
Malam itu di rumah keuarga Richard...
"Jadi, kau akan pergi...
Tanya ibunya.
"Jadi ibu...
Balas Richard.
"Misi ini sangat berbahaya, nak? Apa pun bisa saja terjadi kepadamu...
Ucap ibunya menatapnya sedih. Richard yang melihat kegelisahan di mata ibunya ia pun segera menghampiri ibunya dan segera menenangkan hati ibunya.
"Ibu jangan khawatir, bu...aku akan menjaga diriku dengan baik...
Ucap Richard. Dan, ibunya menarik nafas lelah.
"Baiklah, kalau begitu...jagalah dirimu baik-baik...dan jangan lupa untuk selalu menelepon ibu...
Ucap ibu Richard.
"Baiklah, ibu...
Ucap Richard sambil mencium tangan ibunya. Lalu, setelahnya ia pun segera berangkat bersama Anna yang ternyata sudah menunggunya di luar gerbang rumahnya.
"Apa, sudah selesai kau berpamitan dengan ibumu?"
Tanya Anna.
"Sudah, An...
Jawab Richard.
"Bagus! Dan, pastikan kau tidak menangis karena berpisah dengan ibumu untuk sementara waktu...
Ucap Anna ketus. Dan, Richard yang mendengar kata-kata Anna baru saja ia hanya diam dan menggaruk kepalanya saja. Lalu, Richard pun mengikuti langkah Anna naik ke sebuah mobil yang akan mengantarkan mereka ke rumah Alina.
Dan, sepanjang perjalanan. Keduanya terdiam tanpa suara. Richard mencoba untuk berbicara dengan Anna akan tetapi Anna tidak ingin berbicara dengannya. Anna memberi satu tanda kepada Richard yang berarti Anna tidak ingin dan tidak mau di ganggu oleh Richard.
Richard membuang nafas lelah. Sungguh ia tidak dapat memahami sifat dari Anna tersebut. Yang dinilai masa bodoh terhadapnya. Memang, Anna memang mempunyai sifat yang seperti itu. Tidak peduli dan selalu bergerak sendiri apabila ada makhluk siluman yang sedang berbuat onar. Anna memang memiliki jiwa yang bebas dan kuat.
Dan, ia tidak mau bergantung terhadap siapa pun. Ia lebih suka menyendiri dan hanya sendiri. Oleh sebab itu, jika ada sesuatu yang tidak beres maka Anna pun langsung bertindak. Tanpa memberitahu Richard, rekannya. Maka, Anna pun pergi tanpa didampingi oleh Richard. Richard terus berpikir mengenai Anna, sehingga tidak terasa mereka pun sampai di rumah Alina.
__ADS_1
"Wah, akhirnya kalian sudah sampai, ya?
Sambutnya kepada Anna dan Richard ramah. Richard tersenyum manis sedangkan Anna menanggapinya dengan senyum tipis saja.
"Ayo...ayo...mari...masuk ke dalam...
Ajaknya.
"Aisha!"
Alina berteriak memanggil Aisha untuk membantu membawakan barang-barang Anna dan Richard.
"Ya, bu...
Ucap Aisha dari dalam.
"Aisha...bawakan barang-barang mereka, ya?"
Pinta ibunya.
"Baik, bu...
Ucap Aisha. Lalu, Aisha pun membawakan barang-barang bawaan milik Anna dan Richard.
Ucap Aisha kepada Anna namun Anna menolak.
"Tidak perlu...kau bawakan saja barang miliknya...sementara, milikku biar kubawa sendiri saja...
Ucap Anna menolak dengan halus.
"Baiklah...
Ucap Aisha sambil membawakan barang milik Richard. Richard memberikan barang bawaan miliknya kepada Aisha. Untuk sejenak, Richard terpesona oleh kecantikan Aisha. Sedangkan, Anna ia merasakan adanya pancaran aura berwarna emas dari tubuh Aisha.
"Sepertinya, dia bukan manusia biasa...seiring waktu aku akan mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya...
Ucap Anna kemudian masuk ke dalam rumah dan segera masuk ke dalam kamar yang sudah disediakan oleh Alina. Malam itu merupakan malam yang sangat melelahkan bagi Anna.
"Malam ini malam yang sangat melelahkan...sebaiknya malam ini ku beristirahat...besok baru aku akan menjalankan misi dan tugasku disini...
Ucap Anna yang kemudian segera terlelap dalam mimpi-mimpinya. Sedangkan, Richard ia masih mengobrol dengan dengan Alina juga Aisha. Akan tetapi, Aisha ia lebih banyak diam. Dan, ia tidak mau berbicara lebih banyak dengan Richard terlalu lama. Sampai akhirnya ia mengantuk dan ia bangun keesokan paginya.
