Om itu suamiku

Om itu suamiku
Tahu


__ADS_3

Ciiitttttttt


Sebuah mobil berhasil menghadang laju sebuah motor trail. Mobil itu memotong jalan motor trail, hingga membuat si pengendara motor hampir terjatuh.


Untung saja sepertinya si pengendara lumayan mahir mengendarai motor.


Tak lama setelah mobil dan motor itu berhenti, si pengemudi mobil dan motor itu turun dari kendaraan mereka masing-masing.


Melihat siapa pengendara mobil yang telah menghadang jalannya dan hampir membuatnya celaka, si pengendara membuka helmnya lalu menaruhnya di atas motor.


Bugh


Bugh


Dua buah bogeman Ori layangkan ke perut Miler membuat Miler yang memang belum bersiap, tersungkur ke jalanan.


" Bang_sathhhh!!! " umpat Ori.


Bugh


Bugh


Bugh


Kali ini, kepalan tinju Ori bersarang ke rahang dan juga perut Miler kembali.


" Anyiiinggg!!! Apa-apaan loe!!! " teriak Miler geram.


Segera ia kembali bangun dan menyeka ujung bibirnya yang mengeluarkan darah segar.


" APA??? " teriak Ori tak mau kalah.


Bugh


Bugh


Kini Miler tidak tinggal diam. Ia membalas semua pukulan Orion. Dan akhirnya terjadilah baku hantam yang cukup sengit.


Tapi Miler tetaplah kalah karena Orion adalah juara taekwondo se-kabupaten.


Berulang kali ia jatuh ke jalanan aspal. Tapi ia tetap berusaha untuk kembali bangkit dan melawan.


" Sebenarnya apa masalah loe ke gue, ha? " teriak Miler pada akhirnya karena ia merasa tidak ada salah kepada Ori, tapi tiba-tiba saja ia di pukuli habis-habisan begini.


" Masalah loe sama adik gue!! " jawab Orion sambil terus menyerang wajah Miler yang sudah terlihat lebam di beberapa bagian.


" Bukan gue yang jadi masalah. Tapi adik loe! Adik loe yang udah mutusin gue!! " teriak Miler.


" Loe pantes di putusin sama adik gue!! Karena loe laki-laki be jat!! " balas Ori.


" Adik loe yang mura han!!! " pekik Miler.


" Badj ingan!!! Loe bilang adik gue APAAN!!! HA!!! " kembali emosi Orion tersulut. Ia kembali menghajar Miler.


Miler tersenyum miring dengan bibir yang terasa perih dan kebas.


" Adik loe sering di bawa om om, kalau loe nggak tahu!! " Suara Miler terdengar agak lirih. Kembali ia tersenyum miring. Bukan menertawakan Ori atau siapapun. Tapi ia menertawakan dirinya sendiri.

__ADS_1


" Semua tersebar di seluruh penjuru sekolah. Dia sering jalan sama om om. Ha!! Bahkan sepertinya adik loe hamil sama om om itu. Lalu, siapa di sini yang suka selingkuh??? HA?? SIAPA??? " Miler kembali teriak. Ia kesal. Tapi kesal dengan dirinya sendiri. Ia tidak menyangka bisa sesakit ini saat dirinya jauh dari sosok Arisa.


" Dia nuduh gue selingkuh. Tapi nyatanya, dia sendiri yang selingkuh dari gue. Bahkan dia lebih milih jadi sugar baby nya om om ketimbang jadi cewek gue!! " kembali ia tertawa miris.


" Adik gue bukan sugar baby. Dan loe emang pantes di selingkuhin sama adik gue. Bukan hanya adik gue. Tapi semua cewek. " balas Ori.


" Karena loe badj ingan!! " Ori melanjutkan sambil menunjuk ke muka Miler.


" Dan gue seneng, akhirnya mata adik gue kebuka, siapa loe sebenernya. Dan dia mau menerima calon suaminya. "


" APA??? " Miler terkejut.


" Iya. Om om yang loe bilang sugar Daddy adik gue, dia adalah suami Arisa. Suami sah Polaris Amalthea Prasetya. Dan jelas laki-laki itu jauh lebih baik daripada loe! Dia laki-laki terhormat. Laki-laki yang bisa bahagiain adik gue. Karena dia adalah Roy Aditama. CEO Rakesh entertainment. " jawab Ori.


Lalu tanpa menunggu jawaban dari Miler, Ori meninggalkan laki-laki yang sudah babak belur karena ulahnya, sendirian termenung di sana.


Blugh


Orion menutup kasar pintu mobilnya.


" AAAAAAAAAA.....!!!!!! " teriak Miler di luar sana sambil mencengkeram rambutnya.


Orion tersenyum miring dari dalam mobil sebelum ia melajukan mobilnya membelah jalanan kota Ban_dung.


" Arisa??? Astaga.... Gue lupa belum jemput Arisa. " gumam Ori kala ia baru mengingat jika seharusnya dirinya menjemput kembarannya.


Dengan segera ia berbelok ke jalan dan memutar balik mobilnya menuju sekolah Arisa.


" Bisa mam_pus sama lakinya kalau sampai ada sesuatu sama Arisa. " gumamnya kembali. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Ckiiiitttt....


" Hah! Kok udah sepi. " ujarnya sambil mengamati pekarangan sekolah Arisa.


Lalu ia mengangkat tangan kanannya, melihat jam di pergelangan tangannya.


