
Putri menggenggam erat tangan Victor lebih kuat lagi dari pada sebelumnya.
''Vic, lu harus percaya sama gue, gue hanya bersahabat baik dengan Rendi, sebelum gue kenal lu, gue lebih dulu kenal dia, dia yang selalu jagain gue, sebelum ada lu, dia yang selalu nemenin gue kemana-mana.''
''Jadi gue mohon, lu harus ngertiin gue, gue nggak mau kehilangan sahabat baik gue ketika gue sudah mempunyai pacar seperti sekarang ini, karna sebelum gue kenal lu, gue nggak ada apa-apanya tanpa mereka,'' ucap Putri dengan serius.
Victor hanya mengangguk paham, ia berusaha menerima apa yang diucapkan Putri, walaupun di dalam hatinya sangat bertolak belakang, karna ia sangat meyakini kalau pria yang bernama Rendi itu menaruh hati kepada Putri.
''Ya, gue akan coba untuk mengerti itu, tapi gue mohon, jangan pernah lu melakukan kontak fisik dengannya, kalau gue melihat itu, lu harus siap melihat gue sebrutal apa, dan perkataan gue ini tidak main-main, lu paham?'' tanya Victor kepada Putri.
Putri hanya menganggukinya, walaupun ia sedikit takut dengan ancaman Victor.
Kemudian Victor melajukan motornya ke arah rumah Putri, sampai di depan gerbang, Victor langsung pamit pulang, karna langit sudah mendung dan sepertinya akan turun hujan.
*
Malam telah tiba, jam menunjukkan pukul 8 malam, setelah selesai mengerjakan tugasnya, seperti biasa Putri akan membaca novel hingga jam 9 dan setelah itu ia akan tidur.
Ia sangat antusias sekali untuk membaca novel kali ini, karna ia tidak sabar dengan isi cerita dari novel yang sudah lama ia tunggu-tunggu.
Sedang asyik membaca novel, ia dikejutkan dengan suara pintu kamar terbuka yang ternyata itu adalah ibunya, seperti biasa, ibunya membawa segelas susu coklat panas untuk anak gadisnya.
Putri meminum susu yang telah dibuatkan ibunya, dan tidak lupa ia mengucapkan terima kasih.
Setelah memberikan segelas susu dan sedikit berbincang mengenai hari ini dengan anaknya itu, ibu Ningrum pun keluar dari kamar anak gadisnya tersebut, begitulah ia selalu memantau apapun tentang anaknya, selalu mendengarkan keluh kesah anaknya, agar ia bisa tau bagaimana memahami langkah-langkah untuk menghadapi anak-anaknya.
Jam sudah menunjukkan pukul 9 tepat, sudah waktunya Putri harus menutup novelnya dan segera membersihkan diri di kamar mandi dan langsung tidur, begitulah Putri, ia selalu disiplin dengan waktu, makanya ia terpilih menjadi salah satu murid teladan di sekolahnya.
*drrt
drrt*
Hp Putri yang terletak di atas nakas pun bergetar, Putri yang bersiap-siap untuk tidur mengambil hpnya yang bergetar terlebih dahulu.
Di sana, terteralah nama Victor dengan panggilan video call, Putri pun tersenyum, dengan malu-malu ia langsung mengangkat telfon itu, dan terlihatlah wajah tampan Victor di layar hp tersebut, yang membuat ia deg-degan.
"Hai ...! Selamat malam," sapa Victor sambil tersenyum di ujung sana.
"Malam," balas Putri menebarkan senyuman yang membuat Victor tambah gemas melihatnya.
''Tugasnya udah kelar?" tanya Victor lagi.
"Udah dari tadi, lu gimana? udah bikin tugas?'' tanya Putri balik.
"Udah dong," ucap Victor tersenyum.
"O iya, boleh minta satu permintaan?" tanya Victor serius.
__ADS_1
"Boleh, asal jangan yang aneh-aneh, kalau lu minta yang aneh-aneh gue matiin nih telfon, " ucap Putri.
"Pacar gue galak,'' canda Victor.
''Memangnya lu mau minta apa Vic? tanya Putri menatap layar handphonenya.
Sepertinya Victor sedang berpikir mengeluarkan kata-kata apa yang ingin ia sampaikan.
