
Setelah Nagadhini meninggalkan gua tersebut, ia pun segera mengumpulkan seluruh anak buahnya untuk membahas rencana pelenyapan Nagini, sang Dewi Ular. Turut hadir pula disana Baba, orang yang berperan penting dalam setiap rencana Nagadhini untuk menghancurkan Nagini.
Ternyata Baba adalah tangan kanan Nagadhini. Ialah yang bertugas dulu dalam aksi pertarungan sengit di kala turun hujan deras dengan pangeran ular, Zham. Sehingga, akhirnya pertarungan sengit dimenangkan oleh Baba dengan kelicikannya dalam rencana untuk memperoleh Mani Merah milik Dewi Ular.
Itu semua dilakukan Baba demi perjanjian yang ia lakukan bersama dengan Nagadhini. Baba jatuh cinta terhadap Nagadhini sehingga Baba rela melakukan apa saja demi memenuhi keinginan pujaan hatinya. Termasuk mengambil Mani Merah milik Dewi Ular tersebut.
Meski sesungguhnya bukan Mani Merah yang diinginkan Nagadhini melainkan Intisari Kehidupan yang tersimpan dalam tubuh Nagini atau Dewi Ular. Baba sungguh tidak tahu dan tidak bisa membedakan antara Mani Merah dengan Intisari Kehidupan. Dan, ia sungguh tidak tahu kalau benda yang paling sakti di muka bumi adalah Intisari Kehidupan.
Yaitu suatu anugerah yang didapat melalui tapa brata tanpa kenal lelah demi mempertahankan dan memperbaiki keadaan alam Dunia Ular yang hancur dan porak poranda karena peristiwa alam. Kala itu Dewi Ular melihat alam Dunia Ular rusak dan kehidupan di Dunia Ular hampir punah. Oleh sebab itu ia melakukan tapa brata memohon anugerah sang pencipta alam untuk meremajakan dan mengembalikan keadaan Dunia Ular seperti sedia kala.
Kala itu tapa brata yang ia lakukan berhasil dan sang pencipta melalui wangsitnya memberikan Nagini suatu anugerah tidak terkira. Yakni Intisari Kehidupan, yang kini sedang diburu oleh Nagadhini karena kekuataan dahsyatnya. Mampu mengembalikan keadaan Dunia Ular seperti sedia kala dan kehidupan di Dunia Ular pun berjalan normal sampai saat ini.
Untuk itulah, karena sifat welas asihnya serta kecintaannya terhadap Dunia Ular juga pengorbanannya yg begitu besar maka Nagini, diangkat oleh sang pencipta alam melalui dukungan jutaan milyar bangsa ular di seluruh dunia untuk menjadi sang Dewi Ular atau pemimpin tertinggi para Ratu Ular di seluruh dunia.
Dan, itu pun berlaku hingga saat ini. Namun, kedudukan Nagini sebagai Dewi Ular terancam karena nafsu serakah Nagadhini yang cemburu terhadap keberhasilan Nagini meraih banyak dukungan dari bangsa ular di seluruh dunia. Kecintaan para rakyat Dunia Ular dan juga sikap hormat serta santun para Ratu Ular yang mendukung setiap langkahnya membangun kembali sistem kerajaan ular di mata dunia para siluman lain selain siluman ular.
Ya, Dewi Ular membangun kembali citra baik siluman ular di mata para siluman lain agar para rakyat siluman ular dapat menjaga hubungan baik dengan para siluman lainnya. Nama, Dewi Ular Nagini. Bukan hanya terkenal di dunianya saja namun terkenal juga di dunia manusia terutama pawang ular, termasuk Baba pun juga sangat mengenalinya.
Tetapi karena hasutan serta janji manis Nagadhini untuk menikahi Baba, membuat Baba melakukan perbuatan tercela hingga Baba sampai hati melenyapkan pangeran ular sekaligus mengambil Mani Merah milik Dewi Ular yang ia sangka adalah Intisari Kehidupan. Sampai disini pun Nagadhini masih mencoba dan terus mencoba untuk mendapatkan Intisari Kehidupan milik Dewi Ular.
