
Aisha sudah selesai dengan urusannya bersama 4 pemuda yang hendak menyakiti dirinya. Sementara itu, pertarungan Anna dan Richard dengan dua siluman pasangan suami istri semakin menguras tenaga. Baik Anna maupun Richard sudah semakin kehabisan tenaga.
"Hosh...hosh...aku semakin banyak kehilangan tenaga...
Ucap Anna mengalihkan pandangannya kepada Richard.
"Bagaimana, mengakhiri pertarungan yang tidak seimbang ini...
Ucap Richard.
"Jangan, bertanya padaku Richard! Kau lihat cahaya emas dari arah gudang? Makhluk itu sudah lahir kembali...
Ucap Anna.
"Dan, kita terlambat! Lalu, Aisha?"
Ucap Richard.
"Untuk apa kau memikirkan gadis itu, Richard! Seharusnya, kau berpikir bagaimana cara untuk mengalahkan dua siluman disana!"
Ucap Anna marah.
"Wah...wah...pertengakaran kecil sedang terjadi rupanya?"
Ucap Cintamani yang kini sudah dalam wujud sempurna. Anna memperhatikan wujud dari Cintamani yang ternyata memakai sebuah mahkota dari emas permata di kepalanya. Dan, Anna pun terkejut.
Kurang ajar! Ternyata dia adalah Ratu siluman ular...ini benar-benar gawat...kemarin aku berhadapan dengan siluman ular biasa saja aku bisa kalah...lalu sekarang Ratunya...ini benar-benar kejutan yang tidak terduga...
Ucap Anna dalam hati.
"Mengapa diam? Apa, yang sedang kau pikirkan? Apa kau sedang berpikir bagaimana cara untuk mengalahkan kami...
Ucap Cintamani.
Dan, lihat tuan kami sudah lahir kembali...dia sudah ingat siapa dirinya...dan, kalian tidak memiliki kesempatan untuk menghalangi kelahirannya...
Ucap Cintamani.
"Cih! Tidak, perlu banyak bicara kau! Serang saja aku!"
Ucap Anna kembali menyerang Cintamani. Demikian juga dengan Richard dia juga menyerang Joko Asmoro dengan segenap tenaga. Namun, tiba-tiba saja pertarungan tersebut dihentikan oleh Ankara yang baru saja datang.
"Hentikan! Cintamani Manikmaya, Joko Asmoro...semua sudah selesai...ayo, segera kembali..
Ucap Ankara.
"Baiklah, Pangeran Ankara...
Ucap keduanya.
"Sangat menyenangkan bertarung denganmu...bila ada waktu nanti kita akan bertarung lagi...
Ucap Cintamani yang kemudian segera menghiang bersama kabut.
"Ck, kurang ajar! Dia menghilang...
Ucap Anna.
"Siluman itu sudah pergi...mari cari Aisha...
__ADS_1
Ucap Richard.
"Kau saja yang mencarinya...aku pulang! Aku sedang kesal...
Ucap Anna yang kemudian segera berlalu dari sana. Richard menggelengkan kepalanya melihat tingkah Anna.
Dia tidak pernah berubah...
Ucap Richard dalam hati. Lalu, Richard pun meneruskan mencari Aisha. Ia pergi ke gudang yang merupakan tempat sebuah cahaya emas bersinar tadi. Sampai disana alangkah terkejutnya ia ketika ia melihat 4 mayat di dalam gudang tersebut.
Apa ini! Ini tidak mungkin! Mayat-mayat ini benar-benar mati mengenaskan...
Ucap Richard yang merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Akhirnya, ia pun segera memanggil orang-orang desa untuk melihat kejadian itu. Lalu, tidak lama kemudian peristiwa tersebut menjadi gempar seluruh desa. Berita kematian 4 pemuda pun menjadi topik utama di seluruh Indonesia.
Banyak orang yang menduga kematian 4 pemuda tersebut tidak wajar. Sebab, mereka meninggal dengan tubuh membiru. Dan, setelah diautopsi oleh pihak kepolisian mereka terkena racun ular yang sangat ganas. Yang menyebabkan kematian mereka berjalan lebih cepat.
Namun, yang menjadi pertanyaan racun yang ditemukan oleh pihak kepolisian bukan racun ular biasa. Itu adalah racun yang sangat langka yang hanya dapat dihasilkan oleh ular emas. Sementara, ular emas sudah punah beberapa abad yang lalu. Pihak kepolisian dibuat bingung untuk pengungkapan kasus ini.
Mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi. Mereka juga tidak tahu siapa yang telah membunuh 4 pemuda tersebut. Kini, mereka menemui jalan buntu. Sedangkan, Aisha kini sudah tiba di dunia bawah tanah. Ia menemui eyang Sri Kantil secara langsung disana.
"Nyai Sri Kantil...
Sapa Aisha.
"Oh, kau datang dengan wujud baru rupanya...
Ucap eyang Sri Kantil.
"Ya...
Ucap Aisha pendek sambil menarik nafas lelah.
Ucap Aisha sambil mengingat masa lalu disaat-saat terakhir ketika ia hampir pupus. Dan, nyai Sri Kantil datang menyelamatkan dirinya. Ketika itu, nyai Sri Kantil membawa tubuh Dewi Ular yang sudah hampir pupus karena ulah Nagadhini.
"Nyai...
Panggil Nagini lemah.
"Tenanglah, nyai...
Ucap eyang Sri Kantil.
"Nyai, aku tidak sanggup bertahan...aku akan segera pupus...
Ucap Nagini.
"Ya, aku tahu...oleh sebab itu...aku datang menyelamatkanmu...dan membawamu kesini...untuk memurnikan jiwamu...
Ucap eyang Sri Kantil.
"Tetapi, nyai apakah itu sempat?"
Tanya Nagini.
"Selalu ada sisa waktu meskipun sedikit...hanya ini yang dapat kulakukan untukmu...
Balas eyang Sri Kantil. Dan, Nagini pun tersenyum. Kemudian, eyang Sri Kantil pun melaksanakan tugasnya. Ia segera memurnikan jiwa Nagini. Sebelum, pada akhirnya seluruh tubuh Nagini pupus secara perlahan-lahan. Sejak, saat itu eyang Sri Kantil menunggu kedatangan Nagini dengan wujud baru.
Dan, saat ini ia sudah kembali ke dunia bawah tanah untuk menemui eyang Sri Kantil untuk mengambil kembali miliknya yang pernah ia berikan kepada eyang Sri Kantil untuk disimpan. Tentu saja dengan wujud baru serta kekuatan baru.
__ADS_1
"Sekian lama aku menunggumu, nyai...akhirnya muncul juga...
Ucap eyang Sri Kantil.
"Ya, aku datang untuk mengambil kembali apa yang menjadi milikku nyai...
Ucap Aisha.
"Baiklah, nyai...ini ambillah kembali apa yang menjadu milikmu...
Ucap eyang Sri Kantil.
"Terima kasih, nyai...
Ucap Aisha yang kemudian ia memasukkan kembali benda sakti tersebut ke dalam dirinya.
"Setelah ini, apa yang akan kau lakukan nyai?"
Tanya eyang Sri Kantil.
"Tentu saja, memberi hukuman kepada orang tersebut bukan?"
Ucap Aisha. Dan, eyang Sri Kantil tersenyum.
"Tetapi, hal tersebut tidaklah mudah...ia sudah bersiap untuk menyambutmu...
Ucap eyang Sri Kantil.
"Ya, aku tahu...silahkan saja ia bersiap sesuka hati...dan aku akan menghancurkan dirinya sampai tidak bersisa...
Ucap Aisha.
"Hem...kau pasti sangat dendam dengannya bukan? Untuk itu, kau butuh dukungan?"
Ucap eyang Sri Kantil.
"Iya, itu benar sekali nyai...
Ucap Aisha.
"Jika, nanti terjadi peperangan antara kau dan dia...aku dengan senang hati akan membantumu...
Ucap eyang Sri Kantil.
"Terima kasih, nyai...atas segala dukunganmu...
Ucap Aisha, dan eyang Sri Kantil pun menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu, aku pergi dulu...
Ucap Aisha yang kemudian segera menghilang bersama dengan kabut asap yang tebal. Aisha kembali ke dunia atas dengan penuh dendam kesumat di hatinya. Ia bersumpah di masa depan ia akan menghabisi Nagadhini dengan sekuat tenaga.
Ia tidak akan memberi ampunan kepada Nagadhini yang telah membuatnya harus lahir kembali demi penyelesaian dendam yang belum usai. Dan, Nagadhini pun juga sudah menunggu waktu ini sebab itu ia membangun kerajaannya sendiri serta mengumpulkan dukungan dari siapa saja untuk mencapai cita-citanya tersebut.
Bersambung...
NAGINI 2, TITISAN DEWI ULAR
Cover
__ADS_1