
Hari-hari pun berlalu, hubungan Putri dan Victor semakin dekat, satu sekolah pun sering membicarakan kedekatan mereka, bahkan ada yang iri melihat kedekatan Victor dan Putri, karena yang mereka tau, Victor adalah pria dingin yang susah sekali untuk mereka dekatkan.
Tetapi berbeda kalau sedang bersama Putri, dengan sifat cuek dan galaknya, ia bisa membuat Victor ingin selalu di dekatnya, dan selalu ingin menggodanya.
Seperti yang dilakukannya sekarang ini, di kantin, Putri sedang menunggu makanan yang sedang dipesan oleh Raysa, seperti biasa, sembari menunggu Raysa, ia akan membaca novel yang selalu ia bawa kemana-mana.
Sedang seriusnya ia membaca novel, seseorang menarik novelnya dan menaruh novel itu kebelakang badannya agar Putri tidak bisa mengambil novel itu, siapa lagi pelakunya kalau bukan Victor.
“Lu! apaan sih, ngga liat gue lagi baca?'' ujar Putri dengan memperlihatkan wajah kesal dan cemberutnya. Victor hanya menahan tawa melihat dan mendengarkan ocehan Putri.
''Lu ke sini mau ngapain?''
''Makan,'' ucap Putri polos.
''Kalau mau makan, ya makan, nggak usah baca novel,'' balas Victor dengan datar, membuat Putri tambah kesal.
''Ya kan gue sambil nunggu makanan, dari pada gue bosen nunggu,'' ucap Putri lagi.
''Kan udah ada gue,'' jawab Victor sambil menatap dalam mata Putri.
Membuat Putri salah tingkah, dan jantungnya berdegup sangat kencang, sejak Victor selalu ingin menggodanya, ada rasa aneh yang muncul di dalam dirinya entahlah, ia juga pusing memikirkannya.
''Apaan sih lu, ga jelas,'' balas Putri sewot dan ia memalingkan wajahnya ke arah lain, karena ia takut apabila Victor melihat mukanya yang sudah seperti udah rebus menahan rasa gejolak di dalam hatinya.
Perasaannya semakin tidak karuan, jantungnya berdetak kencang, rasanya ia ingin menghilang saja dari sana, agar Victor tidak melihat kalau dirinya saat ini sedang salah tingkah.
“Sumpah gue deg-degkan banget, perasaan apa ini ya, kenapa kalau dia bertingkah seperti itu, gue selalu deg-degkan, sebelumnya gue belum pernah ngerasain kaya gini,'' gumam Putri dalam hati.
Ya sepertinya usaha Victor tidak sia-sia untuk mendekati Putri, rasa itu sedikit demi sedikit sudah tumbuh.
( Ada yang tumbuh tapi bukan rambut, wkwkwk….ledek author kepada Putri 😅).
Untunglah Raysa datang tepat waktu dengan membawa makanannya, sehingga ia bisa mencairkan suasana yang sedikit menegangkan bagi Putri.
__ADS_1
“Eh ada kak Victor, mau cari siapa kak? Cari gue ya?” Tanya Raysa dengan sikap centilnya.
Victor membalas gurauan Raysa hanya dengan tersenyum, dan kemudian mukanya berubah datar.
Ya begitulah Victor ia tetap memasang muka datar kepada wanita selain mama dan wanita yang saat ini ia perjuangkan, siapa lagi kalau bukan Putri Dwi Permana.
Karena Putri sudah ada yang menemani, Victor pun pamit kepada Putri untuk bergabung dengan teman-temannya yang lain diujung meja sana, dan Putri pun mengiyakannya.
Putri dan Raysa makan dengan nikmatnya, kemudian datanglah Rendi dan Riko menyusul mereka. Rendi dan Riko juga membawa makanan yang sudah mereka pesan tadi.
Rendi duduk di sebelah Putri, sedangkan Riko duduk di sebelah Raysa, mereka makan sambil sedikit bercengkrama, pasti ada saja yang mereka tertawakan kalau sudah berkumpul bersama.
Kalau dilihat sekilas, mereka seperti para remaja yang sedang makan berpasang-pasangan, atau anak muda jaman sekarang menyebutnya dengan sebutan double date.
