NAGINI, DEWI ULAR

NAGINI, DEWI ULAR
Bab 95. Upaya Mencegah Nagadhini


__ADS_3

Istana Dewi Ular...


Di dalam istananya tampak, sang Dewi Ular Nagini atau Aisha panggilannya sekarang sedang bersemadi. Di dalam semadinya ia mendapat firasat buruk akan terjadi. Ia berkeringat dingin usai ia melakukan semadi.


"Apa, arti firasatku ini...jangan, sampai menjadi kenyataan...sebab, ini sangat mengerikan."


Ucap Aisha.


"Firasat buruk yang sangat menakutkan...tetapi, aku tidak bisa membiarkannya begitu saja terjadi."


Ucap Aisha.


Aku harus mengumpulkan semua orang...untuk memberitahukan mereka semua...tentang hal ini.


Ucap Aisha dalam hati. Tepat, saat itu Eyang Sri Kantil hadir di ruangan semadi tersebut. Aisha menyadarinya.


"Salam, nyai."


Sapa Aisha.


"Tidak perlu memberiku salam, nyai Dewi."


Balas Eyang Sri Kantil.


"Tidak mungkin, aku tidak memberi salam kepada nyai."


Ucap Aisha.


"Kita ini sama-sama penguasa...tidak perlu bersikap seperti yang biasa dilakukan orang-orang bawahan kita."


Ucap Eyang Sri Kantil.


"Baiklah, nyai...ada apa nyai datang menemuiku...disaat seperti ini...pasti hal yang mendesak bukan?"


Ucap Aisha.


"Kau benar! Ada sesuatu hal yang mendesak."


Ucap Eyang Sri Kantil.


"Apa, itu?"


Ucap Aisha.


"Nagadhini berhasil mendapatkan buku kunonya...dan, ia juga telah membunuh Ki Krintil sang penjaga."


Jelas Eyang Sri Kantil.


"Apa!"


Ucap Aisha terkejut.


Jadi inikah firasat yang dimaksud? Nagadhini dia sudah bertindak.


Ucap Aisha dalam hati.


"Hanya tinggal beberapa langkah lagi baginya untuk menemukan peti tersebut."


Ucap Eyang Sri Kantil.


"Beberapa langkah."


Ucap Aisha.


"Ia harus mempersembahkan darah 7 perawan suci...yang lahir di malam satu suro tepat pukul 24 tengah malam."


Ucap Eyang Sri Kantil.


"Bukankah, hanya memerlukan Peta Alam Semesta saja untuk menemukan peti? Mengapa, harus memerlukan darah 7 perawan suci."


Ucap Aisha tidak mengerti.


"Nyai Dewi, Peta Alam Semesta digunakan untuk menemukan darah 7 perawan suci...dan, setelah mendapatkan darah 7 perawan suci dapat digunakan untuk menemukan peti."


Ucap Eyang Sri Kantil.


"Itu benar, nyai akan tetapi aku merasa ada yang tidak benar disini, nyai."


Ucap Aisha.

__ADS_1


"Biasanya Peta digunakan sebagai petunjuk untuk menemukan sesuatu...tetapi, disini mengapa memerlukan darah 7 perawan suci?"


Ucap Aisha.


"Nyai Dewi, bukankah makhluk yang ada di dalam peti adalah sang iblis? Apa, nyai tahu apa yang paling diinginkan sang iblis...agar ia dapat ditemukan dan bangkit kembali."


Ucap Eyang Sri Kantil.


"Apa itu, nyai?"


Tanya Aisha.


"Darah...dan bukan darah biasa...tetapi, darah suci...darah perawan yang masih suci...itu merupakan hal yang bisa membahagiakan dirinya."


Balas Eyang Sri Kantil.


"Maksud nyai dengan kata lain...itu adalah makanannya?"


Ucap Aisha.


"Ya, kau benar sekali nyai."


Ucap Eyang Sri Kantil.


"Selain makanan itu juga merupakan energi baginya...untuk memungkinkannya berjalan di muka bumi dengan angkuh...serta menciptakan bencana di muka bumi."


Ucap Eyang Sri Kantil.


"Ini benar-benar, gawat!"


Ucap Aisha.


"Ya, sangat gawat! Dan, Nagadhini sedang mengumpulkan darah 7 perawan suci dengan menggunakan Peta Alam Semesta."


Ucap Eyang Sri Kantil.


"Segeralah, nyai bertindak! Jangan, sampai Nagadhini berhasil."


Ucap Eyang Sri Kantil.


"Baiklah."


"Selamat datang di istanaku...wahai seluruh teman-temanku...baik dari kalangan bangsa manusia maupun bangsa siluman."


Ucap Aisha dalam sambutannya.


"Terima kasih...atas sambutannya yang begitu besar, nyai."


Ucap Tetua Jenggot Putih dari perkumpulan pemburu siluman dan diikuti oleh lainnya disana mengucapkan terima kasih kepada Aisha. Karena, telah menyambut mereka.


"Sama-sama, teman-temanku semuanya...adapun maksudku mengundang kalian semua adalah untuk membahas satu masalah."


Ucap Aisha.


"Mohon ampun, nyai...masalah apa yang nyai maksud."


Ucap Raja Siluman.


"Masalah Nagadhini."


Ucap Aisha dan seluruh yang hadir disana tampak terkejut dengan kata-kata yang diucapkan oleh Aisha baru saja.


