NAGINI, DEWI ULAR

NAGINI, DEWI ULAR
Bab 43. Putri Yang Istimewa


__ADS_3

Matahari menyembul di ufuk timur. Seorang remaja berusia 17 tahun sudah bangun dari tidurnya. Ia mengusap matanya yang masih merasakan kantuk. Di pagi hari yang dingin ia membuka jendela kamarnya dan melihat cuaca cerah di pagi hari.


Sejenak ia menikmati cuaca pagi yang dingin namun sedikit hangat tersebut. Sedang asyiknya ia menikmati suasana pagi ia pun dikejutkan oleh suara ibunya yang telah memanggilnya dari lantai bawah rumah tersebut.


"Aisha!"


Panggil ibunya dengan keras. Dan, Aisha pun menjawab.


"Iya, bu!"


Jawabnya.


"Apa kau tidak sekolah?"


Tanya ibunya.


"Sekolah, bu...


Ucapnya sembari turun ke lantai bawah.


"Kalau begitu, ayo cepat...


Ucap ibunya.


"Baik, bu...


Ucapnya kemudian berlalu dari hadapan ibunya untuk menuju kamar mandi yang terletak di lantai bawah. Sedangkan, ibu Aisha segera menyiapkan sarapan pagi untuk putri tunggalnya tersebut. Sambil bersenandung kecil ia tersenyum ketika ia melihat Aisha putrinya yang sudah beranjak remaja.


Dan, sekarang Aisha sudah duduk di kelas dua SMA di sekoah Chandra Kirana. Ada kisah sedih, dibalik kehidupan Aisha. Sesungguhnya, Aisha bukanlah putri kandung dari ibunya tersebut. Saat itu, di sebuah kaki gunung lahirlah seorang bayi perempuan dengan tanda lahir sisik emas di punggung sebelah kanannya.


Seluruh tubuhnya diselimuti cahaya putih bersih. Dan, orang yang menolong persalinan keluarga kedua pasutri mengatakan bahwa putri mereka bukanlah putri biasa. Ada tanggung jawab besar di dalam kehidupannya kelak. Oleh sebab itu, orang yang membantu persalinan tersebut menyarankan untuk membawa jauh putri mereka pergi dari desa terpencil tersebut. Karena, akan ada kejadian besar di desa tersebut.


"Putri kalian, bukanlah anak biasa...suatu saat nanti ketika ia dewasa...ada satu tanggung jawab besar yang harus ia laksanakan kelak...untuk itu kalian harus segera membawanya pergi dari sini...sebab sebentar lagi akan ada musibah besar di sini...


Ucap orang yang menolong persalinan kedua pasutri tersebut.


"Apakah, benar begitu nek?"


Tanya kedua pasutri tersebut.


"Ya, itu benar...segeralah kalian pergi...dan bawa anak ini bersama kalian...


Balasnya.


"Baiklah, nek...


Ucap kedua pasutri tersebut. Lalu, kedua pasutri tersebut membawa bayi mereka bersama. Turut juga bersama mereka adik dari lelaki tersebut yang merupakan ayah kandung dari lelaki tersebut. Bersama-sama, mereka turun gunung untuk pergi ke kota.

__ADS_1



Akan tetapi, belum lagi sampai di bawah. Mereka diserang oleh segerombolan makhluk siluman kiriman dari Nagadhini. Untuk mencari dan menemukan titisan dari Dewi Ular. Ayah dari bayi yang baru lahir pun menyerahkan bayi perempuan tersebut kepada adiknya. Memberinya perintah untuk segera membawanya pergi sekaligus menyelamatkan bayi perempuan tersebut.


"Alina, segera bawa Aisha pergi bersamamu...


Perintah kakaknya.


"Tetapi, kakak...bagaimana denganmu...


Ucap Alina.


"Aku bersama istriku akan menghalau mereka semua...kau pergilah cepat!"


Ucap kakaknya lagi.


"Baiklah, kakak...


Ucap Alina mematuhi kakaknya.


Maka, Alina pun segera membawa pergi Aisha. Bayi yang baru lahir tersebut menangis ketika ia berpisah dari kedua orang tuanya. Alina tidak kuasa untuk melihat apa yang terjadi selanjutnya dengan kakak kandung beserta istrinya tersebut. Namun, satu hal yang pasti kakaknya beserta istrinya tersebut sudah tiada. Berikut, desa mereka juga hancur sebab para makhluk siluman tersebut telah menghancurkan desa mereka. Sehingga, tiada lagi yang tersisa disana kecuali mayat-mayat yang bergelimpangan.


