NAGINI, DEWI ULAR

NAGINI, DEWI ULAR
Bab 45. Mimpi Yang Terlihat Nyata Dan Misi


__ADS_3

Malam itu memang merupakan malam yang berat bagi Aisha. Sebab, Aisha harus mengerjakan pekerjaan sekolahnya. Banyak sekali yang harus ia kerjakan malam itu, karena Carla dan Nona juga meminta dirinya untuk mengerjakan pekerjaan rumah mereka juga. Begitulah, hari-hari berat yang harus dilalui oleh Aisha. Akan tetapi, malam itu terasa sangat aneh bagi Aisha. Sebab, jam dinding baru saja menunjukkan pukul sembilan malam. Namun, tidak tahu mengapa Aisha merasakan kantuk yang luar biasa.


"Hoahem...baru pukul sembilan...tetapi tidak tahu mengapa aku merasakan rasa kantuk yang luar biasa...


Ucap Aisha.


"Sebaiknya, aku tidur sekarang...pekerjaan rumah ini besok pagi saja kukerjakan...


Ucapnya lagi.


Aisha pun segera naik ke atas tempat tidur. Ia pun merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk. Sejenak, pikirannya melayang-layang entah kemana. Lalu, tidak lama kemudian ia pun tertidur pulas. Dan? Baru saja terlelap tiba-tiba saja ia bermimpi. Mimpi yang ia alami bukanlah mimpi biasa. Sebab, mimpi tersebut terlihat nyata bagi dirinya. Di dalam mimpinya ia melihat dua ekor ular raksasa bertarung dengan kekuatan yang dahsyat.


"Grrhh...


Ular raksasa belang mengibaskan ekornya kepada seekor ular berwarna hitam pekat. Akan tetapi, kibasan ekornya tidak mengenai sasaran.


"Jangan terus menghindar, Nagini...ayo lawan aku...


Ucap ular yang berwarna belang. Begitulah, mereka saling mengibaskan ekor mereka juga saling melilit. Pertarungan tersebut berlangsung sangat lama sehingga memakan waktu berhari-hari. Sungguh, Aisha tidak percaya melihatnya. Namun, ketika dua ekor ular raksasa tersebut memperlihatkan wajah mereka untuk sejenak Aisha tertegun. Ia seperti mengenal dua ekor ular tersebut. Bahkan, sangat familiar sekali bagi dirinya. Bahkan, tempat di sekitar daerah tersebut pun ia seperti mengenalnya.


"Tempat apa ini...


Ucapnya.


"Sepertinya tempat ini tidak asing bagiku...aku sepertinya pernah berada di sini...tetapi kapan?"


Ucapnya lagi. Dan, tidak lama kemudian setelah ia mengalami mimpi tersebut ia pun membuka matanya. Aisha terbangun dari tidurnya, lalu ia duduk di sisi tempat tidurnya. Ia merenungi mimpinya yang baru saja ia alami. Sejenak, pikirannya melayang-layang di udara. Tidak tahu dimana arah pikirannya tersebut. Lalu, tiba-tiba saja Aisha tersentak bahwa ia belum menyelesaikan pekerjaan rumah Carla dan Nona.


Maka, langsung saja ia pun mengerjakannya. Karena, saat itu ja dinding masih menunjukkan pukul sebelas malam. Setelah, selesai maka ia pun segera kembali melanjutkan tidurnya tadi yang sempat terganggu karena mimpi yang belum pernah ia alami sebelumnya. Sementara, itu di sebuah hutan yang sunyi sepi tampak seorang pemuda dan pemudi sedang berada di atas pohon yang rindang. Kedua pemuda dan pemudi tersebut tampak sedang mengawasi sesuatu di kejauhan. Sang pemuda dengan mata ularnya menangkap sesuatu yang ganjil sedang terjadi. Dan, sang pemudi pun menunggu sang pemuda melakukan tugasnya.


"Bagaimana...


Tanya sang pemudi.


"Ini benar-benar gawat, Nagadhini semakin memperluas kekuasaannya...dia membentuk benteng yang sangat kokoh untuk melindungi dirinya...


Ucap sang pemuda.


"Sepertinya, ia benar-benar takut jika nanti ia dimusnahkan dari muka bumi...sehingga ia membangun benteng yang sangat kokoh untuk dirinya...


Ucap sang pemudi.


"Tentu saja...


Balas sang pemuda.


"Lalu, bagaimana...


Ucap sang pemudi.

__ADS_1


"Kita laporkan tentang hal ini kepada sang ketua...ayo...


Ajak sang pemuda.


"Kalau, begitu baiklah...


Ucap sang pemudi lagi.


Setelah selesai mengawasi, kedua pemuda dan pemudi tersebut pun segera kembali ke markas mereka. Mereka akan melaporkan hasil yang mereka dapat selama mengawasi Nagadhini kepada ketua mereka. Lalu, tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menyaksikan sang pemuda dan pemudi tersebut. Dan, ia adalah Anna yang ditugaskan untuk mengawasi gerak-gerik para makhluk siluman.


"Ternyata begitu, bahkan mereka pun berseteru dengan sesama mereka sendiri...ini benar-benar berita yang mengejutkan...tugasku selesai...saatnya aku kembali ke tempat perkumpulan para pemburu siluman...


