
Istana Nagadhini...
Semenjak peristiwa di aula istana Nagadhini tidak pernah lagi melihat Deviandra, putrinya. Ia bertanya kepada seluruh punggawa istana. Tetapi, tidak satu pun yang mengetahui dimana Deviandra. Nagadhini pun murka, karena seluruh punggawa istana tidak dapat mengetahui dimana Deviandra.
"Bodoh! Kalian ini benar-benar bodoh! Apa, kalian tidak tahu dimana putri Deviandra!"
Ucap Nagadhini.
"Ampun, nyai? Kami sungguh tidak tahu, nyai...semenjak, peristiwa di aula istana...putri tidak pernah terlihat di istana, nyai."
Ucap punggawa istana.
"Apa!"
Ucap Nagadhini terkejut.
"Jika, semenjak peristiwa tersebut ia pergi...berarti sudah seminggu ia tidak berada di istana...itu berarti ia telah meninggalkan istana."
Ucap Nagadhini.
"Benar sekali, nyai...sudah seminggu putri Deviandra tidak berada di istana."
Ucap punggawa tersebut.
"Kalau begitu, segera kumpulkan punggawa istana...temukan putri Deviandra sebelum raja selesai bermeditasi...cepat!"
Ucap Nagadhini bernada perintah.
"Baik, nyai!"
Ucap punggawa istana segera menjalankan perintah Nagadhini. Sedangkan, Nagadhini ia benar-benar khawatir akan posisinya di istana tersebut. Bagaimanapun, posisinya berada di istana tersebut itu karena bantuan dari suaminya tersebut.
Jika, suaminya tahu kalau Deviandra pergi meninggalkan istana. Maka sudah pasti ia akan berada dalam maalah besar. Sebab, ia tahu benar kalau suaminya sangat menyayangi Deviandra.
Ini benar-benar masalah serius! Aku bertindak terlalu jauh terhadap putriku...jika terjadi sesuatu kepadanya atau jika ia benar-benar pergi dari istana...maka, perjanjianku dengannya akan batal...tidak bisa...aku tidak bisa begini...semua usahaku akan sia-sia...aku harus menemukan Deviandra.
Ucap Nagadhini dalam hati. Kemudian, ia pun segera melesat dengan kecepatan tinggi untuk mencari dan menemukan Deviandra. Namun, setelah lama ia mencari Deviandra. Ia tidak menemukannya juga.
Sialan, Deviandra...aku tidak dapat menemukannya dimana pun...sesungguhnya dimana ia bersembunyi...apa dia ada di dunia manusia...baiklah aku akan menyusulnya kesana.
Ucap Deviandra dalam hati.
Jangan sampai ia bertemu dengan Nagini di dunia manusia...sebab, hal ini akan menjadi masalah besar dalam rencanaku...aku tidak akan berhasil...dan dukungan yang kudapatkan akan menyerang diriku sendiri...ini benar-benar buruk.
Ucap Nagadhini dalam hati panik. Segera ia pun melesat pergi ke dunia manusia untuk menemukan Deviandra dan membawanya pulang. Ia tidak ingin rencana yang sudah ia susun menjadi berantakan karena Deviandra.
__ADS_1
Dan, ia tidak ingin Deviandra bertemu dengan Nagini di dunia manusia. Sebab, Nagini yang sekarang terlalu kuat. Dan, dia tidak akan sanggup melawan Nagini saat ini karena kekuatannya tidak sebanding dengan Nagini yang sekarang.
Oleh, sebab itu ia pun mencari Deviandra. Meskipun, ia harus menyamar sebagai manusia biasa sama seperti manusia lainnya. Terlebih lagi ia tidak ingin terlibat konfrontasi langsung dengan para pemburu siluman. Karena, ia tidak ingin menjadi target dari para pemburu siluman di dunia manusia.
Sementara itu, di sisi lain...
Deviandra sedang berada di dalam sebuah gua di dunia manusia yang berbatasan langsung dengan dunia ular. Disana di dalam gua ia menangis dan bersedih karena ulah ibunya yang tidak menganggap dirinya serta tidak menyayanginya.
Hanya ayahandanya saja yang peduli kepada dirinya.
Namun, saat ini ayahandanya sedang bermeditasi dan tidak dapat diganggu. Jadi, ayahandanya tidak mengetahui peristiwa yang menimpa dirinya.
"Ayahanda tidak tahu kalau aku telah meninggalkan istana...ayahanda sedang bermeditasi dan menenangkan diri dalam meditasinya...tidak mungkin aku mengganggu meditasi ayahanda...jadi, lebih baik aku berkelana di dunia manusia saja."
