
Kita tinggalkan dahulu kisah Nagadhini yang penasaran terhadap Ankara beserta situasi yang sedang terjadi di Istana Dewi Ular tersebut. Malam itu, malam yang sangat indah. Di kamarnya tampak Lovita sedang bersenandung pelan. Ia tampak sangat bahagia mengetahui bahwa sebentar lagi ia akan segera bertunangan dengan Zham. Kedua keluarga sudah bertemu tadi siang, untuk membicarakan kapan acara pertunangan akan dilangsungkan. Setelah terjadi percakapan serius di antara dua keluarga tersebut.
Akhirnya, di ambil satu kesimpulan dari hasil percakapan tersebut. Rencana pertunangan Lovita dan Zham akan segera dilangsungkan bulan depan dan acara pernikahan akan dilangsungkan dua hari kemudian setelah acara pertunangan. Acara pernikahan memang disengaja dipercepat karena ayah dari Lovita tidak ingin rencana baik kedua keluarga ini dibiarkan berlarut-larut terlalu lama.
Dikarenakan ayah Lovita takut jika Lovita tidak jadi menikah dengan Zham. Sudah banyak contohnya, banyak pasangan yang sudah bertunangan pun pertunangannya banyak yang gagal tidak sampai ke pelaminan disebabkan banyak aral yang melintang yang menghalangi suatu niat yang baik yang sudah direncanakan. Atas, dasar itulah maka acara pernikahan Zham dan Lovita dipercepat untuk menghindari kejadian yang tidak terduga.
Untuk niat tersebut, Zham mencoba menghubungi ponsel Ankara. Akan tetapi ponsel Ankara sama sekali tidak bisa dihubungi karena berada di luar jangkauan. Zham benar-benar jengkel karena ponsel Ankara tidak dapat di hubungi. Bu Retno melihat kegusaran di wajah Zham. Karena, sudah dua hari Ankara menghilang karena mencari Naghi kemana-mana.
"Ada apa, Zham? Mengapa, kau terlihat gusar?"
Tanya bu Retno.
"Ini, bu...ponsel Ankara sama sekali tidak bisa dihubungi...
Jawab Zham.
"Oh, ya? Mengapa bisa begitu? Ankara juga tidak kembali sudah dua hari ini...kemana dia pergi, Zham? Naghi juga sudah beberapa hari tidak kembali...Zham ibu jadi cemas dengan keadaan mereka...coba kau cari mereka berdua...hubungi teman-teman Ankara...mudah-mudahan saja Ankara dan Naghi ada bersama mereka...
Ucap bu Retno khawatir.
"Iya, bu...Zham akan mencari mereka berdua...ibu tenang saja...
Ucap Zham.
"Zham, cari mereka sampai dapat, nak? Ibu ingin mereka berdua hadir di acara pertunanganmu dan pernikahanmu nanti...
Pesan bu Retno lagi.
"Iya, bu. Zham pergi dulu, bu?"
Ucap Zham.
"Ya, pergilah...dan hati-hati di jalan...
Ucap bu Retno mengantarkan kepergian Zham sampai di depan pintu.
Zham segera pergi untuk mencari Ankara dan Naghi. Zham tidak tahu bahwa Ankara dan Naghi ada di alam Dunia Ular. Meski, beberapa kali Zham menelepon Ankara. Tetap saja, Ankara tidak akan bisa dihubungi. Sebab, di Dunia Ular sinyal ponsel tidak bisa masuk atau menembus alam tidak kasat mata tersebut. Dengan kata lain, segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia manusia tidak akan bisa masuk menembus alam Dunia Ular tersebut.
__ADS_1
Dan, hal tersebutlah yang membuat Zham sama sekali tidak bisa menghubungi Ankara. Zham sudah mencari kemana-mana bahkan Zham sudah mencarinya ke rumah teman-teman Ankara juga Naghi. Akan tetapi, Zham masih tidak dapat menemukan Ankara dan Naghi. Ia jadi tidak habis pikir bagaimana mungkin Ankara tidak bisa dihubungi. Sementara, sebelum Ankara pergi Ankara membawa ponsel miliknya. Zham benar-benar khawatir sekali.
Bagaimana ini, aku sudah mencari mereka berdua kemana-mana...akan tetapi aku masih juga belum menemukan mereka...sesungguhnya dimana mereka berdua...apakah jangan-jangan terjadi sesuatu dengan mereka?
Ucap hati Zham.
"Tidak...tidak...itu tidak mungkin...adikku siluman ular...dia tidak mungkin mudah celaka oleh ulah manusia...tetapi jika siluman lain...
Ucap Zham semakin ragu dan bimbang.
"Ck...sial! Mengapa, aku berpikir yang tidak-tidak begini...Oh ya...Ankara pernah mengajarkan aku cara berkomunikasi dengannya ketika ponselnya tidak bisa di hubungi karena berada di luar jangkauan...
Ucap Zham kemudian. Kemudian, Zham pun memejamkan matanya sambil ia melihat melalui bathin dimana Ankara berada. Tidak lama kemudian, terlihat suatu gambaran yang tidak jelas. Entah dimana itu ia melihat gambaran seperti Ankara dan Nagini sedang duduk berdua dengan posisi berjauhan. Setelah, ia melihat gambaran yang tidak jelas tersebut. Zham pun mulai berkomunikasi secara bathin dengan Ankara.
"Ankara! Kau dengar aku! Ankara!"
