
Sekolah Chandara Kirana...
Richard berjalan bersisian dengan Aisha. Dan, Anna mengikutinya dari belakang. Anna sungguh tidak paham dengan apa yang sesungguhnya sedang terjadi. Ingin ia menyelidiki dan menuntaskan rasa penasarannya.
Namun, semua itu urung dilakukan. Sebab, ia pun masih memiliki misi penting yang harus ia laksanakan. Sekaligus, ia pun masih penasaran dengan sosok siluman ular yang beberapa hari lalu bertarung dengannya.
Ingin sekali mengetahui tentang dirimu, Aisha...sebab kau memiliki sesuatu yang tidak biasa...yang seharusnya hal tersebut tidak ada pada diri seorang manusia...
Ucap Anna dalam hati.
Namun, aku masih memiliki misi penting...dimana itu pun aku juga harus menyelidiki sosok siluman yang beberapa hari lalu bertarung denganku...
Ucap Anna lagi dalam hati. Dan, tidak lama kemudian bel tanda masuk kelas pun berbunyi nyaring.
"Tet...tet...tet...
Anna menarik nafas lelah lalu, ia pun mempercepat langkahnya untuk segera masuk kelas. Sementara, Richard ia terlihat sedang asyik mengobrol dengan Aisha.
"Aku ingin ke perpustakaan...bagaimana apa kau mau ikut?"
Tanyanya kepada Aisha.
"Perpustakaan?"
Balas Aisha.
"Ya...
Ucap Richard pendek.
"Um, coba kupikirkan dahulu...nanti akan aku beritahukan kepadamu...
Ucap Aisha.
"Ayolah, Aisha...aku sedang mencari sebuah buku untuk mengerjakan tugas rumahku...
Ucap Richard.
"Pekerjaan rumahmu ya itu urusanmu...
Ucap Aisha.
"Aisha, aku tidak tahu buku apa yang harus aku ambil dan aku baca untuk mengerjakan tugas rumahku...
Ucap Richard. Aisha, pun menarik nafas lelah.
"Haish...ya sudah nanti aku akan menemanimu...
Ucap Aisha.
"Terima kasih, Aisha...
Ucap Richard dan Aisha pun mengangguk. Percakapan keduanya di dengar oleh Carla dan Nona. Carla dan Nona benar-benar cemburu melihat kedekatan Richard bersama Aisha. Mereka berdua ingin melakukan sesuatu untuk menyakiti Aisha kembali. Setelah, usaha mereka dengan menyewa 4 pemuda gagal untuk menghancurkan Aisha.
"Ck, kau lihat itu Nona...
Ucap Carla.
"Ya, aku melihatnya serta aku juga mendengarnya...
Ucap Nona.
"Semakin hari mereka berdua semakin dekat...
Ucap Carla.
"Lalu? Apa, yang harus kita lakukan?"
Ucap Nona.
__ADS_1
"Tunggu dan lihat saja, apa yang akan aku lakukan kepadanya.
Ucap Carla. Dan, Anna yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan Carla serta Nona. Ia hanya menarik nafas lelah.
Haish...anak-anak sekolah ini...benar-benar...coba saja kalian mengganggunya...maka kalian akan merasakan sendiri apa akibatnya...
Ucap Anna dalam hati. Lalu, Anna mengalihkan perhatiannya kepada Aisha dan juga Richard yang sedang asyik mengobrol.
Si Richard itu, tampaknya dia benar-benar menyukai Aisha...dia sangat senang sekali berbicara dengan Aisha...dan dua gadis remaja di depanku ini...mereka tampaknya sedang menyusun rencana jahat...
Ucap Anna lagi dalam hati. Dan, Anna pun mengalihkan pandangan matanya dari Aisha serta Richard. Sebab, guru yang akan mengajar sudah masuk ke dalam ruang kelas.
Suasana di dalam kelas menjadi tenang selama jam pelajaran berlangsung. Sampai akhirnya suara lonceng berbunyi menandakan waktu istirahat telah tiba. Maka, langsung saja Richard segera menarik tangan Aisha menuju perpustakaan sekolah.
Carla dan Nona yang melihat semua kejadian tersebut sangat geram karenanya. Sebab, mereka tidak memiliki kesempatan untuk mendekati Richard. Semua usaha mereka sia-sia karena tadinya mereka ingin mengajak Richard pergi ke kantin sekolah. Akan tetapi, semuanya berantakan. Rencana mereka gagal lagi karena Aisha.
"Ck, sial! Bagaimana mungkin, si Richard itu terus menerus lengket dengan Aisha...
Ucap Carla.
