Pacar Galak

Pacar Galak
Berubah


__ADS_3

Hari-hari pun telah mereka lalui, Victor dan Putri semakin hari semakin lengket saja, membuat orang-orang iri dengan hubungan mereka.


Walaupun mereka berpacaran, mereka terlihat seperti berteman saja, sekarang Victor sudah jauh berubah ke arah yang lebih baik lagi, ia menjadi rajin dan bersemangat untuk belajar, bahkan ia menyempatkan diri ke kantor untuk sekedar membantu papanya.


Ia seperti itu, karna selalu ada penyemangatnya siapa lagi kalau bukan Putri, wanita yang sangat ia sayangi setelah mamanya.


Akhir-akhir ini, Victor sangat disibukkan dengan aktivitasnya, karna seminggu lagi tim basket sekolahnya akan melawan sekolah sebelah. Jadi mereka harus benar-benar berlatih serius.


Sebenarnya lomba diadakan bulan kemaren, tetapi karena ada suatu kendala, lomba di undur menjadi minggu depan.


Para siswa yang ikut serta dalam lomba basket ataupun yang ikut menjadi cheerleader disibukkan dengan latihan agar nanti mereka mampu mengalahkan lawan.


Seperti biasa, sepulang sekolah Victor akan latihan basket bersama Wiliam, Doni dan anggotanya yang lain, dengan pelatihnya yang bernama pak Prapto, guru olahraga sekaligus pelatih basket di SMA Satu Nusa.


Karena kesibukan Victor, belakangan ini ia jarang berkabar dengan Putri. Putri hanya bisa memahami kesibukan Victor saat ini, walaupun kadang ia merasa sedih karena Victor tidak seperti biasanya, ia lebih sering menghabiskan waktu di luar bersama teman-temannya, dan jarang memberi kabar kepada Putri.


Victor hanya memberi kabar ketika mau tidur, itupun saat Putri sudah tertidur dan ketika Putri bangun dari tidur, barulah ia membalas pesan Victor, tetapi ketika Putri sudah membalas pesan darinya, Victor malah tidak ada kabar lagi, begitulah Victor akhir-akhir ini.


Semakin Putri memahami kesibukan Victor saat ini, hatinya semakin terasa sakit karena selalu dicuekin oleh Victor, padahal sebelumnya, Victor tidak pernah seperti ini, sesibuk apapun ia, pasti menemui Putri dikala jam istirahat ataupun pulang sekolah


Tetapi, sudah beberapa hari ini, ia sama sekali tidak menghampiri Putri di kelas maupun di kantin.


Kadang Putri berpikir, Victor sudah mempunyai wanita lain karena sudah tidak mementingkan dirinya, dilihat dari ketampanan dan prestasi yang ia miliki, wanita mana yang tidak mau memilikinya. Disitulah datang ketakutan dari dalam diri Putri, karena ia sudah terlanjur mencintai Victor.


''Kalau kamu tidak mau denganku, kenapa kamu berusaha untuk menumbuhkan rasa yang dulu belum pernah ada? sekarang setelah kamu menumbuhkan rasa itu, kamu malah mencampakkannya seperti ini, kamu pikir aku nggak sedih? dasar pembohong, katanya kamu selalu ada, tapi sekarang kamu ilang-ilangan, sungguh aku benci kamu Victor,'' gumam Putri di dalam hati.


Putri hanya melamun di taman dekat kantin, sebenarnya tadi ia bersama Rendi, Riko dan Raysa.Tetapi Putri memilih ke taman dekat kantin, karena ia merasa perutnya belum lapar.


Di taman itu, ia memegang novel, namun novel itu hanya ia pegang, tetapi tidak ia baca, karena pikirannya sudah melayang entah kemana.

__ADS_1


Kemudian ia di kejutkan oleh seseorang.


"Put...! serius lu nggak makan?'' tanya Rendi sambil memperhatikan raut wajah Putri yang terlihat tidak seperti biasanya.


"Nggak, Rend! gue belum lapar,'' jawab Putri seadanya masih sambil melamun.


"Lu kenapa sih Put? akhir-akhir ini kayanya lu banyak pikiran ya? cerita sama gue, nggak baik disimpan sendiri," ujar Rendi.


Putri hanya memberi senyuman paksa tanpa menjawab pertanyaan dari Rendi.


"Hmm...! yaudah deh kalau lu nggak mau cerita sama gue, tapi kalau lu butuh teman cerita, lu bisa cari gue, gue siap dengerin semua cerita lu, jangan sungkan sama gue yah Put, gue sedih kalau lu kaya gini, sekarang kita ke kelas yuk..! bentar lagi bel berbunyi," ajak Rendi.


