Om itu suamiku

Om itu suamiku
Drama pagi


__ADS_3

Pagi-pagi sekali drama picisan menghiasi pagi pertama Arisa dan Roy.


" Aaaaaaaaaa..... "


Bug


" AHHH!!! ****!!!! " erang Roy sembari mengumpat.


Waktu Subuh tiba. Sudah terbiasa buat Arisa, jika jam di dindingnya menunjukkan pukul 5 pagi, dirinya akan terbangun dengan sendirinya. Seperti seolah-olah telinganya dan pikirannya terpasang jam wekker.


Tapi pagi ini, ia begitu terkejut. Kala ia membuka matanya setelah berulang kali mengucek serta mengerling-ngerlingkan matanya, serta menggeliat, ada sesuatu yang menggangu pergerakannya.


Arisa yang biasanya menggeliat sambil bergulang guling, pergerakannya seakan terhambat. Saat ia melebarkan kedua matanya, sambil membuang belek yang mungkin nyempil bak upil di sudut matanya, Arisa terkejut setengah mampus.


Ada sosok berbadan kekar tidur membelakanginya, dengan selimut yang hanya menutupi bagian kaki bawahnya, sedangkan boxer berwarna navy yang di pakai orang itu, terlihat sangat jelas di mata Arisa.


Arisa memperhatikan sosok kekar itu. Bukan body Ori deh. Apalagi Zavi. Batin Arisa. Karena hanya mereka berdualah lelaki yang terkadang masuk ke kamarnya dan ikut tidur di ranjangnya.


Sosok laki-laki ini berperawakan lebih Rawrrr di banding ORI maupun Zavi.


Tiba-tiba Arisa merasa ketakutan karena ada seorang penyamun berada di ranjang yang sama dan secara otomatis membuatnya berteriak.


" Siapa loe?? " bentak Arisa kala ia berhasil membuat laki-laki itu mengerang kesakitan di lantai setelah ia mendorongnya tadi.


Suasana temaram dengan pencahayaan yang minim, membuat Arisa tidak bisa melihat dengan jelas siapa sosok laki-laki itu.


" Ck. " terdengar decakan dari laki-laki yang tadi mengerang kesakitan di bawah.


" Gue tanya, siapa loe?? Loe mau apa masuk ke kamar gue? Pakai ikutan tidur di ranjang gue. Loe mau nyuri? Iya? Terus loe ngantuk, dan akhirnya ketiduran di ranjang gue? Oh, gue tahu. Loe ba bi ngepet kan? Siapa juragan loe? Sepertinya juragan loe ketiduran sampai-sampai api lilinnnya mati. Dan berakhir loe yang ikut ketiduran di sini. Oh, perlu di kasih pelajaran ini. Gue panggilin warga biar loe di jadiin ba bi guling. " cerocos Arisa yang tiada henti bak gerbong kereta. Ia mengambil guling yang berada di depannya, lalu sedikit bangkit dan memukuli laki-laki yang tadi ia tendang.


Bug


Bug


" Rasain loe!! Dasar penyamun!! Maling loe!! Penjahat kela min!! Ba bi hutan!!! " umpat Arisa sambil terus memukuli laki-laki itu.


Hap


Laki-laki itu berhasil mengambil guling yang Arisa gunakan untuk memukul.


" Eh, kok di ambil. Oh, loe kira gue nggak punya senjata yang lain??!!!! " sarkas Arisa.


Baru saja ia hendak bangkit dari ranjang untuk mengambil kursi di depan meja riasnya, sebuah suara menyadarkannya.


" Kamu lupa, semalam kita ngapain? " ujar laki-laki itu sambil mendengus kesal.


Mendengar suara itu, sontak Arisa memutar tubuhnya. Ia tidak asing dengan suara itu. Untuk memastikan, Arisa segera meraih saklar listrik yang berada di dinding di dekatnya hingga... Pyar ... Lampu kamar menyala terang.

__ADS_1


Arisa membekap mulutnya sambil berucap, " Om!!!! "


Roy melempar guling yang dia ambil dari Arisa ke atas ranjang sambil mendengus kesal. Lalu ia berkacak pinggang.


" Aku bisa laporkan hal ini ke Komnasham. Belum genap 24 jam aku jadi suami kamu, sudah berapa kali kamu melakukan KDRT sama aku!!!" ujar Roy.


" Dih, siapa suruh om ada di ranjang ku coba? Justru om yang bakalan aku laporin. Karena udah dengan seenaknya masuk ke kamar seorang gadis. Bahkan dengan beraninya dan kurang ajarnya, om naik ke ranjang ku. " sahut Arisa tak kalah ketus.


Roy tersenyum sumbang. " Silahkan kalau mau laporin. Yang ada, kamu yang akan malu. Mana ada seorang istri ngelaporin suaminya sendiri gara-gara tidur satu ranjang. "


" WHAT??? Suami? Istri?? " pekik Arisa kaget.


" Oh MYYYYY...... " pekiknya lagi, lalu ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan matanya melotot.


" Jadi yang semalam bukan mimpi? Jadi beneran, gue udah jadi istri orang? Nggak... Nggak ... Nggak... " Arisa terlihat syok.


Lalu Arisa melihat ke arah Roy. " Tapi kita semalam nggak ngapa-ngapain kan? " tanyanya. " Ini aku nggak sakit kok. " Ia memegangi bagian bawah perutnya. " Orang bilang kan kalau yang pertama kali kan sakit. " gumamnya.


Roy masih memperhatikan semua yang di lakukan juga di katakan oleh istri kecilnya.


