Pacar Galak

Pacar Galak
Jadi Pacar Gue


__ADS_3

Sesampainya di ruangan itu, Victor langsung mengunci pintu agar Putri tidak bisa keluar, Putri pun panik, ia takut nanti ada yang mengira kalau mereka berbuat yang tidak-tidak di ruangan ini.


Putri melepaskan dengan kasar tangannya yang sedari tadi ditarik oleh Victor, emosinya sudah sangat memuncak dan ia berhasil melayangkan tangannya untuk menampar pipi Victor yang membuat Victor seketika terdiam.


''Brengsek...! lu apa-apaan sih? ngapain lu bawa gue keruangan ini? nanti kita dikira yang aneh-aneh gimana? lu mau tanggung jawab?'' bentak Putri.


Victor menghela nafas pelan dan berucap, ''Kalau gue mau yang aneh-aneh lu mau apa?'' tanya Victor dengan santainya, Putri melototkan matanya dan memperlihatkan tampang dinginnya ke arah Victor, mendengarkan ucapan Victor barusan membuat Putri menjadi panik.


Tetapi Putri berusaha tenang, walaupun mukanya tidak bisa menutupi kalau ia sedang panik, melihat muka Putri seperti itu membuat Victor tertawa, entah kenapa ia sangat menyukai wajah Putri ketika sedang panik ataupun marah.


''Mau lu apa sih? kenapa lu selalu ganggu gue?'' bentak Putri.


''Lu mau tau gue maunya apa? iya? '' tanya Victor yang di balas anggukan oleh Putri.


Victor pun mendekati wajah Putri dan sedikit berbisik, ''Gue mau lu jadi pacar gue, dan gue tidak menerima penolakan..! sampai disini lu paham?'' tanya Victor dengan nada sedikit ditekankan dengan senyum jahatnya.


Putri terkejut mendengar ucapan Victor, ia tidak menyangka pria tampan di depannya akan berbicara seperti itu, ditambah lagi deru nafas pria tersebut menggelitik telinganya yang membuat jantungnya berdegup kencang dan membuat ia merasa gugup.


Victor menjauhkan wajahnya dari Putri, melihat Putri masih terdiam mematung, Victor pun berucap lagi, ''Karena lu diam, berarti lu tidak menolak, kan? dan hari ini, jam ini dan di detik ini kita sudah menjadi sepasang kekasih, okay!''ucap Victor sambil tersenyum senang.

__ADS_1


Belum sempat Putri menyanggah apa yang diucapkan Victor, tiba-tiba handphone Putri berdering, ia segera mengambilnya dan melihat siapa yang menelponnya.


Ternyata yang menelfon itu adalah Rendi dan ia langsung mengangkat telfon tersebut.


''Halo, Rend! lu dimana?'' tanya Putri.


Belum sempat Putri mendengarkan jawaban dari Rendi, Victor langsung merampas handphone Putri dari tangannya.


''Ini gue Victor, lu pulang duluan aja, Putri biar gue yang nganter,'' tanpa mendengar jawaban dari seberang sana Victor langsung mematikan panggilan telfon secara sepihak, ia terlihat kesal melihat kedekatan Rendi dan Putri.


''Mulai sekarang lu nggak boleh lagi diantar cowok pulang, ataupun dekat-dekat sama cowok lain, siapa pun itu,'' ucap Victor possessive.


''Sebelumnya gue kan sudah pernah bilang, kalau seandainya lu sudah jadi milik gue, gue ngga sudi lu dekat-dekat dengan cowok lain,'' ucap Victor dengan sedikit membentak.


Putri sangat geram melihat tingkah Victor yang seenaknya saja, ia menatap tajam ke arah Victor dan menepis tangan Victor dengan kasar, membuat Victor sedikit terkejut dan menghentikan langkahnya.


''Lu sudah gila ya? lu dengar baik-baik, gue ngga akan pernah mau jadi pacar lu, gue ngga mau pulang bareng sama lu dan gue ngga mau lu sok ngatur-ngatur hidup gue seenak jidat lu,'' bentak Putri sambil menunjuk ke arah Victor.


Dengan kesal Putri melangkahkan kakinya meninggalkan Victor, namun ditahan lagi oleh Victor, Victor mengusap kepala Putri dengan lembut sambil berucap,

__ADS_1


''Sayang! tadikan gue udah bilang, gue nggak mau dengar adanya kata-kata penolakan, jadi tolong nurut ya sama gue.


''Sekarang ayo kita pulang, gue nggak mau lagi berdebat sama lu,'' ucap Victor sambil menarik tangan Putri.


''Nggak...! gue nggak mau pulang sama lu,'' balas Putri ketus.


''Nggak usah panggil-panggil gue sayang, jijik gue dengarnya,'' ucap Putri lagi.


''Lu kata gue taik, pake jijik-jijik segala, gue ga mau tau, ayok pulang!'' bentak Victor sambil menarik tangan Putri dengan sedikit kasar.


Putri berusaha memberontak, tapi hanya sia-sia karena tenaga Victor jauh lebih kuat darinya, ia pun hanya bisa mengumpat kasar sedangkan Victor tersenyum mendengarkan umpatan Putri. Ada kesenangan tersendiri baginya melihat Putri marah-marah seperti itu.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2