
Setelah acara jamuan makan selesai. Ankara mengajak Baba pergi ke taman keputren istana. Disana mereka duduk dan berbincang banyak hal.
"Sudah begitu lama sejak saat itu."
Ucap Baba mengingat kejadian saat pertarungan besar antara dua siluman ular.
"Ya, memang sudah sejak lama sekali."
Ucap Ankara.
"Jadi, sejak Dewi Ular tiada...apa yang terjadi disini? Dimana, Zham!"
Tanya Baba mengulang pertanyaan yang sama. Dan, Ankara membuang nafas lelah.
"Sejak saat Nagini tiada, kakakku Zham pun merasa putus asa dan kehilangan sosok Nagini dalam hidupnya...ia sangat menyesal tidak mengatakannya kepada Nagini bahwa ia masih ingat dengannya...ia masih mencintainya."
Ucap Ankara.
"Penyesalan selalu datang belakangan...ketika saat sudah terjadi baru menyesal...kurasa hanya orang bodoh saja yang tidak mengejar cintanya...dan tetap diam dalam kebisuan...ketika sang kekasih pergi untuk selamanya...baru ia menyadari apa arti dirinya dalam hidupnya."
Ucap Baba.
"Ya, kau benar Baba...menyesal di kemudian hari memang tidak ada gunanya...sama sepertiku...aku juga mencintainya...tetapi, aku tidak pernah sanggup menggantikan posisi kakakku, Zham di hatinya."
Ucap Ankara.
"Aih, jadi kau juga?"
Tanya Baba meminta penjelasan.
"Ya, aku juga mencintainya...akan tetapi semua sudah musnah...sebab ia tidak pernah mengangapku ada, kan?"
Balas Ankara.
"Ck, ironis sekali...kalian mencintai orang yang sama."
Ucap Baba.
"Ya, sekali kau benar Baba...kami mencintai orang yang sama...bedanya kakakku yang mendapatkan cintanya...sedangkan aku tidak! Sampai-sampai kakakku rela untuk mengejarnya meskipun ia sudah tiada."
Ucap Ankara. Dan, ucapan Ankara sukses membuat Baba menjadi penasaran.
"Apa maksudmu?"
Tanya Baba tidak mengerti.
"Maksudku adalah kakakku mengejar Nagini untuk bereinkarnasi kembali."
Jawab Ankara.
"Apa!"
Ucap Baba terkejut.
"Reinkarnasi?"
Ucapnya lebih terkejut lagi.
"Ya, ia melakukan ritual pelepasan jiwa...dan mungkin sekarang ia sudah terlahir kembali."
Ucap Ankara.
"Lalu, kalau begitu...dapatkah aku bertemu dengannya disana di dunia manusia?"
Ucap Baba.
"Tentu saja bisa...tetapi sangat sulit untuk mencari dia disana diantara milyaran bahkan trilyunan manusia yang diciptakan oleh sang Pencipta bahkan lebih dari itu...bagaimana dapat mengenali dia saat ini...jika wajahnya telah berubah."
Ucap Ankara.
"Ya, kau benar juga."
Ucap Baba. Lalu, Baba terdiam tidak bicara.
Aduh? Bagaimana ini...Zham sudah bereinkarnasi...padahal aku membutuhkan bantuan dari mereka untuk mencegah kelompok jahat menemukan dan mengambil Peta Alam Semesta...ini benar-benar masalah...
__ADS_1
Ucap Baba dalam hati. Ankara yang melihat Baba tiba-tiba terdiam akhirnya mengerti jika Baba mempunyai masalah di dunia manusia. Maka Baba datang ke dunia alam ular untuk mencari dan menemui dirinya.
"Baba! Kau tidak perlu risau...aku tahu alasan kau datang kesini...bukankah untuk meminta bantuan?"
Ucap Ankara. Dan, Baba pun terkejut ketika Ankara mengetahuinya.
"Haish! Ya, kau benar sekali Ankara...kedatanganku kesini adalah untuk meminta bantuan kalian."
Ucap Baba akhirnya.
"Apakah gerangan masalah tersebut, Baba?"
Tanya Ankara.
"Peta Alam Semesta."
Balas Baba tanpa ragu.
"Apa! Peta Alam Semesta?"
Ucap Ankara terkejut.
"Ya, kemarin malam teman lamaku yang merupakan ketua perkumpulan pemburu siluman datang menemuiku...dia mengatakan sesuatu tentang makhluk yang paling jahat."
Ucap Baba.
"Iblis."
Ucap Ankara.
"Ya, apa kau tahu tentang itu?"
Tanya Baba.
"Tentu saja aku tahu Baba...iblis adalah makhluk yang pertama kali menduduki bumi sebelum manusia...kekuatannya sangat hebat karena ia suka mengkonsumsi saripati sesamanya sendiri."
Ucap Ankara.
