NAGINI, DEWI ULAR

NAGINI, DEWI ULAR
Bab 29. Dendam Kesumat Nagini


__ADS_3

Pandangan mata itu tampak menerawang jauh. Nagini, menatap di kejauhan. Senyumnya seakan hilang dari bibirnya. Dan, ia hanya bisa menangis dan menangis. Mendengar kabar bahwa Zham, akan menikah dengan Lovita. Seakan, membuat dunianya terasa gelap. Seakan, pelita hati semakin menjauh melangkah pergi lalu seketika padam dihembus angin lalu.


Kini, tinggallah ia bersama bayang-bayang semu Zham. Meskipun, pernikahan Zham dan Lovita masih belum terjadi. Namun, rasa takut itu kembali menyiksa dirinya. Dan, hal itulah yang menguasai dirinya saat ini. Perlahan kecemburuan dan dendam kesumat menyergap hatinya. Nagini marah, Nagini terluka, dan ia akan menghabisi siapa saja yang menyakiti hatinya. Tiba-tiba, saja matanya berubah menjadi mata ular.


Dendamku semakin membara, dendamku semakin membuatku tidak dapat menerima segalanya...penantianku selama seribu tahun berakhir sia-sia...lelaki yang kucintai mengkhianati cintaku...lalu apa lagi yang tersisa...hanya aku sendiri dengan perasaan semuku...dan aku tidak akan menerima semuaya begitu saja...Baba yang membuat hidupku menderita...ia telah membuatku terpisah dari kekasihku...untuk itu lebih baik seluruh anak cucu keturunannya tiada...tidak ada satu pun yang akan hidup...aku akan memburu mereka semua satu per satu...


Ucap Nagini dalam hati. Lalu, ia pun segera berubah menjadi seekor ular cobra hitam pekat dan keluar dari jendela kamarnya. Ia menyusuri jalanan tanah lembab yang basah sehabis hujan yang turun deras tadi. Sementara, sepasang mata yang tajam memperhatikan semua gerak-geriknya. Menatap tajam ke arah Nagini yang sedang diliputi amarah dan sakit hati. Lalu, perlahan mengikutinya dari arah belakang.


Zham kembali ke kamar Nagini setelah tadi ia sempat berdiri mematung memperhatikan Nagini sedang bersedih untuk dirinya. Lalu, ia keluar dari kamar Nagini karena ia tidak tahan melihat Nagini menderita. Setelahnya, ia kembali lagi lalu ia melihat Nagini tidak ada di kamarnya. Sungguh, ia terkejut ketika ia mendapati kekasihnya tidak berada lagi di dalam kamarnya. Instingnya pun mengatakan kalau Nagini akan menuntut balas atas perbuatan Baba di masa lalu. Dengan cara membunuh semua anak cucu keturunannya.


Zham pun panik, lalu seketika ia pun berubah kembali menjadi seekor ular setelah ia mendapatkan kekuatannya kembali sebagai siluman ular lewat ritual jawi kuno yang dilakukan oleh adiknya, Ankara sebelum pergi ke Dunia Ular untuk mencari Nagini.


Kemudian, ia pergi menyusuri jalanan yang basah karena hujan deras tadi. Zham mencoba, melihat dengan mata ularnya mencari jejak yang ditinggalkan oleh Nagini. Dan, ia melihat ada dua jejak yang ditinggalkan disana. Satu jejak Zham mengenalinya dan satu jejak lagi zham sama sekali tidak mengenali jejak tersebut. Seketika, Zham merasakan adanya tanda bahaya yang sedang mengincar Nagini.

__ADS_1


Zham benar-benar sangat panik, lalu ia pun memanggil Ankara dengan panggilan bathin. Akan, tetapi panggilannya tidak dapat menjangkau dimana Ankara berada. Zham sangat kesal sekali karena disaat dibutuhkan, Ankara menghilang bagaikan ditelan bumi. Sedangkan, saat itu kehadiran Ankara sangat dibutuhkan oleh Zham untuk menyelamatkan Nagini yang sedang dalam keadaan bahaya.


Ck...sial! Dimana Ankara...disaat aku membutuhkan dirinya...dia sama sekali tidak dapat dijangkau...entah dimana dia sekarang...akh...sudahlah lebih baik aku mengikuti kembali jejak yang ditinggalkan oleh Nagini...mudah-mudahan saja tidak terjadi sesuatu terhadapnya...


Ucap Zham lagi di dalam hati. Lalu, kemudian ia menyusuri jejak-jejak yang ditinggalkan oleh Nagini. Sampai akhirnya, jejak Nagini mengarah ke satu tempat yang sangat ia kenal. Tempat itu tidak lain adalah rumah keluarga Lovita yang merupakan anak cucu keturunan Baba. Semakin berdebar jantung Zham, ketika ia menyadari hal yang tidak beres sudah terjadi di rumah keluarga Lovita. Secepatnya, ia menyusuri jalanan tersebut dan ia menemukan sesuatu yang membelalakkan matanya.


