NAGINI, DEWI ULAR

NAGINI, DEWI ULAR
Bab 13. Jadilah Kekasihku


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.....


Cintamani, calon istri dari Ankara datang ke rumah keluarga Zham. Cintamani bermaksud hendak bertemu Ankara dan membicarakan tentang pertunangan dirinya dengannya. Cintamani menembus alam manusia dan ia merubah dirinya kembali ke bentuk manusia. Setelah tadi ia berjalan menyusuri hutan dengan tubuh kecilnya. Ia menatap rumah Zham tempat Ankara tinggal. Dan, ia melihat aura tidak biasa pada rumah itu.


"Ehh? Aura apa ini, warnanya sangat indah...tidak mungkin aura milik Ankara! Lalu, ini aura milik siapa? Akh, sudahlah...lebih, baik aku masuk saja ke dalam."


Ucapnya kemudian ia langsung mengetuk pintu rumah itu. Dan, yang membukakan pintu adalah ibunya Zham. Ibunya Zham terkejut setengah mati. Melihat kedatangan Cintamani Manikmaya di rumah mereka.


"Yang Mulia Ratu?"


Ucap bu Retno. Cintamani tersenyum.


"Apa kabar, bu Retno?"


Ucap Cintamani.


"Ah, kabar saya baik-baik saja Yang Mulia? Mari masuk, Yang Mulia?"


Ucap bu Retno.


"Terima kasih, bu Retno!"


Ucapnya sambil tersenyum. Lalu, Cintamani mengikuti langkah kaki bu Retno menuju ruang tamu. Dan, disana sudah menunggu Ankara dan Zham. Nagini tidak kelihatan disana. Sebab, Nagini lebih suka berada di dapur. Ketika, keluarga itu sedang ada di dapur.


Ankara melihat Cintamani sudah datang. Ia pun sibuk sendiri. Tiba-tiba, saja ia lari ke belakang ke arah dapur. Semua yg ada disana menjadi heran termasuk Zham. Ternyata, Ankara menemui Nagini di dapur. Ia menyapanya.


"Sayang? Mengapa, kau sibuk saja di dapur? Mengapa, kau tidak duduk di ruang tamu bersamaku!"


Ucap Ankara.


"Hmph! Aku banyak tugas di dapur...lagipula, yang datang adalah calon istrimu...menapa, kau malah menghindarinya?"


Ucapnya ketus.


"Sudah, kubilang padamu sayang? Kali ini kau harus membantuku...untuk membuatnya patah hati dan pergi dari sini dan tidak pernah kembali lagi...atau, kau lebih suka kalau Zham dan ibuku tahu siapa dirimu yg sebenarnya!"


Ucap Ankara.


"Jangan mengancamku, Ankara! Aku tidak takut! Tetapi, aku sangat sedih sekali jika mereka tahu siapa aku yg sebenarnya!"


Ucap Nagini dengan mata melotot.


"Lalu?"


Ucap Ankara.


"Aku akan membantumu...membuat wanita itu patah hati dan pergi meninggalkanmu!"


Ucap Nagini. Mendengar kesediaan Nagini untuk membantunya mengusir Cintamani benar-benar membuat Ankara tersenyum bahagia. Ia pun tanpa sadar memeluk Nagini erat.


"Terima kasih, ya sayang? Aku mencintaimu!"


Ucap Ankara sambil mengecup kening Nagini lembut dan penuh sayang. Nagini kembali merasakan sesuatu yg familiar sekali. Kecupan Ankara sama seperti kecupan Pangeran Zham kekasihnya dahulu yg telah tiada. Kali ini ia benar-benar heran sekali.


Lagi! Perasaan familiar ini.


Ucap hati Nagini.


Sebelumnya...


Nagini tiba di rumah keluarga Zham setelah tadi ia sempat pergi keluar untuk menyelidiki Lovita. Ia langsung masuk dari jendela kamarnya. Dengan tubuhnya kecilnya. Ia leluasa masuk ke dalam kamar itu. Setelah sampai di dalam kamarnya ia merubah tubuhnya kembali menjadi manusia. Dan, saat ia berubah kembali ke wujud manusia tiba-tiba saja ia melihat Ankara sudah ada di dalam kamarnya.


Nagini, terkejut melihatnya.


"An....Anka....Ankara?"


Ucap Nagini terbata-bata. Ankara tersenyum melihat Nagini dengan wajah terkejutnya.


"Apa, kau sudah cukup puas bepergia Naghi?"

__ADS_1


Ucap Ankara.


"Ankara! Apa, maksud dari kata-katamu itu?"


Ucap Nagini marah.


"Naghi! Kau tidak perlu berbohong lagi untuk menutupi jati dirimu yg sebenarnya...bahwa kau...


Ucapan Ankara terputus.


"Apa!"


Ucap Nagini menantang.


"Siluman ular."


Ucap Ankara. Nagini terkejut sekali, ternyata Nagini ketahuan oleh Ankara.


