
" Ih, ini ada apaan sih? Kita di suruh panas-panasan kek gini? Emang kita ikan asin apa yang perlu di jemur sampai kering gini? " dumel Arisa sambil mengibas - ngibaskan tangan kanannya ke depan wajah. Sedang tangan kirinya, ia gunakan untuk menutupi atas dahinya biar tidak silau katanya.
" Iya nih. Maunya guru tuh apaan sih? " imbuh Kaila yang juga merasa kepanasan.
" Ck! Kalian ini. Panasnya bumi tuh belum seberapa dibandingkan panasnya api neraka. Kalian berdua kan calon-calon penghuni. " celetuk Santo yang membuat dua gadis yang berada di depannya sontak menoleh ke belakang.
" Maksud Lo, kita-kita kebanyakan dosa gitu? Sampai Lo bilang kita calon penghuni neraka? Hellooo... Ngaca woy ngaca... !!! Emang loe bukan calon penghuni neraka juga? " sengak Kaila.
" Bwahahahah..... " Arisa menyambut dengan tawa menggema.
Puk
Santo memukul dahi Kaila pelan.
" Eh, ancur jilbab gue, pe'a!! " sungut Kaila sambil membenarkan jilbabnya.
" Kalian bisa diem nggak sih? Pada berisik aja. " sentak sang ketua kelas bernama Rian.
" Nggak!!! " jawab Kaila, Santo, juga Arisa bersamaan.
" Ck. " decak Rian. " Udara makin panas kalau loe bertiga kagak diem. " ketusnya.
" Eh, sesama penyumbang hawa panas kagak usah saling menyalahkan. " sahut Arisa.
" Yan, ini kita mau di kasih apaan sih? Di panggang kek gini. Mana matahari makin terik lagi. " tanya Kaila.
" Di kasih sembako. " celetuk siswa lain yang langsung di sambut tawa menggelegar.
" Tes... Tes ... Tes ... " terdengar suara bariton dari arah depan.
" Udah lewat pak tes nya. " celetuk seorang siswa.
" Buru deh pak kalau mau ngasih pengumuman. Panas nih!!! " celetuk yang lain lagi.
" Kayak sekolah miskin aja sih! Punya aula buat apaan? Kalau murid masih di panggang di bawah terik matahari kek gini! " kesal murid yang lain.
__ADS_1
" Eh, anggap aja kita lagi sauna. " sahut siswa lain.
" Sauna apaan? Yang ada habis ini kulit kita kek Halle Berry. " sahut siswa yang satunya.
" Cakep dong... Sek si lagi. " sahut siswa laki-laki yang berada di deretan paling depan.
" Bisa tidak kalian diem? Kalau kalian tidak diam, maka kalian akan makin lama berada di lapangan. " ujar seorang guru laki-laki yang berada di atas podium.
" Dari tadi kita juga udah diem. Tapi tetep aja kita di suruh berjemur. " sahut Arisa dengan suara lantangnya. " Panas nih pak!! Hausss!!!!! " teriaknya.
" Minum dulu, beb. " tiba-tiba seorang laki-laki menghampirinya dengan membawa sebotol air mineral dan memberikannya kepada Arisa.
Mendengar suara mendayu di dekatnya, Arisa menoleh dengan senyuman manisnya.
" Huuuuuuuuu..... " teriak siswa-siswi yang lain menyoraki aksi sok romantis seorang siswa most wanted nya sekolah itu.
" Makasih, Mile. " jawab Arisa menerima botol minum dari tangan Miler, sang kekasih.
" Panas kan ya beb? Aku temenin di sini deh. Biar kamu nggak ngerasa kepanasan. " ucap Miler.
" Iya nih. Panas banget. Eh, tapi kalau kamu di sini, jadi makin panas sepertinya. " sahut Arisa.
" Iya. Badan aku jadi kepanasan tiap di Deket kamu. Jadi pengen khilaf. " canda Arisa sembari menggombal.
" Khilaf juga boleh kok beb. Aku mah selalu siap kalau kamu udah siap khilaf. " Miler menjawab sambil mengedipkan sebelah matanya.
" Tapi sayangnya, aku nggak mau khilaf deh. Takut dosa. Nanti jadi penghuni neraka. Panasnya nggak ketulungan. Udah gitu, kena semprot air aki nya ibu di rumah. " kelakarnya.
" Kamu bisa aja deh. Jadi makin sayang. " Miler mengusap puncak kepala Arisa yang tertutup jilbab berwarna putihnya.
