Om itu suamiku

Om itu suamiku
Buka toko bunga??


__ADS_3

Roy terus menggiring Arisa hingga kini mereka sampai di halaman belakang rumah. Taman belakang rumah itu kini sudah penuh dengan dekorasi. Kolam renang yang ada di sana sudah seperti kolam bunga. Mahkota bunga mawar tertata rapi di sana hingga air di dalam kolam tak nampak sama sekali.


Lilin - lilin dengan berbagai macam warna menerangi taman itu. Di tengah-tengah taman, ada sebuah meja dengan dua buah kursi yang saling berhadapan.


Di atas meja itu, sudah tertata masakan istimewa yang akan menjadi santapan makan malam mereka malam ini.


Inilah kejutan yang Roy katakan tadi. Kejutan yang di siapkan oleh Andhara juga Orion atas permintaannya.


Rencananya, malam ini, Roy akan kembali mengutarakan perasaannya dengan suasana romantis seperti yang pernah Arisa minta kala itu.


Akankah berhasil? Roy pun tidak tahu, mengingat betapa absurb nya sang istri. Ia hanya bisa berdoa semoga saja suasana romantis yang ia ciptakan akan berhasil membuat Arisa bahagia dan akhirnya sang istri kecilnya itu mau membalas perasaannya.


" Udah sampai belum sih bang? " entah sudah yang ke berapa kalinya Arisa bertanya dengan pertanyaan yang sama.


" Bentar lagi. " Roy masih memegangi kedua bahu Arisa dari belakang untuk menggiring sang istri menuju tempat yang ia persiapkan.


" Masak bilang bentar lagi terus dari tadi. Tapi nggak sampai-sampai juga. " kesal Arisa.


" Nah, sampai kita. " ujar Roy saat mereka telah melewati pintu pembatas ruang tengah dan taman.


Dengan lembut, Roy membuka sapu tangan yang menutupi kedua mata Arisa.


Perlahan, Arisa membuka kedua matanya kala ia merasakannya sapi tangan itu telah menjauh.


Sontak Arisa terbelalak kala melihat pemandangan yang tersaji di depannya. Ia bahkan di buat speechless. Ia hanya bisa melongo sembari menutup mulutnya yang terbuka itu dengan kedua tangannya.


Roy masih diam tepat di belakang Arisa. Ia hanya sedang mengamati reaksi Arisa. Apakah istrinya itu akan senang? Atau malah justru menganggapnya ada-ada saja?


" Bang... " Arisa menoleh ke arah sang suami.


" Kenapa kolam renangnya jadi bunga semua? Terus itu... Itu .. Itu ... Bunga semuanya. " tunjuk Arisa ke tiap sudut taman yang penuh dengan bunga. " Abang mau buka toko florist di sini? "


Doeng.. Weng ... Weng ....


Pertanyaan dan ucapan yang sama sekali tidak pernah terpikirkan oleh Roy. Buka toko bunga??? Ya salam.... Gadis satu ini memang ajaib. Katanya mau di romantisin. Giliran udah di kasih yang romantis, eh malah kayak gini tanggapannya.

__ADS_1


Roy meloloskan nafas beratnya. Rasanya ingin mengamit leher Arisa lalu menggelitikinya hingga gadis itu melambaikan bendera putih. Tapi kala melihat wajah berbinar Arisa yang memandangi semua kejutan yang berikan, Roy mende sah perlahan.


Istrinya memang absurb. Bukan istri seperti para istri lain. Dan lalu Roy menyemangati dirinya sendiri... ' Welcome to the Arisa's world '.


Roy meraih tangan Arisa, lalu menuntunnya menuju kursi yang sudah tersedia.


" Kita makan dulu. Katanya laper. " ucap Roy lembut.


Arisa mengangguk dengan binar mata yang sama. Roy menarik kursi ke belakang dan mempersilahkan Arisa untuk duduk. Setelah Arisa duduk, ia berjalan menuju kursinya sendiri.


