
Tetua Jenggot Putih bersama Richard dan Anna sudah sampai di istana Dewi Ular di Dunia Ular. Mereka bertiga bertemu langsung dengan Aisha.
"Selamat datang, di istanaku tetua?"
Sambut Aisha.
"Nyai Dewi, terima kasih atas sambutanmu."
Balas Tetua Jenggot Putih.
"Bagaimana, perjalanannya."
Ucap Aisha.
"Nyai, perjalanannya sangat luar biasa...aku sangat menyukainya."
Ucap Tetua Jenggot Putih.
"Baguslah, kalau tetua menyukainya."
Ucap Aisha.
Iya, nyai...maksud kedatangan hamba ke sini adalah untuk membahas tentang Peta...yang direbut oleh Nagadhini."
Ucap Tetua Jenggot Putih langsung ke topik pembicaraan.
"Tetua, tentang hal tersebut...tetua tidak perlu risau...masalah itu biarlah menjadi urusanku."
Ucap Aisha.
"Ah, tetapi nyai...kalangan para pemburu siluman sungguh sangat khawatir mengenai hal ini."
Ucap Tetua Jenggot Putih.
"Aku tahu, Tetua...sampaikan saja mengenai hal ini kepada mereka."
Ucap Aisha.
"Aisha! Maaf, nyai Dewi...masalah sudah sampai seperti ini...apakah, nyai yakin tentang hal ini."
Ucap Anna ikut bicara.
"Anna, panggil saja namaku seperti biasa...mengenai hal tersebut aku sangat yakin sekali."
Ucap Aisha.
"Kau bisa mempercayakannya kepadaku."
Ucap Aisha.
"Haish! Ya sudahlah, terserah padamu saja."
Ucap Anna akhirnya menyerah. Dan, Aisha menyunggingkan senyum manisnya.
"Karena, tetua dan Anna sudah sampai di istana...mari ikut denganku...aku akan membawa kalian berdua berkeliling."
Ucap Aisha. Lalu, Aisha membawa keduanya untuk berkeliling istana. Aisha menunjukkan tempat-tempat penting di istana. Dan, sampailah mereka di sebuah tempat yang sangat sangat dihormati oleh kaum siluman ular. Tempat pemakaman Ratu Ular, Archa Sevadha. Ibu sebenarnya dari Aisha.
"Nyai, tempat apa ini?"
Tanya Tetua Jenggot Putih.
"Makam ibuku."
Balas Aisha.
"Apa! Makam ibu nyai, apakah dia sudah tiada...padahal, kudengar ia dirawat di istana dengan baik...lalu, bagaimana dia tiada."
Ucap Tetua Jenggot Putih.
"Tetua, sangat lucu sekali...yang kumaksud bukan makam ibu Alina...tetapi, makam ibu kandungku sang Ratu Ular...Archa Sevadha."
Ucap Aisha.
"Apa! Ibu kandungmu!"
Ucap Tetua Jenggot Putih dan Anna terkejut.
"Ya, sebelum aku bereinkarnasi kembali...karena, ulah Nagadhini...dahulu sekali, aku memiliki seorang ibu yang bernama Archa Sevadha."
Ucap Aisha.
"Dia adalah sosok wanita yang telah melahirkanku...dia ibu kandungku...dan, ibu kandungku yang kedua dia sudah meninggal...saat dia membawaku lari dari kejaran anak buah Nagadhini setelah aku lahir."
Ucap Aisha lagi.
"Aku turut berduka, nyai."
__ADS_1
Ucap Tetua Jenggot Putih.
"Aku juga."
Ucap Anna.
"Terima kasih, aku tahu tanpa kalian orang-orang terdekatku...mana mungkin aku akan kuat dan mampu bertahan menghadapi Nagadhini."
Ucap Aisha kepada Anna dan tetua Jenggot Putih.
"Nyai, jangan bersikap begitu...semua orang mengetahui kesaktian nyai begitu tinggi."
Ucap Tetua Jenggot Putih.
"Tetua, kesaktian tiada artinya tanpa orang terdekat ada di sisi kita."
Ucap Aisha sambil tersenyum.
"Itu benar!"
Ucap Anna.
"Aku ingin menjenguk ibu Alina...apakah, boleh?"
Ucap Anna lagi meminta izin.
"Boleh, mengapa tidak?"
Ucap Aisha. Lalu, Aisha mengajak keduanya pergi menjenguk Alina. Setelah, mereka selesai memberikan penghormatan terakhir untuk alamarhum Ratu Ular, Archa Sevadha.
"Salam nyai."
Ucap Mayang sudah ada di kamar Alina.
"Ah, Mayang? Kau disini."
Ucap Aisha.
"Ya, aku disini...menjenguk ibunda nyai."
Ucap Mayang.
"Sepertinya nyai, sedang kedatangan tamu."
Ucap Mayang lagi.
"Iya, mereka adalah teman-temanku dari dunia manusia."
"Nyai, masalah tentang Peta yang dipegang Nagadhini tidak bisa dianggap remeh...ini benar-benar masalah yang serius."
Ucap Mayang.
