
Tidak terasa waktu pun terus berlalu, hari yang di nanti oleh kedua pihak keluarga pun telah tiba, mereka sangat antusias menunggu hari ini, semua sanak saudara dari kedua belah pihak sudah banyak yang berdatangan, mereka menyiapkan rencana ini secara matang sejak jauh hari.
Untuk acara kali ini hanya keluarga, kerabat dan teman dekat saja yang mereka undang, ini merupakan kesepakatan antara mempelai pria dan wanita, karena mereka tidak ingin pernikahan mereka menjadi konsumsi publik untuk saat ini, mengingat mereka menikah masih dengan usia belia, jadi hanya mengundang keluarga terdekat dan hanya ada acara makan bersama setelah akad selesai untuk lebih memperat hubungan kedua keluarga.
Raysa terlihat cantik dengan memakai dress selutut berwarna peach, ia tampak sangat memukau, ditambah lagi dengan hiasan pita pernak-pernik di kepalanya yang senada dengan warna bajunya membuat ia terlihat anggun dan kalem.
Sedari tadi ia berusaha membujuk Putri untuk tidak menangis, karena penata rias yang ditugaskan sudah kewalahan dan kalang kabut membujuk Putri untuk tidak menangis, bagaimana tidak setengah jam lagi, pengucapan ikrar janji suci akan dilantunkan, tetapi mempelai wanitanya masih dengan tangis dan make up yang berantakan karena ulah air matanya yang sedari tadi tak kunjung surut.
Sedangkan mempelai pria beserta keluarga sudah siap menunggu mereka di bawah.
''Put..!'' Gumam Raysa frustasi.
''Jangan nangis lagi, mbaknya udah kewalahan make up-in lu kaga kelar-kelar, bentar lagi akadnya mau dimulai loh,'' ujar Raysa memperingati.
''Ray..! Gue takut.'' Lirih Putri yang terlihat sesenggukan.
Seketika Raysa memeluk Putri dengan erat, ia berusaha memberi kekuatan dan ketenangan kepada sahabatnya itu.
''Put, gue yakin lu pasti kuat, orang tua lu pasti akan memberikan yang terbaik untuk anaknya. Pasti ia lelaki yang baik menurut orang tua lu Put, gue yakin itu.'' Ujar Raysa sedikit menenangkan Putri.
''Tapi gue nggak cinta sama dia Ray, gue cintanya sama Victor,''
''Put, liat gue..!'' Perintah Raysa.
''Dengarin gue, sekarang mungkin lu belum mencintainya, tapi seiring berjalannya waktu, ketika lu menjalani kehidupan bersama orang itu, lambat laun cinta itu akan bersemi dengan sendirinya yang terpenting sekarang, lu jalani dengan ikhlas agar hidup lu ke depan lebih baik lagi.'' Raysa menghapus air mata Putri yang masih membasahi pipi chuby sahabatnya itu.
Putri kembali memeluk Raysa dengan erat, ia sangat bersyukur mempunyai sahabat seperti Raysa yang selalu mensupport bagaimanapun keadaannya.
''Makasih Ray, makasih selalu ada buat gue, lu emang sahabat terbaik gue.'' Putri kembali menangis dengan sesenggukan, tidak tau kenapa ia sangat mudah menangis akhir-akhir ini, ditambah lagi ia baru datang bulan, membuat ia semakin sensitif.
''Putri kenapa?'' Tiba-tiba saja Wanita itu masuk ke kamar pengantin dengan wajah yang kelihatan panik melihat adik dari bosnya itu menangis.
__ADS_1
''Kakak..!'' teriak Putri, ia melepaskan pelukan Raysa dan beralih kepada Cantika yang sudah merentangkan tangannya untuk memeluk Putri. sudah seperti kakak dan adik saja.
''Dek..! Sudah ya,kamu jangan nangis, kakak yakin kamu akan bahagia sama suami mu kelak, yang terpenting sekarang, kamu harus ikhlas dan mencoba untuk menerimanya dengan perlahan,'' Cantika mengusap punggung Putri dengan sayang.
Putri pun mengangguk, mendapatkan support dari banyak pihak, membuat ia lebih bisa memantapkan dan meyakinkan diri, walaupun kelak ia tidak tau apakah cintanya bisa berpaling untuk suaminya.'
