
" Cepat ambil makanan yang kamu mau. " ucap Roy.
" Ih, sabar atuh MAS Royyy... " jawab Arisa dengan menekan kata mas supaya Roy mendengar jika dia memanggilnya sesuai dengan keinginannya.
Pandangan Arisa terus mengedar ke beberapa menu yang ada di hadapannya. Tangan kirinya sudah memegang piring dengan sedikit nasi di atasnya.
Ketika matanya melihat makanan favoritnya, yaitu rendang, mata Arisa langsung berbinar. Dengan kecepatan super, tangan kecil Arisa segera mengambil beberapa potong daging rendang yang sudah di potong kecil-kecil sesuai ukuran mulut orang Indonesia.
" Duh, pengen ambil snack, sama dessert nya juga, tapi tangannya udah nggak muat. " lirih Arisa sambil menatap iba beberapa makanan yang ingin ia ambil juga.
" Sudah belum? " tanya Roy. Di tangannya sudah ada beberapa Snack pilihannya.
" Uddahh... " ucap Arisa lesu sambil menatap makanan yang ia inginkan.
" Ya udah ayo kita cari tempat duduk. " Roy berjalan meninggalkan meja hidangan dan dengan langkah yang berat, Arisa mengikutinya.
Ketika melihat tempat duduk kosong di sudut ruangan, Roy segera mengajak Arisa berjalan ke sana. Dan Arisa hanya mengekor saja.
" Kamu tunggu di sini dulu sebentar. " ucap Roy setelah ia meletakkan piringnya juga gelas minumannya.
" Pak bos mau kemana? " tanya Arisa ketika ia sudah duduk.
" Sebentar saja. " Lalu tanpa menunggu jawaban dari Arisa, Roy berlalu. Sedangkan Arisa, ia memilih masa bo doh saja. Toh yang penting perutnya segera terisi.
Ia memulai menyuapkan nasi dan lauk ke dalam mulutnya setelah berdoa terlebih dahulu tentu saja seperti yang selalu di ajarkan oleh sang ibu.
Tak lama, Roy kembali dengan membawa sepiring Snack juga semangkuk dessert berupa puding buah dan segelas es krim rasa coklat.
" Lah, tadi pak bos ngambil kurang ya? " tanya Arisa keheranan. Ia menelan salivanya kencang kala melihat snack juga dessert yang sangat ia inginkan tadi.
" Buat kamu. " Roy mendorong piring, mangkuk juga segelas es krim yang ia bawa tadi, ke depan Arisa. Lalu ia mendudukkan dirinya di sebelah Arisa.
" Beneran nih? Nggak lagi nge-prank kan? " ucap Arisa curiga dan waspada.
" Ck! Saya tahu, kamu bisa jadi ileran kalau nggak makan makanan itu. " sahut Roy.
Arisa tersenyum. " Mas Roy, thank you sooooo much. " ucapnya sambil memonyongkan bibirnya ketika mengucapkan kata much. ( Karena Arisa mengucapkannya sesuai hurufnya, bukan sesuai aturan bacanya ).
" Hm. " jawab Roy. Lalu ia mulai memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Ia memilih snack dengan kadar karbohidrat yang rendah, juga yang tidak berminyak dan beberapa potong buah.
__ADS_1
" Pak bos kenyang apa makan cuma segitu? Badan pak bos gede loh. " ucap Arisa sambil masih tetap sibuk dengan makanannya.
" Makan malam dengan karbohidrat yang tinggi itu tidak bagus buat kesehatan. Apalagi makan makanan seperti yang kamu makan itu. Terlalu berminyak. " jawab Roy.
" Tidak menikmati hidup. " sahut Arisa. Ia lalu memasukkan sesendok nasi dan sepotong rendang lagi ke dalam mulutnya.
" Kamu suka banget sama makanan seperti itu? " tanya Roy yang melihat Arisa begitu menikmati makanannya.
Arisa mengangguk dan menunggu hingga makanan yang ada di dalam mulutnya ia telan, barulah ia berucap, " Saya pemakan segalanya. Semua makanan saya suka. Tapi yang paling saya sukai adalah ini. "
" Rendang. Apalagi rendang bikinan ibu. Mantul....Bikin nagih. " lanjutnya.
" Seenak itukah yang namanya rendang? " tanya Roy yang masih memandang gadis cantik di sebelahnya ini.
Arisa kembali mengangguk. Ia lalu menyendok nasi dan juga sepotong rendang dan mengangkatnya. Tapi tidak ke mulutnya, melainkan ke depan mulut Roy.