"Oleh sebab itu, ia pun disegel di dalam peti dan peti tersebut di sembunyikan di sebuah tempat rahasia...hanya...
Ucapan Baba terpotong karena Ankara menyambung kata-kata Baba.
Ucap Ankara.
"Acha! Kau tahu tentang itu?"
Ucap Baba.
"Tentu saja, Baba? Seluruh bangsa siluman juga mengetahuinya...oleh sebab itu aku sudah mengutus Chintamani dan Joko Asmoro untuk segera menyampaikan pesan kepada Aisha."
Ucap Ankara.
"Aisha? Siapa itu?"
Ucap Baba.
"Aisha adalah reinkarnasi dari Dewi Ular."
Ucap Ankara. Baba terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Ankara.
"Apa!"
Ucap Baba.
"Sungguh aku tidak percaya ini, kukira ia tidak akan pernah bereinkarnasi lagi...ternyata ia terlahir kembali...ini memang berita bagus."
Ucap Baba lagi.
"Kalau begitu, aku bisa tenang sekarang...ah, sebaiknya aku pulang dulu...aku akan segera menyampaikan berita ini kepada temanku."
Ucap Baba.
"Ya, baiklah."
Ucap Ankara. Lalu, Baba pun segera pergi dari tempat itu. Setelah, ia mendapat berita bagus akhirnya ia pun segera kembali ke dunia manusia yang saat ini sedang terancam bahaya.
__ADS_1
......................
Sementara itu Cintamani dan Joko Asmoro bergegas pergi ke dunia manusia. Mereka menyusuri hutan agar cepat sampai di dunia manusia. Untuk memberitahukan berita penting kepada Aisha.
"Haish! Mengapa, masalah terus bermunculan? Belum lagi selesai masalah dengan Nagadhini...sekarang harus berurusan dengan makhluk iblis."
Oceh Cintamani Manikmaya kepada suaminya.
"Yah, mau bagaimana lagi...masalah seperti ini terus saja terjadi...jika masih ada orang seperti Nagadhini sampai kapan pun masalah ini tidak akan selesai."
Ucap Joko.
"Sepertinya, Cintamani itu harus dibunuh dengan kejam...hancurkan dia dan berikan dia kematian yang menyakitkan agar ia tidak dapat terlahir kembali."
Amarah Cintamani. Dan, suaminya Joko hanya bisa tersenyum saja mendengar kata-kata dari istrinya tersebut.
"Aku serius! Aku tidak bercanda!"
Ucap Cintamani cemberut kepada suaminya.
"Hahaha...aku paham, sayang?"
Ucap Joko.
"Lihat! Itu adalah pintu perbatasan antara dunia kita dan dunia manusia...kita sudah sampai."
Ucapnya lagi.
"Baguslah, mari melewati perbatasan ini."
Ucap Cintamani yang segera berubah wujud menjadi manusia. Begitu pun dengan Joko.
"Kita sudah sampai...tapi bagaimana kita tahu dimana nyai Dewi?"
Tanya Joko.
"Aku akan mencoba untuk berkomunikasi dengannya."
Balas Cintamani, lalu Cintamani memusatkan pikiran agar panggilan bathinnya dapat tersambung kepada Aisha.
Panggilan bathin...
Nyai Dewi...nyai Dewi...dimanakah posisi anda, kami ada berita penting untuk disampaikan kepada, nyai."
Bathin Cintamani. Dan, di suatu tempat Aisha sedang mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan oleh gurunya tadi pagi di sekolah. Tiba-tiba, ia mendengar suara panggilan bathin dari Cintamani.
Nyai Dewi...
"Itu suara Cintamani, ada apa dia melakukan komunikasi panggilan bathin ini denganku."
Ucap Aisha. Lalu, Aisha pun menjawab panggilan Cintamani tersebut.
Ya, Cintamani...ini aku...bicaralah.
Balas bathin Aisha.
Nyai Dewi, dimanakah posisi anda...kami ingin bertemu langsung dengan anda, nyai...ada hal penting yang ingin segera kami sampaikan kepada anda.
Bathin Cintamani.
Pergilah ke selatan, kalian akan menemukanku disana...di halaman sebuah rumah sederhana.
Bathin Aisha.
Baiklah nyai, kami akan segera sampai.
Bathin Cintamani. Lalu, panggilan bathin tersebut selesai.
"Ayo, suamiku...kita pergi ke selatan."
Ucap Cintamani. Lalu, keduanya pergi ke selatan menuju rumah Alina dimana Aisha tinggal selama ini. Cintamani dan Joko tidak mau menyia-nyiakan waktu yang mana waktu tersebut hampir mendekati gerhana bulan dimana pada saat itu Peta Alam Semesta akan muncul kembali dan membuat kehebohan di kalangan bangsa siluman.
Bersambung...
NAGINI 2, TITISAN DEWI ULAR
__ADS_1
Cover