Di tempat lain, Victor menatap Putri dengan tatapan kesal, karena Putri duduk berdekatan dengan Rendi, walaupun ia tau yang duduk di dekat Putri adalah sahabat Putri sendiri, tetapi ia sangat tidak menyukai ada lelaki lain yang mendekati wanitanya.
Melihat wajah Victor yang masam seperti itu, Doni pun menggoda Victor.
Victor menghela nafas kasar menahan emosinya.
''Nggak usah...! gue takut Putri nggak nyaman nantinya sama gue, tapi gue ngga suka cewek gue dekat dengan cowok lain walaupun itu sahabatnya.’’ ucap Victor dengan suara yang lirih dan wajahnya berubah jadi dingin seketika.
Melihat wajah masam Victor, Wiliam pun membuka suara, ia menepuk bahu Victor pelan.
“Kalau emang lu ga suka liat pemandangan itu, lu samperin si Putri, trus lu ngomong deh berdua ama dia apa yang ngga lu suka, biar kalian berdua sama-sama enak, dari pada gue ama Doni nyari rusuh ke sana gara-gara elu, entar si Putri malahan marah atau ilfil sama lu, kan lu juga yang repot jadinya.” ucap Wiliam panjang lebar memberikan pengertian kepada Victor.
Victor terdiam dan berpikir sejenak, ia pun sepertinya sepaham dengan ide Wiliam kali ini,
''B**ener juga apa yang dikatakan Wiliam, mending gue ngomong aja kali ya,'' gumam Victor dalam hati.
Victor menghabiskan makanannya terlebih dahulu, kemudian ia pamit kepada kedua sahabatnya untuk menemui Putri.
Victor melangkahkan kakinya menuju meja Putri, kemudian dengan percaya dirinya ia duduk di tengah-tengah Putri dan Rendi.
__ADS_1
“Lu udah selesai makannya?'' Kalau udah, Ikut gue sebentar yuk, gue mau ngomong,'' ucap Victor kepada Putri tanpa menghiraukan teman-teman Putri yang lain.
“Lu mau ngomong apa? Kenapa ngga ngomong disini aja?” Tanya Putri sambil tetap mengunyah makanannya.
“Gue maunya ngomong berdua aja boleh?'' Tanya Victor dengan lembut.
''Ya sudah…! tunggu bentar ya, gue habisin makanan gue dikit lagi.”ucap Putri yang langsung diiyakan oleh Victor.
Melihat drama yang ada di depan matanya, Raysa pun langsung tersenyum geli.
“wkwkw... kok Putri sekarang udah nggak ngumpat-ngumpat lagi kalau disamperin ka Victor yak? Biasanya kan galak banget, apa Putri sudah mulai menyukai kak Victor?'' gumam Raysa sambil bertanya-tanya di dalam hatinya.
Selama ini Raysa tau bagaimana perjalanan hubungan Putri dan Victor, karena Putri selalu curhat kepada Raysa dan meminta pencerahan apapun tentang Victor, ya mungkin karena Putri belum pernah pacaran dan mungkin juga pacaran yang ia jalani saat ini bukan atas dasar cinta melainkan hanya perasaan sepihak yang ia rasa akan bisa mewarnai hari-harinya di sekolah ini.
Padahal kalau Raysa menjadi Putri, mungkin ia langsung dengan senang hati menerima Victor menjadi pacarnya, secara Victor adalah pria yang diidamkan ciwi-ciwi di sekolah ini, tapi apalah daya, Victor lebih memilih sahabatnya dari pada ia, yang membuat Raysa berpindah ke lain hati.
( hmm. .. . siapa ya pujaan hati Raysa sekarang ini? ☺️author jadi penasaran.
ish… jangan kepo dong thor, balas Raysa meledek😅.)
Putri sudah menyelesaikan makannya, kemudian ia minta ijin terlebih dahulu kepada sahabatnya untuk ikut dengan Victor, yang langsung diiyakan oleh sahabat-sahabatnya itu
.
.
.
.
Terima kasih teman - teman , jangan lupa like ,koment dan vote nya ya
💪☺️
__ADS_1