Pacar Galak

Pacar Galak
Penghianat dan Penggoda


__ADS_3

Putri melangkahkan kakinya menuju kelas, tanpa ia sadari ada seseorang yang melihat dan mendengar pertengkaran antara Putri dan Helena.


Helena sangat kesal karena tidak bisa memancing amarah Putri, malah amarah ia kali ini yang terpancing.


Putri memasuki kelas dengan tampang malasnya, ia sangat kesal dengan semua yang terjadi hari ini. Melihat Putri yang kelihatan sangat badmood, Rendi mencoba menghibur Putri dengan mengajak Putri ke toko buku setelah pulang sekolah nanti.


''Put, lu baik-baik aja kan?'' tanya Rendi kepada Putri.


''Iya, gue baik-baik aja kok Rend,'' balas Putri dengan senyum yang dipaksakan.


''Nanti setelah pulang sekolah kita ke toko buku yuk?'' ajak Rendi.


Setelah cukup lama terdiam Putri mengiyakan ajakan Rendi ke toko buku, ia juga berniat akan menceritakan semuanya kepada Rendi karena ia sudah tidak sanggup menyimpan semua masalahnya sendiri.


*


Bel pulang sekolah telah berbunyi, semua murid berhamburan keluar kelas.


Rendi dan Putri bersiap-siap untuk pergi ke toko buku yang sudah mereka rencanakan sebelumnya.


Raysa pamit pulang duluan karena seperti biasa, ia sudah ditunggu oleh mamanya di depan gerbang sekolah.


Sedangkan Riko sudah ke parkiran duluan dengan sangat terburu-buru, karena ada urusan keluarga yang sangat mendadak.


''Put lu boncengan sama gue apa gimana?'' tanya Rendi sambil menatap Putri.


''Kok lu nanya gitu? kenapa? lu ga mau boncengin gue Rend?'' balas Putri dengan tatapan tajamnya.


''Hahaha..! galak amat lagi dapet lu yak?'' ledek Rendi.


''Bukannya gue nggak mau Put, gue kan jaga-jaga aja, takut cowok lu marah ntar dia ngelabrak gue,'' ucap Rendi dengan serius.


Putri menghela nafasnya dengan kasar mendengar ucapan Rendi barusan.


''Bodo amat gue, Rend! lagian gue juga udah putus sama dia, jadi dia gak berhak lagi marah-marah sama gue," ucap Putri ketus.

__ADS_1


Rendi kaget mendengar pengakuan Putri kalau Putri sudah putus dengan Victor.


"Hah..? serius lu Put? gimana ceritanya? kok lu nggak cerita-cerita sih sama gue," tanya Rendi dengan sangat penasaran.


"Ya ini gue juga niat mau cerita ama lu Rend, ayo kita cus dari sini, nanti setelah ke toko buku kita mampir dulu di cafe sebelahnya sambil cerita-cerita," ucap Putri sambil melangkahkan kakinya menuju parkiran sekolah.


Ketika Rendi dan putri menuju parkiran, tidak sengaja mereka melihat Victor dan Helena sedang duduk berdua entah apa yang mereka kerjakan.


''Put lu liat dah, itu si Victor bukan?'' tanya Rendi yang fokus menatap ke arah Victor.


Putri mengalihkan pandangannya ke arah pandangan yang dimaksud Rendi, seketika ia langsung terhenti dan terdiam menatap Victor dan Helena yang sangat akrab sekali, entah apa yang mereka lakukan, yang pasti mereka sangat kompak sekali pada saat itu.


"Kenapa hati gue sakit banget melihat Victor bersama wanita lain? apa benar gue sudah sangat mencintainya?'' gumam Putri di dalam hati .


Dengan raut muka yang sangat kesal Putri menarik tangan Rendi untuk pergi dari sana karena hatinya sudah merasa panas melihat kedekatan Victor dan Helena.


''Udahlah, Rend! ayo kita pergi dari sini, ngapain juga kita ngurusin mereka, penghianat dan penggoda memang cocok untuk bersatu,'' ucap Putri dengan suara bergetar menahan sakit hatinya.


Kemudian Rendi mengikuti langkah Putri dari belakang, ia melihat raut wajah Putri yang begitu kecewa, membuat ia juga ikut merasakan sakit yang Putri rasakan.