Maka itu ia melakukan pertemuan dengan para anak buahnya yang setia beserta dengan Baba yang selalu setia mendampinginya. Termasuk juga seseorang yang sangat penting disana yang mengetahui dimana Intisari Kehidupan berada. Dan, Nagadhini mengadakan pertemuan penting tersebut di tempat rahasia. Selain gua yang menjadi markas rahasianya.
"Selamat datang kuucapkan kepada seluruh anak buahku beserta teman-temanku yang setia...terima kasih kalian telah memenuhi undangan ku untuk menghadiri pertemuan hari ini...untuk membahas sesuatu yang sangat penting hari ini."
Ucapnya menyambut seluruh anak buah beserta para siluman lain yang mendukung rencananya untuk mengakhiri dinasti Kerajaan Ular Cobra dari peradaban Dunia Ular.
"Nyai, kami semua sudah hadir disini...lalu rencana apakah yang akan kita susun...untuk menghancurkan Dinasti Ular Cobra itu."
Ucap salah satu siluman yang berada dan berkumpul disana.
"Tenang, dan bersabarlah semuanya...aku sudah memiliki suatu rencana yang paling ekstrim...dan menyakitkan bagi Dewi Ular."
Ucap Nagadhini bersemangat dan tersenyum penuh arti sambil ia melirik sang siluman lain di sisinya yang ternyata mengetahui dimana Intisari Kehidupan disimpan.
"Apa, sesungguhnya rencana mu itu nyai?"
Tanya seorang bangsa siluman lain selain siluman ular.
__ADS_1
"Kala Abang, apa kau tidak tahu tergesa-gesa itu tidak baik?"
Jawab Nagadhini.
"Jika kau bilang tergesa-gesa itu tidak baik, lalu untuk apa kau mengumpulkan kami semua disini, nyai!"
Tanya Kala Abang lagi sedikit kesal.
"Untuk memberitahu kalian sesuatu, dimana Intisari Kehidupan berada."
Jawab Nagadhini lagi dengan tenang.
"Lalu, tunggu apa lagi nyai...cepat katakan kepada kami semua agar kami dapat membawakannya kepada anda, nyai."
Ucap Kala Abang bersemangat.
"Ya, nyai...cepat katakan."
Ucap riuh seluruh bangsa siluman menyambut hal tersebut.
Katanya kepada nyai Bajing Ireng. Ternyata nyai Bajing Ireng yang menjadi biang keladi dibalik pertemuan rahasia itu digelar.
"Baiklah nyai, aku akan mengatakannya kepada mereka semua."
Ucap nyai Bajing Ireng kepada Nagadhini.
"Ya, ya katakan kepada kami...ayo katakan dimana Intisari Kehidupan berada."
Ucap mereka riuh bersahut-sahutan. Membuat suasana di tempat pertemuan tersebut menjadi semakin panas.
"Kalian sangat bersemangat sekali hari ini...baiklah aku tidak akan berlama-lama untuk mengatakannya kepada kalian semua...Intisari Kehidupan ada pada diri Dewi Ular sendiri..ia menyimpannya di dalam tubuhnya sendiri."
Ucap nyai Bajing Ireng nyaring dan menggema di tempat pertemuan tersebut.
"Kalau begitu, tunggu apa lagi...ayo kita buru Dewi Ular...ayo semuanya ikut denganku."
Ucap Kala Abang memberi komando kepada semua yang hadir disana. Lalu, mereka semua yang hadir di tempat pertemuan tersebut pun langsung mengikuti gerak langkah Kala Abang si siluman Kalajengking tersebut. Untuk memburu Dewi Ular dimana pun dia berada.
__ADS_1
Nagadhini dan Bajing Ireng yang melihat hal tersebut tertawa gembira. Suara tertawa mereka berdua menggema di seluruh tempat itu. Mereka sangat bahagia dengan perburuan tersebut. Mereka tidak perlu bersusah payah untuk mendapatkan Intisari Kehidupan dari Dewi Ular.
"Hahahahaha...., tamatlah riwayatmu...Dewi Ular."
