Pacar Galak

Pacar Galak
Dasar Bajingan!


__ADS_3

Ibu Putri sudah tiba di sekolah untuk menjemput Putri.


''Tante dan Putri pulang dulu ya, terima kasih udah jagain anak tante, kapan-kapan main ke rumah ya,'' ucap ibu Ningrum kepada kedua sahabat Victor.


''Oh, iya sama-sama tante, kapan-kapan kita main ke rumah Putri ya, mari kami anterin sampai parkiran tante,'' ucap Wiliam menawarkan diri dengan sopan.


Doni dan Wiliam mengiringi Putri dan Ibunya dari belakang, ketika ingin menaiki mobil ibunya, dengan tidak sengaja Putri melihat Victor bersama Helena duduk berdua, Putri sangat kecewa dengan situasi ini.


Helena mengetahui Putri yang sedang melihat dirinya dan Victor, tanpa merasa malu Helena memegang mesra tangan Victor dengan sengaja, melihat pemandangan itu, hati Putri serasa panas, ia ingin ke sana untuk menemui Victor, tetapi dengan kondisi seperti ini, tidak memungkinkan untuknya menemui orang yang telah membuat hatinya hancur berkeping-keping.


Melihat tatapan Putri yang aneh, Doni dan Wiliam mencari tahu apa yang dilihat oleh Putri sampai ia sebegitunya, dan mereka pun terkejut mendapati Victor sedang bermesraan dengan Helena.


Mereka pun menciut dan melihat ke arah Putri, berharap Putri tidak melihatnya, tetapi nasi telah menjadi bubur, tatapan Putri tadi seperti itu karena melihat situasi di depannya, dan mereka bertiga saling menatap satu sama lain.


Wiliam dan Doni hanya terdiam, tidak tau mau berkata apa, mau menyelamatkan sahabatnya, tetapi semua telah dilihat oleh mata kepala Putri sendiri, tidak mungkin mereka berbohong, walaupun mereka ingin berbohong, berbohong seperti apakah yang harus mereka lakukan di saat suasana tegang seperti ini.


''Kak, makasih udah nganterin gue ya, dan jangan lupa titipin salam gue buat laki-laki brengsek itu, bilang makasih karena sudah menghancurkan perasaan gue, sungguh gue sangat terharu banget sama kejadian hari ini, jangan lupa juga bilang ke dia, kalau gue minta putus dan jangan pernah cari-cari gue lagi,'' ucap Putri dengan tampang datarnya.


''Put...! jangan gitu, lu dengerin dulu,'' belum sempat Doni menyelesaikan semua perkataannya tapi sudah dipotong lagi oleh Putri.


''Udah kak, sekali lagi terima kasih, gue pamit,'' ucap Putri dan ia langsung memasuki mobil ibunya, mobil pun melaju dengan kecepatan sedang.


Di dalam mobil, Putri hanya memilih diam, ia ingin mencurahkan keluh kesahnya akhir-akhir ini, tetapi ia tidak tau mau menceritakannya kepada siapa.


Tidak mungkin ia menceritakan semuanya kepada ibunya, nanti akan menjadi rumit pikirnya. Sehingga ia hanya memendam sendiri perasaan galau, gundah gulana yang ia hadapi sekarang ini membuat ia sesak sendiri.


Sambil menatap arah luar jendela mobil, Putri hanya melamun memikirkan kejadian tadi, Helena yang memegang tangan Victor dengan mesra bertebaran di kepalanya, membuat ia geram sendiri.


Ibu Ningrum yang melihat anaknya lesu dan melamun menjadi tidak tega.


''Kamu kenapa nak? mana yang sakit? ayo kita ke dokter aja,'' ajak Ibu Ningrum.


''Nggak usah bu, Putri cuma kelelahan, dan lagian tadi Putri cuma telat makan doang, makanya lemas begini,'' balas Putri menenangkan ibunya.

__ADS_1


''Makanya kamu kalau udah tau sakit kaya gini, jangan sampai telat-telat makan dong, kamu mau ibu panik kaya tadi hm...? mau?'' tanya Ibu Ningrum kepada anaknya.


''Maafin Putri ya bu, udah nyusahin ibu, besok Putri nggak kaya gini lagi deh,'' ucap Putri sambil memeluk ibunya dengan erat, di sana ada rasa nyaman yang tumbuh karena ada ikatan antara ibu dan anak yang membuat Putri sedikit lebih tenang.


Sepeninggalan Putri tadi, Doni dan Wiliam sangat merasa kesal sekali, karena mereka tidak menyangka Victor akan bersikap se-brengsek itu.


Apalagi dengan Doni, ia sangat marah kepada Victor karena sudah memperlakukan Putri seperti itu dan bertingkah seenaknya.