Ucap Zham melalui panggilan bathin dengan Ankara. Tidak lama kemudian Ankara pun menjawab panggilan bathin kakaknya tersebut.
"***Ya, kak...aku mendengarmu! Ada apa, kak...sehingga kau memanggilku dengan cara seperti ini...
"Baiklah, kak aku akan segera pulang***...
Setelah Ankara berkata demikian kepada Zham, kakaknya. Panggilan bathin itu pun berakhir. Zham merasa lega karena ia sudah berkomunikasi bathin dengan adiknya Ankara. Dan, ia sudah tahu bahwa adiknya segera kembali bersama dengan Naghi. Zham segera kembali ke rumah bu Retno untuk mengabari hal tersebut.
Akan tetapi, saat ia akan kembali ke rumah. Tiba-tiba, saja ia teringat akan sesuatu yang terlintas dalam penglihatan bathinnya tadi. Dalam penglihatan bathinnya ia melihat Nagini sedang bersama Ankara. Dan, tempat yang ia lihat tadi di dalam penglihatannya seperti tempat yang tidak pernah ada di dunia manusia. Sepertinya, tempat tersebut bukanlah tempat biasa, tempat tersebut hanya ada di dunia lain.
Yang menjadi pertanyaan sesungguhnya adalah mengapa Nagini bisa ada di tempat tersebut bersama Ankara. Padahal, menurutnya Nagini adalah manusia sedangkan Ankara adalah siluman ular. Yang dapat menembus alam manusia dan alam Ular. Suatu hal yang mustahil jika Nagini bisa ada di tempat tersebut bersama Ankara. Apakah, Ankara membawa Nagini ke alam tersebut. Atau apakah, Nagini tersesat di alam tersebut.
Sehingga, membuat Ankara pergi mencarinya dan menemukan dirinya ada disana. Zham, menarik nafas lelah. Semakin, ia memikirkannya semakin ia merasakan rasa sakit di kepalanya. Ia merasakan rasa sakit yang kian menyakiti dirinya. Tidak ingin rasa sakit tersebut menyakiti dirinya Zham pun memutuskan tidak ingin memikirkan hal tersebut. Ia akhirnya segera kembali pulang ke rumahnya. Ia tidak ingin bu Retno menunggu kabar darinya terlalu lama.
Sementara itu, di sisi lain kisah ini. Ankara segera mengajak Nagini kembali ke dunia manusia. Sesaat setelah dia berkomunikasi dengan Zham, kakaknya. Akan tetapi, Nagini menolak dengan alasan ia masih ingin berada di sana. Ia masih ingin menyelidiki tetang ibunya yang berubah sikap terhadapnya.
"Aku tidak mau kembali, Ankara...masih banyak hal yang ingin kuselidiki disini...banyak hal aneh menurutku yang harus segera kutuntaskan...aku tidak bisa pergi begitu saja dari sini...
Ucap Nagini tegas.
"Naghi, kau masih bisa kembali lagi dan menyelidiki hal tersebut nanti...saat ini kita harus kembali ke dunia manusia...ibuku sedang mengkhawatirkan keadaan kita sekarang, Naghi...apa kau tega melihat ibuku mencemaskan keadaan kita...
__ADS_1
Ucap Ankara. Mendengar kata ibu diucapkan oleh Ankara sejenak membuat Nagini berpikir.
Ibu? Benar juga...bu Retno sudah berhari-hari tidak melihatku...dia pasti mencemaskanku...sebaiknya kuikuti saja kemauan lelaki ini...ck...dia benar-benar menyebalkan...
Ucap hati Nagini.
"Baiklah, kita kembali sekarang...
Ucap Nagini menyetujui kemauan Ankara. Namun, Nagini ingin menanyakan sesuatu kepada Ankara. Tetapi, Ankara tidak ingin membahas masalah itu dan Ankara ingin segera sampai di rumah.
"Aku tidak mau membahasnya sekarang, Naghi...
Ucap Ankara menolak.
"Ayolah, Ankara...aku ingin tahu...katakan kepadaku...bagaimana Zham dapat berkomunikasi bathin denganmu? Apa, dia sudah pulih atau apakah dia sudah mengingatku atau apakah dia sudah kembali seperti sedia kala...
Ucap Nagini dengan wajah dan senyum gembira.
"Naghi aku tidak bisa mengatakannya kepadamu sekarang...karena ibuku sedang khawatir saat ini...jadi aku mohon maaf, Naghi...kita harus cepat sampai di dunia manusia sebelum tengah malam...
Ucap Ankara panjang lebar.
"Baiklah, kalau begitu Ankara...saat ini aku akan menahan diri...tetapi kau harus janji kau akan mengatakannya kepadaku nanti, Ankara...
Ucap Nagini mengalah.
"Aku berjanji, Naghi...
Ucap Ankara tersenyum. Melihat Ankara tersenyum membuat Nagini menundukkan wajahnya. Entah mengapa ia tidak sanggup untuk melihat senyum manis Ankara lebih lama lagi. Sepertinya, Nagini mulai menyimpan perasaan terhadap Ankara. Meski itu hanya sedikit saja, ada rasa berwarna merah jambu di dadanya ketika ia bersama dengan Ankara. Sedang Ankara ia merasa sangat senang dapat bersama dengan Nagini. Walau pun, Nagini masih belum bisa menerima perasaannya.
Bersambung...
NAGINI, DEWI ULAR
Visual Ular Menyemburkan Bisa
__ADS_1