Ucap Anna kemudian. Lalu, Anna pun pergi dari tempat tersebut. Ia pun segera kembali ke perkumpulan pemburu siluman. Rekannya Richard sudah menunggunya sedari tadi di depan gerbang rumah besar dimana perkumpuan pemburu siluman berkumpul untuk membahas sesuatu.


"Hei...Anna...darimana saja kau...sedari tadi aku menunggumu...


Tanya Richard kepada Anna.


"Mau darimana aku...apa pedulimu...kau anggota baru...kau sama sekali tidak tahu apa-apa...


Jawab Anna ketus.


"Apa, kau bilang Anna...aku bertanya baik-baik kepadamu...dan kau malah mengatakan hal yang tidak-tidak kepadaku...memangnya apa salahku...


Ucap Richard.


"Kau mau tahu salahmu, Richard?"


"Ya, aku mau tahu...jadi katakan kepadaku...


Jawab Richard.


"Salahmu adalah karena kau anggota baru yang bodoh...sudah beberapa bulan aku mengajarimu...tetapi kau tetap saja payah dan tidak mengerti apa pun...


Ucap Anna sambil menunjuk-nunjuk wajah Richard. Lalu, setelahnya Anna pun segera masuk ke dalam rumah besar tersebut. Meninggalkan Richard disana yang sedang menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Karena, mendengar kata-kata Anna tadi yang sesungguhnya dinilai sangat kasar kepada Richard. Akan tetapi, Richard tidak marah kepada Anna. Ia faham dan mengerti bagaimana Anna.


Anna memang dikenal sebagai anggota di pemburu siluman sebagai anggota yang paling cekatan dan gesit dalam memburu kelompok makhluk siluman. Karena, ia dilatih langsung oleh ketua dari pemburu siluman. Ia sudah dianggap anak oleh ketua pemburu tersebut. Semenjak, orang tuanya tiada dan ia diselamatkan oleh orang tersebut. Maka, sejak saat itu ia pun ikut bersama dengan orang yang telah menolong dirinya serta mengajarinya banyak hal.


Terutama pelajaran mengenai bagaimana menghadapi makhluk siluman dan cara untuk memusnahkannya. Semua ia pelajari sejak kecil sampai saat ini. Dan, hari ini sedang diadakan hari pertemuan perkumpulan pemburu siluman di rumah besar milik sang ketua pemburu siluman. Mereka akan membahas tentang sesuatu hal malam itu. Yang berkaitan dengan makhluk siluman yang dinilai sudah jauh berkurang aktifitasnya dibanding dahulu.


Akan tetapi, mereka harus tetap waspada. Bisa saja mereka akan tetap muncul dan membuat panik seluruh warga kota. Untuk itu sang ketua pun memberi perintah kepada Anna dan Richard untuk pergi ke suatu daerah yang masih rawan akan kehadiran makhluk siluman. Dan, mereka akan menetap di daerah tersebut dan bersekolah di daerah tersebut bersama-sama.


"Bagaimana, menurutmu putriku Anna?"


Tanya sang ketua.


"Ayah, aku setuju...jika itu memang misi yang harus aku lakukan...


Jawab Anna.

__ADS_1


"Dan, kau Richard...bagaimana menurutmu...apa kau menerima misi ini...


Tanya sang ketua lagi.


"Aku menerimanya ketua...


Jawab Richard kemudian sambil melirik Anna. Anna yang menangkap lirikan mata Richard. Segera saja ia menyatakan keberatan atas misi yang diberikan kepada Richard.


"Ayah, bolehkah aku bicara?"


Tanyanya.


"Ya, tentu saja putriku...katakan!"


Jawab ayahnya.


"Bolehkah, aku bertukar rekan ayah?"


Tanyanya lagi.


"Tidak boleh, Anna...Richard masih pemula...dan ia masih harus banyak belajar darimu...jika ia tidak diberikan misi ini lalu apa yang harus ia lakukan disini...apakah menunggui perkumpulan dan menjaga gerbang setiap hari?"


Ucap ayahnya. Dan, Anna pun tertunduk ketika ia mendengar kata-kata ayahnya.


"Anna...kau adalah putriku...tetapi diantara seluruh anggota perkumpulan ini kaulah yang terbaik di segala bidang...untuk itu bimbinglah Richard sampai ia mandiri dan tidak membutuhkan bimbinganmu lagi...


Ucap ayahnya lagi. Dan, Anna menghembuskan nafas lelah sesaat.


"Baiklah, ayah...kalau begițu kapan kami harus berangkat ayah?"


Ucap Anna.


"Saat ini juga, kalian berangkat! Dan, segala sesuatunya sudah dipersiapkan dan sudah ada disana...


Ucap ayahnya.


"Baiklah, ayah...ayo Richard kita berangkat sekarang...


Ucap Anna mengajak Richard.


"Baiklah, Anna...aku siap...


Ucap Richard. Lalu, Anna dan Richard berangkat ke suatu daerah yang dimaksud oleh sang ketua pemburu siluman tersebut. Disana, mereka akan tinggal di sebuah rumah kecil dan sederhana milik seorang wanita yang bernama Alina ibunya Aisha. Alina masih memiliki dua kamar di dalam rumah sederhananya itu. Yang mana dua kamar tersebut memang sengaja disewakan untuk orang-orang yang membutuhkan tempat berteduh. Dan, disinilah yang akan menjadi awal petualangan seru untuk Anna, Richard dan Aisha.


Bersambung...


NAGINI 2, TITISAN DEWI ULAR


Cover

__ADS_1



__ADS_2