Pacar Galak

Pacar Galak
Masa Lalu


__ADS_3

Seperti hari biasanya setelah suami dan anak pertamanya berangkat ke kantor dan anak gadisnya berangkat ke sekolah. Ibu Ningrum pun berangkat ke butik dengan membawa mobilnya sendiri.


Sesampainya di butik, ia di sambut beberapa karyawannya yang sudah datang duluan darinya, Sofi adalah orang kepercayaan ibu Ningrum, apapun itu ia akan selalu bertukar pendapat dengan Sofi, karena Sofi lah yang membantunya merintis usaha butiknya dari nol sampai sebesar ini.


“Buk, saya ingin mengingatkan kembali kalau hari ini Ibu Sukma akan datang menemui ibu,'' ucap Sofi kepada atasannya yang sudah ia anggap seperti saudaranya sendiri.


Ibu Sukma yang di maksud Sofi adalah Ibunya Victor, Ibu Sukma dan Ibu Ningrum ternyata sudah bersahabat sejak mereka SMP, dan sebenarnya Pak Heru dan Pak Surya sudah kenal dengan Ibu Sukma dan Ibu Ningrum sejak mereka kuliah, mereka pun menjalin persahabatan semenjak saat itu, ada satu orang lagi sahabat mereka bernama Diky, ia sudah meninggal karena mengalami kecelakaan pada waktu mereka sudah menyelesaikan skripsinya dan akan diwisuda.


Dan disitulah timbul kesalahpahaman antara mereka, sehingga Pak Surya maupun Pak Heru tidak bertegur sapa dan memutuskan untuk tidak bertemu sampai sekarang ini, walaupun waktu acara pernikahan yang dianggap penting untuk mengundang para sahabat, tetapi bagi mereka itu tidak berlaku, karena mereka tidak saling mengundang satu sama lain.


Ibu Sukma sudah berada di depan butik sahabatnya yang langsung disambut oleh Sofi, kemudian Sofi mengantarkan Ibu Sukma keruangan bosnya yang terletak di lantai dua, sesampai di depan ruangan Ibu Ningrum, terlebih dahulu Sofi mengetuk pintu sebelum membukanya dan Sofi mempersilahkan sahabat bosnya untuk masuk, kemudian meninggalkan mereka berdua.


Melihat kedatangan sahabatnya, Ningrum langsung berlari dan memeluk sahabatnya dengan berurai air mata, begitupun sebaliknya.


Karena sudah bertahun-tahun mereka tidak bertemu, tidak ada yang berubah dari sikap mereka, maka dari itu mereka melepas rindu dengan menceritakan kehidupan mereka masing-masing.


Setelah puas melepaskan rindu, Sukma membuka pembicaraannya, tujuan ia kesini selain bertemu sahabat yang dirindukan, ia akan memesan baju dari butik Ningrum untuk acara ulang tahun pernikahannya yg akan di adakan lebih kurang tinggal sebulan lagi.


‘‘Akhirnya kamu punya butik juga ya Ning, malahan sudah lumayan terkenal juga ya,'' ucap Sukma dengan senang.


“Iya, Alhamdulillah Sukma, aku bersyukur dengan apa yang aku capai saat ini, oh iya nanti kalau kita ketauan sama suami kita gimana, pasti Mas Surya dan Mas Heru marah banget nih kalau liat kita akur begini,’’ mereka pun tertawa membayangkan para suami mereka.

__ADS_1


Tak terasa sudah dua jam lebih mereka bercerita suka-cita, Sukma pun memohon undur diri untuk pulang, takut nanti suaminya mencari karena sudah terlalu lama di luar.


“Yasudah, aku mau pulang dulu ya Ning, kalau bajunya sudah selesai kasih tau ya, dan kapan-kapan kita nongkrong bareng yuk! tapi jangan kasih tau suami kita, kalau dikasih tau pasti mereka tildak mengijinkannya,’’ Ucap Sukma yang diiyakan oleh Ningsih.


Sebelum Sukma melangkah pergi keluar ruangan, mereka terlebih dahulu berpelukan, dan setelah itu Ningrum mengantarkan sahabatnya sampai di depan butik, ia masuk lagi ke butiknya setelah mobil yang dinaiki Sukma, sudah tidak terlihat di pandangan matanya.