Lalu Arisa mengangkat pandangannya. Kini matanya menatap Roy.


" Om kenapa cuma pakai kolor? " tanyanya.


" Ini tuh namanya boxer, bocil. Bukan kolor. " jawab Roy.


" Kalau emang aku ngapa-ngapain kamu, itu hal yang wajar. Karena kamu adalah istri aku. Lagian, siapa juga yang naf su sama tubuh kamu yang kayak triplek gitu. Mana sukanya pakai piyama hello Kitty. Nanti malam gambar apa lagi? Keroppi? "


" Bukan. Tapi gambar Upil Ipil. Kartun kesukaannya aku. " sengak Arisa.


" Lagian kamu, pagi-pagi gini bikin ribut aja. Mau ngapain bangun pagi-pagi? " tanya Roy


" Sholat subuh lah. Emang om nggak mau sholat? " tanya Arisa.


" Emang jam berapa sekarang? Adzan aja belum. "


" Iya belum. Kan masih entar siang pas bedug baru adzan Zuhur. " ucap Arisa. " Jam 5 mau nyari adzan di mana coba? " gumam Arisa. " Ada ada aja si om. CEO kenapa kalau di rumah jadi o'on gini? Apa emang aslinya kek gini? "


Roy memutar tubuhnya dan melihat jam di dinding. Benar. Ternyata sudah jam 5 lebih 5 menit. Waktunya sholat subuh. Bagaimana bisa dirinya kesiangan begini? Biasanya dia akan bangun ketika adzan Subuh berkumandang.


Ah, ini pasti gara-gara semalam dirinya tidak bisa tidur nyenyak. Ia yang tidak biasa tidur dengan orang lain, sedikit merasa aneh ketika ia harus tidur dengan orang lain. Pergerakannya terasa tidak leluasa.


" OM!!!! " pekik Arisa.


" Apalagi sih cil! Berisik aja dari tadi. " kesal Roy.


" Itu... " Arisa menunjuk ke bagian bawah suaminya. " Kenapa nongol gitu??? Masih pagi juga masak udah ikutan bangun. Mau ikut sholat Subuh juga? " kekeh Arisa.

__ADS_1


Roy langsung menundukkan kepalanya guna melihat apa yang di maksud sang istri.


Oh, ****!!! Kenapa harus bangun pagi-pagi gini sih. umpat Roy. Memang sudah biasanya juga sih, si adik kecil bangun di pagi hari seperti ini. Tapi pagi ini, Roy merasa malu jika saat adiknya terbangun, justru istri kecilnya melihatnya.


" Kenapa kalau dia bangun? Dia palingan cuma pengen kenalan sama penghuni baru yang bentar lagi satu rumah sama dia. " ujar Roy di buat santai. Meskipun ia sedang merasa malu sekarang.


Saking asyiknya Arisa menikmati pemandangan pagi ini, sampai - sampai Arisa tidak menyadari jika suaminya sudah berada di hadapannya.


" Daripada cuma di liatin sampai mata kamu melotot gitu, terus kamu bayangin di otak kecil kamu ini, gimana kalau kenalan aja langsung? Hem? " ujar Roy dengan suara yang mendayu-dayu di telinga Arisa.


Benar-benar otak Arisa sudah terkontaminasi. Otaknya sudah traveling kemana-mana. Roy semakin mendekat dan mendekat. Hingga kini, posisinya sudah tak berjarak. Bahkan Arisa bisa merasakan sesuatu yang mengganjal di perutnya.


Oh my... Arisa menggeleng-gelengkan kepalanya cepat. Lalu secepat kilat, ia menabrak tubuh Roy dan segera masuk ke dalam kamar mandi. Dan hal itu membuat Roy tergelak.


Selama 10 menit Arisa berada di dalam kamar mandi. Akhirnya ia keluar juga.


" Kirain tidur lagi di kamar mandi. " ujar Roy kala Arisa keluar dari dalam kamar mandi. Arisa tidak melihat ke arahnya sama sekali. Roy yakin, gadis itu pasti merasa malu. Karena ia bisa melihat pipi Arisa yang merona.


" Tunggu bentar. Kita jama'ah sholatnya. " ujar Roy yang lalu segera masuk ke dalam kamar mandi.


Tak berselang lama, Roy keluar dari dalam kamar mandi. Tapi saat ia membuka pintu kamar mandi, ia di buat tercengang. Tidak sampai lima menit dia di kamar mandi, kenapa sang istri sudah kembali membungkus tubuhnya dengan selimut? Apa istrinya itu sudah selesai sholatnya tanpa menunggu dirinya?


" Sa... Arisa... " Roy memanggil Arisa sambil menggoyang-goyangkan pundak Arisa.


" Apalagi sih om? "


" Katanya mau sholat? Emang udah selesai sholat kamu? Kan kita mau jama'ah. "


" Jama'ah nya nanti aja nunggu satu minggu lagi aja. " jawab Arisa sambil memejamkan matanya.


" Kok gitu? "


" Arisa nggak jadi sholat tadi. Tamunya malah udah nyamperin. Mana udah terlanjur bangun pagi lagi. " ujar Arisa kesal.


Roy mengangguk tanda mengerti. " Tapi jangan lama-lama tidurnya. Kamu harus sekolah hari ini. "


" Hem. "


bersambung


Hai ... Hai ... Hai ....


...Othor mau ngucapin:...


" Dirgahayu Republik Indonesia yang ke - 78..."


...MERDEKA!!!!...

__ADS_1


__ADS_2