Pacar Galak

Pacar Galak
Mempermainkan


__ADS_3

Melihat tingkah anak muda yang sedang di mabuk asmara itu, pak Nanang tersenyum geli, karena yang ia tau anak majikannya ini tidak pernah sebelumnya menggandeng wanita walaupun banyak wanita yang mengejar-ngejarnya, dan baru pertama kali ia membawa wanita ke mobilnya ini.


''Anak ini sangat sederhana, baik dan sopan, dengan kesederhanaannya membuat ia menjadi cantik tanpa di buat-buat, semoga tuan muda tidak salah pilih dalam memilih pasangan untuk pendamping hidupnya nanti," gumam pak Nanang di dalam hati.


Setelah mendengar semua ucapan Victor, Putri hanya memilih diam, ia tidak mau berdebat karena nanti urusannya akan menjadi panjang, pikirnya.


"Kok lu diem? jawab...! gimana lagi cara gue ngomong biar lu paham?" ucap Victor mengulang pertanyaannya masih dengan nada membentak.


Victor menggenggam tangan Putri dengan lembut, Putri kaget dan langsung melepaskan tangannya dari genggaman Victor, namun Victor menahannya.


"Vic...! udahlah! hentikan semua ini, gue tau lu nggak serius sama gue, lu hanya ingin mempermainkan gue? lu hanya ingin balas dendam ke gue karna gue pernah kasar sama lu, dan lu nggak terima, iya kan?" tanya Putri sambil menatap wajah Victor.


Victor menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar semua ucapan dan pertanyaan yang keluar dari mulut Putri, ia tidak menyangka pikiran wanita itu terlalu buruk terhadapnya.


Walaupun pertemuan pertama mereka memanglah buruk, tetapi Victor tidak pernah punya niat se-hina dan serendah itu.


''Maksud lu apaan? gue serius sama lu, nggak pernah gue berniat untuk mempermainkan lu," ujar Victor.


Nampak raut kecewa diwajahnya, karena wanita yang ia cintai berpikiran buruk terhadapnya.


''Gue ngga percaya...!" bentak Putri, membuat Victor kaget karena dibentak seperti itu.


"Gue sadar diri kok, gue nggak selevel sama lu Vic, lebih banyak cewek cantik yang ngejar-ngejar lu? gue mah ngga ada apa-apanya dari mereka, mana mungkin lu suka gue."


"Udah deh! sekarang udahin aja lelucon ini, kalau lu mau gue minta maaf, yaudah gue minta maaf," ucap Putri.


"Sekarang turunin gue disini, gue bisa pulang sendiri,'' ucap Putri lagi.


Tidak tau kenapa, setelah mengeluarkan kata-kata itu, ada rasa sesak di dadanya, ada rasa kekecewaan, sakit hati semua sudah bercampur aduk, mata Putri sudah berkaca-kaca menahan agar ia tidak menangis di depan Victor.


Victor terdiam mendengar ucapan Putri, ia mencerna semua perkataan yang keluar dari mulut Putri.


Ia merasa sangat senang, karena ia tidak salah pilih dalam memilih pasangan, biasanya wanita lah yang selalu mengejarnya, mencari perhatiannya dan berebut ingin menjadi pacarnya, karena mereka hanya ingin mengejar hartanya dan ingin terlihat populer saja, jarang ada wanita yang tulus terhadapnya.


Tetapi berbeda dengan Putri, ketika banyak wanita yang ingin mengantri menjadi pacarnya, Putri malah menolaknya, membuat Victor semakin ingin mendapatkan hatinya.


Victor menggenggam lagi dengan erat tangan Putri, ketika Putri ingin melepaskan genggaman itu, Victor kembali menahannya.

__ADS_1


''Biarlah seperti ini dulu," ucap Victor dengan tampang datarnya.


Dan akhirnya Putri menyerah, membiarkan Victor menggenggam kedua tangannya.


''Put...! gue sayang sama lu, sekarang lu buang jauh-jauh pikiran buruk lu tentang gue.


''Gue Victor Anugrah Sanjaya bukan tipe cowok yang suka mempermainkan perasaan wanita.''


''Dan harus lu tau, baru kali ini gue senyaman ini sama cewek, lu boleh tanya ke semua cewek yang kenal sama gue, gimana gue memperlakukannya, walaupun lu sering marah, bentak gue, ngomelin gue, tapi gue tetap nyaman dan tetap sayang sama lu.''


Dan satu hal lagi yang harus lu tau, diprinsip hidup gue, nggak ada namanya yang tidak selevel, dimata Tuhan kita sama, jadi jangan pernah membanding-bandingkan lagi, cukup jadi diri lu sendiri, dan gue cari cewek bukan untuk pansos cantik doang, gue cari cewek yang biarpun sederhana, tapi mempunyai hati yang tulus, dan gue yakin itu ada didiri lu,'' ucap Victor tersenyum sambil mengelus pipi Putri.


Deg.,... jantung putri langsung berdegup kencang diperlakukan seperti itu, pipinya langsung merah merona membuat ia menjadi salah tingkah.


