NAGINI, DEWI ULAR

NAGINI, DEWI ULAR
Bab 56. Sentuhan Yang Mendebarkan


__ADS_3

Perpustakaan sekolah...


Aisha dan Richard sedang berada di perpustakaan sekolah. Mereka berdua sedang mencari buku yang diinginkan oleh Richard untuk menyelesaikan pekerjaan rumahnya.


"Disini, ada banyak sekali buku-buku yang kau perlukan Richard?"


Ucap Aisha pelan setengah berbisik.


"Ya, tetapi buku disini sangat banyak...dan, aku tidak tahu buku yang aku perlukan...


Ucap Richard.


"Oh ya? Kalau begitu aku akan membantumu...


Ucap Aisha sambil melihat-lihat seluruh buku yang ada disana dengan mata ularnya. Tidak butuh waktu lama untuk menemukannya. Akhirnya, Aisha menemukannya.


Nah, ini dia...


Ucapnya dalam bathin sambil mengambil buku tersebut. Namun, Aisha tidak tahu bahwa ada tumpukan buku yang berada di atas kepalanya sedang bergoyang dan akan segera jatuh menimpa kepalanya.


Richard mengetahui hal tersebut lalu kemudian dia pun menangkap buku yang hendak jatuh di atas kepala Aisha.


"Awas!"


Ucap Richard panik lalu bergerak cepat untuk menolong Aisha.


"Greb!"


Tangkapnya dan Aisha tampak sedikit terkejut melihat aksi Richard yang dengan cepat menangkap buku tersebut. Mata Aisha menatap mata Richard yang tajam namun teduh tersebut.


Mata ini tampak familiar...


Ucap Aisha dalam bathin.


Lama mereka saling menatap dan tiba-tiba saja, tangan serta jemari Richard bergerak membelai kepala Aisha dengan penuh kasih sayang. Aisha terkejut ketika Richard melakukan hal tersebut.


Sentuhan ini juga sama...


Ucapnya lagi dalam bathin. Dan, tatapan mata keduanya pun semakin lekat saja. Yang membuat hati keduanya berdebar semakin kencang. Namun, akhirnya kedekatan tersebut harus buyar ketika bel tanda masuk sudah berbunyi.


"Tet...tet...tet...


Langsung saja, keduanya pun segera beranjak dari perpustakaan. Richard sudah mendapatkan bukunya dan Aisha mendapatkan perasaan yang familiar dari Richard.


Perasaan tadi...sangat hangat dan begitu kukenal...apakah, bayangan masa laluku akan kembali lagi?


Ucap Aisha dalam bathin. Sedangkan, Carla dan Nona sudah memiliki sebuah rencana untuk menekan Aisha.


"Kau lihat itu, senyum di bibirnya...berkembang seperti bunga mawar saja...


Ucap Carla.


"Huh! Senyum itu palsu! Benar-benar menjijikkan sekali...ingin sekali ku memberikan banyak cabai di bibirnya itu sebagai perona bibir...pasti akan sangat seru melihatnya menderita seperti itu, bukan?"


Ucap Nona.


"Oh, kau kejam sekali Nona? Kalau begitu mari lakukan seusai pulang sekolah...


Ucap Carla sambil tersenyum senang. Lalu, keduanya pun tertawa terbahak-bahak membayangkan rencana mereka yang terdengar begitu menyakitkan bagi Aisha. Apabila nanti, mereka berhasil menyakiti Aisha.


Tepat tengah hari jam pembelajaran pun usai. Semua siswa dan siswi pulang sekolah bersama-sama. Termasuk Aisha, Richard dan Anna. Akan tetapi, ketika Aisha berjalan di belakang Richard dan Anna tiba-tiba saja ada yang menarik tubuhnya dari belakang sambil membekap mulutnya.

__ADS_1


Aisha tidak memberontak. Aisha diam saja ketika ia dibekap dari belakang. Ia tahu siapa orang yang melakukan hal tersebut kepada dirinya. Carla dan Nona telah merencanakan sesuatu terhadap dirinya. Dan, ia ingin tahu rencana apa yang telah dipersiapkan oleh Carla dan Nona.


Wah...kedua gadis remaja ini begitu hebat...bahkan rencana mereka telah gagal dan mengorbankan nyawa orang akan tetapi mereka tetap memiliki rencana lainnya untuk diriku...ini sangat bagus sekali...sekalian aku ingin melihat ekspresi mereka sadar bahwa aku bukanlah Aisha yang dulu...


Ucap bathin Aisha. Memang benar, Carla dan Nona sedang menyusun rencana terhadap Aisha. Mereka berdua ingin memberikan pelajaran kepada Aisha. Karena, mereka menganggap Aisha adalah rintangan bagi mereka untuk mendapatkan cinta Richard.


Bahkan seekor semut pun akan menggigit apabila ia merasakan sakit...apakah mereka tidak tahu?


Ucap bathin Aisha lagi. Dan, Carla serta Nona membawa Aisha ke tempat yang benar-benar sepi dan tidak ada orang. Halaman belakang sekolah sangat sepi dan tidak ada orang satupun disana.


Hanya ada seorang tukang sapu di halaman belakang tetapi ia sudah pulang ketika jam pelajaran sekolah usai. Lalu, Carla dan Nona siap untuk memberikan pelajaran kepada Aisha. Carla dan Nona pun melepaskan bekapan tangannya dan mendorong tubuh Aisha. Tubuh Aisha pun jatuh terjengkang.


"Akh!"


