Pacar Galak

Pacar Galak
Wanita Penggoda


__ADS_3

''idiiih,! nggak usah kepedean deh, siapa juga yang cemburu lihat wanita penggoda seperti lu, nggak level gue banget,'' ucap Doni sambil memutarkan bola matanya.


Mendengar ucapan doni tersebut, seketika emosi Helena memuncak, ia mendekati Doni kemudian memegang kerah baju Doni dan berucap


''Maksud lu apaan ha? bilang gue wanita penggoda? ucap Helena dengan sedikit berteriak, membuat teman-teman yang berada di kantin menatap bingung ke arah mereka.


''Woi...! santai ndul,'' Doni menepis tangan Helena dengan kasar.''


''Kalau lu nggak mau dipanggil wanita penggoda, lu maunya dipanggil wanita apa?wanita murahan? ups, salah..! tapi cocok juga sih buat lu yang sok cantik, yang suka menggoda para lelaki, contohnya seperti sekarang, gue sih setuju-setuju aja kalau wanita murahan itu menjadi nama belakang lu,'' ucap Doni dengan santai.


Mendengar semua ucapan Doni membuat Helena ingin menangis saja, ia sangat malu karena adegan drama yang mereka buat saat ini di tonton banyak orang, Helena sangat geram dengan tingkah Doni, ia berlari dan menjauh dari ketiga laki-laki tampan yang ada di depannya itu.


Melihat Helena berlari seperti itu Doni berteriak lagi dengan sangat kencang,'' Besok-besok nggak usah sok cantik lagi yah, nggak usah sok anggun lagi, wajah udah kaya mencit ditepungin gitu, masih aja sok tebar pesona,'' ucap Doni diiringi dengan tawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya, membuat semua mata tertuju padanya.


Wiliam dan Victor juga ikut tertawa melihat tingkah Doni, mereka sangat lega karena wanita yang membuat mereka jengah itu sudah pergi, sehingga mereka bisa makan lagi dengan tenang.


Sedangkan Putri yang juga melihat kejadian itu, hanya menatap Victor dari kejauhan dengan tatapan dinginnya.

__ADS_1


*


Bel masuk pun berbunyi, para siswa dan siswi menuju kelas untuk bersiap-siap mengikuti pelajaran selanjutnya.


Terlihat Rendi dan Putri jalan bersama dengan sangat akrab, sedangkan Raysa pergi ke toilet dan Riko sedang mengangkat telfon dari orangtuanya dan menyuruh Putri dan Rendi untuk duluan memasuki kelas agar tidak telat .


Victor sangat kesal melihat kedekatan Putri dan Rendi, entah kenapa dia tidak menyukai Putri dekat-dekat dengan pria lain, ingin rasanya ia menjambak rambut Rendi karena sudah berani mendekati wanitanya, tapi itu tidak mungkin ia lakukan karena ia belum bisa mendapatkan hati Putri.


Victor pun berjalan menuju kelasnya bersama dengan kedua sahabatnya itu.


''Vic nanti kita latihan basketnya jam berapa?'' tanya Wiliam kepada Victor.


Setelah berapa lama, waktu pulang pun telah tiba, semua siswa dan siswi berhamburan keluar gerbang, mereka sangat antusias sekali untuk meninggalkan sekolah tempat mereka menimba ilmu.


Tetapi tidak untuk para siswa-siswi yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, mereka rela menghabiskan waktu di sekolah sampai sore untuk menggali potensi mereka masing-masing.


Seperti Victor yang saat ini berjalan menuju lapangan, setelah berganti pakaian dengan baju basketnya, tidak sengaja ia melihat Putri dari kejauhan seperti sedang menunggu seseorang.

__ADS_1


Untuk hari ini, Putri tidak di jemput oleh Putra, karena ia masih ada urusan di kantornya, jadi Putri berniat pulang bersama Rendi, karena rumah mereka juga satu arah.


Melihat Putri sendirian, Victor tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.


Victor menghampiri Putri yang sedang menunggu Rendi, ia menarik tangan Putri dan membawa Putri ke sebuah ruangan kosong di dekat lapangan, Putri memberontak saat tangannya di tarik oleh Victor tetapi Victor tidak mengindahkannya.


.


.


.


.


Terima kasih teman - teman sudah mau membaca karya ku yang masih pemula ini,


jangan lupa like, koment dan votenya, biar aku semangat buat up terus.

__ADS_1


ayo kita saling mendukung🙏😊


__ADS_2