Putri memalingkan wajahnya ke arah lain sambil menepis tangan Victor yang masih nyaman mengusap pipinya.


"Lu nggak usah sok tau deh masalah hati gue, lu aja baru beberapa bulan ini kenal sama gue," jawab Putri dengan ketus.


"Hahahaha...!'' Victor hanya tertawa mendengar ucapan Putri,


"Sebelum gue memantapkan diri untuk memilih lu sebagai pacar gue, gue udah cari tau siapa lu, keluarga lu, temen lu, semuanya udah gue cari tau, tentang apapun itu yang bersangkutan dengan lu,'' ucap Victor serius.


"Bahkan sampai ke pacar atau mantan lu, udah gue cari tau, tapi yang gue dapatkan NIHIL, ternyata lu hanya seorang jomblo kesepian yang hanya di temani setumpuk novel untuk mengisi hari-hari lu yang hampa, bukan kah benar begitu sayang?" tanya Victor meledek.


Dengan kesal Putri mencubit lengan Victor, sambil cemberut ia pun berucap, "Biarin...! jomblo kesepian lebih punya harga diri, dari pada jadi piala bergilir yang kesana kesini udah bekas orang, emang lu mau cewe lu jadi piala bergilir seperti itu? tanya Putri sambil memangku tangannya dengan kesal.


"M**enggemaskan sekali pacar ku ini, gimana aku ngga jatuh cinta kalau tingkahnya seperti ini," gumam Victor dalam hati.


Dan sekali lagi Victor mencubit pipi Putri saking gemasnya melihat wanita itu.


"Jadi udah mau ngakuin nih jadi pacar gue?'' tanya Victor menggoda Putri.


"Apaan sih lu, udah ah gue jadi malu," ucap Putri terang-terangan karena wajahnya sudah seperti udang rebus.


Victor hanya menahan tawa melihat tingkah Putri yang masih malu-malu, ia sangat yakin kalau ia bisa meyakinkan Putri, kalau ia sangat tulus mencintai Putri.


Pak Nanang yang dari tadi hanya diam, selalu setia mendengarkan ocehan dua anak muda yang lagi dimabuk asmara, entah apa yang ia pikirkan.

__ADS_1


Victor mengajak Putri untuk keliling pusat kota sebentar, kemudian karena permintaan Putri, mereka terlebih dahulu singgah ke toko buku langganan Putri untuk mengecek novel baru yang katanya minggu ini akan terbit.


Sebelumnya Victor minta izin kepada papanya untuk tidak ke kantor sore ini, dan papanya mengizinkannya, selagi itu bersama pak Nanang itu berarti akan aman, begitu pikirnya.


Lagian pak Heru juga tidak mau terlalu memaksakan anaknya yang sedang sekolah untuk berkecimpung di dunia bisnis yang ia geluti sekarang, dan masalah yang kemaren itu, hanya sebagai hukuman saja, agar Victor tidak terlalu banyak nongkrong di luar.


Beberapa minggu ini pak Heru sudah melihat perubahan Victor, baik di rumah maupun di sekolah, makanya sekarang ia tidak mau terlalu mengekang anak kesayangannya itu.


Sesampainya di toko buku, Putri langsung mencari buku yang ia inginkan, ternyata buku itu belum ada.


"A**gak kecewa sih, tapi ya sudahlah besok aku akan kesini lagi," gumamnya.


Melihat wajah Putri seperti itu, Victor hanya tersenyum geli.


"C**uman gara-gara novelnya belum ada, lu sampai se badmood ini ya, gimana ngga jomblo sejati, kalau kaya gini tingkah lu, untung sayang,'' gumam Victor lagi.


Putri pun sedang sibuk mencari novel yang akan ia baca, sedangkan Victor pamit sebentar kepada Putri untuk pergi ke mini market di seberang toko buku itu.


Ia membeli dua buah es krim, yang satu untuknya, dan satu lagi untuk Putri, karena yang ia tau, es krim adalah salah satu makanan yang bisa membuat mood kita membaik.


Setelah Victor keluar dari mini market, Putri pun sudah keluar dari toko buku dan membawa novel yang ia pilih tadi untuk di bawa pulang.


Di toko buku itu, selain bisa membeli buku, kita juga bisa meminjam buku-buku yang ada di sana dengan syarat, sudah mempunyai kartu tanda pinjaman yang berjangka 1 minggu setiap buku yang dipinjam di sana.


Dengan sigap Victor membukakan pintu mobil untuk Putri, kemudian ia memberikan es krim yang telah ia beli di mini market tadi kepada Putri.


Putri pun tersenyum senang, karena ia sangat menyukai es krim dan ia mengucapkan terima kasih kepada Victor yang di balas dengan senyuman yang sangat tampan dari wajah Victor.


Dan setelah itu, Victor mengantarkan Putri sampai gerbang rumahnya, dan kemudian mereka pun berpisah.


.


.


.


Selamat membaca teman-teman, jangan lupa dukung aku dengan cara like, koment , dan votenya di tunggu ya. 😉

__ADS_1


__ADS_2