Doni dan Wiliam menyusul mencari keberadaan Victor, ketika mereka mencari Victor di tempat ia bersama Helena tadi, mereka tidak menemukannya, Doni dan Wiliam mencari ke ruang ganti dan ternyata benar, di sana ada Victor yang sedang mengunci lokernya, entah apa yang barusan ia kerjakan.


Melihat wajah Victor, seketika emosi Doni dan Wiliam memuncak.


Dengan tatapan penuh kebencian Doni menghampiri Victor dan langsung memukul Victor dengan sangat kuat, membuat Victor jatuh tersungkur karena belum sempat memasang ancang-ancang.


Wiliam yang melihat Doni yang sudah membabi buta langsung menahan Doni agar tidak memukul Victor lagi.


''Brengsek lu ya Vic, udah puas lu sekarang nyakitin Putri ha? katanya lu lelaki sejati, lelaki sejati macam apa yang sudah menyakiti ceweknya demi wanita lain, dasar bajingan lu,'' teriak Doni yang membuat suaranya menggema di ruangan itu, sambil menatap tajam kearah Victor dengan perasaan benci.


Untung saja cuman mereka bertiga yang ada di sana kalau tidak, mungkin sudah dipastikan satu sekolah bakalan heboh melihat pertengkaran mereka.


Victor berdiri dengan sedikit merintih kesakitan karena perutnya terasa nyeri, bekas pukulan Doni tadi, ia merapikan bajunya yang berantakan.


''Nggak usah pura-pura bego' deh lu, udahin sandiwara lu, brengsek!'' teriak Doni lagi.


Victor menatap tajam ke arah kedua sahabatnya itu untuk menunggu jawaban atas kebingungan yang ia alami saat ini, ia tidak habis pikir sampai Doni se-marah ini, sebenarnya apa yang terjadi? pikirnya.


''Tolong jelasin ke gue!'' bentak Victor.


''Putri melihat lu sedang duduk berdua dan bermesraan dengan Helena, otak lu dimana ha?'' teriak Doni sambil menunjuk Victor


Victor pun terdiam, ia mencerna semua perkataan Doni.


''Kenapa lu diam?'' bentak Doni.

__ADS_1


''Gue nggak menyangka lu akan se-brengsek ini Vic, jangan salahin gue, kalau nanti gue berniat mengambil Putri dari lu, gue yakin suatu saat nanti lu akan menyesal telah menyakiti perempuan seperti dia, gue yakin itu,'' ucap Doni, setelah itu ia mengajak Wiliam untuk pergi dari sana.


Sebelum melangkah meninggalkan Victor, Wiliam pun berucap, ''Tadi, Putri nitip salam buat laki-laki brengsek kaya lu, dia sangat terharu dengan kejadian hari ini, dia bilang dia mau putus, dan jangan pernah cari-cari dia lagi,'' ucap Wiliam, kemudian ia mengiringi langkah Doni meninggalkan Victor.


Mendengarkan semua perkataan Wiliam, membuat harapan Victor hancur. Dengan sangat kuat ia mengepalkan tangannya menahan emosi.


Ia langsung berlari sekencang-kencangnya menuju UKS untuk mencari keberadaan Putri dan ingin meminta maaf, setelah sampai di sana, ruangan itu kosong, orang yang Victor cari tidak ada di dalam sana.


Kemudian ia berlari sekuat tenaga menuju kelas Putri, dengan nafas tersengal ia menanyakan keberadaan Putri kepada Raysa.


Dan Raysa memberitahukan kalau Putri sudah pulang karena tas Putri tadi sudah diberikan kepada Doni.


Rendi yang melihat Victor seperti itu tampak bingung.


"Apa yang terjadi dengan mereka? apa mereka sedang ada masalah? udahlah ngapain juga gue mikirin mereka, bukan urusan gue juga," gumam Rendi di dalam hati.


Victor yang mengetahui Putri sudah pulang, langsung bergegas menuju kelasnya, ia ingin mengambil kunci motor untuk pergi ke rumah Putri.


Ternyata Doni dan Wiliam juga baru sampai di kelas, melihat Victor terburu-buru, Doni pun berucap, "Udah diputusin baru kelabakan sendiri mencari-carinya, kemaren-kemaren kemana aja lu? emang yah penyesalan itu datang diakhir, kalau kaya gini mah gue yakin kalau gue bisa nikung," celoteh Doni dengan percaya dirinya.


Mendengar ocehan Doni, Victor berusaha menahan emosi dan menghiraukan semua ocehan Doni.


Ia berlari menuju parkir sekolah untuk mengambil motornya, sebelum itu ia minta ijin terlebih dulu kepada satpam sekolah, kalau ia ada keperluan mendadak.


Victor melajukan motornya lumayan kencang menuju rumah Putri.


.


.


.


.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2