Rumah Lovita, hancur berantakan. Pertanda, ada sesuatu yang besar yang menghancurkan rumah tersebut hingga tidak ada lagi sesuatu pun yang tersisa disana. Kemudian, ia melihat mayat-mayat bergelimpangan termasuk mayat Lovita tergeletak tidak jauh dari rumah tersebut. Zham bergerak cepat untuk melihatnya.


Ucap Zham panik. Zham memeriksa tubuh Lovita yang sudah tidak bernyawa lagi. Setelah memeriksanya, Zham melihat satu tanda gigitan ular tepat di dahi Lovita. Dan, tubuh Lovita membiru karena racun tersebut meracuni setiap pembuluh darahnya dengan cepat. Mengakibatkan kematian yang sangat cepat tanpa menunggu waktu lama. Mengetahui kenyataan tersebut, sejenak Zham terpaku memandangi mayat-mayat tersebut satu per satu. Zham memeriksa keadaan mayat-mayat tersebut.


Sekaligus, ia juga memanggil nama mereka satu per satu. Namun, tidak ada satu suara pun yang menyambut panggilannya. Mendadak tubuh, Zham lemas tidak berdaya. Ia menangisi semua kejadian tersebut. Sungguh ia tidak tahu, bahwa Nagini akan mengamuk, membunuh serta menghancurkan segalanya. Sebab, Nagini adalah seekor ular siluman yang baik hati. Ia adalah seorang penjaga yang menjaga keseimbangan dua alam. Alam manusia dan alam Dunia Ular. Sungguh tidak mungkin, Nagini sampai hati menyakiti manusia yang tidak bersalah.


Walaupun, ia telah dilukai sekali pun. Ia akan berpikir dua kali sebelum bertindak dan menghancurkan apa saja. Zham juga menyesal dan mengutuk dirinya sendiri. Karena, ia tidak jujur kepada Nagini tentang hal yang terjadi kepada dirinya. Ia juga tidak jujur kepada Nagini bahwa ia masih mengingat dirinya. Bahwa, dirinya masih mencintai dan menyayangi Nagini seutuhnya. Bahwa, sesungguhnya ia tidak berniat untuk menikahi Lovita. Semua itu hanyalah pura-pura, sebagai cara untuk memancing Baba keluar dari tempat persembunyiannya selama ini.

__ADS_1


Akan tetapi, apa yang terjadi saat ini sungguh di luar dugaan. Zham mengira Naginilah yang menjadi biang kehancuran dan membunuh seluruh anggota keluarga Lovita. Ia mengira Nagini membunuh mereka semua tanpa menyisakan satu pun dari keluarga tersebut. Nagini mengamuk, dan ia tahu persis siapa Nagini jika ia sudah mengamuk. Ia akan berubah bentuk menjadi seekor ular yang sangat jahat dan ia tidak akan mengampuni siapa pun makhluk yang telah menyakitinya.


Baik itu bangsa siluman yang sama dengan dirinya atau pun dari bangsa manusia. Nagini adalah bentuk ketakutan alam semesta jika ia sudah mengamuk. Sebab, ketika ia mengamuk maka Intisari Kehidupan yang ada pada dirinya akan berubah menjadi senjata yang sangat mematikan. Ia akan menghancurkan apa saja. Bahkan, dengan bersatunya kekuatan Nagini dan Intisari Kehidupan akan menciptakan badai serta bencana baik di alam Dunia Ular maupun di alam manusia.


Kedua dunia tersebut akan mengalami kehancuran yanh fatal dimana-mana. Dan, hal tersebutlah yang ditakutkan oleh Zham. Dimana, dia mengenal dan mengetahui bentuk Nagini yang sesungguhnya. Simbol Dewi Ular adalah bencana yang sesungguhnya, ketakutan yang sesungguhnya serta merupakan simbol mimpi buruk bagi seluruh alam Dunia Ular dan manusia. Itu apabila ia sudah mengamuk akan tetapi lain halnya apabila ia tidak mengamuk. Maka, ia akan menjadi pelindung sekaligus pengayom bagi seluruh makhluk hidup yang bernyawa. Oleh, sebab itu saat ini Zham sunggun mewaspadai jika seandainya Nagini mengamuk dalam simbol Kehancuran, Ketakutan dan mimpi buruk.


Bersambung...


NAGINI, DEWI ULAR


Visual Nagini dalam bentuk ular cobra


__ADS_1


__ADS_2