Om itu suamiku

Om itu suamiku
Masih terngiang


__ADS_3

Raut wajah Roy terus berseri semenjak pagi. Bibirnya tak berhenti untuk tak berkedut. Hatinya sedang berbunga-bunga. Bagaimana tidak berbunga-bunga, jika ia akhirnya mendapatkan madu dari daun muda. Sungguh manis rasanya. Jadi selalu ingin nambah.


" Tuan bos, hari ini nggak lagi hujan lebat kan ya? " tanya Joice ketika sang atasan melintas di depannya.


" Pagi ini cerah. Kenapa nyari hujan? " tanya Roy sambil menghentikan langkahnya.


" Tuan bos pagi-pagi, wajahnya udah sumringah. Jadi makin ganteng. Jadi pengen ngekepin. " sahut Joice biasa dengan nada centilnya.


" Emang biasanya wajahnya tidak sumringah? "


" Nggak. Biasanya wajahnya kaku, kering, galak lagi. "


" Berarti biasanya suasana hati saya lagi tidak baik. Tapi pagi ini, tentu saja suasana hati saya sedang sangat baik. " jawab Roy.


" Kayak yang lagi jatuh cinta aja, tuan bos. " ucap Joice sambil tersenyum.


" Kamu benar sekali. Saya memang sedang jatuh cinta. " jawab Roy sambil tersenyum.


Ha?? Tiba-tiba seperti ada yang retak, tapi bukan kaca. Ah, sepertinya hati Joice terasa retak. Perih, tapi tak berdarah. Ia menelan salivanya susah payah.


" Tu-tuan boss sedang jatuh cinta? Sama siapa? " tanyanya.


" Yang pasti dengan seorang perempuan. " jawab Roy santai masih sambil tersenyum.


" Joice bukan tuan bos? Kalau bukan, hati Joice terluka loh ini. Perih rasanya. " ujar Joice mendramatisir keadaan.


" Kalau terluka, kasih beta_dine aja. Gampang kan? Oh, atau kasih lidah buaya juga bisa. " jawab Roy. Lalu ia melanjutkan langkahnya menuju ruangannya.


Sepertinya Roy sudah mulai terkontaminasi oleh sang istri yang suka bicara nyeleneh.


Sedangkan Joice, matanya masih mengerjab cepat. Mencoba menelaah apa yang baru saja ia dengar.


" Yang bener sih, tuan bos lagi jatuh cinta? Sama siapa coba? Gue masih anteng di sini loh. Belum kemana-mana. " gumamnya.


" Wah, nggak bisa nih. Gue harus cari tahu siapa ceweknya. Cewek mana yang udah nikung gue? Berani-beraninya!! Gue udah keluar duit banyak buat permak wajah tiap hari, beli baju-baju baru yang fashionable. Eh, kok yang dapet malah cewek lain. " gerutunya kesal.


Sedangkan di dalam ruangan, Roy menghenyakkan pan tatnya di kursi kebesarannya.


Ia membuka beberapa berkas yang sudah tersedia di atas mejanya sambil menghidupkan laptopnya.


Baru saja ia hendak mulai membaca, ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk.

__ADS_1


" Ibu? " gumam Roy ketika membuka layar ponselnya. Ia lalu segera membuka pesan yang di kirimkan oleh ibu mertuanya.


📩 Gimana semalam? Surprise dari ibu, berhasil apa nggak?


Roy membaca pesan itu sambil tersenyum tipis. Tapi ia akan menjawab, rasanya aneh jika tiba-tiba ia mengatakan jika ia telah berhasil belah duren semalam.


Tiba-tiba ponselnya bergetar lagi. Pesan dari sang ibu mertua kembali masuk.


📩 Kok cuma di read doang? Oh, ibu tahu, pasti sudah berhasil. 👍👍👏👏😁😁


📩 Apakah harus di rayakan? Oh, ibu rasanya tidak sabar ingin melihat hasil kolaborasi kalian. Akan seperti apa anak-anak kalian nanti.


