NAGINI, DEWI ULAR

NAGINI, DEWI ULAR
Bab 97. Peti Sang Iblis


__ADS_3

Nagadhini sudah berhasil mendapatkan ketujuh darah suci perawan. Saat ini ia sedang melakukan ritual pencarian peti iblis dengan menggunakan darah ketujuh perawan suci. Ia mulai fokus dan terlihat sedang membaca mantra. Saat ia hampir selesai membaca mantra, tiba-tiba saja darah ketujuh perawan suci bergerak dan berkumpul menjadi satu.


Dan, membentuk sebuah film dimana didalam film tersebut terlihat dengan jelas. Sekelompok orang mengubur peti iblis di tempat yang sangat jauh. Di sebuah gurun yang sangat luas. Di bawah tanah yang diatasnya terhampar gurun pasir yang sangat luas. Nagadhini membuka kedua matanya dan ia melihat semuanya ketika film tersebut diputar.


"Oh, jadi disana ia dikubur...dasar, manusia kurang ajar...menambahkan pekerjaanku saja."


Ucap Nagadhini.


"Nyai, bukan di dunia kita...ternyata peti iblis...dikuburkan di bawah gurun pasir yang luas tersebut."


Ucap siluman ular air.


"Ya, manusia-manusia tersebut sangat pintar ternyata...menyembunyikannya di tempat yang tidak pernah kuduga sebelumnya."


Ucap Nagahini.


"Lalu, langkah apa yang harus kita ambil nyai?"


Ucap siluman ular air.


"Apalagi? Kita harus segera mendapatkan peti tersebut...aku sudah mengetahui dimana lokasinya."


Balas Nagadhini.


"Bagaimana, dengan darah ketujuh perawan suci ini?"


Tanya siluman ular air.


"Bawa saja...siapa tahu, kita membutuhkannya."


Balas Nagadhini.


"Baik, nyai."


Ucap siluman ular air.


"Kita berangkat sekarang."


Ucap Nagadhini kemudian ia segera menghilang bersama dengan siluman ular air menuju gurun pasir yang terletak di daerah Mesir tersebut. Sedangkan, di sisi lain tampak Aisha sedang bersemadi. Dan, dalam semadinya ia melihat segala yang dilakukan oleh Nagadhini. Setelahnya, ia pun mengakhiri semadinya.


"Ternyata, begitu? Dia sudah menemukannya."


Ucap Aisha.


"Ingin sekali menghancurkan hasil jerih payahnya...tetapi, aku masih bisa menunggu sebentar lagi."


Ucap Aisha.


"Lebih baik sekarang...aku mengamati saja dulu...semua gerak geriknya akan aku pantau."


Ucap Aisha lagi. Lalu, akhirnya Aisha pun segera pergi menuju sebuah tempat yang sama yang dituju oleh Nagadhini. Gurun pasir yang luas, dimana dibawahnya tersimpan peti iblis yang terkubur selama ribuan tahun.


Dan, saat ia sampai disana ia melihat Nagadhini sudah memulai aksinya. Ia kembali menggunakan darah ketujuh perawan suci untuk memastikan lokasinya.


"Nyai, apakah darah ketujuh perawan suci dapat digunakan kembali?"


Tanya siluman ular air.


"Tentu saja, lihat?"


Balas Nagadhini dan darah ketujuh perawan tersebut benar-benar bekerja. Menunjukkan lokasi yang mereka tuju benar atau salah.


"Nyai? Ternyata benar, disini lokasinya nyai."


Ucap siluman ular air.


"Kalau begitu, darah ketujuh perawan suci...sudah tidak dibutuhkan lagi?"

__ADS_1


Ucap siluman ular air lagi.


"Ya, sekarang darah tersebut sudah tidak dapat digunakan lagi...lebih baik dibuang saja."


Ucap Nagadhini kemudian membuang darah tersebut begitu saja tanpa melihat ke arah mana ia membuangnya. Tepat saat itu, Aisha pun menangkap darah tersebut.


"Hup."


Dapat!


Ucap hati Aisha. Lalu, Aisha pun segera menghilang kembali ke istana Dewi Ular. Ia menyimpan darah tersebut ke sebuah tempat penyimpanan yang sudah ia beri segel.


"Dengan begini, Nagadhini tidak akan dapat membangkitkan...sang iblis."


Ucap Aisha.


"Sebab, untuk membangkitkan sang iblis...yang diperlukan bukan hanya...buku kuno saja tetapi juga darah tujuh perawan suci...Nagadhini lupa, hal terpenting yang dibutuhkannya...malah ia buang begitu saja."


Ucap Aisha.


"Dia pasti akan kerepotan...jika, dia tidak mendapatkan darah tujuh perawan suci...maka, semua jerih payahnya akan hancur."


Ucap Aisha. Lalu, Aisha menyimpan tempat penyimpanan darah tersebut di dalam tubuhnya.


"Sudah kusimpan dengan aman...sekarang, mari kita lihat apa yang akan dilakukan Nagadhini selanjutnya."


Ucap Aisha lagi segera memantau apalagi yang akan dilakukan oleh Nagadhini berikutnya.


......................


Suatu tempat, gurun pasir...


Kedatangan Nagadhini, disambut oleh ribuan ular gurun pasir yang menjaga peti sang iblis. Nagadhini dan siluman ular air bekerjasama untuk menghabisi para siluman ular gurun pasir penjaga peti sang iblis.


Satu per satu musuh berhasil mereka kalahkan. Sehingga, membuka portal yang merupakan pintu masuk menuju tempat peti sang iblis dikubur. Mereka segera masuk ke dalam portal yang mengatarkan mereka berdua ke sebuah tempat yang sangat panas sekali.


Ucap siluman ular air.


"Kau harus menahannya...disini merupakan dimensi lain di alam manusia."


Ucap Nagadhini.


"Apa! Dimensi lain alam manusia? Memangnya di dunia manusia juga ada."


Ucap siluman ular air.


"Tentu saja ada...dasar, kau ini memang siluman bodoh."


Ucap Nagadhini.


"Lalu, nyai apa yang harus kita lakukan disini?"


Ucap siluman ular air.


"Cari peti sang iblis disini...mereka pasti menguburnya di sekitar sini."


Ucap Nagadhini.


"Baiklah, nyai."


Ucap siluman ular air. Dan, kemudian mereka berdua pun segera pergi untuk mencari peti sang iblis. Mereka menyisir tempat tersebut sampai akhirnya, mereka menemukannya.


"Nyai! Disini, aku menemukannya!"


Ucap siluman ular air.


"Bagus! Segera, gali."

__ADS_1


Ucap Nagadhini.


"Iya, nyai."


Ucap siluman air mulai membongkar kuburan pasir tersebut.


"Terus, gali sampai kau menemukan peti tersebut."


Perintah Nagadhini. Siluman ular air segera menggali lagi. Sampai akhirnya peti tersebut pun terlihat. Saat peti tersebut terlihat tiba-tiba saja badai pasir pun datang menghantam mereka.


"Whussh."


"Akh."


Jerit mereka ketika mereka terbawa badai pasir. Badai pasir itu terlihat bergulung-gulung di udara. Membuat siapa pun yang terbawa olehnya akan merasakan pusing dan panik.


"Akh!"


Jerit keduanya untuk kedua kalinya. Di dalam badai pasir yang ganas itu. Nagadhini terus berpikir bagaimana caranya agar badai tersebut berhenti.


Bagaimana menghentikan badai pasir ini...andai aku memiliki satu pusaka yang dapat menyedot badai ini...mungkin akan mudah dan aku bisa segera mendapatkan petinya...badai ini hanyalah penghalang saja.


Ucap Nagadhini dalam hati.


"Siluman ular air...."


Teriak Nagadhini.


"Ya, nyai...."


Balas siluman ular air.


"Apakah, kau memiliki satu benda pusaka penyedot...."


Ucap Nagadhini sambil berteriak.


"Ada, nyai...aku memiikinya...."


Ucap siluman ular air.


"Berikan kepadaku...."


Ucap Nagadhini.


"Baik, nyai...."


Ucap siluman ular air.


Bagus! Sekalian dapat aku gunakan untuk menyedot badai pasir...beserta si empunya sendiri...siluman ular air...cukup sampai disini perjalananmu...hahaha.


Ucap Nagadhini dalam hati. Lalu, siluman ualr air pun segera mengeluarkan sebuah benda mirip labu tersebut. Tanpa mengetahui niat licik yang tersembunyi dari Nagadhini dan memberikannya kepadanya. Nagadhini menerima benda pemberian siluman ular air dan menggunakannya.


Nagadhini menyedot badai pasir ke dalam botol labu beserta dengan siluman ular air sekaligus. Siluman ular air sangat terkejut sekali, namun ia pun tidak dapat berbuat apa-apa. Sebab, ia sudah masuk ke dalam botol miliknya tersebut.


"Hahaha...sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui...ini bagus sekali...akhirnya, aku berhasil menyingkirkannya."


Ucap Nagadhini sambil tertawa lebar.


"Sekarang, sebentar lagi peti sang iblis akan aku dapatkan."


Ucap Nagadhini sambil mulutnya berkomat kamit membaca mantra. Dan, tidak lama kemudian muncullah makhluk pasir yang terbentuk dari pasir tempat tersebut. Nagadhini menyuruh makhluk pasir tersebut untuk terus menggali sampai akhirnya peti sang iblis kini sudah berada di tangannya.


Bersambung...


NAGINI 2, TITISAN DEWI ULAR


__ADS_1


__ADS_2