Ucapnya pura-pura menjerit.


Ini sama sekali tidak sakit


Ucapnya dalam bathin dan matanya berubah menjadi mata ular lalu kemudian mata itu berubah kembali menjadi normal. Sementara, Carla dan Nona merasakan bahagia karena telah menyakiti Aisha.


"Hahaha...


Nona tertawa. Demikian juga dengan Carla.


"Aisha itu belum seberapa...rasa sakitnya masih belum apa-apa jika dibandingkan dengan rasa sakit yang kami berdua rasakan...


Ucap Carla dan Nona.


"Carla...Nona...apa yang kalian katakan? Memang, hal apa yang telah aku lakukan? Sehingga hal tersebut menyakiti kalian...


Ucap Aisha bertanya.


Ucap Carla.


"Sungguh aku tidak tahu, Carla...Nona...


Ucap Aisha.


"Ck, semakin lama kau semakin menyebalkan ya? Sini, kemari kau!"


Ucap Nona sambil mengeluarkan sesuatu dari saku baju sekolahnya dan segera bergerak mendekati Aisha. Aisha yang paham akan rencana Carla serta Nona pun mulai memikirkan sesuatu yang harus dilakukan tanpa menampakkan wujud aslinya.


Tampaknya aku paham...apa yang akan mereka lakukan padaku...dan apa rencana yang coba jalankan padaku...cih, dasar manusia-manusia busuk! Ingin menyakitiku? Maka seharusnya mereka berpikir 5 kali lipat sebelum mengusikku...


Ucap Aisha dalam bathin. Lalu, Nona menyuruh Carla untuk memegang kedua tangan Aisha. Carla dengan sigap segera memegang kedua tangan Aisha. Agar, Aisha tidak memberontak.


"Carla! Pegang tangannya...


Perintah Nona.


"Oh, Tidak perlu memegang tanganku begini Carla...


Ucap Aisha.


"Apa!"


Ucap Nona pendek.


"Dengan senang hati aku akan menerima perlakuan jahat kalian berdua kepadaku...


Ucap Aisha percaya diri.

__ADS_1


"Apa! Jangan, coba kau menggertak Aisha! Kau tahu kau tidak cukup kuat untuk melawan kami berdua...apa kau tahu waktu itu? Dua kejadian jahat yang telah kami berdua lakukan kepadamu? Hah!"


Ucap Nona mencoba mengingatkan Aisha akan dua kejadian jahat yang telah Carla juga Nona lakukan kepada dirinya.


"Dua kejadian? Bukan, dua kejadian tetapi tiga kejadian...


Ucap Aisha mengucapkan kejadian terakhir kepada Carla dan Nona. Dan, keduanya pun terkejut setelah Aisha mengatakan kejadian yang ketiga.


Apa! Bagaimana dia tahu mengenai hal tersebut? Kejadian itu hanya aku dan Carla saja yang tahu...lalu bagaimana dia bisa tahu?


Bathin Nona. Melihat ekspresi Nona yang sangat terkejut itu membuat Aisha tersenyum.


"Mengapa? Terkejut bagaimana aku dapat mengetahuinya?"


Ucap Aisha. Carla dan Nona hanya diam terpekur.


"Mengapa, kalian diam? Apa, kalian berharap rencana kalian akan berhasil...dengan melakukan tindakan pengecut seperti itu...


Ucap Aisha dengan tatapan mata tajam kepada Nona. Tatapan mata tersebut sangat menusuk hati sehingga Nona merasakan takut kepada Aisha. Sedangkan, Carla ia masih memegang kedua tangan Aisha.


"Tunggu apalagi, cepat lakukan!"


Ucap Carla.


"Tetapi?"


Ucap Nona.


"Tetapi, apa! Tidak perlu kau mendengarkan kata-katanya...dia hanya menggertak!"


Ucap Carla.


"Cepat olesi bibirnya! Aku ingin melihatnya meringis kesakitan...


Ucap Carla lagi.


"Ba...baiklah...


Ucap Nona terbata. Nona pun melaksanakan perintah Carla. Ia pun segera mengoleskan bubuk cabe rawit ke bibir Aisha. Namun, ketika ia akan mengoleskannya. Tiba-tiba, saja tangannya bergerak sendiri dan mengoleskan bubuk cabe rawit tersebut ke bibirnya sendiri.


"Arghh! Apa ini? Mengapa, tanganku tidak dapat kukendalikan!"


Ucap Nona.


"Aduh, pedas...hah...hah...pedas!"


Ucapnya menahan rasa pedas tersebut. Melihat raut wajah Nona seperti itu membuat Aisha tersenyum saja. Carla yang bingung melihat hal tersebut pun melepaskan pegangan tangannya dari tangan Aisha.


Ia lalu menolong Nona dengan memberikan air minum kepadanya. Namun, setelah memberi air minum pun tetap saja rasa pedas tersebut bukannya menghilang.


Rasa pedas tersebut semakin bertambah parah. Membuat Nona tidak tahan kemudian ia pun pergi dari tempat tersebut dan disusul oleh Carla di belakangnya.


Aisha hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja melihat Carla dan Nona pergi dari tempat itu. Karena, ia sendirilah yang menyebabkan Nona memasukkan bubuk cabe rawit tersebut ke dalam mulutnya. Ia mengendalikan anggota tubuh Nona dan membuat Nona melakukan hal tersebut.


Bersambung...


NAGINI 2, TITISAN DEWI ULAR.


Cover


__ADS_1


__ADS_2