
Lonceng tanda istirahat pun berbunyi, semua siswa dan siswi keluar dari ruang kelas masing-masing untuk beristirahat di kantin atau hanya sekedar mengobrol dan berkumpul dengan teman-teman mereka.
Begitu juga dengan Deviandra, ia pun langsung menuju kantin sekolah. Ia sendirian, karena ia tidak memiliki teman. Ia adalah anak baru yang baru saja masuk ke sekolah. Di belakang Deviandra, ada Anna dan di belakang Anna ada Aisha serta Richard.
Aisha melihat Anna begitu antusias mengikuti langkah Deviandra. Aisha berjalan dengan cepat dan mencegah Anna untuk mencari keributan dengan Deviandra. Richard melihatnya namun, ia hanya diam saja tidak ingin ikut campur urusan mereka.
"Anna! Sebaiknya, kau berhenti...ini area sekolah...jangan, membuat keributan disini."
Ucap Aisha.
"Cih, itu bukanlah urusanmu Aisha...aku ingin bertarung dengan ular siluman itu sekali lagi....untuk memastikan dia tidak membuat masalah di dunia manusia."
Ucap Anna.
"Dia tidak akan membuat masalah, Anna...aku dapat merasakannya...dia hanya ingin mencari ketenangan saja...jangan mengganggunya."
Ucap Aisha.
"Aisha? Mengapa kau peduli kepadanya? Apakah, karena kalian sama-sama makhluk siluman?"
Ucap Anna mengejek. Richard yang mendengar kata-kata Anna seketika menjadi marah.
"Anna! Jangan, bicara sembarangan!"
Ucap Richard marah.
"Ow, mengapa kau marah Richard? Bukankah itu benar? Dia siluman bukan manusia, Deviandra juga siluman...mengapa, kau keberatan?"
Ucap Anna.
"Kau!"
Ucap Richard yang tiba-tiba marah dan hampir saja berkelahi dengan Anna. Aisha mencegah Richard untuk berkelahi dengan Anna.
"Sudahlah, Richard! Tidak perlu marah...dia benar...aku siluman, Deviandra juga siluman...tidak ada yang salah dalam kata-kata itu."
Ucap Aisha kemudian berlalu dari hadapan Anna. Richard mengikutinya dari belakang.
"Ck...ck...memang pasangan yang sempurna."
Ucap Anna.
"Sebaiknya, aku ke kantin...sepertinya akan ada hal yang seru."
Ucap Anna lalu bergegas pergi ke kantin dimana saat itu di kantin sedang terjadi ketegangan antara Deviandra, Carla dan Nona.
"Jadi, mengapa? Apakah, itu masalah? Jika, ada lelaki yang tertarik denganku karena kecantikanku."
Ucap Deviandra.
"Heh! Percuma saja kalau kau cantik dan tidak memiliki kekuasaan."
Ucap Carla pedas.
"Wah...wah...apa kau pikir, aku tidak punya uang dan kekuasaan? Lihat, ini!"
Ucap Deviandra sambil menggenggam kedua tangannya lalu membukanya. Terlihatlah, beberapa logam emas mulia muncul di telapak tangan Deviandra. Semua yang melihatnya sangat terkejut. Termasuk Carla dan Nona.
"Apa! Itu, logam mulia emas."
Ucap para siswa dan sisiwi tersebut.
"Ini emas murni 24 karat...apa kalian pikir aku miskin?"
__ADS_1
Ucap Deviandra yang membuat semua yang ada disana sangat terkejut. Aisha tiba disana, dan ia pun melihat aksi Deviandra. Ia pun berjalan menuju Deviandra dan setelah berada di samping Deviandra berdiri ia berkata.
"Jangan, terlalu menarik perhatian!"
Ucap Aisha terdengar jelas di telinga Deviandra. Dan, Deviandra pun tersenyum.
"Aisha, apa kau mau logam mulia emas ini."
Ucap Deviandra tersenyum.
Hegh! Senyum menguji...baiklah, kali ini kau yang menantangku!
Ucap Aisha dalam bathin.
"Wow, kau dermawan sekali...baiklah, aku mau logam mulia itu...berikan kepadaku."
Ucap Aisha.
"Tetapi ini tidak gratis, Asiha! Tentu kau tahu, kan?"
Ucap Deviandra. Aisha pun tersenyum.
"Katakan!"
Ucap Aisha.
"Kau, harus memberiku berlian sebagai gantinya...bukan hanya berlian tetapi berlian murni...apa kau sanggup?"