" E Hem ... E Hem ... Jadi tidak mendengarkan informasi yang mau saya sampaikan? " kembali suara menggelegar lewat pengeras suara terdengar.
Rupanya guru yang hendak menyampaikan informasi itu di cuekin oleh siswanya karena siswanya lebih tertarik melihat pasangan uwu yang lagi anget-angetnya.
" Jadi paaaakkkk! " Jawab siswa-siswi serempak.
__ADS_1
" Oke. Sekarang, semua siswa-siswi yang masih berantakan, silahkan kembali ke barisan kalian masing-masing. " titah sang guru. Karena murid-murid masih ada yang bergerombol menggosip, ada yang berteduh, ada yang asyik menikmati cemilannya dan masih ada lagi yang lain.
Murid-murid langsung kembali ke barisan masing-masing.
" Baik. Kalian dengarkan baik-baik. Kita sudah selesai dengan tes kenaikan kelas. Jadi sambil menunggu penerimaan raport dan menunggu para guru menyelesaikan tugasnya untuk memberikan kalian nilai, pihak sekolah akan memberikan kalian tugas tambahan. " ucap guru.
" Huuuuuuuuu.... " serempak murid-murid memprotes.
" Dengarkan dulu tugasnya. Tugas kalian adalah magang selama satu minggu di perusahaan - perusahaan ternama sesuai dengan jurusan yang kalian ambil. " imbuh guru
" Wuahhh... asyik tuh kayaknya. Kalau tugasnya kek gini sih siapa yang nolak. Iya nggak guys?? " Riuh siswa-siswi mengeluarkan aspirasinya.
" Dengarkan dulu. Saya akan bacakan pembagian tempat magangnya. Untuk kelas XI jurusan Perkantoran akan magang di dua perusahaan yaitu perusahaan Coler dan JW. " guru mulai membacakan pembagian tempat tugas.
" Untuk kelas XI jurusan desain grafis magang di perusahaan Pun_jab dan perusahaan Rakesh entertainment. "
" Untuk kelas XI jurusan analisis kimia, akan magang di perusahaan Kal_ben farma, Bintang Satoe, dan Lapp_irin. " guru terus membacakan nama-nama perusahaan yang akan menerima siswa-siswi magang.
" Untuk pembagian siapa dan di mana, kalian bisa melihat di papan pengumuman yang sudah kami tempelkan. Dan untuk waktu pelaksanaan, kegiatan magang selama satu minggu ini akan di lakukan setelah dua hari ke depan. Jadi, dari pihak guru berharap, segera lakukan persiapan, dan pesan dari bapak-ibu guru, laksanakan kegiatan magang ini dengan serius. Karena kita akan magang di perusahaan besar yang ada di negara kita. Jadi ini adalah kesempatan buat kalian menunjukkan kecakapan kalian di jurusan kalian masing-masing. Siapa tahu habis ini, kalian di terima bekerja paruh waktu di sana. " ujar guru.
" Dan pesan dari kami juga, tetap jaga kesopan santunan kalian. Jaga nama baik diri kalian sendiri, juga sekolah kita. Kalian paham??? "
" Paham paaakkk... " teriak siswa-siswi bersamaan.
" Baik, karena bapak kasihan sama kalian, takutnya nanti kulit kalian jadi eksotis, jadi kalian bisa meninggalkan lapangan segera. Dan jangan lupa, melihat papan pengumuman. " guru mengakhiri pertemuan yang panas siang itu.
" Huft! Panas banget guysss!!!" pekik Arisa sambil mengibas-ngibaskan telapak tangannya. Dan ia menempelkan botol minum pemberian Miler tadi ke dahinya.
" Kamu duduk aja di sini. Biar aku yang lihatin, kamu dapet di perusahaan yang mana ya beb. Sekalian aku juga mau lihat namaku. " ucap Miler sambil mengelus puncak kepala Arisa. " Semoga kita bisa di perusahaan yang sama. " lanjutnya.
" Dih, maunya. Mau magang, apa mau pacaran! " sengit Santos
" Serah gue, San San. Derita loe jadi jomblo. " balas Miler tak kalah sengit.
" Mile, sekalian lihatin nama gue lah. Kaila Larasati . Ya? Please. " pinta Kaila.
__ADS_1
" Oke. " jawab Miler, lalu ia meninggalkan Arisa untuk melihat ke papan pengumuman.
bersambung