"Darimana, kau tahu bahwa aku Siluman Ular! Hah!"


Ucap Nagini.


"Tadi sewaktu di halaman aku melihatmu berubah wujud...dan, yang baru saja juga aku melihatnya!"


Ucap Ankara tersenyum senang.


"Lalu, apa maumu Ankara!"


Ucap Nagini.


"Jadilah, kekasihku!"


Pinta Ankara.


"Apa!!!"


Nagini terkejut mendengar permintaan Ankara yang menginginkan dirinya untuk menjadi kekasihnya.


Ankara memohon kesediaan Nagini.


"Apa! Ratu Ular? Cintamani Manikmaya? Bukankah, dia pimpinan bangsa Ular di daerah Timur?"


Ucap Nagini.


"Benar sekali?"


Ucap Ankara.


"Dia merupakan Ratu yg kejam...apa, yang di inginkannya harus ia dapatkan...selain, itu ia juga memiliki bala tentara yang sangat kuat...kekuatannya hampir menyamai Ratu Ular di daerah Selatan! Nyi Blorong! Ankara, apa, kau sudah gila? Kau ingin melawannya?"


Ucap Nagini.


"Memangnya menapa? Bukankah, aku punya kamu...hehehe."


Ankara cengengesan.


"Ankara! Aku berbicara denganmu dengan akal sehat...aku tidak mau ikut campur urusanmu...apalagi, menjadi kekasihmu!"


Ucap Nagini.


"Oh, tidak mau membantu, ya? Baiklah, kalau begitu aku akan bilang pada kakak dan juga pada ibu bahwa kau ular siluman! Kau bukan manusia!"


Ucap Ankara mengancam Nagini.


"Ck, sial! Aku ketahuan olehnya!"


Ucap hati Nagini.


"Apa! Kalau begitu, kau harus mati di tanganku! Hyatttt....!"

__ADS_1


Ucap Nagini. Nagini langsung menyerang Ankara. Ankara menghindari serangan Nagini. Ankara menahan serangan Nagini. Dan, ia berkelit ke belakang menghindari serangan Nagini. Semua serangan Nagini tidak berguna sama sekali pada Ankara.


Lalu, ia pun menggunakan kekuatan tenaga dalamnya. Untuk merobohkan Ankara, Ankara terkejut melihatnya ketika ia melihat sinar putih mengarah ke arahnya. Dan, sinar itu pun menghantam tubuhnya hingga tubuhnya terpental keluar dari jendela kamar Nagini.


"Bugh...!!!"


"Akh..."


Ankara meringis kesakitan. Ia tak sempat mengeluarkan kekuatan tenaga dalamnya. Karena, ia sendiri pun takut jika, Nagini tahu siapa dirinya. Maka, semua rencananya akan hancur dan sia-sia. Melihat, Ankara tak berdaya. Nagini, berniat untuk menghabisinya. Tapi, Ankara bilang....


"Tunggu! Naghi!"


Ucap Ankara membuat Nagini berhenti untuk menyerangnya.


"Tidak ada ampun untuk seorang berniat busuk sepertimu!"


Ucap Nagini.


"Baiklah, kau boleh membunuhku...tetapi, jika kakakku dan ibuku tahu bahwa kau membunuhku...mereka pasti akan membencimu!"


Ucap Ankara.


"Ck, Sial! Dia benar juga! Huh! Bikin, kesal aja!"


Sungutnya dalam hati.


"Baiklah, Ankara! Aku setuju, untuk jadi kekasihmu...tetapi, ingat jangan menyentuhku sembarangan...atau, kalau tidak maka aku akan menghajarmu lagi."


Ucap Nagini.


"Iya, aku setuju."


Ucap Ankara tersenyum senang.


"Jadi, sayang? Ayo kita masuk!"


Ucap Ankara lagi dengan raut wajah senang.


"Kau masuk saja sendiri."


Ucap Nagini kemudian menghilang dari hadapan Ankara.


"Menghilang lagi! Ya sudahlah."


Ucap Ankara kemudian ia pun masuk ke dalam rumah. Begitulah, yg terjadi sebenarnya. Sehingga Nagini setuju untuk menjalin kasih dengan Ankara. Karena, ia pun sudah terdesak karena Ankara mengancamnya.


Sesungguhnya, bagi Nagini sangat amat mudah membunuh Ankara. Akan tetapi ia harus ingat bahwa ia juga tidak boleh membiarkan Ibu Zham dan Zham bersedih dan membencinya.


Bersambung....


NAGINI, DEWI ULAR


Nama pemeran pembantu dan karakter.


Nama : Cintamani Manikmaya (Ratu ular)


Umur : 900 tahun


Fisik : Cantik, Tinggi, Kulit Putih.


Kekuatan : Mampu berubah wujud menjadi ular raksasa.


Pusaka : -


Kekuatan Bertarung : 100


Karakter : Kejam dan Jahat


Foto Visual Cintamani

__ADS_1



__ADS_2