" Cobain deh. Enak loh ini. " tawarnya.
Roy langsung menggeleng. " Saya tidak biasa makan nasi jika malam hari. Terima kasih."
" Cuma dikit doang elah. Nggak bakalan numpuk jadi gunung juga penyakitnya. Nggak bakalan bikin kolesterol tinggi. " kekeh Arisa.
" Aaaa.... "
Roy nampak berpikir. Lalu sekejap kemudian, ia membuka mulutnya dan menerima suapan dari Arisa.
" Gimana? Enak kan? " tanya Risa.
" Biasa aja. " jawab Roy datar.
" Ck! " Arisa berdecak. Ia kembali menyendok nasinya. Tapi ketika ia hendak memasukkan sendokan kedua setelah Roy tadi itu ke dalam mulutnya, ia menyadari sesuatu.
What? Tadi gue suapin dia pakai sendok gue? pekik Arisa dalam hati sambil menatap sendoknya.
So, gue sama dia, secara nggak langsung udah tukeran ludah gitu? Ciuman nggak langsung gitu?? Oh MYYYYY..... jeritnya dalam hati.
" Kenapa diem aja? " tanya Roy yang melihat Arisa sedang bengong. " Nggak pantes kalau seorang Arisa yang berisik jadi tiba-tiba diem. "
" Om... Om sadar nggak? Kalau kita tadi ciuman? "
__ADS_1
" Uhuk... uhuk ... " Roy di buat kaget dan terbatuk-batuk. " kapan? Ada - ada aja kamu. Punya otak kecil tuh jangan di pakai buat mikir yang mes um- mes um. " ujar Roy sambil menyentil dahi Arisa.
" Ih!! " Arisa mengusap dahinya. " Beneran loh om. Tadi kan om makan pakai sendok saya. Terus habis itu, saya pakai sendok itu untuk makan. Jadi secara tidak langsung, kita udah ciuman. " jelas Arisa.
" Dasar bocil! Mana ada hal seperti itu? Yang namanya ciuman ya bibir sama bibir tuh nempel. Mana ada pakai sendok sama di bilang ciuman. Ada - ada aja kamu. " Sahut Roy sambil menggelengkan kepalanya.
" Begitu kah? " Arisa nampak berpikir.
" Apa kamu mau saya cium? Biar tahu yang namanya ciuman tuh kayak gimana. " tawar Roy, tapi dengan wajah datarnya.
" Iss!!!! " Arisa sontak menjauhkan tubuhnya dari Roy. " Awas ya. Om jangan macam-macam. Saya laporin ke ibu saya. Om belum tahu ibu saya kek gimana kan? "
" Bilangnya aja punya pacar. Tapi ciuman aja belum pernah. " ledek Roy.
" Haiss!! Om pikir saya bohong? Besok saya kenalin sama pacar saya. " sahut Arisa.
" Kita kan pacarannya gaya islami. " gumamnya.
" Mana ada pacaran gaya islami? Yang ada, di Islam itu nggak ada istilah pacaran. " sahut Roy.
" Bilang aja ta'aruf gitu aja lah om. " kekeh Arisa.
" Emang dia pasti nikahin kamu? "
" Belum tahu. " jawab Arisa sambil mengendikkan bahunya. " Kayaknya nggak deh. Ya... bilang aja kalau Arisa lagi berbaik hati jagain jodohnya orang deh. " imbuhnya santai.
Roy yang mendengarnya hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ada-ada saja tuh bocah. batin Roy.
" Jadi kamu pacaran, niatnya cuma mau jagain jodohnya orang gitu? " tanya Roy. " Terus, gimana sama pacar kamu? Apa dia juga lagi jagain jodohnya orang? "
" Anggap aja kek gitu. Sebenarnya sih, Arisa cuma kepo aja gimana rasanya punya pacar. Biar nggak di bilang nggak laku juga sih. Masak cewek secantik Polaris Amalthea Prasetya anaknya dokter Julio Enggar Prasetya nggak laku sih. Bapaknya ganteng . Emaknya juga cantik. "
" Terus, sekarang setelah tahu rasanya punya pacar gimana? "
" Mmmm.... Biasa aja sih. Nggak se wow seperti yang temen-temen bilang. " jawab Arisa santai.
" Kalau rasanya nggak wow, kenapa masih di terusin? "
" Ya kan tadi saya bilang. Biar nggak di kata cantik-cantik tapi nggak laku. " sahut Arisa. Kembali Roy di buat geleng-geleng kepala oleh seorang gadis seajaib Arisa.
__ADS_1
bersambung