Ucap Deviandra. Dan, sekali lagi Aisha tersenyum.
"Baiklah! Berlian murni yang hanya terdapat di dunia ular...aku akan berikan kepadamu."
Ucap Aisha sambil membuka telapak tangannya dan tidak lama kemudian keluarlah butir-butir berlian murni dari telapak tangannya. Semua yang ada disana tercengang, sebab bukan hanya beberapa tetapi berlian itu terus menerus keluar dari telapak tangan Aisha sampai mengggunung dan memenuhi ruang kantin.
"Ini, menakjubkan!"
Ucap Deviandra.
"Bagaimana, apa kau puas sudah mengujiku?"
Tanya Aisha kepada Deviandra.
"Ck, ya sudah aku mengaku kalah...siapa yang sanggup menandingimu!"
Balasnya sedikit kesal.
"Tetapi, kau lihat manusia-manusia itu sedang berebut butir-butir berlian itu?"
Ucap Deviandra lagi.
"Tenang saja, meski mereka mendapatkannya...berlian itu akan menghilang dan memori mereka atas kejadian ini akan hilang."
Ucap Aisha.
"Kau memang, pintar."
Ucap Deviandra.
"Aku Dewi Ular, aku harus pintar agar duniaku tidak terekspos oleh manusia."
Ucap Aisha.
"Apa! Jadi, kau Dewi Ular? Penguasa tertinggi kami?"
__ADS_1
Ucap Deviandra. Dan, Aisha pun menganggukkan kepalanya.
"Salam...
Ucapan Deviandra terpotong sebab Aisha memberi isyarat kepadanya.
"Baiklah, aku mengerti."
Ucap Deviandra yang kemudian langsung akrab dengan Aisha. Anna yang melihat semua itu, tentu saja ia menggigit bibir bawahnya dengan kesal. Kemudian, Anna pun segera kembali ke ruang kelas dan menunggu lonceng masuk ruang kelas berbunyi.
......................
Pinggiran kota...
"Harus mulai darimana aku mencari, Deviandra."
Ucap Nagadhini.
"Dunia manusia begitu luas, dia bisa pergi kemana saja...ini salahku, tidak seharusnya aku terlalu kasar kepadanya...aku terlalu memikirkan tujuanku."
Ucap Nagadhini.
"Lebih baik aku mulai mencarinya mulai dari kota ini sambil merasakan aura, Deviandra."
Ucap Nagadhini sambil melesat kesana kemari mencari Deviandra. Sudah beberapa jam, ia mencari dan ia belum menemukan Deviandra. Nagadhini semakin putus asa, dan tidak tahu apa yang harus dia lakukan untuk menemukan Deviandra.
"Ternyata, sebagai siluman yang mempunyai kekuatan yang paling besar pun aku tetap harus tunduk dan takluk di hadapan sang Pencipta."
Ucap Nagadhini kemudian sambil memanggil pasukan ularnya.
"Muncullah!"
Ucap Nagadhini memanggil sepasukan ularnya untuk membantunya untuk menemukan Deviandra. Tidak lama, sepasukan ular tersebut muncul dan langsung memberi hormat kepadanya.
"Nyai, salam hormat hamba."
Ucap kepala pasukan ular tersebut.
"Bangunlah!"
Ucap Nagadhini.
"Nyai, katakan ada apa memanggil kami."
Ucap kepala pasukan ular tersebut.
"Pasukan ularku, aku kehilangan putriku Deviandra...kemungkinan ia menghilang masuk ke dunia manusia ini...segera cari dan temukan dia...bawa putriku kembali ke istana sesegera mungkin."
Ucap Nagadhini.
"Baik, nyai."
Ucap kepala pasukan ular, segera pergi dari tempat itu menyebar ke segala arah untuk mencari dan menemukan Deviandra. Sedangkan, Nagadhini ia tetap memantau keadaan dunia manusia. Ternyata, kedatangan Nagadhini ke dunia manusia bukan hanya sekedar mencari Deviandra.
Akan tetapi, ia ingin merebut kembali Peta Alam Semesta yang telah direbut oleh Aisha dari tangan Deviandra. Namun, Nagadhini tidak tahu jika Peta tersebut sudah disimpan dan disegel oleh Aisha dengan kekuatannya. Bahkan, tetua perkumpulan pemburu siluman pun membuat altar penyimpanan untuk Peta tersebut. Agar tidak mudah untuk dicuri oleh makhluk siluman lainnya.
Bersambung...
**NAGINI 2, TITISAN DEWI ULAR
Cover**
__ADS_1