Pacar Galak

Pacar Galak
Menawarkan Diri


__ADS_3

Mendengar ucapan Doni, Victor berusaha untuk menahan emosinya, dan ia tidak mempedulikan ucapan Doni, Victor berusaha dengan cepat menyelesaikan tugasnya, dan setelah itu ia berniat untuk melihat keadaan Putri di UKS.


Setelah tugas selesai, Victor membereskan semua bukunya, dan bersiap untuk melihat bagaimana keadaan Putri.


''Vic..! lu mau kemana?'' tanya Doni.


''Gue mau ke UKS,'' jawab Victor singkat sambil melangkah keluar kelas.


''Gue juga ikut dong,'' ucap Doni sambil berlari kecil mengikuti Victor.


Dan ternyata di depan pintu kelas, sudah ada Pak Prapto yang ingin menghampiri Victor.


''Victor...! saya mau bicara, Helena mana? tolong panggilkan dia,'' perintah pak Prapto kepada Doni yang sudah ada di belakang Victor.


Doni memanggil Helena kedalam kelas, tujuan pak Prapto memanggil Victor dan Helena adalah untuk menghadiri rapat perlombaan yang akan di adakan di aula sekolah, dengan beberapa perwakilan beberapa sekolah lainnya, untuk membicarakan aturan atau apa saja syarat untuk mengikuti lomba.


Karena Victor dan Helena adalah ketua basket dan ketua cheerleader di sekolah itu, jadi mereka yang harus mewakili sekolah mereka untuk rapat hari ini.


Sebenarnya Victor ingin menolak, tapi mau bagaimana lagi, karena permintaan pak Prapto sang pelatih basket, ia tidak bisa untuk menolak, lagian ini untuk kepentingan lomba, pikirnya.


Sedangkan Doni merasa sangat kesal melihat tingkah Victor yang akhir-akhir ini cuek kepada Putri.


Doni mengajak Wiliam ikut dengannya ke UKS untuk melihat keadaan Putri, kebetulan guru mereka yang mengajar di jam ini berhalangan hadir, jadi mereka bisa keluar sebentar melihat keadaan Putri.


Sesampai di UKS, Doni dan Wiliam melihat pemandangan yang tidak mengenakkan, dengan sedikit emosi Doni memasuki ruangan itu.


''Apa-apaan nih? lu mau nyari kesempatan?'' tanya Doni dengan suara dinginnya.


Rendi dan Putri pun kaget, karena Doni dan Wiliam tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


''Maksud lu apaan? kalau bukan gue, siapa lagi yang mau nyuapin Putri di sini?'' ucap Rendi dengan tampang datarnya.


Putri telah siuman, setelah Rendi membeli makanan tadi, Rendi disuruh dokter jaga untuk menyuruh Putri makan, karena Putri masih sedikit lemas Rendi berniat menyuapi Putri, sebenarnya Putri menolak, tapi karena Rendi memaksa ia pun terpaksa menurutinya.


Baru menyuapi dua suap bubur, Putri dan Rendi dikagetkan dengan kedatangan Doni dan Wiliam secara tiba-tiba.


Mendengarkan ucapan Rendi barusan, Doni dan Wiliam terdiam, karena apa yang di ucapkan Rendi memanglah benar adanya.

__ADS_1


Harusnya sahabat mereka yang ada di sini menemani Putri, tetapi di sini malah orang lain yang lebih memperhatikan Putri.


Seketika suasana terasa canggung, Rendi menatap sahabat Victor dengan pandangan tidak suka, begitu pun sebaliknya.


Putri menyapa Doni dan Wiliam agar dapat mencairkan suasana canggung saat ini.


''Terima kasih kak, sudah jengukin gue, Victor kemana kak? kok nggak kesini?'' tanya Putri dengan wajah datarnya, walaupun sebenarnya hatinya sedang menangis, karena dengan kondisinya seperti ini Victor masih tidak memperhatikannya.


Doni dan Wiliam masih terdiam, mereka tidak tau harus menjawab apa kepada Putri.


''Iya sama-sama Put, cepat sembuh ya..!!'' balas Wiliam.


Sebenarnya, Victor tadi mau kesini bareng kita, tetapi pas kita udah keluar kelas, ia dipanggil pak Prapto untuk mengikuti rapat membahas tentang perlombaan nanti, Put!'' jawab Doni.


Tadi ia juga nitip salam buat lu, nanti kalau udah kelar ia nemuin lu kok, tenang aja,'' jelas Wiliam dengan santai.


