NAGINI, DEWI ULAR

NAGINI, DEWI ULAR
Bab 20. Kembalinya Baba


__ADS_3

Kecurigaan demi kecurigaan memenuhi ruang kepala Nagini. Entah mengapa ia merasa ada yang aneh disana. Ia merasa ada sesuatu yang terjadi, sebelum kedatangannya kembali ke Istana Dewi Ular.


"Aku merasa ada yang aneh disini...mengapa reaksi ibu sangat berbeda jika dibandingkan dengan waktu...aku sebelum pergi meninggalkan Istana...seperti ada yang sesuatu yang di sembunyikan dirinya dariku...aku harus menyelidiki hal ini sepenuhnya...saat ini aku beristirahat saja dulu disini sebelum aku menjalankan rencana ku berikutnya."


Ucap Nagini.


Akhirnya, Nagini memutuskan tinggal di Istana untuk sementata waktu. Sementara, itu ibunya Archa Sevadha sedang berbincang-bincang dengan seseorang yang dicurigai tadi oleh Nagini.


"Apa kau ini bodoh atau apa? Mengapa, baru kali ini kau muncul...lalu dimana Intisari Kehidupan milik Dewi Ular...bukankah aku menyuruhmu untuk mengambilnya...lantas dimana itu?"


Ucap Archa Sevadha.


"Lalu, mengapa kau malah mengambil Mani Merah milik Dewi Ular, untuk apa?"


Ucapnya.


"Maafkan aku nyai, aku sudah berusaha tapi benar hanya Mani Merah saja yang berhasil aku ambil...sedangkan permintaanmu itu nyai belum dapat ku penuhi...Maaf!"


Ucap lelaki yang tadi dimarahi habis-habisan oleh Archa Sevadha.


"Lantas, untuk apa Mani Merah itu? Aku tidak butuh itu...apa yang kau lakukan dengan Mani Merah?"


Tanya Archa Sevadha.


Aku melakukan ritual dengan Mani Merah, nyai...aku gunakan untuk merubah wujud manusia ku ke wujud siluman, nyai...agar aku bisa bersama dengan nyai."


Ucap lelaki tersebut.


"Bodoh..., apa kau pikir dengan wujud barumu ini aku akan menerimamu...Baba, kau benar-benar sudah membuatku kecewa...ingat perjanjian kita Baba...ada Intisari Kehidupan ada pernikahan...kau mengerti!"


Ucap Archa Sevadha.


"Nyai Nagadhini..., tunggu nyai...!"


Ucap Baba sambil mengejar Archa Sevadha yang sebenarnya ternyata adalah Nagadhini.


Ia menyamar menjadi ibu Dewi Ular. Sementara, ibu Dewi Ular Archa Sevadha disekap entah dimana. Nagadhini adalah siluman ular yang paling tua di muka bumi. Sebelum Dewi Ular ada dia telah ada lebih dulu di bandingkan Dewi Ular. Dan, Dewi Ular ada setelah dia. Namun, sang Pencipta memberikan anugerah kepada Nagini bukan kepada Nagadhini. Karena, melihat sifat welas asih Nagini terhadap sesama bangsanya.


Ia rela melakukan tapa brata demi memulihkan kembali Dunia Ular yang hampir musnah karena peristiwa alam. Juga, sang Pencipta mengangkat Nagini menjadi Dewi nya para Ratu Ular. Dan, ia menjadi pemimpin tertinggi bangsa ular sekaligus seorang pengayom bagi seluruh bangsa ular di seluruh belahan dunia.

__ADS_1


Tugasnya ialah melindungi Intisari Kehidupan dan menjaga keseimbangan alam. Alam manusia dan alam siluman. Tugasnya semakin bertambah sejak Baba berhasil mengambil Mani Merah miliknya Sekaligus, membunuh kekasih pujaan hatinya.


Sejak saat itu ia berpetualang sampai ke dunia manusia demi menemukan Baba. Sekaligus menemukan reinkarnasi dari Zham, kekasihnya. Dendam kesumat semakin bertambah di hatinya ketika ia mengetahui bahwa reinkarnasi Zham jatuh cinta kepada Lovita keturunan Baba.


Ia ingin membunuhnya namun, apa daya Zham sendirilah yang ternyata menghalangi dirinya. Dan, saat ini ia memiliki rencana untuk menyelidiki ibunya yang tampak bersikap aneh dari biasanya. Ini adalah kesempatan emas baginya sebelum ia melanjutkan rencana selanjutnya yaitu menemukan Baba beserta Mani Merah miiknya.


Nagini mengendap-ngendap di tengah malam. Menyusuri lorong-lorong istana. Untuk mencari bukti serta petunjuk tentang ibunya. Lama, ia mencari namun tidak satu pun bukti ia temukan. Malahan, ia terkejut kala ia melihat ibunya sedang berjalan di tengah malam menuju ke suatu tempat.


Perilakunya sangat aneh dan tidak biasa. Ia mengendap di Istananya sendiri seperti seorang pencuri yang tidak ingin ketahuan kalau ia sedang berbuat sesuatu.


Itu ibu, mau kemana dia?


ucapnya dalam hati.


Aku ikuti saja dia.


ucap hatinya lagi. Nagini pun mengikuti kemana langkah ibunya Archa Sevadha pergi.


