
Ibu Retno merasa tidak enak pada Cintamani. Ia pun lalu, pergi ke dapur untuk melihat Ankara. Ternyata, di dapur ia melihat Ankara dan Naghi sedang berpelukan erat. Betapa kagetnya ibu Retno. Ia pun langsung menegur mereka berdua.
"Ankara! Naghi! Apa, yg kalian lakukan...."
Ucap Ibu Retno. Ankara dan Naghi terkejut.
Wah, gawat ibu tahu!"
Ucap hati Ankara. Sedang Naghi, ia hanya bisa menundukkan kepalanya saja.
"Ankara! Calon istrimu datang...tapi, kau malah disini bersama Naghi...berpelukan lagi...jelaskan, pada ibu...apa yg sebenarnya terjadi."
Ucap Ibu Retno. Ankara ingin menjelaskan pada Ibunya tapi Naghi mencegahnya.
"Biarkan, aku yg menjelaskan!
Ucap Nagini.
Ibu? Aku sangat mencintai, Ankara! Bisakah, Ibu merestui kami?"
Ucap Naghi sambil menatap dan menghipnotis Ibu Retno melalui tatapan matanya.
"Ah, Naghi? Sayangku? Kalau kalian saling mencintai...tidak apa, aku akan merestui kalian berdua."
Ucap Ibu Retno kepada Nagini ketika ia sedang dibawah pengaruh mata ular Nagini.
"Ankara, aku akan bilang pada Cintamani...bahwa kau sudah punya pasangan!"
Ucap ibunya sambil berlalu dari sana. Ankara heran melihat ibunya. Demikian cepat ibunya berubah. Padahal tadi, terlihat panik dan ingin marah.
"Apa, yg sudah kau lakukan pada ibu Naghi!"
Tanya Ankara.
"Hipnotis! Apa, lagi?"
Balas Nagini.
"Apa!!! Hipnotis?"
Ucap Ankara terkejut.
"Ya, apa kau senang sekarang? Ibumu merestui kita dan ia akan mengusir perempuan itu dari sini."
Ucap Nagini.
"Apa....tapi, Nagini..."
Ucap Ankara.
"Prangg....Prangg....Prangg...!"
"Aaaarrrggghh...."
Tiba-tiba, terdengar suara kegaduhan di ruang tamu. Ternyata, Cintamani sangat marah ketika ia mendengar kata-kata ibu Retno yg mengatakan pada Cintamani bahwa Ankara sudah memiliki pasangan dan akan segera menikah. Ankara dan Nagini yang sedang berada di dapur pun segera berlari ke arah ruang tamu.
"Dasar, manusia kurang ajar! Ankara milikku...seenaknya, saja kau mengatakan Ankara...sudah memiliki pasangan dan akan segera menikah."
Ucap Cintamani.
"Itu benar! Yang Mulia Ratu? Putraku, Ankara memang sudah memiliki pasangan."
Ucap Ibu Retno. Zham menengahi perdebatan Cintamani dan Ibunya.
"Tunggu, Yang Mulia? Mungkin, ini hanya kesalah pahaman biasa saja."
Ucap Zham.
__ADS_1
"Kesalahpahaman katamu? Enyahlah, kau dari pandanganku...."
Ucap Cintamani. Cintamani hendak menyakiti Zham. Tapi, tidak jadi karena tiba-tiba saja Ankara menghalanginya.
"Hentikan! Cintamani...."
Ucap Ankara.
"Oh, sang Playboy rupanya! Ankara, kau benar-benar laki-laki busuk...beraninya, kau menolakku...bagusnya wanita itu? Hah...."
Ucap Cintamani.
"Tentu saja, lebih bagus darimu! Selain cantik? Ia juga sexy!"
Ucap Ankara meledek Cintamani.
"Kurang ajar! Ankara apa kau sengaja ingin berurusan denganku!"
Ucap Cintamani.
"Tidak, aku hanya ingin mengenalkan pacarku kepadamu! Sayang? Kemarilah!"
Ucap Ankara. Ankara memanggil Nagini untuk mendekat padanya. Nagini kemudian melangkahkan kakinya untuk mendekati Ankara.
"Ini dia. Kenalkan, dia pacarku! Naghi! Bagaimana, dia cantik sekali bukan?"
Ucap Ankara. Zham terkejut begitu juga dengan Cintamani.
"Ankara! Apa, kau bermaksud benar-benar ingin mencari masalah denganku? Hah...."
Ucap Cintamani. Ankara tersenyum mengejek. Sedang, Cintamani memperhatikan Nagini secara seksama. Dan, sekilas ia melihat aura yg tak biasa menyelimuti tubuh Nagini.
Apa itu? Aura wanita ini bersinar terang! Sampai menyilaukan mataku...sangat indah.
Ucapnya dalam hati.
Wanita ini, bukan wanita biasa! Sebaiknya, aku pergi dari sini...aku akan menyelidiki wanita ini nanti.
"Baiklah, Ankara! Kali, ini kubiarkan kalian semua hidup....tapi, ingat aku akan kembali untuk menghancurkan keluarga kalian!"
Ucap Cintamani demikian setelah itu ia pergi dengan mengubah tubuhnya menjadi seekor uar berwarna hijau. Ia mendesis dan sekali lagi ia menjatuhkan sebuah guci keramik yg berada di dekat pintu masuk rumah itu.