''Hmm..! iya deh kak,'' ucap Putri dengan senyum yang dipaksakan.


Semua yang di sana tau, kalau sekarang ini, pasti Putri sedang sedih, mereka pun sebenarnya juga bersedih melihat kondisi Putri, apalagi Doni, ia tidak rela melihat Putri bersedih dengan tatapan sendunya itu, membuat Doni kesal apabila mengingat tingkah Victor saat ini.


''Nah, gitu dong, kan cantik kalau nurut,'' ucap Doni menggoda Putri.


''Blushh,'' pipi putri pun merah merona karena di goda seperti itu.


''Terima kasih ya kak,'' ucap Putri lagi.


''Iya, sama-sama! udah deh jangan terima kasih mulu, yang penting sekarang lu itu harus banyak makan, lagian kenapa sih tadi ga makan, udah tau penyakitan masih sok kuat aja nggak makan.''


''Emang dasar cewek yak, punya masalah dikit langsung nggak mau makan, heran deh gue,'' celoteh Doni yang masih sibuk menyuapi Putri.


Putri hanya tersenyum mendengarkan ocehan Doni, membuat senyum yang dipaksakan sebelumnya sirna, menjadi senyum tulus dari hati.


''Apaan sih lu Don, bawel amat kaya nenek gue, lu suapin aja tuh yang bener dari pada ngoceh mulu, maunya masuk mulut malah masuk hidung, kan serem,'' sambar Wiliam dengan sedikit kesal.


Melihat Putri sudah ada yang menemani, Rendi pun undur diri ingin mengikuti pelajaran selanjutnya.


''Put! gue ke kelas dulu ya, nanti kalau ada apa-apa kabari gue ya put,'' ucap Rendi kepada Putri.

__ADS_1


''Kok lu pergi sih Rend? nggak nemenin gue dulu di sini,'' balas Putri dengan muka cemberutnya.


''Udah lah Put, sama abang Doni aja, kan Rendi mau belajar, kalau abang mah nggak belajar, karena gurunya berhalangan hadir,'' ujar Doni.


Putri pun berpikir sejenak, sebenarnya ia pengen cerita masalahnya ke Rendi, tapi berhubung ada Doni dan Wiliam di sini, terpaksa ia urungkan lagi niatnya, mungkin di lain waktu, pikirnya.


''Iya deh Rend, lu ke kelas aja kalau gitu, nanti sekalian ijinkan gue ke guru yang bersangkutan ya, Rend!'' balas Putri.


''Oke Put, gue pamit,'' ucap Rendi, tanpa pamit ke Doni dan Wiliam, malah ia memperlihatkan muka tidak sukanya ke arah mereka.


''Songong banget tu bocah, dikira kita sampah di sini, nggak pake pamit sama kita,'' oceh Wiliam yang sangat kesal dengan tingkah Rendi.


Putri hanya tersenyum melihat kedua tingkah sahabat pacarnya ini, ia tidak menyangka pria yang banyak disukai wanita di sekolah mempunyai tingkah lucu seperti ini.


''Put, nanti lu pulang sama siapa? sama gue aja ya, takut lu kenapa-napa nanti di jalan,'' ucap Doni yang langsung dibantah oleh Wiliam.


''Eh...! apa-apaan lu Don? sadar ga lu ini pacar temen lu, jangan berani nikung lu yak, mau gue tabok?'' kesal Wiliam.


''Lu yang apaan, nggak bisa apa lu liat gue berniat baik sedikit aja, gue bukannya nikung, ini karena gue nggak tegaan orangnya, lagian sahabat lu itu mana sih, pacar lagi gini tapi dia sok sibuk sendiri,'' balas Doni


''Aah...! kebanyakan alasan lu Don, awas ya gue aduin lu sama Victor biar diabisin lu.''


'' Nooh..! aduin sono...!! gue nggak takut, orang gue nggak salah, justru nanti dia yang berterima kasih sama gue, liat aja ntar,'' ucap Doni percaya diri.


Putri pun menengahi perdebatan kedua laki-laki itu.


''Udah kak, nggak usah berantam, nanti gue pulang dijemput ibu gue kok, palingan bentar lagi nyampe, terima kasih ya kak untuk niat baiknya,'' ucap Putri sambil tersenyum.


''Tuh...! denger nggak lu, dia dijemput, jadi lu nggak usah sok-sokan menawarkan diri,'' sela Wiliam.


.


.


.


Terima kasih telah singgah di novel aku, jangan lupa like, koment, dan votenya ya.😊

__ADS_1


__ADS_2