
''Hmm''
Desah frustasi seorang gadis yang sedang menunggu seseorang di sudut kantin, sudah dua gelas milk shake yang diberi toping oreo kesukaannya ia habiskan, namun orang yang ia tunggu-tunggu tidak kunjung menampakkan batang hidungnya.
Bahkan ia sudah menyelesaikan beberapa bab novel onlinenya, dan melanjutkan membaca novel online kesukaannya, tetapi orang yang ia tunggu-tunggu sepertinya tidak ingin menampakkan wajahnya pada saat ini, membuat ia semakin kesal dan geram mengingat orang yang telah membuatnya melewatkan tidur siangnya hari ini, seharusnya sekarang ini ia sudah berada di rumah, rebahan sambil membaca novel hingga ia tertidur pulas tanpa ada satu orang pun yang mengganggu.
Sebenarnya, ia bisa saja pulang tanpa menunggu Victor untuk menjemputnya, tetapi tas dan handphonenya dibawa kabur oleh Victor, jadi ia harus menunggu Victor untuk menjemputnya.
Ya benar, gadis itu adalah Putri, wanita kesayangan Victor setelah mamanya.
Setelah acara perlombaan tadi selesai, Victor meminta Putri untuk menunggunya di kantin, agar mereka bisa pulang bersama, namun Putri menolaknya mentah-mentah, hingga Victor terpaksa diam-diam mengambil tas dan handphone Putri kemudian membawanya kabur.
Setelah Victor berlalu pergi untuk menyelesaikan masalahnya, Putri baru menyadari kalau tas dan handphonenya dibawa kabur oleh Victor, membuat ia geram dan sangat kesal mengingat tingkah Victor yang seenaknya saja kepada dirinya.
Merasa cacing diperutnya sudah bernyanyi-nyanyi ria, Putri pun memesan nasi goreng kepada penjaga kantin.
''Bu, saya pesan nasi goreng sama air mineralnya satu ya,'' ucap Putri kepada bu Icam yang merupakan penjaga kantin di sekolah itu.
''Siap neng,'' balas bu Icam sambil mengacungkan jempolnya.
''Tumben belum pulang neng? Sendirian lagi,'' oceh bu Icam yang memang sedari tadi hanya melihat gadis yang ada di depannya ini menyendiri di kantin itu, gadis itu sibuk dengan dunianya sendiri tanpa memperhatikan orang di sekitarnya.
''Saya lagi nunggu teman saya bu,'' ujar Putri sambil memperlihatkan senyuman manisnya.
''Ooh... begitu, ya sudah sekarang neng duduk dulu, nanti kalau pesanannya udah siap biar ibu antarkan ke sana,'' ucap bu Icam sambil memasukkan bumbu nasi goreng ke dalam wajan yang telah berisi minyak sayur yang sudah panas.
''Baik bu! '' balas Putri sambil melangkahkan kaki ke tempat yang ia duduki sebelumnya.
Sambil menunggu pesanannya datang, Putri kembali membuka novel online dan membaca novel kesukaannya tanpa merasa bosan.
Tidak berapa lama pesanannya pun datang, dengan sangat antusiasnya Putri memakan nasi goreng yang ia pesan dengan begitu lahap, hingga ia tidak menyadari kalau Victor telah memperhatikannya sedari tadi, senyuman indah terlukis di wajah tampan Victor, melihat wanita kesayangannya makan dengan begitu lahapnya, membuat ia semakin gemas kepada wanitanya itu.
__ADS_1
Victor terlebih dahulu mengambil tisu di meja sebelah.
''Makannya yang pelan dong sayang,'' ucap Victor dengan lembut sambil menghapus sisa makanan di bibir Putri dengan tisu yang ia ambil tadi.
Putri yang kaget dengan kedatangan Victor secara tiba-tiba, menelan makanannya dengan kasar. Terlebih dahulu ia meneguk air mineral yang ada di sampingnya.
''Kok lu lama banget sih?'' Udah jamuran nih gue nungguin,'' gerutu Putri dengan wajah cemberutnya.
Victor kembali tersenyum menatap wajah kesal Putri, ''Kok kamu semakin menggemaskan sih,'' goda Victor yang sudah mengacak-acak rambut Putri dengan sayang.