Teriak Nagadhini lantang diiringi suara tertawa nyai Bajing Ireng di sebelahnya. Meski ia bahagia dengan sangat senang dengan rencana perburuan tersebut. Namun, Nagadhini masih merasa ada yang janggal tentang berita Intisari Kehidupan yang ternyata ada pada Dewi Ular sendiri. Lalu, ia pun bertanya kepada Bajing Ireng bagaimana ia tahu bahwa benda sakti tersebut ada pada Dewi Ular dan tersimpan di dalam tubuh Dewi Ular tersebut.
"Itu sangat bagus sekali nyai...beribu tahun aku mencari benda sakti itu...tidak kusangka dan tidak kuduga...ternyata benda sakti itu ternyata ada pada Dewi Ular itu sendiri...Nagini. Lalu, bagaimana bisa kau mengetahuinya nyai."
Ucap Nagadhini kepada nyai Bajing Ireng.
"Itu merupakan hal yang tidak kuduga, ketika itu...
FLASHBACK
Bajing Ireng pun menceritakan kepada Nagadhini bagaimana ia dapat mengetahui perihal Intisari Kehidupan ada di tangan Dewi Ular sendiri. Masa itu, ia mendengar suara desisan ular sedang menyusuri hutan belantara wilayah kekuasaan Bajing Ireng. Ia memperhatikan dari jarak jauh, ular itu sedang mencari tempat untuk melakukan sesuatu.
Bajing Ireng hadir di hadapan ular tersebut dalam visual manusia seutuhnya bukan dalam bentuk siluman bajing. Lalu, ia dan ular bertubuh kecil itu yang ternyata Dewi Ular pun berbicara sebentar. Dewi Ular menanyakan tempat yang bagus untuk bersemadi dengan tenang.
Bajing Ireng pun berkata bahwa ada banyak tempat aman di hutan wilayah kekuasaannya itu. Dewi Ular bebas menggunakan gua atau tempat sunyi mana saja untuk bersemadi. Kemudian, dengan izin dari Bajing Ireng. Dewi Ular pun menggunakan sebuah tempat yang benar-benar sunyi untuk bersemadi.
Dan, ia melakukan sebuah ritual sambil bersemadi. Untuk menciptakan Intisari Kehidupan palsu, untuk mengecoh semua musuh-musuhnya yang berambisi demi mendapatkan Intisari Kehidupan milik Dewi Ular. Setelah berhasil menciptakan Intisari Kehidupan palsu yang mengeluarkan cahaya putih yang menyilaukan mata. Dewi Ular pun segera pergi dari tempat tersebut setelah sebelumnya ia berpamitan dan mengucapkan terima kasih kepada nyai Bajing Ireng yang sudah memberikan ia tempat untuk bersemadi.
Setelah kepergian Dewi Ular, tanpa disadari oleh Dewi Ular, nyai Bajing Ireng tidak sengaja melihat cahaya menyilaukan dari tempat Nagini bersemadi atau bertapa. Bajing Ireng pun langsung teringat akan benda sakti dengan cahaya putih menyilaukan mata tersebut. Yang disebut oleh seluruh bangsa ular dengan Intisari Kehidupan.
Sebuah anugerah diberikan sang pencipta atas tapa brata yang dilakukan oleh Nagini demi menyelamatkan Dunia Ular sekaligus meremajakan kembali Dunia Ular seperti sedia kala. Dan, menjadikan Nagini sebagai Dewi Ular sang penjaga Intisari Kehidupan sekaligus menjaga keseimbangan alam dunia ular juga dunia manusia.
Sebuah tanggung jawab teramat berat dibebankan kepada Nagini. Ia benar-benar menjalankan perintah suci tersebut. Meski, aral melintang selalu menghadang langkahnya akhirnya ia berhasil melaksanakan perintah suci tersebut. Namun, masih banyak lagi hal yang akan dihadapi olehnya
FLASHBACK SELESAI
Demikianlah Bajing Ireng dapat mengetahui hal tersebut karena keteledoran Dewi Ular sendiri. Dan, sekarang seluruh bangsa siluman pendukung Nagadhini akan memburu Dewi Ular. Demi, mendapatkan Intisari Kehidupan suci tersebut.
Wah, semakin seru saja ya cerita Dewi Ular. Nantikan episode selanjutnya ya?
Bersambung...
NAGINI, DEWI ULAR
__ADS_1