Pacar Galak

Pacar Galak
Terbongkar


__ADS_3

Setelah mengambil tas di kelas, Victor dan Putri kembali ke lapangan untuk mengikuti acara penutupan lomba, dengan acara menampilkan dance, tarian daerah, dan sepatah dua kata dari petinggi-petinggi sekolah itu.


Setelah acara formal selesai, tibalah saatnya acara non formal dimulai, mereka menayangkan beberapa foto-foto prestasi yang diperoleh dari siswa-siswi Satu Nusa melalui layar lebar di depan panggung, semua murid sangat antusias melihatnya, apalagi mereka yang merasa foto-foto mereka yang terpampang nyata di depan layar itu, membuat mereka sangat bangga, karena telah mengharumkan nama sekolah mereka.


Pada slide terakhir, muncullah video yang sangat menggemparkan seisi sekolah.


Di dalam video itu, terlihat Damar dan beberapa anggotanya sedang membicarakan rencana jahatnya, dengan melempar bubuk cabai kepada lawannya, kemudian video pada saat ia melancarkan aksinya ketika lomba berlangsung, dan yang terakhir adalah, video ia sedang menelpon orang suruhannya untuk mencelakai Doni dan Wiliam.


Melihat semua video yang ditampilkan itu, membuat semua bergumam tidak percaya dengan semua rencana jahat Damar yang terbungkus dengan rapi.


Kepala sekolah SMA Satu Nusa langsung naik ke atas panggung dan menyampaikan isi hatinya yang begitu kecewa karena adanya permainan yang tidak sehat diantara mereka, apalagi itu menyangkut keselamatan para siswa dan siswinya.


Ia memutuskan untuk menindaklanjuti kasus ini dengan mengadakan rapat dengan kepala sekolah SMA Karya berserta dengan jajarannya untuk membahas kosekuensi apa yang akan ia berikan kepada para siswa yang bersangkutan.


Serta ia juga memutuskan untuk tidak memasuki SMA Karya lagi dalam mengikuti lomba basket tingkat nasional dalam jangka 5 tahun ke depan.


Mendengarkan semua yang diucapkan oleh kepala sekolah SMA Satu Nusa, para siswa dan siswi yang ada di sana bersorak-sorai, ada yang saling mengejek, saling melempar botol, dan saling dorong-mendorong, karena mereka tidak terima atas perbuatan SMA tetangga itu, hingga beberapa satpam sekolah begitu kewalahan menghentikan aksi mereka.


Sebagai orang yang telah dipermalukan di depan umum, Damar beserta teman-temannya, berlalu pergi dari sana dan mengumpat kasar di dalam hati, ia berjanji kepada dirinya sendiri akan memberi balasan kepada Victor yang telah berani mempermalukannya di depan umum.


Setelah acara itu selesai, Damar beserta teman-temannya dipanggil keruangan kepala sekolah di SMA Karya.


Ia begitu kaget, ketika Victor dan bapak kepala sekola SMA Satu Nusa ternyata juga berada di sana.


''Silahkan duduk, Damar!!'' perintah pak Hendro yang tak lain adalah bapak kepala sekolah SMA Karya.


Damar beserta teman-temannya pun duduk di tempat yang telah disediakan.

__ADS_1


''Apa semua yang ada di dalam video itu benar?'' tanya pak Hendro yang berusaha menahan emosinya.


''Iya pak!!'' jawab Damar singkat, dengan memberikan tatapan tidak suka kepada Victor, sedangkan Victor hanya terlihat santai, dan tidak mau tau, membuat Damar menjadi geram melihat tingkahnya dan ia pun bergumam,


"Awas saja!! akan gue balas semua perbuatan lu kampret," umpat Damar dengan kesal.


"Saya sungguh sangat kecewa dengan tingkah memalukan yang kamu perbuat, Damar!!"


"Dan satu lagi! kamu sampai berani menyekap salah satu temannya demi melancarkan aksi mu? apa benar begitu?" bentak pak Hendro, walaupun ia tetap terlihat tenang dan berwibawa, memperlihat sikapnya memang sangat pantas untuk menempati jabatan yang ia sandang sekarang ini.


"Omong kosong apa itu pak, saya tidak melakukan semua itu, dia hanya membuat cerita agar saya terlihat buruk di depan semua orang." balas Damar dengan sedikit emosi.


