wujudnya menjadi seekor ular. Ia menyatukan kedua tengannya di atas kepala. Tangannya membentuk seekor ular. Lalu, ia menelungkupkan tubuhnya ke tanah. Lalu, dalam sekejap ia pun berubah menjadi seekor ular kobra berwarna hitam pekat. Lalu, ia pun segera pergi dari rumah Zham menuju rumah Lovita sambil mendesis.


"Sssshhh"


Saat, Ankara menyaksikan Nagini berubah menjadi seekor ular. Ankara terkejut sekali. Selama ini dugaannya benar. Nagini sama dengannya. Seekor ular siluman Tetapi, aura yg di tampakkan oleh Nagini adalah aura seorang Dewi. Ankara tersenyum. Lalu, kembali ia merubah wujudnya menjadi seekor ular jantan berwarna emas. Kemudian, ia pun mengikuti Nagini.


Nagini adalah seorang dewi. Dewi Ular, yang mengartikan bahwa ia adalah induknya segala Ratu Ular. Di alam siluman ular dia merupakan penguasa tertinggi. Di antara para penguasa atau Ratu Ular lainnya. Dialah, Ratu segala Ratu. Maka tidak heran ia memiliki aura yang lebih mencolok dibandingkan para penguasa lainnya. Dan, gerakannya sangat cepat menyusuri jalanan yg semakin sepi. Ankara yang mengikutinya pun kewalahan karena gerakannya yang cepat.


"Sial! Gerakannya cepat sekali! Ternyata, Naghi bukan ular siluman biasa!"


Ucap Ankara.


Tidak butuh waktu lama bagi Nagini, untuk sampai di rumah Lovita. Setelah sampai disana ia pun merubah wujudnya kembali menjadi wujud manusia. Ia melihat sekeliling rumah Lovita terlihat sepi dan lampu di dalam rumah itu sudah padam. Ankara memperhatikannya.


"Bukannya, ini rumah kak Lovita? Mau apa, Naghi kesini!"


Ucap Ankara.

__ADS_1


Naghi mencoba melihat dengan tatapan matanya. Ia mencari jalan masuk ke rumah itu. Dan, ia menemukannya. Tetapi, bersamaan dengan itu Nagini merasakan getaran adanya siluman lain selain dirinya.


"Hm? Ternyata, ada siluman lain selain diriku disini!"


Ucap Nagini. Lama sekali, Nagini berdiri disana seorang diri. Ankara heran melihat Nagini hanya berdiri saja disana.


"Menapa, Naghi hanya diam saja disana? Apa dia tahu aku mengikutinya? Aku sudah menutupi bau tubuhku darinya...agar, aku tidak ketahuan...tetapi, ternyata dia memang ular siluman yg sangat kuat."


Ucap Ankara. Tetapi, lama-kelamaan bau siluman lain itu memudar dan menghilang.


"Hem? Baunya sudah tidak ada...berarti makhluk itu sudah pergi...aku harus masuk sekarang!"


Ucapnya kemudian tubuhnya menghilang dari sana dan sudah masuk ke dalam rumah itu. Ankara yg melihat hal itu. Ia benar-benar terkejut sekali.


"Apa! Dia bisa menghilang? Hanya, ular yg memiliki keistimewaan seorang Dewi saja yg bisa melakukannya..Naghi! Siapa, kau sebenarnya! Aku tidak bisa mengikutinya lebih lama lagi...aku bisa ketahuan olehnya...lebih baik aku pulang saja!"


Ucap Ankara. Kemudian, Ankara kembali pulang ke rumahnya. Sedangkan, Nagini sudah masuk ke dalam rumah itu. Di dalam rumah itu terlihat sudah sepi karena semua penghuni rumah sudah tertidur pulas. Nagini berjalan menyusuri rumah tersebut. Ia mengamati keadaan sekitar rumah itu dan sekaligus memeriksa.


Apakah, Manni miliknya ada disana atau tidak. Setelah, ia mencari ke setiap bagian rumah. Ternyata ia tidak menemukannya. Malah, tiba-tiba pandangan matanya tertuju pada sebuah lukisan besar yang terpampang disana.


Di dinding tembok putih itu Nagini melihat lukisan yang sangat tidak asing baginya. Ia mendekatinya dan melihatnya lebih dekat lagi. Ia terkejut! Sampai ia menyenggol vas bunga di dalam rumah itu.


"Praaangg"



Nagini terkejut mendengar vas bunga itu jatuh. Dan, membuat semua penghuni rumah bangun dan keluar dari kamar masing-masing. Mereka berteriak.


"Siapa, itu!"


Ucap seorang wanita. Nagini sangat terkejut mendengar suara seorang wanita paruh baya. Terburu-buru, ia menghilang lagi dan keluar dari rumah Lovita.


"Sial! Hampir saja, aku ketahuan! Aku benar-benar semakin penasaran. Lukisan itu adalah lukisan Baba. Ada, hubungan apa keluarga itu dengan Baba. Apa mereka keturunannya?"


Ucap Nagini.


Aku harus tahu semua ini...besok, aku akan menyelidikinya lagi.


Ucap hati Nagini. Kemudian, ia berubah lagi menjadi seekor ular dan ia berjalan menyusuri jalan yang sepi senyap. Ia kembali pulang ke rumah Zham. Sedangkan, keributan terjadi di rumah Lovita. Mereka melihat vas bunga yg pecah. Tapi, mereka tidak melihat ada orang atau maling masuk ke rumah mereka. Mereka benar-benar penasaran.


Bersambung.....

__ADS_1


-NAGINI, DEWI ULAR-


__ADS_2