
Sekolah Chandra Kirana...
Richard dan Anna baru saja pulang sekolah. Setelah, sampai di rumah Alina mereka terkejut mendapati Aisha sudah berada di rumah tersebut. Anna dan Richard pun saling pandang. Lalu, akhirnya Richard pun bertanya kepada Aisha perihal yang terjadi di sekolah tadi.
"Aisha! Kau, sudah di rumah?"
Ucap Richard sedikit terkejut.
"Iya, Richard...
Ucap Aisha.
"Bukannya, kau terkurung di dalam gudang? Bagaimana, kau dapat keluar dari sana...
Tanya Richard.
"Aku keluar dari lubang kecil, dari gudang tersebut...
Jawab Aisha polos. Richard yang mendengar kata-kata Aisha seketika ia pun menjadi terkejut.
"Apa! Bagaimana, kau keluar dari lubang kecil tersebut?"
Tanya Richard.
"Itu...um...aku tidak tahu!"
Jawab Aisha kemudian ia pun segera berlalu dari hadapan Anna dan Richard. Anna yang mendengarkan percakapan Richard dan Aisha merasa ada sesuatu hal yang tidak beres.
Bagaimana, bisa dia keluar dari lubang kecil? Setahuku, hanya hewan kecil yang dapat keluar dari lubang kecil...dia benar-benar aneh...
Ucap Anna dalam hati.
Dan, lagi aku tidak melihat aura berwarna emas itu dari dirinya...apakah aku salah melihat?
Ucapnya lagi dalam hati. Richard yang melihat raut wajah Anna tersebut langsung bertanya kepada Anna.
"Apa yang sedang kau pikirkan, An?"
Tanya Richard.
"Apa yang kupikirkan, itu bukan urusanmu Richard!
Urus saja urusanmu sendiri!"
Ucap Anna sambil berlalu dari hadapan Richard. Dan, Richard ia hanya dapat menarik nafas lelah.
"Anna...Anna...sungguh aku tidak mengerti tentang dirimu, An...kau seperti mata pisau yang tajam...mudah diasah tetapi begitu sulit untuk didekati...
Ucap Richard. Sementara, itu Anna sedang berada di dalam kamarnya. Ia sedang memikirkan sesuatu tentang Aisha.
"Ck...sial, mengapa ku jadi terobsesi dengan Aisha? Aku menjadi penasaran...sebenarnya, siapa dia?"
Ucapnya.
"Mungkin, lebih baik jika aku menyelidikinya nanti malam...
Ucap Anna, akhirnya. Dan, setelah malam tiba Anna pun segera bergerak. Ia memperhatikan semua gerak-gerik Aisha. Akan tetapi, ia tidak menemukan sesuatu yang ganjil terhadap Aisha.
"Sudah sejauh ini, aku memperhatikannya! Tetapi, tidak ada sesuatu pun yang mencurigakan sampai saat ini...
Ucap Anna.
__ADS_1
"Akh, sudahlah lebih baik aku berkeliling desa ini saja. Siapa tahu, aku dapat menemukan sesuatu untuk diburu...
Ucap Anna dengan penuh kekesalan. Akhirnya, Anna berkeliling desa di sekitar tempat ia tinggal. Ia sengaja duduk di atas pohon sambil mengamati situasi desa yang gelap. Sudah satu jam ia duduk sambil mengamati, dan tiba-tiba saja matanya menangkap sesuatu dari balik pepohonan tempat ia duduk sambil mengamati.
"Apa itu, disana? Sangat mencurigakan!"
Ucapnya.
"Sebaiknya, aku memeriksanya...
Ucap Anna kemudian. Sambil ia turun dari pohon tersebut. Dan, langsung menuju ke sebuah tempat yang terlihat mencurigakan tersebut. Ia memperhatikan dengan seksama tempat itu. Akan tetapi, aksinya tersebut diketahui oleh sosok yang terlihat tampak mencurigakan tersebut. Dan, tiba-tiba saja sosok tersebut langsung menyerangnya.
"Boom...whusshh...
Anna terkejut mendapat serangan tersebut. Lalu, ia pun cepat menghindar.
"Kekuatan serangannya begitu kuat...untung saja aku cepat menghindar...jika tidak, tentu saja serangan ini akan membuatku terluka!"
Ucapnya.
"Ya, tentu saja...jika kau tidak menghindar maka kau akan terluka...
Ucap sosok tersebut yang sudah berdiri di hadapannya.
"Hegh! Kurang ajar! Siapa, kau!"
Tanya Anna.
"Apa, kau ingin tahu siapa aku...akan tetapi, sayangnya aku tidak ingin memberitahu tentangku kepadamu, manusia?"
Jawab sosok tersebut.
"Oh, tidak beritahu tidak apa-apa, tetapi terimalah seranganku!"
"Whussh...dhuakk!"
"Arggh...
Teriaknya dan tubuhnya pun terhuyung ke belakang. Lalu, sosok tersebut pun tertawa lebar.
