NAGINI, DEWI ULAR

NAGINI, DEWI ULAR
Bab 50. Anna Terkena Racun Ganas


__ADS_3

Tubuh Anna tergolek lemah dan tidak berdaya di atas pembaringan. Semua yang ada di rumah Alina sangat terkejut melihat kondisi tersebut. Richard yang berada disana memandang kondisi tubuh Anna yang dipenuhi racun sungguh sangat prihatin dengan kondisi ini. Sebab, dialah yang membawa Anna kembali ke rumah Alina.


Setelah, ia mendengar suara keributan serta pertarungan di tempat yang tidak jauh dari rumah Alina. Richard melihat pertarungan yang luar biasa antara Anna dan siluman ular misterius tersebut. Richard ingin membantu tetapi ia takut Anna tidak akan menerima bantuan darinya. Ego Anna sangat tidak mengenal kata kompromi. Bahkan, hal tersebut berlaku bagi Richard yang hanya seorang pemula.


Akhirnya, Richard hanya menjadi penonton saja sampai pertarungan tersebut berakhir. Dan, hasilnya sungguh di luar dugaan. Ternyata, Anna dikalahkan oleh siluman ular tersebut. Richard keluar dari tempat persembunyiannya. Ia melihat kondisi tubuh Anna yang terluka parah. Seluruh tubuhnya mulai membiru.


"An...Anna! Bangun, An...


Ucap Richard yang mencoba untuk membangunkan Anna.


Kondisi tubuhnya benar-benar menyedihkan...seluruh tubuhnya mulai membiru...Anna, mengapa kau keras kepala? Aku harus bagaimana, An? Ayahmu pasti marah kepadaku?


Ucap Richard dalam hati. Richard menemui jalan buntu. Lalu, akhirnya ia pun menggendong tubuh Anna dan membawanya pulang ke rumah Alina.


"Bu...ibu Alina...Aisha!"


Teriak Richard di halaman rumah sambil memanggil Alina. Alina dan Aisha pun terbangun begitu mendengar suara teriakan Richard. Alina membuka pintu rumah dan melihat Richard sedang menggendong tubuh Anna. Dan, ia sangat terkejut melihatnya begitu pun juga dengan Aisha.


"Richard? Apa, yang terjadi?"


Ucap Alina.


"Anna bertarung dengan ular siluman...dan, ia kalah juga sekaligus terkena racun...


Ucap Richard menjelaskan.


"Apa! Jadi, bagaimana ini?"


Ucap Alina panik.


"Kita harus memanggil orang yang bisa mengatasi racun ganas ini...


Ucap Richard.


"Baiklah, dimana mencarinya...


Tanya Alina.


"Aku akan menghubungi seseorang di pemburu siluman...mudah-mudahan mereka memiliki penawar racunnya...


Jawab Richard. Aisha yang sedari tadi mendengarkan percakapan Alina dan Richard ia hanya menghela nafas. Ia memperhatikan apa yang terjadi pada tubuh Alina. Dan, tiba-tiba saja matanya yang terlihat biasa saja berubah menjadi mata ular. Lalu, mata ularnya melihat racun yang sangat ganas tersebut. Mengaliri tubuh Anna, dan pergerakannya sudah hampir menuju ke jantung.


Melihat, hal tersebut tentu saja membuat Aisha langsung bergerak cepat. Ia perlahan mendekati tubuh Anna lalu kemudian ia menyentuh bagian dada serta seluruh tubuh Anna. Perlahan, cahaya berwarna emas keluar dari telapak tangan Aisha. Dan, menyelubungi tubuh Anna yang terkena racun. Tidak lama kemudian tubuh Anna bersih dari racun dan kembali pulih seperti sedia kala.


Lalu, Anna pun membuka matanya. Richard yang saat itu sedang menelepon seseorang. Tiba-tiba, ia melihat semua yang dilakukan oleh Aisha. Dan, ia pun terkejut serta tidak percaya melihat semua kejadian tersebut terjadi di depan matanya secara langsung. Richard ingin bertanya kepada Aisha perihal apa yang baru saja terjadi. Akan tetapi, Aisha memberinya isyarat untuk diam dan tidak berkata-kata sepatah kata pun.

__ADS_1


"Ssttt...


Isyaratnya lalu Aisha mendekati Richard sambil berkata...


"Tubuhnya sudah bebas racun...dia selamat...dan jangan katakan kepadanya perihal apa yang terjadi...


Ucap Aisha yang segera berlalu dari sana. Namun, Richard mencegah Aisha dan berkata...


"Bagaimana, kau melakukannya? Apakah, benar kau makhluk siluman seperti yang dikatakan oleh Anna?"


Tanya Richard. Dan, Aisha pun menjawab...


"Tentang itu aku pun tidak tahu...


Jawab Aisha lalu meninggalkan Richard disana dengan sejuta pertanyaan menari di kepalanya.