...****************...
__ADS_1
Sekolah Chandra Kirana...
Pagi harinya di sekolah Chndra Kirana. Suasana di sekolah tersebut tampak hening karena seluruh siswa dan siswi di sekolah tersebut sedang mengikuti proses belajar mengajar yang sedang berlangsung di sekolah tersebut. Demikian juga dengan Aisha ia pun sedang mengikuti proses belajar mengajar dengan serius sampai ketika wali kelas mereka ibu Anita, masuk ke dalam ruangan kelas tersebut dan meminta jeda waktu sementara kepada guru yang sedang mengajar di kelas biologi yang diberikan oleh ibu Anggun.
Dan, ibu Anggun memberikan jeda waktu sementara untuk ibu Anita. Ternyata, ibu Anita ingin mengenalkan dua murid baru yang akan belajar di satu ruang kelas yang sama dengan Aisha. Yaitu, Anna dan Richard. Anna dan Richard masuk di ruang kelas yang sama atas rekomendasi dari Alina. Agar mereka dapat lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah tersebut. Dan, Aisha sendiri yang membantu mereka untuk menyesuaikan di sekolah tersebut.
"Anak-anak, mohon perhatiannya sebentar...
Ucap ibu Anita.
"Ibu, sebagai wali kelas kalian ibu ingin mengenalkan dua murid baru kepada kepada kalian...
Ucap ibu Anita. Dan, seluruh siswa dan siswi tersebut terlihat heboh termasuk Carla juga Nona. Dua siswi centil juga genit tersebut sangat senang ketika ibu Anita akan mengenalkan dua murid baru di lingkungan sekolah tersebut.
"Baiklah, kalau begitu...ibu suka antusiasme kalian...Anna, Richard...masuklah...
Ucap ibu Anita mempersilahkan Anna dan juga Richard masuk ke dalam ruang kelas. Ketika, Anna dan Richard masuk ke dalam ruang kelas Carla serta Nona tidak dapat melepaskan tatapan mata mereka kepada Richard.
"Uuh...dia sangat tampan...
Ucap Carla.
"Ya, kau benar sekali Carla...dia sangat tampan sekali...
Ucap Nona. Dan, ibu Anita pun mengenalkan Anna dan Richard kepada siswa dan siswi di dalam ruang kelas tersebut. Lalu, setelahnya ibu Anita pun segera pergi dari ruangan kelas tersebut. Kemudian, ibu Anggun pun mempersilahkan keduanya untuk memilih bangku kosong untuk duduk.
Semula, Carla dan Nona menyangka Richard akan duduk di belakang mereka. Sebab, bangku di belakang mereka kosong. Ternyata, yang duduk di belakang mereka adalah Anna bukan Richard. Sedang, Richard ia memilih duduk di sebelah Aisha. Dan, hal tersebutlah yang memicu api cemburu di hati Carla dan Nona. Lalu, Anna menangkap gerak gerik aneh Carla dan Nona terhadap Aisha. Akan tetapi, ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja.
Dasar anak sekolah, kalian memang payah...lihat wajah tampan saja kalian sudah tidak tahan...dan ingin main belakang...membully sesama teman...ck, zaman sekarang memang edan (gila)...
Ucap Anna dalam hati. Dan, Anna mengalihkan tatapan matanya kepada Aisha yang sedang duduk di sebelah Richard. Tampak wajah teduh dan lugu terlihat jelas di wajah Aisha, akan tetapi Anna menjadi heran ia tidak melihat lagi aura berwarna emas terpancar dari tubuh Aisha. Sejenak, Anna pun berpikir.
Apa aku salah melihat? Kemarin, malam aku benar-benar melihatnya...akan tetapi hari ini aku tidak melihatnya lagi...aku benar-benar tidak mengerti...siapa sebenarnya Aisha...auranya tidak jelas...sebentar kelihatan dan sebentar tidak jelas...
Ucap Anna dalam hati. Ia menjadi heran dengan penglihatannya kemarin malam dan saat ini. Sebab, kemarin malam ia melihat aura berwarna emas tersebut terpancar dari tubuh Aisha. Dan, hari ini ia tidak melihatnya lagi. Sungguh, Anna tidak paham juga tidak mengerti apa yang sedang ia lihat. Ia menebak-nebak tentang diri Aisha. Akan tetapi, hanya kaca buram saja yang ia dapat.
Bersambung...
NAGINI 2, TITISAN DEWI ULAR
Cover
__ADS_1