" Pantes aja udah sepi gini. Udah jam setengah 5. Tapi, Arisa di mana? Kok nggak kelihatan juga. Biasanya dia nunggu di pos satpam. " ujarnya.


Lalu ia mengambil ponselnya dari dalam tas.


" Apa? Arisa nelponin gue sampai 5 kali. Ah, dasar loe Ri! Bisa-bisanya nggak denger. " Ori mengomeli dirinya sendiri.


Ori langsung melakukan panggilan balik ke nomer Arisa. Berkali-kali ponselnya berdering, tapi Arisa tidak menjawab panggilan itu.


" Ih, kemana sih nih anak. Bikin khawatir aja. " omel Ori


Tapi ia tidak habis ide. Ia lalu menghubungi Kaila. Anak satu itu pasti tahu dimana adik kembarnya.


" Halo, Kai. Si Arisa di mana? " tanya Ori to the point tanpa ba bi bu.


" Ck! Selalu saja. Nggak bisa apa kalau telpon tuh pakai basa basi dulu. " protes Kaila di seberang.


" Ga usah banyak ngeluh sama protes. Gue lagi nggak ada banyak waktu. " jawab Ori.


" Ya udah, loe cari tahu aja sendiri sana. " jawab Kaila ketus. Klik. Panggilan kini di akhiri sepihak oleh Kaila.


" Si_@l! Di matiin lagi. " gerutu Orion geram.

__ADS_1


Akhirnya ia turun dari dalam mobil untuk bertanya ke satpam sekolah. Barangkali mereka melihat Arisa.


Selang beberapa saat setelah mendapatkan jawaban dari satpam, Ori kembali menjalankan mobilnya meninggalkan pekarangan sekolah. Tujuannya kini adalah rumah kembarannya, karena satpam tadi mengatakan jika sekolah sudah sepi. Tidak ada siswa lagi di sana.


Menginjak pedal gas dengan kencang supaya bisa secepatnya sampai di rumah Arisa. Itulah yang Orion lakukan saat ini.


Sampai halaman rumah Arisa, Orion melihat jika mobil Roy sudah ada di sana.


" Bang Roy udah pulang. Berarti Arisa juga pasti udah di rumah. " gumamnya sambil menarik tuas rem tangan mobilnya.


Ia lalu segera keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam rumah.


" Bang! " panggilnya ketika melihat Roy melintas.


Roy menoleh. " Ri. " sapa Roy.


" Bang, Arisa udah balik? " tanyanya ketika ia sudah berada di dekat Roy.


" Udah. " Roy mengangguk setelah menyeruput teh panasnya. " Tuh, masih di kamar. "


" Maaf, bang. Ori tadi ga jemput Arisa. " ucap Ori penuh penyesalan.


" Santai aja Ri. Tadi temennya yang nganter pulang. Pakai mobil juga. Tadi si Kaila juga baru balik pas aku udah nyampe rumah. Dia tadi nemenin Arisa dulu. "


" Bang, Ori udah tahu permasalahan yang lagi di hadapi Arisa. Dia di bully di sekolah. Dia di kata sugar baby nya bang Roy. Semua siswa selalu menatapnya sebagai seorang perempuan mu rahan. Bahkan berita kehamilan Arisa juga sudah jadi topik hangat. " jelas Orion.


Seketika Roy menggelam pandangannya. Ia mengepalkan tangannya erat. Gigi-giginya menggeretak.


" Tadi pas mau jemput Arisa, Ori ketemu sama biang keroknya. Udah Ori bikin babak belur anaknya. "


" Kamu memukul perempuan? " tanya Roy.


" Laki-laki bang. Ori bukan pengecut yang memukul perempuan. "


" Lalu, siapa yang kamu pukuli? "


" Miler bang. Mantan pacarnya Arisa. Dia yang udah ngatain Arisa ja_lang. "


" Ck! Bukan dia yang menyebarkan berita. Dia hanya ikut tersulut emosi sampai dia mengatai Risa seperti itu. " jelas Roy.


" Bang Roy udah tahu permasalahannya? "


" Hem. " Roy mengangguk. " Aku juga udah kasih pelajaran gadis itu. Dia mantan pacar Miler. Dia keponakan kepala sekolah di sana. "


" Ha? Kok? Ori ga di kasih tahu sih bang? "


" Aku juga baru tahu tadi pagi. " Roy menghela nafas beratnya. " Kondisi Arisa sedang sangat tidak baik. Kaila tadi bilang, di sekolah Arisa sempat muntah - muntah. Dia juga kelihatan lemes. "


" Kenapa nggak di bawa ke rumah sakit aja bang? "


" Sudah ku bujuk. Tapi dia nggak mau. Dia bilang buat tiduran juga pasti baikan. Kamu tahu sendiri, saudara kamu itu gimana. Kalau udah punya keinginan, susah buat di alihin. " jelas Roy.


" Arisa emang paling anti minum obat bang. Dia lebih suka di bikinin ramuan tradisional sama ibu kalau dia lagi sakit. " jelas Orion.


" Ya udah. Kita lihat besok. Kalau besok dia masih seperti ini, aku akan bawa paksa dia ke rumah sakit. " jawab Roy. " Sementara, jangan kasih tahu ayah sama ibu. Mereka bakalan khawatir nanti. "


" Ibu udah tahu kok bang. Tadi, habis Ori dapet kabar dari Kaila, Ori langsung ngabarin ibu. Tapi, ayah belum kita kasih tahu. " jawab Ori, dan Roy mengangguk.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2