Pacar Galak

Pacar Galak
Jangan Lagi Menghindar Dariku


__ADS_3

Victor menjelaskan semuanya kepada Putri dengan penuh kesabaran, semua yang ia ceritakan, tidak satupun yang terlewatkan. Ia berharap setelah menceritakan semuanya, hubungannya dengan Putri akan lebih membaik seperti sedia kala.


Putri hanya terdiam mencerna semua cerita Victor, ia begitu kaget mendengar apa yang terjadi bahkan, abangnya sendiri juga ikut andil dalam masalah ini, ia sungguh tidak menyangka akan semua hal itu.


Tetapi rasa kecewa, cemburu, ataupun kesal masih menyelubungi hati Putri, mengingat saat kejadian ketika hatinya begitu terluka, dan mengingat saat ia jatuh, dan berusaha memulihkan hatinya seorang diri, membuat ia menjadi sedikit egois.


''Setelah kamu mendengarkan semua penjelasan ku, apa kamu sudah mau memaafkan ku? apakah kita bisa memperbaiki hubungan kita seperti sedia kala?'' tanya Victor setelah mengakhiri penjelasannya dengan tatapan sendu, berharap Putri mengerti dengan posisinya saat itu, dan bisa memaafkannya.


Putri menghela nafas dengan pelan, ia mencoba berdamai dengan hati dan perasaannya, tetapi usahanya sia-sia.


Ia tidak bisa, hatinya begitu sakit mengingat kejadian Victor yang selalu bermesraan dengan Helena tanpa menghiraukan dirinya, bahkan pada saat ia sedang sakit, itu sangat jelas masih selalu teringat di benaknya.


Belum sempat Putri menjawab pertanyaan Victor dan ingin meluapkan isi hatinya, pesanan yang mereka pesan pun sudah datang.


Mereka terlebih dahulu menghabiskan makan malam mereka dengan tenang.


*


''Gue udah maafin lu,'' kata-kata itu terlontar dari mulut Putri, setelah mereka selesai menghabiskan malam berdua.


''Kamu serius?'' tanya Victor dengan sangat antusias.


Sangat terlihat di raut wajah Victor, bahwa ia sangat bahagia mendengar kata-kata yang selalu ia tunggu dari mulut wanita kesayangannya itu.


Putri mengangguk mengiyakan pertanyaan Victor. Kemudian ia terdiam dan menekuk wajahnya, terlihat raut muka kecewa masih membekas di sana.


''Kita balikan?'' tanya Victor lagi sambil menggenggam tangan Putri dengan erat.


Putri menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Victor selanjutnya, ia menatap dalam mata Victor, tatapan sendu itu mampu menggoyahkan Victor yang sedari tadi ingin memeluknya.


Victor memeluk Putri dengan sangat erat dan tak ingin melepaskannya. Ia tidak sanggup menerima kenyataan kalau Putri menolaknya, karena ia begitu sangat mencintai wanita itu.


''Gue sudah maafin lu jauh sebelum lu minta maaf ke gue, gue maafin lu bukan berarti gue mau balikan dengan lu lagi, maafin gue! gue belum bisa berdamai dengan semua perlakuan lu akhir-akhir ini, apapun alasannya.


''Walaupun itu hanya untuk mengelabui Helena.''


''Asal lu tau aja, baru kali ini gue mencintai lelaki sedalam ini, tetapi semua itu sirna, gue akui gue sangat cemburu ketika lu bermesraan dengan wanita lain di depan gue, hati gue begitu sakit dan kecewa pada saat itu.''

__ADS_1


''Walaupun setelah mengetahui semua kenyataannya, masih ada rasa kecewa di dalam diri gue, karena bagaimanapun ceritanya, gue tidak akan bisa menerima orang yang gue sayang bermesraan dengan wanita lain di hadapan gue.''


''Maafin gue yang terlalu egois, tetapi inilah kenyataan dalam diri gue, kasih gue waktu, gue harus bisa memulihkan hati gue terlebih dahulu.''


''Sekali lagi gue minta maaf,'' ucap Putri yang sudah tidak bisa menahan air matanya, kemudian ia melepaskan pelukan Victor, dan berlari dengan sekuat tenaga keluar dari cafe itu dan meninggalkan Victor yang terdiam mendengarkan semua ucapan yang keluar dari mulut Putri.


Victor pun mengejar Putri yang telah berlari menjauhi dirinya.


''Puut!!'' teriak Victor sambil mengejar Putri dengan nafas yang sedikit tersengal-sengal.


''Put!!! berhenti!!'' bentak Victor dengan dingin, Putri pun menghentikan langkahnya ketika mendengar bentakan dari Victor.


''Aku berjanji akan menunggu sampai hatimu kembali pulih, tapi ku mohon jangan lagi menghindar dari ku, berikan aku kesempatan untuk bisa membuatmu nyaman dan bisa memperbaiki hatimu yang sudah ku buat kecewa.''


''Aku mohon!!'' ucap Victor dengan tatapan sendu.


Putri hanya mengganguk mengiyakan semua ucapan Victor.


''Baiklah, ayo ke mobil!! kita pulang sekarang,'' ajak Victor.


Victor melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, mereka hanya terdiam dan sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing.


*


''Vic!! bangun nak, ayo sholat subuh! ajak bu Sukma yang sedang membangunkan Victor dengan lembut.


''Ntar mah! aku masih ngantuk,'' balas Victor sambil menarik selimutnya dan menutupi tubuhnya yang kedinginan.


Bu Sukma pun menghela nafasnya dengan pelan, karena melihat tingkah anak semata wayangnya itu susah sekali untuk dibangunkan.


''Vic!! ayo bangun! jangan malas gitu ah, nanti telat loh ke sekolahnya,'' ucap bu Sukma lagi sambil mengoyang-goyangkan pipi Victor dengan lembut.


Victor pun terbangun, ia duduk di sudut kasur sambil menatap wajah mamanya yang sangat ia sayangi itu, seketika hatinya menjadi tentram dan nyaman melihat wajah sendu wanita itu, yang sudah berumur tetapi masih terlihat cantik.


Seketika Victor memeluk mamanya dengan erat, sedangkan bu Sukma pun kaget dan tersenyum senang pasalnya, Victor tidak pernah manja seperti ini sebelumnya.


''Mama, aku sayang mama,'' ucap Victor.

__ADS_1


''Mama juga sayang sama kamu, nak! tumben kamu manja seperti ini?'' tanya bu Sukma penasaran.


''Nggak tau, pengen peluk mama aja emang nggak boleh mah?'' tanya Victor dengan tampang cemberutnya.


''Ya boleh lah nak, mama jadi seneng kalau kamu kaya gini, yaudah sekarang mandi dulu gih, setelah itu jangan lupa sholat dan siap-siap untuk ke sekolah, nanti mama tunggu di meja makan ya,'' ucap bu Sukma melepaskan pelukannya dan melangkahkan kaki berlalu keluar kamar Victor.


*


Setelah selesai dengan semua ritual paginya, Victor menghampiri papa dan mamanya yang sudah menunggu di meja makan.


Ia mengambil satu roti selai yang sudah di siapkan oleh mamanya.


''Nak, jangan lupa setelah pulang sekolah jemput mama ya, kita ke butik langganan mama untuk fitting baju pesta mama dan papa nanti,'' ucap bu Ningrum sambil mengolesi selai roti untuk suami tercintanya.


''Baik ma, papa juga ikut kan, pa? tanya Victor kepada papanya.


Papanya hanya mengangguk, karena mulutnya sudah terisi penuh dengan roti selai buatan istri tercinta.


Setelah semua selesai sarapan, Victor pamit kepada papa dan mamanya untuk berangkat ke sekolah, tidak lupa ia mencium tangan kedua orang tuanya.


Begitupun dengan pak Heru, sebelum pamit ia mencium kening istrinya terlebih dahulu, begitulah harmonisnya keluarga mereka sepagi ini.


Sedangkan bu Sukma yang sudah mengantarkan suami dan anaknya hingga depan pintu rumahnya hanya mendengus pelan, karena ia merasa bosan ditinggal sendiri di rumah yang sebesar ini.


Sebenarnya, ada tiga orang lagi yang bekerja di rumahnya, tetapi mereka yang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing membuat bu Sukma tidak mau menganggu mereka.


Sudah hampir setahun bu Sukma tidak diizinkan bekerja oleh suaminya, dulunya bu Sukma bekerja di perusahaan sebagai sekretaris suaminya, karena pada saat itu begitu banyak tender yang ia dapatkan, ia terlalu memforsir dirinya untuk bekerja, sehingga ia jatuh sakit karena kelelahan.


Setelah kejadian itu, suaminya tidak mengijinkan ia lagi untuk bekerja di perusahaan yang dikelola oleh suaminya.


Seketika tatapannya tertuju kepada handphone yang terletak di atas meja makan. Ia mengutak-ngatik handphone itu dan menelpon seseorang di sebrang sana yang tak lain adalah bu Ningrum, ia mengabarkan kepada bu Ningrum kalau nanti sore ia akan ke butik bersama anak dan suaminya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2