"Sssshhh"
"Praanggg"
"Dia benar-benar ular siluman yang jahat!"
Ucap Ankara. Sementara, itu Zham langsung menarik tangan Nagini. Ankara melihatnya dan dia mencegahnya.
"Kakak? Mau kau bawa kemana, pacarku!"
Ucap Ankara. Zham menatap Ankara marah.
"Apa, belum puas kau membuat masalah untuk keluarga ini! Hah...."
Ucap Zham. Ankara menatap Zham.
"Soal itu aku bisa mengatasinya, kakak?"
Ucap Ankara.
"Oh, ya? Dengan, melibatkan Naghi?"
Ucap Zham dengan nada tinggi.
"Kakak, tidak perlu khawatir! Aku bisa melindungi, Naghi!"
__ADS_1
Ucap Ankara. Dan, Ankara melirik tangan Zham yg masih saja memegang tangan Nagini.
"Lepaskan, tangannya kakak!"
Ucap Ankara sambil menepis tangan Zham dari tangan Nagini. Lalu, Ankara membawa Nagini pergi bersamanya. Zham memanggilnya, tapi tidak dipedulikan oleh ankara.
"Ankara! Naghi!"
Panggil Zham lantang. Zham mengepalkan tangannya. Ia sangat marah pada Ankara karena sudah melibatkan Nagini dalam hal ini. Zham sama sekali tidak menyangka kalau ternyata Zham akan menggunakan Nagini dalam rangka menjauhkan Cintamani Manikmaya. Zham tahu sebenarnya kalau Ankara memang tidak pernah menyukai Cintamani. Untuk itu, Ankara menggunakan cara licik untuk membuat Cintamani pergi dari hidupnya. Karena, Ankara sesungguhnya sudah jatuh cinta pada Nagini. Dan, ia ingin memiliki Nagini seutuhnya.
Sementara itu di sisi lain.....
Kerajaaan Ratu Ular Cintamani Manikmaya....
"Ssshhh..."
Makhluk bersisik itu pun berubah wujud kembali ke wujud manusia. Terlihat, raut wajahnya yang sangat kesal.
"Argh...., sialaaan...."
Ucapnya sambil menghancurkan apa yg saja yg ada di sana. Suara kegaduhan terdengar jelas. Bahkan sampai terdengar di ruang peristirahatan Pangeran Ular adik dari Ratu Cintamani, Krisan. Saat istirahatnya terganggu karena ulah kakaknya Cintamani yg sedang mengamuk. Ia pun langsung bangun dari tempat tidurnya.
"Suara kegaduhan apa ini! Ck, mengganggu saja! Aku akan pergi melihatnya."
Ucapnya kemudian segera pergi dari sana menuju asal suara kegaduhan tersebut. Saat, tiba di tempat asal suara tersebut. Krisan sedang melihat Cintamani sedang menghancurkan benda-benda yang ada di Istananya. Krisan menegurnya.
"Kau bisa membuat istana ini hancur, Cintamani?"
Tegur Krisan.
"Diam! Bukan, urusanmu Krisan?"
Ucap Cintamani.
"Beginikah, tata krama bicaramu padaku? Aku adikmu, Cintamani?"
Ucap Krisan.
"Adik tiri! Kau hanyalah seorang adik tiri...bukan adik kandungku...mengapa, harus sopan bicara denganmu?"
Ucap Cintamani.
"Meski, aku bukan saudara kandungmu...tetapi, aku tetap adikmu!"
Ucap Krisan.
"Hmph! Apa? Kau hanyalah, manusia separuh siluman Krisan? Kau bukan apa-apa, bagiku!"
Ucap Cintamani. Krisan menarik nafas panjang.
Begitukah, aku dalam pandangan matamu kakak? Aku benar-benar merasa terluka.
Ucap hati Krisan.
"Aku memang bukan siluman seutuhnya...tetaapi, jika kau butuh bantuan datanglah padaku!"
Ucap Krisan kemudian berlalu dari sana meninggalkan Cintamani yg masih kesal.
Cih! Aku tidak butuh bantuan dari makhluk separuh siluman sepertimu, Krisan...aku bisa melakukannya sendiri.
Ucap Cintamani dalam hati.
Cintamani benar-benar tidak peduli tentang bantuan yg di tawarkan oleh Krisan padanya. Sebab, ia sangat membenci Krisan. Karena, Krisan telah merebut kasih sayang ayahnya. Krisan merupakan anak dari siluman ular yg bernama Ragapati. Yang merupakan ayah dari Cintamani Manikmaya. Ragapati jatuh cinta pada seorang wanita manusia. Ia menikah dengan wanita manusia tersebut dan lahirlah Krisan dari hasil pernikahan tersebut. Setelah, melahirkan Krisan wanita manusia itu meninggal karena kehabisan banyak darah.
Ragapati membawa Krisan ke lingkungan istana miliknya. Cintamani marah karena kasih sayang ayahnya ternyata bukan hanya untuk dirinya. Ia sangat cemburu, kasih sayang yang seharusnya hanya menjadi miliknya kini terbagi dua dan itu terbagi dengan anak manusia separuh siluman. Ia sangat benci dan sekaligus kecewa pada ayahnya. Cintamani memang seorang anak yang sangat tidak suka jika miliknya direbut atau berpindah tangan pada yang lain. Meski, itu adalah ayahnya sekalipun.
Bersambung.....
__ADS_1
NAGINI, DEWI ULAR