
" Nanti pulang sekolah aku jemput. Jangan matikan ponsel kamu. Sewaktu - waktu kalau aku telpon, kamu harus mengangkatnya. " ujar Roy ketika mereka sudah sampai di depan gerbang sekolah.
" Om jangan telpon pas jam pelajaran. " sahut Arisa dengan tatapan mengintimidasi.
Roy menghela nafas panjang. " Iya. "
" Ya udah, Arisa turun dulu. Assalamualaikum. " ucap Arisa lalu ia membuka pintu mobil sebelah kemudi.
" Tunggu. " Roy menarik lengan kiri Arisa.
" Kenapa? " tanya Arisa sambil menoleh ke samping.
Roy tiba-tiba mengulurkan tangan kanannya ke depan wajah Arisa. Arisa menatap dengan kebingungan.
" Pamit sama suami tuh yang bener. " ujar Roy dengan memandang ke arah Arisa.
" Cium tangan gitu maksudnya? " Arisa malah bergidik geli bukan ngeri.
" Harus di biasakan mulai dari sekarang. Ingat pesan ibu tadi pagi kan? Jadilah istri yang baik. " Roy sengaja menggunakan nama Andhara membuat Arisa berdecak. Tapi tak urung, ia pun mengambil tangan Roy.
Mata Arisa menatap memicing ke arah Roy sebelum ia mendaratkan bibirnya ke punggung tangan suami.
" Pakai di cium juga nih? " tanyanya.
Roy langsung mengangguk. " Itu tanda bukti bakti kamu sama suami. "
" Ck! " Arisa berdecak. Tapi tak urung, ia akhirnya mengecup punggung tangan Roy meskipun sekilas.
Selesai mengecup punggung tangan Roy, Arisa segera melepas dan menepis tangan suaminya sambil menggerutu entah apa serta bibir yang manyun ke depan.
" Udah, kan? Aku turun. " pamit Arisa dengan nada suara ketusnya. Ia membuka handle pintu mobil Roy. Baru juga kaki kirinya menginjak tanah, Roy memegang lengannya kembali.
" Apalagi om??? " tanya Arisa sambil mengeratkan giginya. Ia sudah kesal.
" Cepat kamu putuskan hubunganmu sama si Meler. "
" Kok Meler sih. Miler kali om. " sahut Arisa sambil mengerutkan keningnya. " Nggak pernah ngadain selametan pakai ganti ganti nama orang. " gumamnya.
__ADS_1
" Kata temen kamu kan namanya Meler. "
" Itukan si Santonya aja. Namanya tuh Miler, om. "
" Iya itulah. Jangan sampai terlalu lama gantungin anak orang. Kalian tidak akan mungkin bersama selamanya. Kamu adalah seorang istri sekarang. Kalau kamu masih mempunyai hubungan dengan laki-laki lain, sedangkan kamu sudah bersuami, namanya mendua. Selingkuh. " ucap Roy panjang lebar sambil menatap Arisa.
" Iya. Iya, om. Lagian Arisa juga nggak mau kok selingkuh. Karena Arisa pun nggak mau di selingkuhin. Cuman masalahnya sekarang, Arisa masih bingung, nggak tahu gimana mutusin cowok. Secara selama ini hubungan kami baik-baik aja. Dan nggak mungkin juga, aku mutusin dia dengan alasan kalau aku udah punya suami. " jawab Arisa.
Roy menghela nafas beratnya. " Ya sudah, terserah kamu. Yang penting jangan lama-lama. Kalau terlalu lama, aku nanti yang akan membuat kalian putus. Dengan caraku tentu saja. " Roy sedikit memberikan ancaman.
" Iya . Iya !! " jawab Arisa. Ia hendak keluar dari dalam mobil, tapi lagi-lagi Roy menarik lengannya. Kali ini, tarikan itu lebih kencang dari sebelumnya. Yang membuat Arisa sedikit terhentak dan membuat tubuhnya mendekati Roy.
Cup
Roy mendaratkan bibirnya di kening Arisa yang tidak tertutup jilbab. Hingga membuat Arisa bisa merasakan benda kenyal yang sedikit basah itu mendarat di keningnya. Menimbulkan sensasi yang selama ini belum pernah ia rasakan sama sekali.