"Gue mau panggilannya diubah, masa sama pacar sendiri pakai lu gue, panggil aku kamu aja yah?'' ucap Victor sambil tersenyum.
Dengan wajah malu-malu, Putri mengiyakan permintaan Victor.
Ia sangat menggemaskan sekali, gimana gue nggak tergila-gila," gumam Victor di dalam hati.
''Tapi kan gue belum terbiasa," (Putri)
''Iya, makanya dibiasain Put, mau yah?'' (Victor)
Putri pun hanya mengangguki permintaan Victor.
"Boleh minta satu permintaan lagi?"( Victor)
"Itu namanya bukan satu, tapi banyak? lu mau minta apalagi?'' ketus Putri dengan kesal.
"Tuh kan...! masih pake lu ngomongnya, males ah," ucap Victor memalingkan wajahnya dari layar hpnya.
Putri pun tertawa geli melihat tingkah Victor yang sudah ngambek kaya anak kecil.
"Tadi katanya kamu mau meminta satu permintaan lagi, kamu mau apa?" tanya Putri.
"Aku mau kamu, nggak manggil aku dengan sebutan nama doang," jawab Victor.
"Lah...! trus kamu maunya dipanggil apa?( Putri)
"Maunya dipanggil yang spesial,''(Victor)
''Martabak kali pake spesial-spesial segala,'' ucap Putri sambil tertawa.
''Kok kamu gemesin banget sih, pengen cubit,'' goda Victor.
Putri tersipu malu karna Victor selalu bisa menggodanya dan membuat ia deg-degan.
''Yaudah, sekarang kamu maunya dipanggil apa? kakak?'' tanya Putri serius.
''Nggak mau ah, semuanya udah manggil aku kakak, kan aku bilang maunya yang spesial,'' balas Victor manja.
''Ya trus maunya apa dong? kan aku jadi bingung nih mau manggil apa,'' celetuk Putri sedikit kesal.
__ADS_1
Victor sangat suka melihat raut wajah Putri yang kesal karena ulahnya itu. Emang dari awal ia suka melihat wajah Putri seperti itu.
''Kalau panggil abang aja gimana?'' ucap Victor.
''Nggak mau ah, kan aku udah punya abang, aku cuma mau punya satu abang, nggak mau banyak-banyak,'' ucap Putri masih dengan muka kesalnya.
''Kamu cuma punya dua abang kok, ga banyak-banyak, mau yah? kan lebih spesial,'' ucap Victor.
Putri pun akhirnya menurut dengan Victor, karena ia sudah sangat mengantuk, jadi lebih baik diturutin aja apa maunya, biar kelar urusannya, begitu pikir gadis itu.
Victor sangat senang karna Putri mau menuruti permintaannya.
''Coba dites dulu dong biar aku bisa dengar,'' goda Victor.
''Nggak mau ah, aku malu,'' ucap Putri sambil memalingkan wajahnya dari layar hp nya, mukanya udah panas karna ulah Victor yang terus-terusan menggodanya.
Victor semakin gemas melihat tingkah Putri.
''Ya dicoba dulu, biar habis ini kita bisa tidur, ucapin selamat malam kek gitu,'' ucap Victor lagi.
''Iya deh iya, selamat malam abang semoga mimpi indah,'' ucap Putri malu-malu dan ia langsung mematikan panggilan video call tersebut.
Putri merasa sangat malu, ia benar-benar deg-degan, apa benar ini yang dinamakan cinta, yang selalu membuat orang spot jantung, gumam Putri lirih.
Sedangkan Victor sangat senang sekali melihat tingkah Putri yang malu-malu terhadapnya. Tidak tau kenapa sampai ia bisa se-bucin ini dengan Putri, setelah beberapa saat, Victor mengirimkan pesan kepada Putri.
Putri yang mendengar hpnya bergetar langsung mengambilnya.
^^^^^^Victor^^^^^^
^^^" *Selamat malam juga sayang,^^^
^^^jangan lupa mimpiin abang😊,^^^
^^^besok pagi abang jemput ya*.^^^
Putri
"O**ke abang😊
Putri membalas pesan chat Victor sambil senyum-senyum sendiri. Kemudian ia tertidur dengan rasa yang bahagia.
Sedangkan Victor juga sudah tertidur dengan senyuman yang terlukis di wajah tampannya itu.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung