Pacar Galak

Pacar Galak
Kandas Di Tengah Jalan


__ADS_3

''Hmm...! jadi sekarang anak mama sudah punya kekasih, toh? kok nggak bilang-bilang sama mama? mau main rahasiaan sama mama? iya?'' goda ibu Sukma kepada anaknya itu.


''Bukan begitu ma, sebenarnya aku mau kasih tau sama mama pada saat acara ulang tahun pernikahan mama dan papa nanti, tetapi ia sudah duluan memutuskan hubungan kami,'' adu Victor kepada mamanya.


''Padahal baru kali ini aku sayang sama cewek sebegininya ma, dia sangat sederhana ma, beda dari yang lain, ucapnya lagi.


''Memangnya kenapa dia memutuskan hubungan denganmu, nak? apa kamu melakukan kesalahan? tanya bu Sukma ingin tahu.


Kemudian Victor menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada mamanya, sedangkan mamanya hanya mengangguk mengerti mendengar semua penjelasan dari Victor.


''Sepertinya aku harus mencari tau siapa anak yang bernama Putri itu, sepertinya anakku sangat menyayanginya,'' gumam Bu Sukma di dalam hati.


"Yasudah, sekarang kamu jangan sedih lagi, ayo mandi, mama tunggu di meja makan ya, nak! pasti kamu belum makan, kan?" tanya bu Sukma.


Victor pun hanya mengiyakan ucapan mamanya dan melangkah menuju kamarnya.


*


Sedangkan di tempat lain, Putri hanya melamun di sebuah taman, tidak tau kenapa hatinya terasa sakit mengingat semua kejadian hari ini.


drrrrrrt....


drrrrrrrt....


Hp Putri bergetar menandakan kalau ada panggilan masuk yang ternyata itu dari Rendi, dan ia pun langsung mengangkatnya.


"Put, lu ada dimana?" tanya Rendi dari seberang sana.


"Gue ada di taman xx, Rend! jawab Putri.


"Yaudah, tungguin gue, gue otw ke sana," balas Rendi yang langsung mematikan telfon secara sepihak.

__ADS_1


Setelah Rendi tiba di tempat keberadaan Putri, Rendi pun mengajak Putri untuk pulang bersamanya, karena hari sudah mulai larut malam.


*


Keesokan paginya, Victor bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Tiba di sekolah, Victor langsung menuju ke kelas Putri, tujuan utama ia ke kelas Putri ialah untuk mencari Raysa, dan kebetulan sekali Raysa sudah datang duluan dari sahabat-sahabatnya yang lain.


Dan inilah kesempatan Victor untuk mengajak Raysa berbicara.


"Lu ikut gue sekarang!" ucap Victor dengan muka datarnya tanpa ucapan basa-basi.


Raysa begitu kaget didatangi Victor se-pagi ini. Karena tidak biasanya cowok kaku itu mengajaknya berbicara, "apa ini ada hubungannya dengan Putri?" pikirnya.


Raysa mengikuti langkah Victor menuju taman belakang sekolah, beberapa orang yang melihat mereka tampak bingung melihat Victor dan Raysa berjalan beriringan, karena yang mereka tau, Raysa adalah sahabat terdekat Putri.


"Ada apa ya kak? kakak ngajak gue ke sini? tanya Raysa kepada Victor sedikit takut, pada saat mereka telah sampai di taman belakang sekolah itu.


"Gue butuh bantuan lu, lu bisa bantu gue? demi Putri!!'' tanya Victor serius.


"Semua itu salah paham, apa lu mau mendengarkan penjelasan gue?" tanya Victor.


Raysa hanya mengangguk dan bersiap untuk mendengarkan semua yang ingin dijelaskan oleh mantan pacar sahabatnya itu.


Victor menjelaskan semua yang terjadi tanpa ada kekurangan sedikit pun kepada Raysa, sedangkan Raysa begitu kaget mendengar semua penjelasan Victor yang sulit dipercaya itu, ia pun merasa bersalah karena sudah salah paham kepada Victor.


''Bagaimana? lu mau membantu gue?'' tanya Victor setelah menceritakan semuanya tanpa ada yang terlewati.


