Pacar Galak

Pacar Galak
Perselisihan


__ADS_3

Damar terhenyak mendengarkan ucapan Putri, membuat ia semakin marah dan ingin menampar Putri, saat Damar ingin melayangkan tangannya ke muka Putri, ia dikagetkan dengan seseorang yang menahan tangannya dan menghentikan aksinya.


''Jangan kau sentuh dia dengan tangan kotor mu itu, brengsek!'' ucap Victor dengan geram.


Setelah latihan basket tadi, Victor berniat untuk langsung pulang dan mengambil motornya terlebih dahulu di parkiran sekolah, tidak sengaja Victor melihat Putri di ganggu se-gembrolan laki-laki biadab itu, ia langsung berlari menghampiri Putri.


Dengan spontan Victor menahan tangan Damar dan memberikan pukulan yang sangat kuat tepat mengenai perut Damar, karena tanpa adanya persiapan, Damar langsung tersungkur ke jalan.


Melihat Damar yang sudah tidak berdaya, beberapa teman Damar menghampirinya, dan mereka membantu Damar untuk bangkit.


Sebagian teman Damar melangkah ke arah Victor untuk memberikan perlawanan, tetapi Damar langsung mencegahnya.


''Sudah! biarkan saja! ini di sekolahnya, nanti kita di laporkan dan di amuk warga,'' ucapnya sambil memegang perutnya yang dipukul oleh Victor tadi.


''Dan buat, lu! Victor Anugrah Sanjaya, jangan senang dulu! gue mundur bukan berarti gue kalah! tunggu pembalasan gue!'' ucap Damar dengan wajah merah padam menahan amarahnya.


''Ayok cuy, bubar!'' ucap Damar membubarkan anggotanya meninggalkan Putri dan Victor.


Victor menghampiri Putri yang masih berdiri dengan tatapan sendunya, karena dia sangat shock dengan apa yang barusan terjadi.


''Lu ngak papa? ada yang luka gak?'' tanya Victor dengan tulus.


''Gue ngga papa kok, makasih yah udah nolongin gue, kalo tadi ngga ada lu mungkin gue udah babak belur,'' ucap Putri dengan lembutnya.

__ADS_1


''Bisa juga nih cewek ngomong lembut, bikin gue meleleh aja,'' gumam Victor dalam hati sambil menahan senyumnya.


''Lagian kenapa sih lu jam segini masih disini? bukannya pulang , disini tuh rawan," ucap Victor menjelaskan.


''Iya, maunya gue sih pulang, tapi abang gue belum jemput, mana udah bete banget gue nungguin dari tadi, ucap putri sambil memanyunkan mulutnya ke depan.


''Rumah lu dimana? ayok gue anterin,'' ucap Victor.


''Ngga usah deh, gue nungguin abang gue aja, lu duluan aja sana! sekali lagi makasih ya,'' ucap Putri menebarkan senyum cantiknya.


''Gila aja gue ninggalin lu di sini sendiri, emang lu ga takut? sepi begini, ayok pulang bareng gue aja!" ajak Victor menarik pergelangan tangan Putri.


''Apaan sih lu, lepasin tangan gue! gue bisa pulang sendiri," ucap Putri berteriak.


Tetapi Victor tidak mengindahkan permintaan Putri, Victor tetap menarik tangan Putri menuju motornya yang masih jauh di samping gerbang sekolah.


Putri bingung harus bagaimana, sebenarnya ia sangat ketakutan dengan kejadian tadi, tetapi ia juga tidak untuk merepotkan Victor.


"Udah sih, pulang ama gue aja, ayok!" ajak Victor sambil menarik tangan Putri lagi.


Karena tidak ada pilihan lain, Putri pun mengiyakan ajakan Victor, ia berjalan di belakang Victor yang masih menarik tangannya.


''Mereka tadi siapa sih? kok dia kenal sama elu? jangan-jangan lu ada masalah sama mereka, ya? ucap Putri sambil menatap tajam ke arah Victor.

__ADS_1


''Bukan masalah ama gue doang, ama sekolah kita juga," ucap Victor ketus karena ia kesal melihat tatapan Putri yang seolah-olah menyalahkannya.


Putri bingung dengan pernyataan yang diucapkan oleh Victor.


''Maksud lu apaan? gimana ceritanya sampe bawa-bawa sekolah kita? memangnya ada masalah apa? dan mereka tadi sekolah dimana?'' tanya Putri beruntun dengan mimik wajah yang sudah sangat penasaran.


''Mereka tadi adalah anak SMA Karya, mereka selalu cari gara-gara dengan sekolah kita, mereka sakit hati karena selalu kalah tanding bermain basket dengan tim sekolah kita."


''Mereka selalu iri dengan pencapaian yang sekolah kita raih, bahkan katanya dulu mereka pernah ngajak senior-senior kita untuk tawuran di depan sekolah ini sehingga di laporkan ke pihak berwajib."


''Makanya tadi mereka langsung pergi karena takut di laporkan meresahkan warga," jawab Victor panjang lebar.


"Oh... ! gitu ceritanya, serem juga mereka ya," ucap Putri bergidik ngeri.


''Makanya lu jangan sendiri-sendiri kaya tadi di halte, apalagi lu pake baju seragam, bakalan sangat gampang mereka mengenal kita," ucap Victor menasehati Putri.


.


.


.


😊Hay para reader ku, mohon maaf apabila ceritanya yang kurang sempurna dan masih kaku , soalnya aku masih pemula nih,

__ADS_1


tolong berikan kritik dan saran yang membuat aku bangkit ya guys,


Terima kasih ☺️


__ADS_2