"Tenang...tenang."


Ucap Aisha.


"Kalian tidak perlu panik begitu...masalah Nagadhini ini pasti bisa kita selesaikan bersama."


Ucap Aisha menenangkan para hadirin yang hadir.


"Nyai, apalagi ulah makhluk siluman keparat itu!"


Ucap Baba. Ternyata, Baba hadir disana atas undangan pangeran Ankara. Dan, Aisha tersenyum saja ketika bertemu kembali dengan Baba.


"Kau pasti sudah tahu, Baba? Tentang Peta Alam Semesta dan keterkaitannya dengan Darah 7 perawan suci."


Ucap Aisha. Dan, kali ini kata-kata yang baru saja diucapkan oleh Aisha membuat seluruh yang hadir menjadi bertanya-tanya.


"Nyai, aku tahu...tetapi, sebagian besar dari mereka semua belum mengetahuinya...tolong nyai, jelaskan untuk mereka."

__ADS_1


Ucap Baba.


"Baiklah, akan aku jeaskan! Saat, ini Nagadhini sudah mendaaptkan buku kuno...serta dia juga saat ini sedang menggunakan Peta tersebut...untuk menemukan darah 7 perawan suci."


Ucap Aisha.


"Dan, darah 7 perawan suci akan ia gunakan untuk menemukan peti iblis...lebih tepatnya ia menggunakan makanan iblis itu untuk menemukan petinya."


Ucap Aisha.


"Coba bayangkan saja...apabila, dia berhasil...kira-kira apa yang akan terjadi setelahnya?"


Ucap Aisha.


"Akan terjadi banyak kekacauan, nyai...baik itu di dunia kita dan dunia manusia...tetapi, tingkat bencana paling parah akan terjadi di dunia manusia."


Ucap salah satu siluman ular disana.


"Untuk itulah, kita harus mencegahnya...jangan sampai hal itu terjadi...dengan kata lain...kita tidak boleh membiarkan dia menyeberang ke alam manusia...untuk menyebabkan bencana disana."


Ucap Aisha.


"Jadi, yang harus kita lakukan sekarang adalah...kita harus mencegah Nagadhini memperoleh darah 7 perawan suci."


Ucap Aisha.


"Nyai, jangan khawatir...kami semua akan membantu, nyai...mencegah Nagadhini berbuat angkara murka di muka bumi."


Ucap para siluman serentak.


"Ku ucapkan terima kasih atas dukungan kalian."


Ucap Aisha.


"Sekarang, mari bergerak!"


Ucap Aisha. Seakan dikomando oleh seseorang yang berpengaruh besar. Seluruh yang hadir disana mendukung Aisha dalam misi menyelamatkan dua dunia dari kejahatan sang iblis.


Dan, Nagadhini sampai saat ini masih saja terus mencari dan menemukan darah 7 perawan suci di dunia manusia. Dan, pekerjaannya hampir saja selesai. Jika, ia tidak diganggu oleh Anna dan Deviandra.


Yang, saat itu sudah mendapatkan perintah dari Aisha untuk menemukan dan menghancurkan hasil pekerjaan Nagadhini tersebut. Tatapan mata Nagadhini yang diliputi oleh amarah yang berkecamuk di dadanya. Menembus hati kedua insan tersebut.


"Kurang ajar! Berani sekali kalian mengganggugu...satu adalah bawahan Nagini dan satunya lagi adalah putriku."


Ucap Nagadhini.


"Cih! Jangan, sebut aku putrimu...aku sama sekali tidak menginginkan dirimu lagi menjadi ibuku."


Ucap Deviandra.


"Oh, ya? Deviandra, meskipun kau tidak menginginkanku lagi...menjadi ibumu...tetapi, kau tidak bisa mengelak bahwa aku adalah ibumu."


Ucap Nagadhini.


"Sudahlah, tidak perlu banyak bicara kau Nagadhini! Anakmu ini sudah muak menjadi putrimu...sekarang, dia hanya ingin membunuhmu saja."


Ucap Anna.


"Sialan! Hei, manusia...mulutmu memang minta dihajar...jangan, ikut campur urusanku dengan putriku!"


Ucap Nagadhini.


"Jangan marah kepadanya! Sebab, kata-katanya memang benar!"


Ucap Deviandra mendukung Anna.


"Deviandra! Dasar, anak tidak tahu diuntung...sudah aku besarkan dengan susah payah...malah kau berani menjadi musuhku...sekaligus, kau malah membantu musuhku...kau benar-benar tidak bisa ku ampuni."


Ucap Nagadhini.


"Deviandra! Berdebat dengannya hanya membuang waktu...ayo, kita beri pelajaran kepadanya."


Ucap Anna. Dan, Deviandra pun menyetujuinya. Mereka berdua pun segera menyerang secara bersamaan. Nagadhini pun terkejut, tiba-tiba saja Anna dan Deviandra menyerangnya.


Nagadhini tidak ingin lagi menyakiti putrinya. Dia hanya menghindari setiap serangan yang dilancarkan oleh keduanya. Sambil mencari celah titik kelemahan dari keduanya. Nagadhini hanya menghindarinya saja dan tidak berniat untuk menyerang.


Bersambung...


NAGINI 2, TITISAN DEWI ULAR

__ADS_1



__ADS_2