''Apaan sih!'' Bentak Putri sambil menepis tangan Victor dengan kasar, Victor hanya berusaha sabar menghadapi tingkah cuek dan galak Putri, karena ia berpikir kalau memang ia yang salah dalam masalah ini, yang tidak menceritakan dari awal kepada Putri hingga Putri menjadi salah paham kepadanya.
''Mana tas sama handphone gue, gue mau pulang,'' ujarnya lagi dengan kesal.
''Makanannya dihabisin dulu ya, setelah itu baru kita pulang, sambil nungguin pesanan aku,'' balas Victor dengan tenang, sebelumnya Victor berniat ingin menemani Putri yang makan dengan begitu nikmat, dan ia hanya memesan minuman kepada bu Icam karena ia merasa tidak lapar.
Putri hanya diam tanpa mempedulikan ucapan Victor sambil mengunyah makanan yang masih tersisa setengahnya.
''Hemm'' balas Putri dengan jutek.
Victor menarik nafasnya dengan pelan, ia kemudian menggenggam tangan Putri dengan lembut.
Deg
Jantung Putri berdegup kencang ketika Victor menggenggam tangannya dengan lembut, tubuhnya ingin menolak, namun hatinya begitu nyaman diperlakukan begitu spesial oleh Victor, membuat ia hanya terdiam dan menatap kesembarangan arah.
''Ooh... jadi temennya neng Putri itu nak Victor ya,'' sambar bu Icam sambil meletakkan pesanan Victor tepat di depannya.
Putri yang terkejut dengan kedatangan bu Icam secara tiba-tiba langsung melepaskan genggaman Victor, karena ia merasa tidak enak dengan bu Icam.
Putri membalas dengan anggukan sambil tersenyum malu-malu, membuat bu Icam semakin gemas melihat tingkah Putri.
__ADS_1
''Iya bu, Putri memang teman saya, teman hidup maksudnya,'' balas Victor yang tersenyum sambil merangkul pundak Putri.
Putri yang begitu kesal dengan tingkah Victor, menepis tangan Victor dengan kasar dan memelototi Victor dengan tatapan yang begitu tajam.
Sedangkan Victor yang melihat reaksi Putri, bukannya takut, ia malah semakin gemas dengan mencubit manja kedua pipi Putri yang sudah merah merona sejak ia goda tadi.
Bu Icam yang melihat kedua muda-mudi itu hanya tersenyum geli dan berlalu dari sana.
*
Victor dan Putri sudah tiba di depan rumah minimalis yang tak lain itu adalah rumah Putri.
Setelah selesai makan di kantin tadi, Victor mengantarkan Putri pulang ke rumahnya, walaupun terjadi perdebatan antara mereka, yang membuat Putri akhirnya mengalah karena sudah sangat malas sekali untuk berdebat dengan Victor dan ingin cepat-cepat pulang.
''Nanti jam 7 malam aku jemput ya, kamunya dandan yang cantik,'' ucap Victor sambil mengelus kepala Putri dengan sayang.
''Gak bisa, gue ada urusan,'' balas Putri dengan jutek sambil menepis tangan Victor dengan kasar, kemudian berlalu dari sana tanpa mengucapkan terima kasih kepada Victor yang telah mengantarkannya untuk pulang ke rumah.
Victor mengejar Putri yang telah menjauh, dan menarik tangan Putri kembali dengan lembut.
''Sayang! Jangan gini! Pokoknya aku nggak mau tau, aku akan jemput kamu jam 7 malam, dan tidak ada kata-kata penolakan, mengerti!!'' Ucap Victor sedikit meninggikan suaranya.
''Terserah!'' ujar Putri kesal, ia pun berlari ke dalam rumah menuju kamarnya tanpa memperdulikan mamanya yang melihat mereka dari sudut jendela.
Setiba di kamar, Putri menghempaskan badannya ke kasur dengan pasrah, dan menatap langit-langit kamarnya. Pikirannya melayang entah kemana, mencoba berdamai dengan hati dan perasaannya yang tiba-tiba gundah gulana, mengingat perlakuan Victor yang begitu spesial kepadanya.
.
.
Bersambung
__ADS_1