"Gue ikut sedih melihat lu seperti ini Put, walaupun lu ngga memperlihatkan kerapuhan lu di depan gue, gue yakin kalau saat ini lu sangat kecewa Put, dan sepertinya gue harus bikin perhitungan sama Victor. Gue siap merebut lu dari Victor, gue sayang elu Put," gumam Rendi di dalam hati.


Putri tersenyum melihat tingkah Rendi, ia langsung menaiki motor Rendi dan Rendi melajukan motornya menuju toko buku tersebut.


Tanpa mereka sadari Victor yang sedang mempersiapkan segala sesuatu untuk lomba nanti, tidak sengaja melihat kedekatan mereka, Victor sangat geram terhadap Rendi karena telah memanfaatkan keadaan untuk mendekati Putri disaat mereka sedang tidak berbaikan seperti ini.


Dengan tergesa-gesa Victor menyelesaikan semua pekerjaannya yang disuruh oleh pak Prapto, karena ia ingin menemui Putri, dan ia sangat yakin kalau suasana hati Putri sedang tidak baik seperti sekarang ini, ia akan singgah ke toko buku yang biasa ia kunjungi bersama Victor.


Helena yang melihat Victor terburu-buru seperti itu merasa heran,


''Vic, lu kenapa sih kok buru-buru gitu? nanti nggak rapi loh catnya,'' ucap Helena dengan sedikit kesal.


Ternyata mereka disuruh untuk membuat nama sekolah mereka dengan cat semprot untuk dibawa para pendukung mereka nanti pada saat lomba berlangsung.


''Gue ada urusan penting, jadi gue harus buru-buru,'' ucap Victor cuek.

__ADS_1


''Kalau lu buru-buru kaya gini, nanti gak rapi catnya, lagian urusan penting apaan sih, bukankah ini yang lebih penting, lebih penting juga dari mantan lu yang tengil itu,'' kesal Helena.


Victor menatap Helena dengan tatapan dinginnya, membuat nyali Helena menciut.


''Sudah, kerjakan saja ini dengan cepat, tidak usah mengurus urusan yang lain,'' ucap Victor masih dengan tatapan dinginnya.


Sebenarnya Victor ingin melawan Helena, tetapi ia urungkan, karena kalau ia juga terbawa emosi semua yang ia rencanakan jauh-jauh hari akan gagal.


Helena dan Victor kembali mengerjakan pekerjaan mereka yang tertunda karena perdebatan mereka tadi. Setelah semua selesai, Victor langsung menuju loker untuk mengambil tas dan ia pamit pulang duluan kepada teman-temannya yang lain.


Helena melihat Victor yang sangat terburu-buru langsung menghentikan langkah Victor.


''Vic, tunggu..!! gue pulang bareng lu ya, '' ucap Helena sambil bergelayut manja di lengan Victor.


Victor langsung menepis tangan Helena dengan pelan.


''Maaf gue ada urusan, lain kali aja,''Jawab Victor dengan jutek, dan ia langsung meninggalkan Helena.


''Kita udah lumayan dekat loh Vic, kok lu masih cuek aja sama gue, lagian lu udah putus juga kan sama si tengil itu, waktunya gue buat dapetin elu dan gue nggak akan nyerah,'' gumam Helena sambil menebarkan senyuman jahatnya.


Setelah sampai di parkiran, Victor menyalakan motornya dan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi menuju toko buku yang sering di kunjungi Putri.


Di atas motor ia tidak henti-hentinya memikirkan bagaimana caranya agar bisa baikan lagi dengan Putri, karena ia tidak ingin berpisah dengan Putri yang sudah terlanjur ia sayangi.


Setelah sampai di depan toko buku, ia melihat motor Rendi juga terparkir di sana, dengan geramnya Victor memasuki toko buku itu sambil mengontrol emosinya yang saat ini sangat menggebu - gebu.


Semua sudut ruangan sudah di telusuri oleh Victor, tetapi ia tidak menemukan keberadaan Putri dan Rendi.


"Kemana mereka,'' gumam Victor sambil memperhatikan sekelilingnya.


Tanpa sengaja, Victor melihat Putri di cafe sebelah, ia sedang asyik bercanda tawa dengan Rendi, itu sangat membuat Victor marah dan sudah tidak bisa mengendalikan emosinya lagi.


.


.

__ADS_1


.


bersambung.


__ADS_2