"Hahaha...
Dan, suara tawanya menggema di tempat itu.
"Kurang ajar!"
Ucap Anna. Lalu, Anna menyerang kembali.
"Matilah, kau...
Ucap Anna sambil menggunakan pedangnya. Dan, sosok tersebut pun mencoba menghindari serangan Anna yang dinilai membabi buta. Akan tetapi, meskipun sosok tersebut mencoba menghindari setiap serangan tersebut. Ia semakin terdesak dan sudah tidak dapat lagi menghindari serangan Anna yang dinilai semakin ganas. Lalu, akhirnya ia terkena sabetan pedang dari Anna.
"Crakk...
"Ahh...
"Sakitnya...manusia kurang ajar beraninya kau menyakitiku!"
Ucap sosok tersebut yang sesaat kemudian berubah menjadi sosok siluman ular raksasa. Yang berwujud separuh siluman dan bersisik juga separuh bertubuh manusia. Anna yang melihat hal tersebut ia sangat terkejut sebab siluman ular yang ia hadapi dinilai sangat ganas dan beracun.
Ternyata dia siluman ular raksasa wujud sempurna, sangat ganas dan beracun...dia pasti sangat marah...sebab aku memberikan luka sayatan di lengannya...dan dia pasti sangat menderita karena rasa sakit tersebut...
__ADS_1
Ucap Anna dalam hati.
"Kau telah berani mengusikku, manusia?"
Ucap sosok tersebut yang ternyata adalah siluman ular dalam wujud sempurna.
"Hegh! Itu sangat pantas bagimu, ular siluman?"
Ucap Anna.
"Manusia, kau telah berani mengusikku? Bahkan, kau juga berani memberikan luka sayatan di lenganku? Maka, jangan salahkan aku jika aku membunuhmu!"
Ucap ular siluman tersebut sambil mengibaskan ekornya.
"Hyahh...
Gerakan kibasan ekor ular raksasa tersebut menyerang Anna. Anna sangat terkejut ketika kibasan ekor ular tersebut mencoba untuk menyerang tubuhnya. Anna pun menghindar dari serangan ular raksasa tersebut. Dan, ekor ular tersebut malah menghantam pohon.
"Boom! Kraakkk...Boom!
Dan, pohon tersebut pun tumbang. Melihat hal tersebut, siluman ular itu pun semakin marah.
"Kurang ajar! Jangan, menghindar kau! Ayo, balas seranganku manusia!"
Ucap siluman ular tersebut.
"Oh, jadi kau ingin aku menyerangmu! Baiklah, terima ini!"
Ucap Anna sambil mengoleskan pedangnya dengan darah miliknya.
"Tes...
Dan, pedang itu pun berubah dari pedang biasa berubah menjadi pedang yang menakutkan. Sosok siluman tersebut menyaksikan hal tersebut ia tampak bergidik ketakutan.
Apa! Ia menambahkan darahnya kepada pedang biasa tersebut...dan, setelahnya pedang tersebut berubah menjadi memiliki aura membunuh yang sangat kuat...manusia ini benar-benar berusaha memusnahkanku...
Ucap siluman ular tersebut. Lalu, siluman ular tersebut merubah seluruh tubuhnya menjadi siluman ular sepenuhnya dan segera menyerang kembali Anna dengan ganasnya.
"Hyahh...
Kibasan ekor ular itu kembali menyerang Anna dan kali ini Anna berusaha untuk menghindarinya. Kibasan ekor kembali mengenai pohon yang ada disana dan menumbangkannya.
"Krakk...krakk...boomm...
Pohon-pohon kembali bertumbangan karena kibasan ekor ular siluman tersebut. Akan tetapi, kembali tidak mengenai tubuh Anna. Sebab, Anna cepat menghindar. Lalu, Anna dengan gesitnya menaiki tubuh ular siluman tersebut sambil bergerak cepat dan hendak menghujam tubuh ular siluman tersebut dengan pedangnya yang sudah ia beri tetesan darah miliknya.
Namun, tiba-tiba saja ular siluman tersebut pun menyemburkan bisa yang sangat beracun dari mulutnya. Anna yang mendapat serangan yang tiba-tiba tersebut menjadi terkejut. Ia terkena semburan bisa beracun dan akhirnya ia pun kalah dalam pertarungan tersebut. Tubuhnya langsung jatuh ke tanah dan tidak bergerak lagi. Ia pingsan.
"Boommm...
Suara tubuh Anna ketika menyentuh bumi. Dan, siluman ular tersebut tertawa.
"Hahaha...manusia, akhirnya kau kalah juga...kupikir kau lawan yang sebanding denganku...ternyata kau sangatlah lemah...
Ucapnya kemudian ia segera menghilang di antara gelapnya malam. Meninggalkan tubuh Anna disana tergeletak diam tidak berdaya.
Bersambung...
NAGINI 2, TITISAN DEWI ULAR
Cover
__ADS_1