Hal tersebut menyisakan luka yang cukup dalam bagi Alina. Sebab, ia pun tidak dapat kembali lagi ke desa mereka. Sehingga, akhirnya Alina pun menetap di kota bersama dengan Aisha yang sudah beranjak remaja. Wajah Aisha sangat cantik, mirip sekali dengan ibunya semasa hidup. Itulah, sebabnya Alina menangis sedih jika ia mengingat keluarganya yang sudah tiada tersebut. Dan, meninggalkan satu kewajiban yang harus ia urus.


Alina tidak mempunyai waktu untuk mencari pasangan dan menikah. Sebab, ia harus mengurus Aisha. Karena, Aishalah satu-satunya peninggalan dari keluarganya yang paling berharga sehingga mengakibatkan Alina tidak dapat memiliki waktu untuk semua itu. Lama, Alina terdiam sehingga ia tidak sadar bahwa masakannya sudah gosong. Ia baru tersadar ketika Aisha menepuk pundaknya karena mencium bau gosong dari masakan tersebut.


Ucap Aisha sambil mematikan api kompor.


"Apa! Masakanku gosong?"


Ucapnya tersadar.


"Ya, ibu...masakan ibu gosong...itu lihat...


Ucap Aisha sambil menunjuk masakan tersebut.


"Ah, iya...masakannya gosong...jadi, ibu buatkan saja yang baru ya?"


Ucap Alina.


"Tidak perlu, ibu..Aish sudah terlambat ibu...Aish pergi dulu ya ibu...assalamu alaikum...


Ucap Aisha.


"Waalaikum salam...


Ucap Alina. Lalu, Aisha pergi ke sekolah karena ia sudah hampir terlambat. Sesampainya, di sekolah jam baru menunjukkan pukul tujuh kurang sepuluh menit. Hampir saja, ia terlambat masuk ke sekolah. Untung saja ia masih sempat masuk sekolah sebab ia tadi berlari-lari kecil untuk segera sampai di sekolah Chandra Kirana.

__ADS_1


Sebuah sekolah yang terletak tidak jauh dari rumahnya. Oleh sebab itu, Aisha sering bangun pagi terlambat karena ia tidak membutuhkan waktu banyak untuk sampai di sekolah. Dan, di pagi yang cerah di sekolah Aisha tersenyum-senyum sendiri menikmati pagi yang cerah tersebut.


Sehingga, karena ia terlalu gembira sampai-sampai ia tidak sadar ada dua siswi yang sedang berjalan ke arah sebaliknya. Aisha yang tidak fokus tersebut langsung menabrak dua siswi tersebut. Alhasil, terjadilah pertengkaran kecil disana. Dua siswi tersebut tidak terima ditabrak oleh Aisha.


"Heh! Bagaimana, kau ini...kalau jalan pakai mata...jangan pakai senyum...


Ucap salah satu siswi tersebut.


"Ma...maaf, kak...


Ucap Aisha.


"Apa! Kakak? Memangnya kau pikir aku, kakakmu?"


Ucap siswi tersebut.


"Kalau bukan kakak, terus aku panggil apa...


Tanya Aisha.


"Panggil aku Nona Carla...sebab aku yang paling cantik dan paling kaya disini...


Ucap siswi yang bernama Carla tersebut. Karena, Carla terlihat menyombongkan diri sendiri. Maka temannya yang ada di sebelahnya pun ikut bicara.


"Wait...wait...apa! Memangnya, kau saja yang cantik dan paling kaya...aku juga, dong...


Ucap temannya Carla. Mendengar, kata-kata temannya tersebut sejenak membuat keduanya jadi bertengkar.


"Hei, Nona...kau itu hanya nona kaya satu level dibawahku...jadi, akulah paling kaya dan paling cantik di sekolah Chandra Kirana ini...


Ucap Carla sombong.


"Apa, kau bilang...hei Carla, papiku pemegang saham terbesar di sekolah ini...jadi akulah yang paling kaya dibandingkan dengan dirimu...


Ucap Nona tidak kalah sombong. Dan, Aisha yang melihat kedua orang tersebut bertengkar ia menjadi sakit kepala.


Sesungguhya, mereka berdua sedang apa sih? Bukankah tadi masalahnya aku menabrak mereka...lalu mengapa mereka berdua terlalu sibuk menyombongkan kekayaan orang tua mereka?


Ucap Aisha dalam hati. Oleh karenanya, Aisha pun segera berlalu dari sana. Ia tidak ingin terlibat dalam pertengkaran kecil anak sekolah. Ia hanya ingin belajar dan berteman dengan sesama siswi di sekolah tersebut. Dan, mengingat hari ini merupakan hari pertamanya di sekolah tersebut. Maka, ia tidak ingin mencari keributan di sekoah tersebut.


Bersambung...


NAGINI 2, TITISAN DEWI ULAR


Cover


__ADS_1


__ADS_2