Tubuh Arisa membatu. Tubuhnya terasa kaku seolah tidak bisa ia gerakkan. Bahkan ketika benda basah itu sudah lepas dari keningnya pun, ia masih membatu.
Roy menatap manik mata jernih Arisa lekat, hingga pandangan mata mereka bertemu. Jantung Arisa berdetak kian kencang ketika kedua pasang netra itu bertemu.
Begitupun Roy. Ia juga merasakan jantungnya berdebar kencang. Baru kali ini, dirinya mencium seorang gadis selain mamanya. Dan rasanya sungguh wow. Bahkan perutnya terasa tergelitik. Di atas kepalanya seperti ada kupu-kupu yang beterbangan.
Jleb
Bunyi pintu mobil di tutup dengan cukup keras. Tanpa menoleh lagi, Arisa terlihat berjalan dengan terburu-buru memasuki gerbang sekolah.
Roy menghela nafasnya dan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi. Ia lalu meraup wajahnya kasar.
Hah. Beginikah rasanya menyentuh seorang perempuan? Apalagi perempuan itu berstatus istrinya? Sah untuk di sentuhnya?
Roy menengok ke arah dalam gerbang sebelum akhirnya ia menjalankan mobilnya meninggalkan kawasan sekolah sang istri dan menuju ke kantornya.
🌷🌷🌷
Di dalam sekolah.
Arisa duduk di bangkunya dengan nafas ngos-ngosan. Ia memang setengah berlari tadi. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya cepat untuk mengusir bayangan tadi. Bayangan yang mampu membuatnya terkena serangan jantung.
__ADS_1
" Arrgghhh!!!! " pekiknya tertahan sambil menenggelamkan wajahnya di atas tasnya. Beginikah rasanya mempunyai suami? Beginikah rasanya di sentuh oleh seorang suami? Lalu, apa kabarnya jika yang di sentuh bukan hanya di kening? Apa dirinya bisa langsung mati mendadak??
Oh tidak. Arisa masih ingin hidup seribu tahun lamanya. Jadi dirinya harus segera membiasakan diri untuk menerima segala perlakuan sang suami.
" Loe kenapa, sistah? " Datang-datang Kaila mengagetkan Arisa.
" Buju buneng. Ngagetin aja ente. " sarkas Arisa.
" Loe ngantuk? Kurang tidur, semalem? Di ajakin kerja rodi? " kelakar Kaila.
Plak
Arisa memukul punggung Kaila. " Bisa diem nggak loe? Apa mesti gue bawain tali tambang buat jahit mulut loe biar nggak nambahin dosa lagi? "
Kaila menyahutinya dengan senyum cengengesannya.
" Si Susan mana? Tumben jam segini belum kelihatan. Biasanya kan gue yang paling belakangan. " tanya Kaila mengedarkan pandangannya ke seluruh pelosok kelas.
Arisa menjawab dengan mengangkat bahunya.
" Eh, Sa. Si Rian kenapa sih? Jadi diem gitu? Biasanya juga pagi-pagi gini pas kita dateng, suka nyamperin. " Kaila menghenyakkan pan tatnya di kursi di sebelah Arisa.
Arisa mengangkat kepalanya, lalu menoleh ke belakang di mana Rian biasanya duduk.
" Mana gue tahu! " jawab Arisa tak acuh.
" Sa, jangan-jangan tuh anak lagi bersedih. Kemarin gue ajakin ke rumah loe pas loe ijab, dia kagak mau. "
" Biarin aja lah. "
" Kasihan tahu Sa. Dia kayaknya jatuh sejatuh jatuhnya sama loe deh. "
" Biarin aja dulu lah. Entar juga pasti baikan lagi. " jawab Arisa. " Gue masih bingung mikirin gimana mutusin si Miler nih. Mana si om pakai ngancem lagi. "
" Ngancem gimana? "
" Dia ngancem, kalau gue nggak bisa mutusin Miler secepatnya, dia yang bakalan membuat gue sama Miler putus. Dengan cara dia. Dan gue nggak tahu, cara dia bakal nguntungin gue, ato justru malah ngerugiin gue. " jelas Arisa.
__ADS_1
" Gue pasti bantuin my sist. Si Susan juga katanya lagi nyari bukti perselingkuhan Miler. Moga aja dia bisa dapet secepatnya. " Kaila menepuk-nepuk punggung Arisa memberikan semangat untuk sang sahabat.
bersambung