"Ya, gadis lemah itu memang benar-benar menarik perhatian Richard...
Ucap Nona.
"Huh! Seandainya saja, Richard dan Aisha tidak tinggal di satu rumah dengan Aisha...mungkin kita memiliki kesempatan kan?"
Ucap Carla.
"Ya, kau benar...
Ucap Nona.
"Bagaimana, jika kita membujuk temannya Anna untuk pindah dari rumah ibunya Aisha...lalu pindah dan tinggal di rumah kita...dan sudah pasti dia ikut pindah juga kan?"
Ucap Carla.
Ucap Nona.
"Aku?"
Ucap Carla sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Ya, ayo cepat kesana...
Ucap Nona sambil menarik tangan Carla untuk menemui Anna yang saat itu sedang duduk tenang di kantin sambil menyeruput minuman dinginnya.
"Hai, Anna...
Sapa Carla dan Nona.
"Hm, ya...
Ucap Anna.
"Ada perlu apa kalian datang kesini menemuiku...
Ucap Anna bertanya sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.
"Um? Itu, kami ingin menawarkan sesuatu untukmu...
Ucap Carla.
"Sesuatu? Sepertinya menarik? Apa, sesuatu itu ada hubungannya dengan makhluk siluman?"
Ucap Anna sambil menatap Carla dan Nona bergantian sedang Carla juga Nona saling pandang tidak mengerti.
"Tidak! Ini tidak ada hubungannya dengan makhluk siluman...
Ucap Nona.
__ADS_1
"Oh, jadi apa kalau begitu? Cepat, katakan!"
Ucap Anna membentak.
"Itu...
Carla tidak melanjutkan kata-katanya, yang membuat Anna merasa kesal lalu kemudian berdiri dan pergi dari kantin tersebut meninggalkan Carla juga Nona disana.
"Hei, tunggu...kami belum selesai bicara...
Cegah Nona.
"Jika sesuatu yang kalian bicarakan ada hubungannya dengan Richard maka lupakan saja!"
Ucap Anna ketus.
"Apa! Dia sudah tahu? Itu hebat!"
Ucap Carla.
"Mengapa, kau memujinya?"
Ucap Nona.
"Ya, aku sangat kagum kepadanya...
Ucap Carla.
"Kau kagum kepadanya? Apa, kau tidak ingat saat itu dia pernah mengancam kita?"
Ucap Nona.
"Ya, kuakui saat itu merupakan hal yang sangat menyebalkan...ck, tetapi dia boleh juga jika kita bisa menariknya menjadi teman kita...
Ucap Carla.
"Apa kau pikir mudah! Dia itu sangat berbeda jika dibandingkan dengan Aisha...
Ucap Nona.
"Ya, kau benar...ayo kita buat kejutan untuk Aisha...
Ucap Carla.
"Begitu baru benar...
Ucap Nona kemudian mengajak Carla segera masuk ke ruangan kelas. Sementara itu, di kerajaan Nagadhini. Berita terlahirnya kembali Nagini sudah menyebar luas di seluruh dunia siluman.
Tidak terkecuali Nagadhini yang memang sejak awal sudah mengetahui jika Nagini sudah terlahir kembali. Nagadhini merasa khawatir dengan hal tersebut. Sebab, dikatakan di dalam tapa bratanya jika Nagini akan terlahir dengan wujud baru dan kekuatan baru. Yang sudsh pasti sangat berbahaya bagi kelangsungan kerajaannya.
"Ini benar-benar gawat! Dia akan datang dengan sesuatu yang lebih berbahaya lagi bersamanya...
Ucap Nagadhini.
"Sepertinya, aku harus lewat jalan belakang jika aku ingin mengalahkan dia untuk kedua kali...
Ucap Nagadhini lagi sambil berpikir perihal apa yang harus ia lakukan selanjutnya jika ia tidak ingin dikalahkan oleh Nagini di masa datang. Sebab, ia yakin Nagini musuhnya sedang menyusun kekuatan baru untuk melawan dirinya.
Itu sebabnya ia harus mendapatkan lebih banyak dukungan untuk dirinya serta kekuasaannya agar tetap berdiri kokoh untuk selamanya. Tanpa halangan serta rintangan dari ras makhluk siluman mana pun.
Termasuk Nagini sekali pun. Oleh sebab itu, Nagadhini berusaha sekuat tenaga untuk mengalang kekuatan dengan menaklukkan kerajaan siluman di sekitarnya. Agar mereka semua berbalik mendukungnya dan kekuasaannya.
Bersambung...
NAGINI 2, TITISAN DEWI ULAR
Cover
__ADS_1