"Rend... !! makasih ya lu udah ngertiin gue, udah mau jadi sahabat gue," balas Putri.


"Iya, sama-sama Put, gue juga senang punya sahabat kaya lu,'' ucap Rendi sambil mengacak rambut Putri dengan sayang, walaupun ia sedih dengan ucapannya sendiri.


Mereka berjalan menuju kelasnya, sedangkan Raysa dan Riko sudah terlebih dahulu jalan ke kelas mereka.


Dengan panik Rendi menggendong Putri ke ruang UKS, semua mata tertuju kepada mereka.


Dengan sigap Rendi menidurkan Putri di tempat tidur di ruang UKS sekolah, yang langsung disambut oleh dokter jaga UKS. Putri langsung diperiksa oleh dokter tersebut.


Karena tau Putri mempunyai penyakit lambung, Rendi bergegas membeli makanan untuk Putri, mengingat dari tadi Putri belum makan.


Sesampainya di kantin, ia bergegas membelikan Putri bubur, ketika sedang menunggu bubur selesai disiapkan, tak sengaja Rendi melihat Doni dari jauh, sepertinya Doni ingin menuju kelasnya, tetapi ia hanya sendiri.


''Kak...! teriak Rendi memanggil Doni, merasa ada yang memanggilnya Doni mencari sumber suara itu.Ternyata Rendi lah yang sedang berlari ke arahnya.


''Lu manggil gue?'' Tanya Doni bingung, karena nggak biasanya Rendi mau berbicara dengannya.

__ADS_1


''Iya kak, gue cuma mau ngasih tau, kalau sekarang Putri ada di UKS, tadi dia pingsan waktu mau ke kelas, kayanya karena belum makan deh,'' ujar Rendi.


''Sepertinya, penyakit lambungnya kambuh lagi deh, tadi sebelum pingsan, gue udah ajak dia makan, tapi dianya nggak mau,'' ucap Rendi lagi.


''Sepertinya dia lagi ada masalah kak, karena akhir-akhir ini, dia sering murung, nanti tolong kasih tau kak Victor ya kak, gue balik ke kantin dulu beliin Putri makanan, terima kasih,'' ucap Rendi panjang lebar kemudian ia berlalu dari sana dan langsung menuju tempat ia membeli bubur tadi.


Doni yang mendengar kabar Putri pingsan, langsung terburu-buru ke kelasnya, untuk memberitahukan kepada sahabatnya,


sepanjang perjalanan ia pun berpikir.


"Ada apa dengan Putri ya, masalah apa yang di maksud bocah tadi? apa dia lagi berantam sama Victor, awas aja tuh si Victor bikin dede' Putri gue nangis, langsung gue embat beneran dah si Putri," gumam Doni dalam hati.


Setelah sampai di kelas, Doni langsung mencari Victor yang sedang sibuk dengan tugasnya.


"Vic, cewek lu pingsan noh, sekarang dia ada di UKS,'' lapor Doni kepada Victor.


"Serius lu? siapa yang bilang?" tanya Victor tanpa memalingkan wajah kearah Doni yang masih sibuk dengan tugasnya.


"Itu tuh, teman Putri yang selalu bikin lu cemburu, dia tadi lagi di kantin beli makan buat Putri, terus dia bilang kalau Putri pingsan, lagian di sini pacar Putri siapa sih? dia atau elu? kok dia yang repot-repot, lu kemana aja ha?" ujar Doni sedikit kesal.


''Yaiyalah, gue kan beda kelas sama dia Don, gimana gue bisa tau kalau dia pingsan," balas Victor tidak terima.


"Lu lagi ada masalah ya sama dia? katanya akhir-akhir ini Putri sering murung dan melamun, dan gue perhatiin akhir-akhir ini lu jarang sama Putri, biasanya nempel terus kaya perangko, tapi sekarang kalau gue lihat, lu lebih sering dekat sama nenek sihir Helena,'' ucap Doni.


"Vic, gue saranin ya, lu jangan mainin hati anak orang, walaupun lu punya segalanya, lu nggak boleh seenaknya kaya gini, asal lu tau aja, cewek lu itu banyak yang naksir, udah cantik, sederhana, baik, pinter lagi, jujur nih ya, gue aja naksir sama dia, jadi gue minta, lu jangan sia-siain dia," ucap Doni panjang lebar.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2