" Wuahhh... Siapa yang masak bang? Nggak mungkin abang kan? Sedari siang abang sama aku terus loh. " Arisa memicing menatap Roy.


" Bukan. Abang pesen tadi. Kalau abang mesti masak dulu, nanti keburu istrinya abang pingsan. " jawab Roy santai.


" Tulll!!! 100 buat abang, suami Arisa yang pinternya ngalahin Albert Einstein. " sahut Arisa.


Di atas meja, ada garpu, sendok, pisau dengan berbagai ukuran tertata rapi berjejer. Sapu tangan juga ada di sana. Arisa mengamatinya satu-satu.


" Banyak amat pisaunya. Kayak yang mau adain korban aja. Yang mau makai satu orang, tapi kayak yang mau makai satu kampung. " gumam Arisa.


" Pakai pisau yang ini. " ujar Roy sambil menyerahkan sebuah pisau ke Arisa.


" Boleh sekalian di potongin nggak? Biar kek di film-film gitu. " ujar Arisa sambil tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya.


" Boleh. " jawab Roy sambil mengangguk. Ia mengambil piring milik Arisa yang sudah terisi dengan steak Wagyu.


" Ih, beneran? " tanya Arisa makin berbinar.


Roy tersenyum manis untuk sang istri. Ia lalu memotong-motong daging menjadi potongan kecil-kecil.


" Abang kek gini terus tiap hari, Arisa bakalan kasih hadiah deh. " ujar Arisa sambil memperhatikan tangan lincah Roy memotong daging.


" Apa hadiahnya? " tanya Roy tanpa mengalihkan pandangannya dari daging di piring.


" Mmmm.... " Arisa nampak berpikir. " Mungkin, Arisa bakalan bilang ' I love you '. " lanjutnya.

__ADS_1


Roy mendongak menatap Arisa yang tengah tersenyum entah dengan maksud apa.


Tidak perlu menunggu sebagai hadiah. Kata-kata itu, aku pastikan akan keluar malam ini juga. batin Roy sambil tersenyum smirk.


" Makanlah. Karena malam ini masih sangat panjang. " ujar Roy sambil menyerahkan piring berisi daging Wagyu potongan ke depan Arisa.


" Thank you so much my husband. " ucap Arisa.


Lalu mereka menikmati makan malam romantis berdua dengan khidmat.


" Bang, kolam renangnya kok jadi kolam bunga? Terus aku kalau mau berenang gimana? Masak iya berenang di kolam bunga. Mau berenang gaya apa? " tanya Arisa setelah ia selesai dengan makan malamnya.


" Gaya 6_9 kayaknya bisa. " jawab Roy dengan santainya sambil mengelap ujung bibirnya dengan sapu tangan.


" Gaya 6_9??? " Arisa mengernyit. " Emang ada? Kok aku belum pernah dengar? Belum pernah di ajari juga. "


" Nanti abang yang ngajarin. " sahut Roy.


" Yakin abang mau ngajarin? Emang punya waktu gitu? "


" Kalau ngajarin yang itu, abang akan luangkan waktu khusus. Jelas bisa. Lagian, gaya itu paling bagus kalau belajarnya pas malam hari. " sahut Roy masih dengan wajah seriusnya. Padahal dalam hati, ia sudah tertawa terbahak - bahak


Istrinya itu apa benar polos, atau lagi nge-prank dirinya dengan pura-pura polos?


Arisa menyeruput minuman yang ada di samping piringnya.


" Berasa kek pasangan yang mau mengungkapkan cinta sambil makan malam romantis di cafe-cafe mahal. Iya nggak sih bang? "


" Akan sama. " jawab Roy sambil beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri Arisa, lalu berjongkok di samping Arisa.


" Abang... "


" Arisa... " Roy memotong ucapan Arisa. Ia menggenggam kedua tangan Arisa. Hingga membuat Arisa mengangsur memiringkan tubuhnya menghadap Roy.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2