Ucap Deviandra pada dirinya.
"Aku harus mencari tempat untuk berlindung...dan aku juga harus mencari tempat untuk menimba ilmu...agar para manusia tidak curiga kepadaku...ditambah lagi aku harus menyamar agar aku tidak ketahuan...atau mereka semua akan memburuku."
Ucap Deviandra. Setelah, berkata demikian Deviandra pun segera pergi meninggalkan gua tersebut. Dan, pergi melanjutkan cita-cita barunya setelah ia pergi meninggalkan istana Nagadhini. Memulai kehidupan baru untuk selamanya tanpa ada bayang-bayang ibunya, Nagadhini.
......................
Keesokan hari di sekolah Chandra Kirana...
Proses belajar sedang berlangsung. Tiba-tiba, wali kelas dari kelas Aisha masuk dan memperkenalkan murid baru kepada seluruh siswa dan siswi di sekolah tersebut.
Dan, itu adalah perbuatan dari Deviandra dan Anna. Melihat situasi tersebut, mau tidak mau Aisha pun turun tangan untuk meredakan ketegangan yang terjadi antara Deviandra dan Anna.
Hentikan, kalian berdua! Ini adalah sekolah bukan arena bertarung, jika kalian bertarung maka lebih baik jika kalian bertarung di dunia ular saja!
Ucap Aisha dalam bathin yang secara tiba-tiba mengeluarkan energinya sebagai pimpinan bangsa ular. Melihat hal tersebut tentu saja membuat Deviandra dan Anna pun segera berhenti. Mereka tidak ingin melawan Aisha yang ternyata mempunyai kekuatan lebih besar dari mereka berdua.
Sial!
Ucap Anna dalam bathin. Demikian juga, Deviandra. Ia mengurungkan niatnya untuk bertarung dengan Anna karena ia melihat Aisha dan sudah merasakan energi aura Aisha lebih besar darinya.
Ck, ternyata dia lagi...dia lagi...ternyata, aku salah masuk sekolah...benar-benar, sial nasibku ini.
Ucap Deviandra dalam bathin yang kemudian duduk di tempat yang telah disediakan disana setelah acara perkenalan selesai. Carla dan Nona memperhatikan Deviandra. Sekilas terasa ada perasaan tidak suka keduanya kepada Deviandra.
"Cih, menyebalkan! Murid baru cewe...menambah persaingan saja."
Ucap Carla.
"Kau benar, Carla...sebaiknya, kita harus menyingkirkannya."
__ADS_1
Ucap Nona lagi. Dan, Anna yang duduk di belakang Carla dan Nona pun hanya dapat tersenyum saja.
"Tetapi, sebaiknya kita urus dulu Aisha!"
Ucap Carla.
"Baiklah, kalau begitu...kita akan menekan Aisha...aku ingin balas dendam kepadanya."
Ucap Nona. Aisha memperhatikan Anna, ia merasa kalau Anna ingin melakukan sesuatu terhadap Deviandra. Maka, Anna tersenyum seperti itu. Aisha hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Ini sungguh tidak benar."
Ucapnya. Richard mendengar kata-kata Aisha, lalu ia pun bertanya.
"Aisha, apanya yang tidak benar."
Tanya Richard.
"Bukan apa-apa, Richard...kau fokus saja pada pelajaranmu...pelajaran ini aku sudah tahu dan aku sudah mempelajarinya di rumah."
Balas Aisha. Mendengar kata-kata Aisha baru saja membuat Richard terkejut luar biasa.
"Apa! Ka...kau sudah mempelajarinya?"
Ucap Richard. Aisha mengangguk.
"Secepat itu?"
Ucap Richard lagi.
"Iya."
Ucap Aisha.
"Kau jenius!"
Puji Richard sambil mengangkat kedua jempolnya untuk Aisha. Dan, Aisha pun hanya terkekeh geli saja.
Aku sudah tahu itu, Aisha! Karena, kau memiliki mata istimewa makanya kau dapat mempelajari suatu pelajaran dengan mudah...sesulit apa pun tingkat pelajaran itu namun kau tidak akan pernah kesulitan karenanya.
Ucap Richard dalam hati. Ya, tentu saja Richard dapat mengetahui hal tersebut. Dan, hanya masalah waktu saja identitas aslinya akan terbongkar di hadapan Aisha.
Bersambung...
NAGINI 2, TITISAN DEWI ULAR
__ADS_1
Cover