Ia sangat penasaran ingin mengetahui apa yang disembunyikan oleh ibunya itu. Sedangkan, Nagadhini yang sedang menyamar tersebut mengetahui bahwa ia sedang diikuti oleh seseorang. Akhirnya, ia melakukan sesuatu ia mengecoh Nagini. Seketika ia menghilangkan diri menjadi kabut tipis yang bercampur dengan udara malam yang dingin.


Dengan begitu Nagini akan terkecoh dan tidak akan mengikutinya lagi. Sedangkan, Nagini yang sejak tadi mengikuti ibunya itu menjadi sangat kesal karena ia tak menemukan lagi ibunya disana. Ia menjadi bingung.


"Kemana, ibu? Bukankah tadi ia disini...sejak tadi aku mengikutinya sampai kesini...tetapi kini ia menghilang...ck, sial."


Nagini memutuskan segera kembali ke Istana. Sedangkan, Nagadhini kembali ke bentuk semula. Ia benar-benar takut jika Nagini mengetahui siapa dia. Sebab, penyamarannya sebagai Archa Sevadha tidak akan bertahan lama. Oleh sebab itu, ia pun harus berhat-hati terhadap Nagini.


"Nagini bukan ular biasa...kekuatannya sebagai Dewi Ular tidak bisa dianggap remeh...dia bukan lawan yang mudah...oleh sebab itu aku harus secepatnya menemukan Intisari Kehidupan...hanya dengan benda sakti itu maka aku akan mudah menumbangkan...kekuasaan Dewi Ular, hahahahahaha."


Ucap Nagadhini sambil tertawa lebar.


"Sekaligus menumbangkan dinasti Ular Cobra dari peradaban Dunia Ular...tunggu saja masa kehancuranmu, Dewi Ular!"


Ucapnya lagi sombong. Setelah berkata demikian segera ia pergi menuju tempat dimana ia menyekap Archa Sevadha ibu dari Dewi Ular. Ia ingin menginterogasi Archa Sevadha dimana Nagini menyimpan Intisari Kehidupan. Ia menyekap Archa Sevadha di sebuah gua, dimana gua itu yang menjadi basis kekuatan dan pertahanannya sekaligus tempat ia menyusun rencana untuk menjatuhkan dinasti Ular Cobra.


Setelah lama ia menyusuri hutan belantara. Sampailah ia di sebuah gua miliknya. Dimana ia menyekap Archa Sevadha. Perlahan ia memasuki gua tersebut dan menyusuri lorong demi lorong dari gua tersebut.


Setelah menyusuri lorong-lorong tersebut akhirnya ia pun sampai di tempat dimana ia menyekap Archa Sevadha. Archa Sevadha yang melihat kehadirannya disana mendadak terkejut melihatnya. Sedangkan, Nagadhini hanya tersenyum senang.


"Bagaimana, keadaanmu nyai?"

__ADS_1


Tanya Nagadhini.


"Cih..., tidak usah basa-basi Nagadhini! Langsung saja katakan apa mau mu sampai kau melakukan ini padaku."


Balas Archa Sevadha.


"Hahaha...kau tentu sudah tahu apa yang sangat kuinginkan...Intisari Kehidupan! Katakan kepadaku dimana benda sakti itu! Katakan...."


Tanyanya lagi marah.


Mendengar keinginan Nagadhini yang sebenarnya. Archa Sevadha sadar bahwa nyawa putrinya dalam bahaya. Ia hanya terdiam dan tidak ingin mengatakan apa pun kepada Nagadhini dimana Intisari Kehidupan berada.


Sedangkan, Nagadhini tampak sangat marah karena Archa Sevadha tidak mau memberitahu dirinya dimana benda sakti yang dimaksud. Melihat itu semakin marah lah ia kepada Archa Sevadha.


"Kurang ajar!"


Ucap Nagadhini sambil melayangkan pukulan jarak jauh kepada Archa Sevadha.


"Wushh."


Seketika pukulan tersebut menghantam tubuh Archa, dan membuatnya tubuhnya terpental sampai menyentuh dinding gua.


"Braaakk"


Archa Sevadha meringis kesakitan.


"Kau sungguh keterlaluan Nagadhini...sampai mati pun...aku tidak akan pernah mengatakan padamu dimana Intisari Kehidupan disimpan...tidak akan pernah."


Ucap Archa Sevadha.


"Hm, tidak mau bilang? Tidak apa-apa...tetapi kau akan tahu...apa yang akan aku lakukan pada putrimu tersayang."


Ancam Nagadhini. Archa terkesiap ketika Nagadhini mengancam Archa dengan menggunakan Nagini.


"Apa yang akan kau lakukan pada putriku Nagadhini! Tolong, kau jangan berbuat yang macam-macam pada putriku!"


Ucap Archa Sevadha.


"Apa peduliku Archa? Kau tidak mengatakannya...maka tentu saja aku akan melakukan sesuatu pada putrimu...hahaha...apa yang bisa kau lakukan Archa? Kau akan berada di sini selamanya!"

__ADS_1


Ucap Nagadhini mengejek Archa Sevadha. Setelahnya, ia pun segera pergi meninggalkan Archa Sevadha disana. Di penjaranya yang dingin dan gelap.


NAGINI, DEWI ULAR


__ADS_2