Pacar Galak

Pacar Galak
Bikin Malu


__ADS_3

Raysa, Rendi dan Riko berniat mengunjungi Putri di UKS, sampainya di depan ruangan tersebut, Raysa membuka pintu perlahan, dan alangkah terkejutnya mereka melihat Victor dan Putri seperti orang yang sedang berciuman.


Victor dan Putri langsung kaget, mendengar bunyi pintu terbuka, dengan spontan Victor menjauhkan wajahnya dari Putri, ia meletakkan sisa makanan di atas meja dan duduk kembali di kursi yang ia duduki tadi.


Raysa berlari memeluk Putri yang diiringi Rendi dan Riko.


''Put...! lu tidak apa-apakan? mana yang sakit? lu tidak di apa-apain sama dia, kan?'' tanya Raysa sambil menatap tajam ke arah Victor, karena Raysa tau dari teman-temannya, kalau Putri dan Victor berantem, dan Putri pingsan di saat ia berdebat dengan Victor.


Melihat sahabatnya yang panik karena kondisinya, Putri langsung tersenyum.


''Gue tidak apa-apa kok Ray, tadi sakit gue kambuh lagi karna telat makan,'' ucap Putri menenangkan Raysa.


Raysa berbisik ke telinga Putri,'' Barusan lu ngapain sama kak Victor? lu harus cerita sama gue!'' ucap Raysa dengan tegas.


Bisikan Raysa terdengar samar di telinga Victor, ia tersenyum mendengar pertanyaan Raysa yang terlihat kepo dengan apa yang ia dan Putri lakukan barusan.


''Lu mau tau ngapain gue barusan?'' tanya Victor kepada Raysa dengan memperlihatkan sedikit senyuman tampannya.


''Ya ciumanlah,'' jawab Victor dengan santai.


Dan semua yang ada disana langsung kaget mendengar pengakuan Victor.

__ADS_1


Termasuk Putri yang langsung membulatkan matanya ke arah Victor, melihat Putri yang sepertinya ingin memarahinya.


Victor langsung mengusap kepala Putri dan berkata, ''Sekarang teman lu udah datang, gue pamit dulu ya, bentar lagi abang lu bakal kesini untuk menjemput lu pulang.


''Kalau ada apa-apa telfon gue ya, nomornya udah gue save di hp lu, cepat sembuh sayang!'' ucap Victor sambil tersenyum dan berlalu dari ruangan itu.


Ya, tadi ketika Victor telah selesai mengabari abang Putri, ia mengambil kesempatan dengan menyimpan nomornya di hp Putri dan mencari nomor hp Putri untuknya, agar nanti ia bisa menghubungi Putri di saat rindu kepada wanita yang belakangan ini mengganggu pikirannya.


Melihat tingkah Victor yang sangat menyebalkan, Putri hanya bisa mengeram sambil menggeleng-gelengkan kepala dan menahan malu membuat pipinya merah merona karena perlakuan Victor kepadanya.


''*Dasar pria menyebalkan, bikin malu gue aja, tapi kok gue deg-degkan sih? perasaan apa ini yah?'' batin* Putri sambil mengutuki sikap Viktor kepada dirinya.


Terlebih ada Raysa yang selalu kepo tentangnya, Raysa menginterogasi Putri seperti sang detektif yang siap mengungkap fakta-fakta yang terpendam yang hanya di jawab seadanya oleh Putri.


Ketika mereka sedang asyiknya menggoda Putri, datanglah Putra menjemput Putri agar adiknya tersebut bisa istirahat di rumah saja.


Sebelum membawa adiknya pulang, Putra terlebih dahulu pergi keruangan guru untuk meminta izin kepada guru yang bersangkutan.


Sepanjang perjalanan menuju ruangan guru, Putra dilirik banyak wanita yang ada disana, mereka terpesona dengan ketampanan Putra dan sikap wibawa Putra yang melihatkan aura kemapanan pada pria tersebut.


Bagaimana tidak di umur yang masih 26 tahun, ia sudah memegang jabatan sebagai manager di sebuah perusahan di kota itu. Ia tidak mau bergantung bekerja di perusahaan ayahnya, walaupun ayahnya sudah memaksanya untuk bekerja di perusahaan keluarganya tersebut.

__ADS_1


Di samping itu, Raysa kembali menggoda Putri lagi. ''Aduuh...Put!! kok lu punya abang ganteng banget sih, nyokap lu ngidam apa waktu hamil dia? gue bersedia kok jadi kakak ipar lu Put, suer dah,'' ucap Raysa tersenyum.


Putri memutarkan bola matanya malas mendengarkan ucapan Raysa.


''Duuh...Ray!! semua aja lu bilang ganteng, tuh si Rendi, Victor terus sekarang abang gue, lu ambil aja deh si Rendi ama Victor, tapi tidak untuk abang gue, gue ngga mau berbagi kasih sayang abang gue kepada orang lain, cukup buat gue aja,'' ucap Putri dengan egois sambil melipatkan tangannya di dada.


Raysa tertawa mendengarkan ucapan putri yang menggemaskan baginya.


''Yaudah, buat elu aja Rendi dan Victor biar abang lu buat gue, gue bersedia menjadi kaka ipar yang baik kok buat elu,'' ucap Raysa lagi yang membuat Rendi, Riko dan Putri tertawa mendengarkan ucapan Raysa tersebut.


Setelah minta izin kepada guru yang bersangkutan, Putra memapah Putri masuk ke dalam mobilnya, dan tidak lupa ia mengucapkan terima kasih kepada ketiga sahabat adiknya yang sudah menjaga adiknya dengan baik.


Sekarang Putri sudah berada di dalam mobil Putra, dan Putra melajukan mobilnya menuju rumah dengan kecepatan agak tinggi , agar adik kesayangannya ini bisa istirahat dengan nyaman di rumah.


.


.


.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2