Pacar Galak

Pacar Galak
Hukuman


__ADS_3

Keesokan harinya, bapak Heru Sanjaya yang dikenal sebagai penyumbang dana terbesar di SMA Satu Nusa, datang ke sekolah dengan raut muka yang masam, bagaimana tidak, anak yang harusnya membuat ia bangga malah membuat ia malu di depan para guru-guru di sekolah ini.


Pak Heru memasuki ruang kepala sekolah, ia telah di tunggu oleh bapak kepala sekolah yang bernama pak Alan, dan disitu juga sudah ada Victor dan tak lupa juga ada Doni dan Wiliam beserta orang tua mereka masing-masing.


Mereka mulai berbincang membicarakan masalah anak-anak mereka, pak Heru sepertinya sudah tidak tahan melihat tingkah anaknya di sekolah.


Dengan tampang masamnya, Pak Heru menghampiri Victor yang sedang tertawa cekikikan bersama kedua sahabatnya, entah apa yang mereka tertawakan.


Pak Heru melayangkan tamparannya tepat di pipi Victor, seketika Victor dan kedua sahabatnya langsung kaget dan terdiam, Victor memegang pipinya yang terasa panas karena ditampar oleh Pak Heru.


''Sudah mempermalukan papa seperti ini, masih juga kamu bisa tertawa Victor...!'' teriak pak Heru yang mulai geram.


''Anak yang tidak berguna...! harusnya kamu rajin belajar, bukan membuat papa malu seperti ini...!'' bentak Pak Heru.


''Buatlah papamu ini bangga, jangan selalu membuat malu, papa berada di sekolah ini selalu untuk di permalukan, tidak pernah papa merasa bangga berada disini, membuat papa tambah pusing aja, apa kamu ingin papamu ini mati melihat tingkahmu, ha...? iya....? biar tidak ada yang memarahi mu lagi, begitu..!'' teriak pak Heru tegas dengan suara lantangnya yang membuat orang di dalam ruangan itu hanya menatap diam dan membisu.

__ADS_1


Victor hanya diam dan menundukkan pandangannya mendengar semua ucapan papanya, ia merasa sangat bersalah karena telah membuat papanya bersedih, tapi apalah daya, nasi telah menjadi bubur, ia hanya meratapi kesalahannya dan berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.


''Mulai hari ini kamu tidak boleh lagi bawa motor ke sekolah , kamu akan selalu di kawal dan di antar jemput oleh pak Nanang, tidak ada lagi yang namanya tongkrong-tongkrongan, setiap pulang sekolah kamu akan di antar oleh pak Nanang ke kantor papa untuk memulai belajar tentang bisnis, dan papa tidak terima bantahan ataupun penolakan, kamu mengerti?'' ucap pak Heru dengan emosi masih memuncak.


Victor hanya mengangguk lesu mendengarkan semua yang diperintahkan papanya.


''Dan untuk pak Alan, saya mohon untuk memberitahukan kepada guru-guru yang lain untuk mengontrol anak saya, apabila ia melakukan kesalahan, berikan saja hukuman yang setimpal, kemudian tolong kabari saya!'' perintah pak Heru.


''Kalau begitu saya permisi dulu,'' pamit pak Heru sambil berlalu keluar dari ruangan tersebut.


''Vic, kok muka lu bete gitu? apa yang terjadi? bapak kepala sekolah bilang apa sama lu?'' tanya Helena sambil memegang lengan Victor dengan centilnya.


Helena adalah teman satu kelas Victor yang selalu mengejar-ngejar cinta Victor, walaupun beberapa kali Victor telah menolaknya saat ia mengutarakan perasaannya, ia tetap saja tidak berputus asa.


''Ngga bilang apa-apa, udah lepasin...! gue mau duduk, jangan ganggu gue,'' ucap Victor sedikit membentak.

__ADS_1


Helena melepaskan genggaman tangannya dari lengan Victor dan ia memasang muka cemberut, karena dicuekin oleh Victor, dengan berat hati ia kembali ke tempat duduknya.


Di lain tempat, Putri terbaring lemah di atas kasurnya , hari ini dia tidak masuk sekolah di karenakan penyakit lambungnya kambuh akibat ia telat makan pulang sekolah kemaren.


Karena mengetahui Putri sakit, Rendi, Riko dan Raysa berniat menjenguk Putri ke rumahnya, mereka singgah sebentar ke supermarket untuk membeli buah, setelah dari sana mereka langsung menuju rumah Putri.


Setelah sampai di rumah Putri, mereka di sambut oleh bi Iyem yang merupakan pembantu di rumah itu, walaupun bi Iyem bekerja sebagai pembantu, Putri sangat sayang kepada bi Iyem, karena dari kecil bi Iyemlah yang merawatnya, ketika ibu dan ayahnya banting tulang untuk memenuhi kebutuhan Putri dan abangnya.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2