Ningsih kembali ke ruangannya, ia duduk di kursi kerja sambil memandang foto-foto sahabatnya yang sempat ia simpan di dalam laci meja kerjanya. Tak terasa ia meneteskan air mata memandang foto itu, melihat salah satu foto sahabatnya yang sudah lama meninggalkannya,


“Diky...! entah kenapa, hari ini aku kangen banget sama kamu, aku kangen kita ngumpul bareng lagi seperti dulu, tidak seperti hari ini, yang terjadi hanyalah kesalahpahaman dan perpecahan, tetapi aku sadar, kamu sudah tidak bisa berkumpul lagi dengan kita, dan aku selalu mendoakan mu agar selalu tenang di alam sana, dan aku harap kamu tidak kecewa karena perpecahan yang terjadi saat ini, aku pun yakin suatu saat nanti kami akan kumpul bersama kembali, kemudian kami bersama akan berziarah ke makammu,'' ucap Ningrum dengan lirih sambil tersenyum dan menghapus air mata yang membasahi pipinya.


Waktu jam makan siang telah tiba, Sofi memasuki ruangan Ibu Ningrum karena ia mendapat telfon dari bosnya untuk ke ruangannya, ''Selamat siang buk, ada yang bisa saya bantu?'' tanya sofi kepada bosnya.


“Sofi...! jam makan siang telah tiba, ayo sekarang kumpulkan semua teman-teman, dan temani saya makan di luar yuk! setelah itu kita kembali lagi bekerja,'' ucap ibu Ningrum sambil tersenyum.


Karyawan bu Ningrum ada 5 orang termasuk Sofi, mereka menaiki mobil bu Ningrum menuju mall terdekat, sesampai di sana, mereka langsung berjalan menuju food court, dan Ibu Ningrum mengijinkan semua karyawannya untuk memilih menu makanan yang di inginkan.


Begitulah Ibu Ningrum ia sangat memperhatikan kesejahteraan karyawannya, sehingga karyawan yang bekerja di butiknya selalu betah bekerja disana, karena Ibu Ningrum selalu menganggap mereka sebagai keluarga, bukan sebagai karyawan yang selalu di tuntut untuk selalu bekerja dan mencapai omset dengan sungguh.


Sangat berbeda sekali dengan Ibu Ningrum, sebagai pemilik butik ia harus memperlihatkan kerja kerasnya, sehingga semua karyawannya juga terpacu untuk bekerja lebih giat lagi dan bisa bersama-sama mencapai omset yang diinginkan.


Ibu Ningrum selalu menanamkan sifat kerjasama pada setiap karyawannya, makanya dalam bekerja, mereka selalu kompak dalam hal apapun.

__ADS_1


Setelah selesai makan siang, mereka kembali lagi ke butik untuk melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda, para karyawan tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada bu Ningrum dan setelah itu mereka semua kembali ke pekerjaannya masing-masing.


Ibu Ningrum memasuki ruangannya dan langsung menuju meja kerjanya. Ia akan membuat pola baju yang telah dipilih sahabatnya tadi dan beberapa pola baju pelanggan yang belum sempat terselesaikan.


Ia sudah mulai menggoreskan pensil di atas kertas, dan bertekad untuk menyelesaikannya sebelum jam setengah 3 nanti, karena jam 3 ia sudah harus sampai dirumah sebelum anak atau suaminya pulang.


Begitulah kesepakatan yang dibuat oleh suaminya sebelum ia memulai usaha butiknya dahulu, dan sampai sekarang ia selalu mematuhi aturan yang di buat oleh suami tercintanya.


Sedangkan butiknya akan tutup tepat pukul 5 sore yang tentu akan dipandu oleh Sofi sebagai orang kepercayaan ibu Ningrum.


Dan Sofi lah orang yang paling awal dan paling terakhir pulang dari butik itu, karena selain ibu Ningrum, Sofi juga memegang kunci butik tersebut.


.


.


.


.


Terima kasih teman-teman, sudah membaca novel aku di bab ini, mohon dukungannya ya biar aku makin semangat bikin novelnya ☺️

__ADS_1


jangan lupa like, koment dan votenya ya teman-teman 🙏


__ADS_2