"Sungguh ku tidak paham dengan apa yang terjadi...Anna tidak dapat kupahami dan Aisha lebih tidak dapat kumengerti...sesungguhnya ada apa ini?"


Ucap Richard kemudian ia masuk ke dalam kamar Anna dan melihat situasi serta kondisinya. Disana di dalam kamar, Anna sudah membuka matanya akan tetapi kondisi Anna masih belum stabil dan ia masih memerlukan perawatan. Agar benar-benar pulih sepenuhnya.


"An, bagaimana kondisimu...apa kau baik-baik saja?"


Tanya Richard.


"Uughh...kepalaku pusing, Richard...dan seluruh tubuhku masih lemah...


"Sebaiknya kau tidak perlu masuk sekolah dulu...mungkin lebih baik jika kau beristirahat di rumah...


Ucap Richard. Dan, Anna hanya menjawab dengan isyarat mata saja. Setelahnya, Richard pun segera keluar dari kamar Anna. Tinggallah Anna sendiri disana. Dengan sejuta pertanyaan yang ingin ditanyakan kepada Richard.


Ingin kubertanya kepada Richard siapa orang yang sudah membantuku menghilangkan racun ular siluman di dalam tubuhku...akan tetapi sebelum kubertanya dia sudah pergi dari kamarku...


Ucap Anna dalam hati. Akhirnya, Anna pun tidak memiliki kesempatan untuk mengetahui siapa yang sudah membantunya menghilangkan racun di dalam tubuhnya.


...****************...


Pagi harinya di sekolah Chandra Kirana...


Hari ini adalah hari sabtu, akhir pekan. Anna tidak masuk sekolah sebab kondisinya benar-benar belum pulih setelah ia terkena racun ganas siluman ular kemarin malam. Hanya Aisha dan Richard saja yang berangkat ke sekolah. Selama, perjalanan ke sekolah mata ular Aisha bekerja dengan baik.


Aisha dapat melihat sesuatu dengan lebih baik dan ia dapat mendengar percakapan orang-orang yang lalu lalang dari jarak jauh. Seketika, Aisha terkejut dengan hal tersebut sehingga ia pun tampak kebingungan.


Ada apa ini, mengapa aku dapat melihat sesuatu dengan lebih jelas dan mengapa aku dapat mendengar orang-orang berbicara dari jarak jauh denganku...sebenarnya apa yang terjadi kepadaku...dan aku ini apa sebenarnya...


Ucap Aisha dalam hati. Richard yang menangkap keanehan tersebut segera saja bertanya kepada Aisha.

__ADS_1


"Aisha, ada apa denganmu...mengapa kau tampak bingung?"


Tanya Richard.


"Tidak...tidak ada apa-apa, Richard...


Jawab Aisha sekenanya.


"Baiklah, kalau begitu ayolah...kita harus cepat sampai di sekolah...


Ucap Richard yang secara tiba-tiba menggandeng tangan Aisha. Aisha sangat terkejut ketika Richard menggandeng tangannya sepanjang perjalanan ke sekolah. Dan, sesampainya di sekolah semua pasang mata menatap Richard dan Aisha. Karena, mereka semua melihat Richard menggandeng tangan Aisha. Aisha yang menyadari hal tersebut segera melepaskan tangannya dari tangan Richard.


"Lihat, akibat ulahmu...kita akan menjadi bahan perbincangan satu sekolah...


Ucap Aisha sedikit kesal.


"Memangnya, mengapa Aisha..apakah itu merupakan masalah besar?"


Ucap Richard.


"Mungkin itu bukan masalah bagimu...tetapi itu akan menjadi masalah bagiku...


Ucap Aisha sambil melihat Carla dan Nona yang menatapnya dengan tatapan mata yang tajam penuh kebencian. Aisha pun memalingkan wajahnya seketika tatapan matanya beradu dengan tatapan mata Carla dan Nona yang sedang menatapnya dengan sinis.


Richard melihat hal tersebut, dan ia memberi isyarat kepada Carla dan Nona untuk tidak menyakiti Aisha lagi. Melihat isyarat tersebut Carla dan Nona pun mengerti akan tetapi hal tersebut membuat kebencian di hati mereka semakin bertambah terhadap Aisha.


"Sial! Karena, gadis kampung itu Richard sampai melindunginya...dan, ia memberi isyarat kepada kita untuk tidak menyakitinya...benar-benar menyebalkan...


Ucap Nona.


"Sudahlah, Nona...kau tenang saja...aku punya rencana untuk gadis kampung tersebut...


Ucap Carla akhirnya.


"Pastinya rencanamu itu, rencana yang bagus bukan?"


Ucap Nona lagi.


"Tentu saja, kau dapat mengandalkanku...


Ucap Carla sambil tersenyum penuh arti dan akhirnya mereka berdua pun segera masuk ke dalam ruanv kelas sebab lonceng tanda masuk kelas sudah berbunyi.


Bersambung...


NAGINI 2, TITISAN DEWI ULAR

__ADS_1


Cover



__ADS_2