Sebenarnya ia sangat shock pada saat kepala sekolah mengetahui kalau ia menyekap Wiliam, dan sudah dipastikan kalau Victor lah yang memberitahukan semua ini, setidaknya Victor tidak mempunyai bukti, dan ia sedikit lebih aman,sehingga ia bisa berkilah kalau sebenarnya Victor hanya mengarang cerita, pikirnya.


"Tok!! Tok! Tok"


"Silahkan, masuk!!" perintah pak Hendro setelah mendengar ketukan pintu dari luar.


Ya, ketika Victor dan bapak kepala sekolah menuju ke SMA Karya, ia mengirim pesan kepada Putra dan Wiliam untuk membawa semua bukti dan mengikutinya dari belakang. Agar nanti kalau membutuhkan bukti itu, ia bisa memberikannya langsung.


"Selamat siang pak! perkenalkan nama saya Putra, dan ini Wiliam, kami ke sini ingin memberikan pengakuan bahwa apa yang diperbuat oleh saudara Damar memanglah benar adanya, seperti yang bapak ketahui kalau Damar telah menyekap salah satu siswa SMA Satu Nusa yang tak lain ialah Wiliam," ucap Putra dengan gagahnya sambil merangkul Wiliam.


"Hey! omong kosong apa yang kalian perbincangkan, saya memang mencelakai dia, tapi saya tidak pernah menyekapnya, jangan beraninya kalian mengarang cerita, brengsek!" umpat Damar dengan kasar, karena ia semakin takut kalau perbuatannya terbongkar di depan bapak kepala sekolah.


"Damar!! jaga ucapan mu!" bentak pak Hendro yang membuat semua yang ada di sana terdiam membisu.


Kemudian pak Hendro mempersilahkan Putra dan Wiliam untuk duduk di beberapa kursi yang masih terlihat kosong.

__ADS_1


"Saya cukup paham dan mengerti dengan apa yang kalian sampaikan, tapi adakah bukti lain yang dapat memberatkan kasus ini, agar saya bisa menyelesaikannya dengan mudah,'' ucap pak Hendro menatap tajam Putra dan Wiliam.


Putra berjalan ke meja pak Hendro sambil mengambil hp di saku celananya, ia mencari beberapa video, kemudian ia memperlihatkan kepada pak Hendro, semua yang dilakukan Damar dan beberapa preman suruhannya kepada Wiliam pada saat di gedung tua itu.


Putra memang sangat pintar dan jenius, bahkan ia dapat mengatur rencana ataupun strategi dengan baik, hingga ia bisa mapan diumur yang masih terbilang muda.


Pada saat penyekapan itu berlangsung, dengan diam-diam Putra mengambil video Damar dan orang suruhannya dalam melakukan aksi kekerasan kepada Wiliam.


Melihat semua video itu, pak Hendro menjadi murka, ia sangat malu dengan tingkah Damar yang telah mencoreng nama baik sekolahnya.


"Dengan adanya video ini, apakah kamu masih bisa mengelak Damar"!! bentak pak Hendro.


Damar hanya terdiam dan menundukkan kepalanya, ia tidak habis pikir kalau ia akan sebodoh dan selengah itu untuk mengambil tindakan.


''Saya begitu kecewa dengan kamu Damar, untuk melancarkan ambisi mu, kamu sampai menghalalkan segala macam cara, walaupun berkaitan dengan nyawa orang lain sekalipun, kamu tidak berpikir kalau nama baik sekolah kita akan tercemar dengan tingkah laku kamu seperti itu.'' Ceramah pak Hendro panjang lebar.


''Maafkan saya pak!'' ucap Damar masih dengan menunduk.


''Apa dengan permintaan maaf mu saat ini dapat menyembuhkan luka yang ia rasa?'' bentak pak Hendro dengan menunjuk Wiliam yang sudah terlihat pucat, dan merasakan perih di bagian perut beserta sedikit luka di wajahnya.


''Kamu itu adalah remaja yang berpendidikan, tetapi kelakuan kamu sudah seperti orang yang tidak berpendidikan saja, seharusnya kalau kamu iri dengan kehebatan mereka, kamu harus lebih rajin lagi untuk berlatih, bukan mencelakakan mereka seperti itu,'' ucap pak Hendro lagi.


''Jadi maunya kamu sekarang apa? memanggil orang tua mu ke sini untuk meminta maaf dan menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan, atau kamu akan saya skors? Karena saya sudah begitu muak melihat tingkah kamu, ayo sekarang pilih!!'' bentak pak Hendro yang sudah tidak bisa menahan emosinya.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2