''Sebelumnya gue minta maaf, kak! karena gue udah salah paham selama ini tentang lu, sebagai permintaan maaf gue, gue siap membantu lu, dan sekarang gue harus membantu apa?'' tanya Raysa.


''Besok, ketika acara lomba dimulai, lu harus pastikan Putri harus ikut untuk menonton pertandingan gue, jangan pernah membiarkannya untuk keluar dari aula selama acara lomba berlangsung, bagaimanapun caranya, lu harus berusaha buat ia betah di sana, karena gue takut kalau Putri akan dicelakai oleh teman-teman Damar, gue nggak mau itu terjadi,'' jelas Victor dengan raut muka yang terlihat panik.


''Baiklah, akan gue coba, akan gue pastikan Putri melihat lu bertanding,'' ucap Putri percaya diri.

__ADS_1


Victor mengucapkan terima kasih kepada Raysa, dan mereka pun berpisah.


Di kelas Putri, Rendi dan Riko sudah menunggu kedatangan Raysa, karena mereka cuma melihat tasnya, sedangkan orangnya tidak ada di tempat itu.


''Ray, lu dari mana?'' tanya Putri setelah melihat kedatangan Raysa.


''Mmm... gue habis dari toilet,'' ucap Raysa sedikit gugup. Setelah beberapa saat, datanglah guru yang mengajar mereka di jam pertama ini. Mereka pun belajar dengan tertib, Putri yang merasa moodnya juga sudah membaik mengikuti pelajaran dengan bersungguh-sungguh.


Victor nampak duduk berdua dengan salah satu siswi saat bel pulang sudah berbunyi sekitar 30 menit yang lalu, siapa lagi kalau bukan Helena yang sudah membuat hubungan Victor dan Putri yang kandas di tengah jalan.


Mereka sedang mengerjakan proposal untuk lomba besok, karena mereka telah dipilih sebagai ketua dari tim kelompok mereka masing-masing, membuat mereka berdua selalu disibukkan untuk bersama-sama.


Gosip Victor dan Putri yang sudah memutuskan hubungan mereka, telah tersebar diseluruh penjuru sekolah.


Membuat Helena berkesempatan untuk mendekati Victor. Sedangkan Victor hanya mengikuti permainan Helena sampai acara lomba nanti selesai, ia tidak mau semua rencananya berantakan, karena hanya menolak kedekatan Helena dengannya saat ini, ia seperti itu agar Helena percaya kalau ia sudah tidak mencintai Putri lagi.


Victor yang melihat Putri menatapnya dengan tatapan sendu dari kejauahan, berusaha menahan dirinya untuk tidak menatap Putri lebih lama lagi, karena ia tau pasti, kalau Putri saat ini sangat sedih sekali, ia tidak tega melihat Putri seperti itu.


Sedangkan Putri hanya terdiam melihat Victor yang asyik berduaan dengan wanita yang pernah melabraknya itu, ia tidak habis pikir, baru hitungan hari putus dengannya, Victor sudah memperlihatkan ke semua orang kalau ia sudah mendapatkan pengganti dirinya, Putri hanya membatin melihat semua itu.


''Put, lu pulang sama siapa? kalau nggak ada yang jemput, ayo!!! bareng gue aja,'' ajak Rendi kepada Putri.


''Seriusan lu mau nganterin gue pulang?'' balas Putri.


''Seriusan lah Put, masa gue becanda, ayok!! naik ke motor gue,'' ucap Rendi sambil tersenyum.


Putri pun menaiki motor Rendi dengan senang hati, kebetulan sekali Rendi mau mengantarkannya pulang, abangnya tidak bisa menjemputnya, karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini juga.


Sedangkan Victor yang melihat Putri bersama dengan lelaki lain merasa geram, karena ia sangat tidak menyukai wanita yang ia cintai didekati oleh lelaki lain, walaupun itu cuma bersahabat, apalagi setelah ia mengetahui kalau Rendi menyukai Putri.


Itu membuat ia sangat takut, apabila Putri merasa nyaman dengan lelaki lain selain dirinya.

__ADS_1


__ADS_2