''Mba, make upnya boleh dilanjutin lagi, maaf ya mba, membuat mba kesal dan capek.'' Ujar Putri tidak enak.
''Tidak apa-apa dek, yang penting kamu sekarang sudah jauh lebih baik lagi. Jangan menangis lagi ya, ayo kita mulai lagi, biar nanti suami mu menyadari kalau istrinya adalah bidadari tanpa sayap yang dikirimkan Tuhan untuknya.'' Canda mba Widya seorang perias makeup pengantin yang telah disiapkan oleh keluarga Victor untuk merias calon pengantin wanitanya, dan ternyata mba Widya ini adalah kakak sepupu Victor yang berhasil menyelesaikan kuliahnya dijurusan tata rias di Universitas ternama di kota ini, dan seminggu lagi ia akan melanjutkan studynya ke luar negri untuk mendalami ilmunya tersebut.
Widya yang sudah mengetahui rencana ini, hanya menahan senyum sedari tadi, melihat Putri yang terus menangis karena mengingat dan menceritakan perasaannya terhadap Victor kepada Raysa, makanya ia berusaha untuk sabar menghadapi Putri yang membuat hasil karyanya luntur dan berantakan karena air mata gadis itu.
''Hahah, mba bisa aja ngegombalnya,'' gelak Putri.
Semua yang ada di sana pun ikut tertawa senang karena melihat Putri yang sudah tidak murung lagi.
Setengah jam pun berlalu, Putri sudah siap dengan makeup soft yang sangat terlihat natural di wajahnya, seketika ia sudah menjadi bidadari tanpa sayap karena hasil karya dari seorang mba Widya yang tak lain adalah sepupu Victor.
''Goodgril..!'' Gumam Widya yang tampak puas dengan hasil karyanya sendiri.
''Kamu memang sangat cantik dek, pantes saja Victor tergila-gila padamu,'' ujar Widya tanpa sadar.
''Maksud mba?'' Tanya Putri penuh selidik, ia menatap tajam ke arah Widya, seperti mau menerkamnya saja.
Widya yang merasa keceplosan, merutuki dirinya dalam diam
''Shiit..! Kok gue bisa keceplosan sih, bisa diamuk masa nih gue,'' batinnya.
Cantika yang tidak terima dengan ucapan Widya, memelototkan matanya, pertanda ia tidak suka dengan kata-kata itu, yang akan membuat Putri curiga,
''Mmm, nggak..! maksudnya calon suami kamu,''
__ADS_1
''Tapi calon suami aku bukan Victor mba,'' kesal Putri.
''Mampus gue, salah ngomong lagi, Victor bisa marah banget nih sama gue, pikir Wid pikir..!!biar bisa ngeles,'' batin Widya lagi, benar-benar posisi sulit baginya, ia merutuki dirinya yang selalu ceplas-ceplos ngga jelas ini.
''Ooh maaf, mba kirain namanya Victor, soalnya dari tadi kamu nyebutin nama dia mulu, sekali lagi maaf ya dek.'' Widya berusaha ngeles sebisa mungkin.
Dan untung saja Putri dan Raysa percaya, karena memang sedari tadi Putri menyebut nama Victor di depannya.
Putri pun tersenyum, ''Iya nggak papa mba, mba nya kan nggak tau, ngga perlu minta maaf,'' ujar Putri dengan polosnya.
Widya dan Cantika bersamaan menghela nafas dengan lega,
''Drrrrt''
Handphone Cantika seketika bergetar menandakan adanya panggilan masuk, ia merogoh ponsel di dalam tas genggamnya, di sana tertera nama es balok, yang tak lain adalah bosnya sendiri, dengan terburu-buru ia mengangkatnya, karena kalau tidak, ia pasti akan diomeli oleh bos dinginnya itu.
Dan benar saja, baru saja Cantika memencet tombol hijau, suara Putra sudah menggelegar di seberang sana, ''Kenapa lama banget? Adek saya dimana? dia sudah siap belum?'' Ujar Putra sedikit membentak.
.
.
.
Bersambung
Selamat membaca😍
Besok aku akan up lagi ya, btw ceritanya sudah sejauh ini, apa kalian sudah bosan atau ceritanya malah semakin seru?
Tolong koment di kolom komentar ya, biar aku bisa belajar dan semangat lagi💪🏻
__ADS_1
Terima kasih