"Nyai, kau harus segera bertindak...mungkin saat ini ia sedang mencari dimana peti iblis disembunyikan...melalui Peta dan apapun bisa terjadi."
Ucap Mayang lagi.
"Itu benar, nyai...mohon kebijaksanaan nyai mengenai masalah ini."
Ucap Tetua Jenggot Putih.
"Aku tahu, masalah ini memang sudah seperti ini...dan aku berniat memang ingin mengakhiri semua ini...untuk itu aku sudah memiliki rencana...kalian tidak perlu khawatir."
Ucap Aisha.
"Kau pasti memiliki rencana yang bagus, bukan? Aku mengetahuinya."
Ucap Anna.
"Ya, tentu saja...sebuah rencana untuk Nagadhini."
Ucap Aisha pasti.
"Kalau begitu, baiklah kami tidak akan mengganggu lagi...dan ibu Alina sedang istirahat...jadi, aku serta kakek akan kembali saja ke dunia manusia."
Ucap Anna.
"Begitu juga aku, nyai...sudah cukup lama aku mangkir dari tugas istana...sudah saatnya aku kembali."
Ucap Mayang.
"Baiklah, terima kasih atas kunjungan kalian semua...aku akan mengantarkan kalian."
Ucap Aisha. Kemudian, Aisha mengantarkan ketiga tamunya tersebut.
"Musim sekolah sudah akan dimulai kembali...kapan kau akan kembali muncul di sekolah."
Ucap Anna.
__ADS_1
"Segera, setelah ibuku sembuh sepenuhnya."
Ucap Aisha.
"Hm, baiklah...aku akan menunggumu."
Ucap Anna. Dan, Aisha menganggukkan kepalanya.
"Richard!"
Panggilnya lalu Richard hadir disana dalam sekejap.
"Antarkan, tetua Jenggot Putih dan Anna...kembali ke dunia manusia."
Ucap Aisha keada Richard.
"Baiklah."
Ucap Richard memenuhi perintah dari Aisha. Setelah, semuanya kembali tinggallah Aisha disana sendiri. Ia memikirkan kata-kata mereka semua yang menyuruhnya untuk mengambil tindakan.
Jika, aku mengambil tindakan sekarang...maka, apa gunanya aku menunggu Nagadhini beraksi...aku ingin melihat sebenarnya rencana apa yang akan dia lakukan selanjutnya.
Ucap Aisha dalam hati.
Membuka segel dan membangkitkan kembali sang iblis...dia termasuk nekat juga...padahal ia tahu bahwa iblis tidak akan pernah mengikuti perintah siapa pun...kecuali jika itu menguntungkan baginya.
Ucapnya lagi dalam hati.
......................
Sebuah tempat, Istana Neraka dunia bawah...
Dunia bawah...merupakan dunia yang sangat berbeda dengan dunia atas...disini sangat pengap dan lembab...tidak apa-apa...demi kekuatan besar tersebut apa pun akan aku lakukan.
Ucap Nagadhini dalam hati.
"Nyai, benarkah ini lokasinya?"
Ucap siluman ular air.
"Ya, tidak salah lagi...memang disinilah lokasinya."
Ucap Nagadhini.
"Lalu, bagaimana caranya bagi kita untuk menemukan buku kuno tersebut?"
Tanya Siluman ular air.
"Apa, kau bodoh? Kau siluman ular air...pergilah bekerja cari dan temukan buku kuno tersebut."
Balas Nagadhini.
"Akan tetapi, nyai tidak mudah untuk menemukan buku kuno tersebut."
Ucap Siluman ular air.
"Bodoh! Apa, kau tidak bisa bekerjasama serta panggil teman-temanmu?"
Ucap Nagadhini marah.
"Nyai, jangan marah...aku bisa memanggil mereka."
Ucap Siluman ular air.
"Kalau begitu, lakukanlah."
Ucap Nagadhini. Maka, Siluman ular air segera memanggil teman-temannya. Untuk membantunya menemukan buku kuno yang merupakan petunjuk dimana peti mati sang iblis yang terkubur terpisah.
Dalam sekejap, teman-teman dari siluman ular air pun muncul. Setelahnya, mereka pun mulai bekerjasama untuk menemukan dimana buku kuno berada. Tidak lama kemudian, akhirnya mereka menemukan dimana lokasi pasti dimana buku kuno berada.
"Nyai, kami sudah menemukan dimana lokasi penguburan buku kuno."
Ucap siluman ular air.
"Katakan, dimana lokasi pastinya."
Ucap Nagadhini.
"Arah timur."
Ucap siluman ular air.
"Bagus! Kita menuju kesana."
Ucap Nagadhini. Lalu, mereka semua pun segera bergerak menuju arah timur. Dimana, buku kuno dikubur dan dijaga oleh sosok Ki Krintil. Sang penjaga yang ditetapkan tetap untuk menjaga buku kuno. Mampukah, Nagadhini menemukan dan mengambil buku kuno yang merupakan kunci? Tunggu episode selanjutnya ya?
Bersambung...
__ADS_1
NAGINI 2, TITISAN DEWI ULAR