Roy membaca pesan itu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Lalu ia membalas.


📩 Ibu doakan saja. Semoga usaha ibu tidak sia-sia. Tulis Roy.


Tak lama, Andhara kembali menjawab.


📩 Pasti.


📩 Oh ya, jangan sampai ayah Arisa tahu dulu. Dia bisa marah sama ibu nanti.


Oh, dasar mertua Roy ini. Bisa-bisanya bertindak seenaknya.


🌷🌷🌷


Hari sudah menjelang siang. Sampai jam 11 siang ini, pekerjaan Roy tidak ada yang selesai. Pikirannya selalu saja ingin bertemu sang istri.


Apalagi jika bayangan semalam dan pagi tadi menghampiri. Sontak, semua berkas di atas meja, seperti bergambar adegan itu.


" Nggak bisa gini. Nggak ada yang beres kalau kayak gini caranya. " gumam Roy. Ia mengusap wajahnya kasar.


Jatuh cinta sepertinya membuatnya gila.


Tok


Tok


Tok


" Masuk. " jawab Roy ketika pintunya di ketuk.

__ADS_1


Ceklek


Joice terlihat membuka pintu. " Maaf, tuan bos. Semua kepala bagian sudah siap di ruang meeting. "


" Hem. Kamu kesana saja dulu. Saya menyusul. " jawab Roy tanpa melihat ke arah Joice.


Joice mengangguk, lalu keluar dari ruangan Roy. Roy kembali mende sah. Ia harus bisa berkonsentrasi kali ini. Jangan sampai ia menjadi malu di depan para kepala bagian.


" Oke, otak, tolong kerjasamanya. " ujar Roy sambil memegangi kepalanya seolah sedang berbicara dengan otaknya.


" Hati juga. Tolong di kondisikan. Habis meeting, kita akan segera menemui si kecil yang menggemaskan. " ia lalu memegangi dadanya dan berbicara dengannya.


Roy lalu berdiri, merapikan jasnya, lalu keluar dari dalam ruangan menuju ke ruang meeting yang berada satu lantai dengan ruangannya.


Ceklek


Roy membuka pintu ruang meeting. Ia berjalan dengan begitu gagah menuju ke kursi pemimpin rapat. Semua orang berdiri, memberikan hormat dengan sedikit menundukkan badannya. Dan Roy membalasnya dengan anggukan.


" Kita mulai meeting nya. Semakin. cepat, semakin bagus. Sampaikan semua laporan kalian dengan cepat dan jelas. " Roy membuka rapat siang itu.


Meeting berjalan dengan baik. Semua kepala bagian masing-masing, termasuk Elyas, menyampaikan semua laporan kinerja bagian mereka masing-masing.


Tapi rapat kali ini, Roy tidak bisa fokus. Pikirannya bercabang. Ia sangat ingin bertemu dengan sang istri. Merindukan istri kecilnya. Mungkin saja karena gai rah yang tadi sempat terpancing di mobil, belum meredam hingga sekarang.


Roy butuh istrinya. Untuk melepaskan bebannya yang membuat kepalanya terasa berat.


Semenjak berjalannya rapat, Roy memang terlihat tidak fokus. Sesekali ia memainkan bolpoin yang ada di tangannya. Dan semua itu tak lepas dari pengawasan Elyas.


Tentu saja, keanehan itu harus ia laporkan ke sang istri. Ia mengetik di layar ponselnya cepat.


📩 Sepertinya terjadi sesuatu terhadap kakak kamu, sayang. Hari ini, dia terlihat tidak fokus. Apa aku harus mencari tahunya?


Isi pesan Elyas ke sang istri yang berada di rumah bersama bayi mereka.


Tak butuh waktu lama, Selsa membalas pesannya.


📩 Pastinya. Kira-kira, hal baik atau hal buruk ?


📩 Sepertinya hal baik


Jawab Elyas. Sang istri pasti sedang sangat penasaran sekarang. Tapi ia memang yakin, jika ada hal baik yang terjadi.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2